Connect with us

Teknologi

Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan Hanyalah Fatamorgana, Ini Sebabnya…

Published

on

Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali telah usai. Selain berupaya mencari solusi pemulihan ekonomi dunia, ajang itu jadi kesempatan bagi Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, salah satunya penggunaan EV (electric vehicle)/Youtube

Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali telah usai. Selain berupaya mencari solusi pemulihan ekonomi dunia, ajang itu jadi kesempatan bagi Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, salah satunya penggunaan EV (electric vehicle)/Youtube

mycity.co.id –Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali telah usai. Selain berupaya mencari solusi pemulihan ekonomi dunia, ajang itu jadi kesempatan bagi Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, salah satunya penggunaan EV (electric vehicle).

Ada 1.452 EV (962 mobil listrik, 454 sepeda motor listrik, dan 36 bus listrik) yang disiapkan untuk mendukung KTT G20.

Baca Juga: Punya Mobil Listrik? Jangan Lupa Perawatan

Atensi pemerintah soal kendaraan ramah lingkungan diinisiasi tahun 2019 dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55/2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.

Hal itu kian dipertegas melalui Instruksi Presiden Nomor 7/2022 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) sebagai Kendaraan Dinas Pemerintah.

Baca Juga :  Elon Musk: Tahun Ini, Otak Manusia Bisa Ditanami Chip

Kementerian Perhubungan pun rutin menggelar sosialisasi penggunaan kendaraan listrik sekaligus menambah fasilitas pengisian daya.

Dalam sosialisasi di Jakarta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, kendaraan listrik berenergi bersih, ramah lingkungan, dan lebih irit dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil (BBM).

Soal irit, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pernah melakukan perhitngan bahwa 1 liter BBM setara 1,2 kwh listrik. Dengan harga listrik per kwh Rp1.444 (dibulatkan Rp 1.500), 1,2 kwh listrik setara dengan Rp1.700.

Artinya, penggunaan listrik jauh lebih hemat dibanding seliter BBM yang harganya Rp10.000-Rp21.000.

Selain hemat energi dan biaya, EV lebih terjamin seiring rencana pemerintah menambah fasilitas pengisian daya dan tempat penukaran baterai.

Baca Juga: Wisatawan Kini Bisa Jajal Mobil Listrik Toyota di Kawasan Danau Toba

Menggunakan EV diklaim ramah lingkungan dan bebas polusi. Betulkah ”iklan-iklan” itu? Video yang diunggah 8 bulan lalu di kanal YouTube California Insider mungkin bisa membuka pemikiran baru dan menjadi bahan diskusi.

Baca Juga :  Jokowi Girang Industri Baterai Listrik di KIT Batang Serap 20 Ribu Pekerja

Dalam video itu, hadir narasumber Mark Mills, fisikawan dan pakar senior di Manhattan Institute, Amerika Serikat. Singkatnya, Mark menegaskan bahwa jargon kendaraan listrik ramah lingkungan dan tidak emisi gas buang, hanya fatamorgana.

Mark mencontohkan satu bagian dari EV yaitu baterai. Baterai EV adalah produk yang sangat tidak ramah lingkungan, menyedot banyak energi, dan mengeluarkan banyak emisi saat pembuatannya, hingga penghancurannya.

Untuk membuat baterai, memerlukan proses kimia yang panjang dan kompleks. Prosesnya dimulai dari melelehkan bebatuan yang mengandung material sebagai bahan dasar.

Baterai EV adalah produk yang sangat rinci dengan perpaduan ribuan material dan bagian. Ketika baterai rusak atau tak terpakai, proses daur ulangnya tidak bisa sembarangan. Tidak sesederhana mesin kendaraan berbahaan metal yang tinggal melelehkannya.

Mendaur ulang baterai EV dimulai dengan mempreteli satu per satu setiap bagiannya. Pekerja harus memakai pakaian hazmat, saking beracunnya bahan-bahan pembentuk baterai.

Butuh waktu 1-2 jam untuk mendaur ulang 1 baterai EV tak terpakai. Setelah itu, dalam proses daur ulang, bahan kimia dari bagian-bagian itu harus benar-benar terpisah. Untuk mencapai hal itu, diperlukan teknologi yang sangat mahal dan sangat sulit.

Baca Juga :  PS5 Resmi Dijual, Inilah Harga & Spesifikasinya

Seiring gembar-gembor penggunaan EV, permintaan baterai meningkat. Artinya, semakin banyak sampah baterai yang harus didaur ulang. Dengan meningkatnya permintaan, emisi semakin besar.

Menurut Mark, tak ada yang namanya nol emisi dari kendaraan listrik. Yang benar, emisi itu berpindah ke daerah lain yang jadi pusat pembuatan baterai dan pertambangan mineral bahan baku baterai.

Untuk menghasilkan 1 baterai seberat 45 kg, harus menggali material hingga 227 ton. Untuk memproduksi baterai dengan energi setara 1 barel BBM, dibutuhkan 100-300 barel BBM.

Dengan semakin banyaknya EV, produksi baterai diperbanyak. Pabrik-pabrik meningkatkan kapasitas produksinya dan bermunculan di banyak tempat.

Pertambangan kian masif untuk menggali mineral bahan baku baterai seperti litium, kobal, seng, dan lainnya.

Baca Juga: Mobil Listrik Mercedes-Benz G-Wagen, Hadir pada Pertengahan 2024

”Permintaan bahan baku tersebut meningkat 400 persen hingga 4.000 persen. Mineral-mineral di Bumi ini, apabila ditambang habis-habisan pun, tidak akan mencukupi permintaan untuk pembuatan baterai,” pungkas Mark.

Jadi, betulkah yakin ramah lingkungan?

Teknologi

Twitter Dituding Tak Aman saat Dipimpin Elon Musk

Published

on

Alasan Elon Musk menyerang Apple diduga bukan cuma karena urusan free speech. (Foto: AFP/FREDERIC J. BROWN)

Eks Head of Trust and Safety Twitter, Yoel Roth mengungkapkan kalau Twitter tak lebih aman di bawah kepemimpinan Elon Musk.

Ia menyebut kalau perusahaan sudah tak memiliki cukup staf yang bertanggung jawab di bidang keamanan.

Awalnya Roth sempat mengunggah tweet usai Elon Musk resmi membeli Twitter. Cuitannya menyebut kalau keamanan Twitter telah meningkat di bawah kepemimpinan Musk.

Baca Juga :  Masih Bingung Hitung Biaya dan Keuntungan NFT? Begini Caranya

Namun ketika diwawancara pada Selasa lalu terkait apakah Twitter masih tetap aman, Roth menjawab tidak, sebagaimana dilansir dari Gadgets360, Kamis (1/12/2022).

Roth sendiri adalah mantan pejabat lama Twitter yang membantu mengarahkan perusahaan melalui beberapa keputusan penting.

Ia juga berperan dalam memblokir permanen akun Twitter Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat.

Baca Juga :  Toyota Lahirkan Mobil Listrik di Indonesia

Tapi ia mengundurkan diri tak lama usai Musk mengambil alih Twitter. Musk juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) setengah dari total staf, termasuk divisi moderasi konten.

Sebelum Musk membeli Twitter, Roth menyebut kalau 2.200 orang di seluruh fokus pada pekerjaan moderasi konten. Dia mengaku tidak mengetahui nomornya telah dimatikan usai akuisisi tersebut.

Baca Juga :  Kendaraan Listrik yang Sudah Teregistrasi Resmi di Indonesia Capai 3.205 Unit

Twitter di bawah Musk dianggap mulai menyimpang dari kebijakan yang sudah disepakati dan diganti secara sepihak oleh Musk. Akibat itu Roth mengundurkan diri dari perusahaan.

Roth mencontohkan seperti perubahan layanan premium Twitter Blue yang memungkinkan pengguna membayar untuk mendapatkan centang biru. Akibat itu banyak akun palsu yang meniru artis maupun tokoh besar.

Continue Reading

Otomotif

Pembelian Motor Listrik Akan Subsidi, Ini Kata Sri Mulyani

Published

on

Pemerintah berencana memberikan subsidi untuk pembelian motor listrik tahun 2023 mendatang/otomotif.sindonews.com

Pemerintah berencana memberikan subsidi untuk pembelian motor listrik tahun 2023 mendatang/otomotif.sindonews.com

mycity.co.id – Pemerintah digadang-gadang akan memberi subsidi Rp6,5 juta untuk pembelian motor listrik pada tahun 2023 mendatang.

“Segera kita luncurkan dengan subsidi. Misalnya motor ini kita lagi finalisasi berapa juta kita mau kasih subsidi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang dikutip mycity.co.id dari idntimes.

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan saat ini kebijakan tersebut belum final. Ia mengatakan pemerintah akan membahas rencana ini terlebih dahulu.

Baca Juga :  Sumber Daya Alam Melimpah, Jokowi Yakin Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik Dunia

“Nanti akan dibahas dulu,” kata Sri Mulyani saat ditemui di gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.

Selain motor listrik, pemerintah juga sedang mempersiapkan subsidi pada pembelian mobil listrik guna mendorong minat masyarakat untuk melakukan transmisi energi.

Baca Juga :  Toyota Lahirkan Mobil Listrik di Indonesia

“Mobil juga kita kasih subsidi karena tidak akan membeli bensin lagi. Tetap akan lebih untung menggunakan sepeda motor listrik daripada sepeda motor berbahan bakar fosil, begitu juga mobil,” kata Luhut.

Luhut menilai subsidi dapat menarik minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan (motor dan mobil) listrik. Selain itu, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) fosil pun dapat ditekan.

Baca Juga :  Masih Bingung Hitung Biaya dan Keuntungan NFT? Begini Caranya

Tak hanya subsidi, pemerintah juga akan melakukan konversi dari mesin sepeda motor berbahan bakar fosil dengan motor listrik.

Adanya konversi ini, pemerintah mengharapkan kualitas udara di Indonesia khususnya Jakarta lebih baik. Ini karena tidak ada lagi asap dari mobil atau pun motor berbahan bakar fosil.

Continue Reading

Teknologi

Meteorit Seberat 17 Ton di Somalia Bawa Material ‘Alien’

Published

on

Dua mineral yang belum pernah terlihat di Bumi telah ditemukan di dalam meteorit besar di Somalia. Mereka bisa memegang petunjuk penting tentang bagaimana asteroid terbentuk/Reuters

Dua mineral yang belum pernah terlihat di Bumi telah ditemukan di dalam meteorit besar di Somalia. Mereka bisa memegang petunjuk penting tentang bagaimana asteroid terbentuk/Reuters

mycity.co.id Dua mineral yang belum pernah terlihat di Bumi telah ditemukan di dalam meteorit besar di Somalia. Mereka bisa memegang petunjuk penting tentang bagaimana asteroid terbentuk.

Kedua mineral baru itu ditemukan di dalam satu keping 2,5 ons (70 gram) yang diambil dari meteorit Tuhan seberat 16,5 ton (15 metrik ton) yang menabrak Tuhan. sebuah daratan pada tahun 2020.

Baca Juga :  Sumber Daya Alam Melimpah, Jokowi Yakin Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik Dunia

Ilmuwan menamai mineral tersebut elaliite meteor Dan elkinstantonite belum Lindy Elkin Tanton(Buka di tab baru)direktur pelaksana Arizona State University Interplanetary Initiative dan penyelidik utama misi Psyche NASA yang akan datang, yang akan mengirimkan penyelidikan untuk menyelidiki Psyche yang kaya mineral asteroid Untuk panduan tentang cara kami bekerja Tata suryaPlanet terbentuk.

“Setiap kali Anda menemukan mineral baru, itu berarti kondisi geologis yang sebenarnya, kimia batuan, berbeda dari yang ditemukan sebelumnya,” Chris Hurd(Buka di tab baru)Profesor di Departemen Ilmu Bumi dan Atmosfer di Universitas Alberta penyataan(Buka di tab baru). “Itulah yang membuat ini menarik: Dalam meteorit khusus ini Anda memiliki dua mineral yang dijelaskan secara resmi yang baru bagi sains.”

Baca Juga :  Keren, Warner Music Bakal Gelar Konser di Metaverse

Para peneliti mengklasifikasikan Al-Ali sebagai meteorit kompleks besi-IAB, sejenis meteorit yang terbuat dari besi berbintik-bintik dengan potongan-potongan kecil silikat.

Saat menyelidiki irisan meteorit, detail mineral baru menarik perhatian para ilmuwan. Dengan membandingkan mineral dengan salinannya yang sebelumnya disintesis di laboratorium, mereka dapat dengan cepat mengidentifikasinya sebagai yang baru tercatat di alam.

Baca Juga :  Facebook, Google dan Twitter Siap Melawan Misinformasi Soal Vaksin Covid-19

Para peneliti berencana untuk menyelidiki meteorit lebih lanjut untuk memahami kondisi di mana asteroid asli terbentuk.

“Ini adalah keahlian saya – bagaimana Anda mengetahui proses geologis dan sejarah geologis asteroid yang menjadi bagian dari batu ini,” kata Hurd.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan terlibat dalam mendeskripsikan mineral yang benar-benar baru dengan mengerjakan meteorit,” imbuhnya.

Tim juga melihat aplikasi ilmu material untuk logam.

Namun, wawasan ilmiah masa depan dari meteorit Al-Ali mungkin dalam bahaya. Meteorit tersebut kini telah dipindahkan ke China untuk mencari pembeli potensial, yang dapat membatasi akses peneliti ke batuan luar angkasa untuk penyelidikan.

Continue Reading
Advertisement

Trending