Connect with us

Lifestyle

Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis

Published

on

ilustrasi gaslighting

Cityzen mungkin sering mendengar istilah manipulasi, tapi, familiar kah dengan istilah gaslighting?

Gaslighting adalah istilah yang cukup populer untuk menggambarkan kondisi atau situasi yang dilakukan seseorang untuk memanipulasi kita secara rumit dan penuh taktik dengan cara membalikkan ucapan agar kita mempertanyakan kembali tindakan kita hingga terjerat dengan rasa bersalah seolah kita adalah pelaku dari kerunyaman argumen atau suatu permasalahan, meskipun realitanya jelas sebaliknya.

Cukup rumit bukan? Oleh karenanya, pelaku gaslighting sangatlah berbahaya untuk kita dan jelas memiliki tujuan untuk menjebak kita dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.

Gaslighting jelas merupakan bentuk strategi manipulasi yang memanfaatkan area psikologis seseorang yang menjadi korban dengan mengontrol cara korbannya berfikir dan bertindak agar pelaku mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa harus meminta atau mengkomunikasikannya secara langsung.

Pelaku gaslighting jelas memiliki permasalahan atau rasa enggan karena ego berlebih hingga ia memilih menggunakan strategi demikian ketimbang mengkomunikasikannya secara langsung dengan korbannya.

Oleh karena itu korban kerap tidak menyadari bahwa ia mendapat perlakuan demikian karena apa yang dilakukan pelaku adalah secara ‘tersirat’ dan mungkin dieksekusikan dengan perhitungan.

Komunikasi memang salah satu kunci utama kehangatan dan kedekatan atau kualitas sebuah hubungan baik persahabatan, pertemanan, atau romansa seperti ikatan pernikahan atau berpacaran.

Namun bagi pelaku manipulatif yang menerapkan gaslighting, tujuan utamanya justru memang menghindarkan komunikasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cepat atau tepat sasaran.

Hingga akhirnya strategi manipulasi ini mampu mengikat korbannya dalam sebuah toxic relationship sampai berhasil dan berpotensi besar mengakibatkan terjadinya bentuk kekerasan-kekerasan dalam hubungan seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual (KS), kekerasan berbasis gender baik online maupun tidak (KGBO), kekerasan dalam hubungan berpacaran (KDP), dan lain sebagainya.

Menanggapi hal tersebut, penting bagi kita untuk dapat mengenali indikasi-indikasi jika kita tengah mengalami gaslighting:

Muncul Penyesalan

Pelaku yang memanipulasi kamu dengan metode gaslighting memiliki caranya sendiri untuk membuatmu menyesal atas perbuatanmu, pelaku akan membuatmu merasa takut akan kondisi atau permasalahan yang tengah menjeratmu, kemudian membuatmu merasa kamu memiliki kewajiban untuk memperbaiki hubungan yang kamu miliki dengan pelaku.

Padahal realitanya bukan kamu pelaku atau troublemaker dari situasi tersebut dan pelaku memiliki maksud tersendiri untuk merugikan kamu.

Pelaku mampu membuat kamu meminta maaf atau bahkan memohon hingga mungkin membuatmu sampai rela untuk melakukan apapun demi pelaku karena ia membuatmu merasa bahwa kamu adalah ‘dalang’ dari semua yang menimpa hubungan yang kalian miliki.

Secara tidak sadar ia melakukan brainwashing dan mengontrol perasaan-perasaanmu melalui permainan psikologis nya agar ia bisa mendapatkan keuntungan dari kamu, apapun bentuknya.

Mirisnya, isu seperti ini sering kali terjadi pada korban kekerasan seksual karena ia merasa menyesal dan merasa ia harus ‘membalas’ kesalahannya dengan memenuhi keinginan pelaku yang pada saat itu mungkin merupakan pasangan atau pacarnya

Sharie Stines yang merupakan seorang terapis yang memfokuskan karirnya pada kasus-kasus toxic relationship pada klien-kliennya di California yang dikutip dari laman TIME menjelaskan bahwa terdapat dua indikasi kuat bahwa seseorang tengah memanipulasi kamu, yaitu pelaku akan membuatmu takut dan sangat mungkin untuk menggunakan agresi untuk ‘memperkuat’ posisinya.

Seperti mengancam, melakukan tindak kekerasan, dan mengintimidasi korban dan ‘play victim’ atau bertingkah seolah dirinya adalah korban walau jelas sebaliknya.

Kepandaiannya membalikkan fakta itulah yang membuat adanya rasa menyesal atau rasa bersalah pada korban hingga korban mendapat perlakuan yang tidak semestinya oleh pelaku dalam relasi yang mereka miliki.

Baca Juga:

  1. Inilah Dampak Fisik & Psikologis Korban Marital Rape
  2. 5 Rekomendasi Film Thriller Psikologis yang Dapat Ditonton di Netflix
  3. Stigma Gila Pergi ke Psikolog

Hal tersebut sangat sesuai dengan data perolehan oleh KPPPA Republik Indonesia yang menyatakan bahwa tingkat kekerasan baik secara fisik dan seksual yang dialami perempuan belum menikah yaitu sebesar 42,7%.

Ditambah dengan kekerasan seksual paling banyak dialami perempuan yang belum menikah yaitu 34.4%, lebih besar dibanding kekerasan fisik yang hanya 19.6%., ditambah realita di mana masih banyak perempuan dengan status belum menikah yang menjadi korban kekerasan, dimana pelaku bisa saja datang dari orang terdekat seperti pacar, teman, rekan kerja, atau bentuk relasi lainnya.

Merasa Sulit Untuk Melepaskan

Di sisi lain, gaslighting yang dieksekusikan dengan baik tidak akan kamu sadari sampai kamu merasa ada kejanggalan dalam relasi yang kamu jalin. Setelah kamu menyadarinya pun kamu akan merasa berat atau bahkan merasa tidak mungkin untuk memutuskan hubungan begitu saja karena alasan-alasan pribadi.

Walau jelas pelaku sangatlah merugikan psikologis mu dan menjauhkan kamu dari kebahagiaan yang seharusnya juga muncul dari sebuah relasi.

Membahas seputar strategi manipulasi, tentu saja pelaku dengan sedemikian rupa membuat plot guna menjebak korbannya dalam siklus berfikir dan siklus psikologis yang buruk karena terjerat toxic relationship yang bahkan mungkin tidak disadari.

Maka tentu saja pula pelaku akan membuat korban seolah ‘terus tunduk’ akan perkataan atau arahannya dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahanmu.

Karena pemanipulasian atau gaslighting tidak mungkin dilakukan secara instan, pelaku mempelajari sikap, sifat, pola pikir, atau pola emosionalmu seiring berjalannya waktu dan seiring interaksi yang dilakukan hingga ia mendapat celah-celah untuk nantinya dimanfaatkan guna menjebakmu.

Termasuk salah satunya menjebakmu dalam membuat asumsi bahwa permasalahan yang ada dalam relasi yang kamu miliki dengan pelaku adalah atas dasar kesalahan mu dan kamu harus mempertahankan relasi tersebut.

Menjadikan Apa yang Kamu Hargai Sebagai Senjata

Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, mempelajari kelemahan-kelemahanmu adalah salah satu komponen yang membantu pelaku melanggengkan taktik gaslighting-nya.

Maka dari itu, termasuk menjadikan hal-hal yang sangat kamu hargai atau value keberadaannya sebagai bentuk ancaman atau ‘senjata’.

Tidak ada batasan dalam hal ini, bisa saja mengancam privacy mu dengan mengancam menyebarkan konten seksual atau video dan foto atas dirimu seperti yang dilakukan oleh pelaku kekerasan gender berbasis online (KGBO) kepada korban-korbannya.

Atau mungkin mengancam hubungan atau relasi itu sendiri seperti mengancam putus hubungan berpacaran atau cerai kepada korban jika pelaku tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, atau mungkin pelaku akan menyerang dirimu dan atau nilai-nilai maupun harga dirimu secara utuh.

Seperti menyalahkan “Kalau kamu tidak bersifat seperti ini, ini semua tidak akan terjadi”“Kamu terlalu sensitif! coba kurangi itu lalu lihat perbedaannya”, atau sejenisnya dengan tujuan membuatmu berpikir ulang atau merefleksikan kembali kepada dirimu sendiri. Dan masih banyak contoh lainnya yang kemudian berujung pada bentuk-bentuk kekerasan lainnya.

Membuatmu Mempertanyakan Diri Sendiri

Karena gaslighting mengakibatkan toxic relationship yang kemudian mengakibatkan tindak kekerasan yang seakan tidaklah bisa dihindari, korbannya akan terjerat dalam siklus yang sama berulang kali dan terus menerus jika tidak segera memutuskan rantainya.

Oleh karena itu, jelas bahwa pelaku yang memiliki kecenderungan untuk melakukan proyeksi dan membalikkan fakta memang membuat jebakan mental tersebut untuk membuat korbannya terus mempertanyakan dirinya sendiri seperti “Apakah ini semua terjadi karena sifatku yang…?”, “Apakah yang tadi aku ucapkan menyakiti hatinya?”, “Apakah aku harus berhenti meragukannya?”, “Apakah benar ini semua salahku?”, “Apakah aku kurang baik?” dan sejenisnya.

Semua itu semata untuk kemudian membuatmu terus menyesal atas perbuatanmu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dan siap memberikan atau melakukan apapun untuk pelaku atau hubungan yang dimiliki.

Dengan terus terjebak dalam siklus ini, kamu bahkan tidak akan menyadari bahwa kamu akan terus merasa gelisah, khawatir, atau tidak bahagia selama relasi ini berlangsung.

Perlu diketahui bahwa gaslighting adalah salah satu taktik yang dilakukan pelaku dan merupakan taktik yang menjadi bibit dari tindak-tindak kekerasan.

Maka jika kamu atau kamu mengetahui orang-orang terdekatmu merasakan indikasi-indikasi ini, ketahuilah bahwa kamu tidaklah perlu takut untuk melakukan apa yang terbaik untuk kebahagiaan dan kesehatan psikologismu.

Jangan biarkan pelaku menjeratmu dalam rasa sesal dan membuatmu terperangkap dalam siklus yang sama dan memperlakukanmu secara tidak baik karena relasi yang baik seharusnya membuahkan positivitas bagi pihak-pihak yang terlibat, bukan sebaliknya.

Lifestyle

Tak Hanya Utamakan Gaya Hidup, Milenial Juga Harus Berinvestasi

Published

on

Iluistrasi generasi milenial. (AdobeStock)

Generasi milenial yang mementingkan gaya hidup, harus mulai memikirkan masa depan dengan berinvestasi, supaya memiliki masa depan cerah di masa tua.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan berdasarkan hasil riset, generasi milenial kurang peduli terhadap investasi, justru lebih mementingkan gaya hidup dibandin dengan mempersiapkan diri menghadapi masa tua.

“Hasil riset IDN Research pada 2010, hanya 2 persen milenial yang menyisihkan pendapatannya untuk berinvestasi,” ujar Friderica.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Ironisnya, pendapatan kaum milenial digunakan untuk kepentingan gaya hidup, seperti kuliner, hiburan juga hal lain yang bersifat konsumtif dan memenuhi gaya hidup kekinian.

Bahkan dalam studi lain, menyebutkan jika 69 persen generasi milenial tidak memiliki pengelolaan keuangan dalam hal berinvestasi.

Kondisi tersebut kata Friderica harus menjadi perhatian bersama, supaya kaum milenial menyiapkan masa depannya yang lebih sejatera. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mendorong mereka untuk mulai berinvestasi mempersiapkan masa depan.

“Pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, investasi dan penyediaan dana darurat menjadi hal yang sangat penting. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik dapat menimbulkan stress dan mengurangi produktivitas dalam bekerja,” paparnya.

Dalam berinvestasi, lanjut Friderica, perlu ingat bahwa prinsip utamanya adalah never put your egg into one basket. Selain emas, milenial juga bisa berinvestasi pada saham atau reksa dana.

Obligasi juga bisa menjadi pilihan. Bahkan OJK juga mendoring agar milinial masuk ke investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Menurut Friderica investasi ini cocok untuk investor yang konservatif memiliki profil risiko rendah dan cenderung menghindari risiko.

Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan BKF Kemenkeu RI, Adi Budiarso mengatakan, YOLO dan FOMO mempengaruhi pola konsumsi milenial.

YOLO atau You Only Live Once adalah nikmati hidup saat ini tanpa perlu mengkhawatirkan masa depan. Sedangkan FOMO atau Fear of Missing Out adalah ketakutan ketinggalan tren yang tengah berlangsung di komunitas atau peer group.

“YOLO dan FOMO kalau terlalu dibiarkan bisa sangat berbahaya dapat menyebabkan kesulitan finansial bagi milenial,” katanya.

Untuk itu, sudah saatnya milenial memiliki investasi. Dalam memilih instrumen investasi, Adi mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan adalah tentukan tujuan investasi, pahami risikonya, dan pahami instrumen investasi yang akan dipilih.

“Kemudian sesuaikan dengan kondisi keuangan dan lakukan diversifikasi,” imbuhnya. 

Continue Reading

Lifestyle

Pernah Coba? Berikut Khasiat dan Keistimewaan Buah Bit

Published

on

Buah bit. (Istimewa)

Buah bit memiliki berbagai manfaat kesehatan karena kombinasi unik dari vitamin, mineral, dan antioksidan.

Buah bit memang telah meningkat popularitasnya akhir-akhir ini karena para peneliti telah mengidentifikasi hubungan antara minum jus bit dan beberapa manfaat yang dimilikinya.

Melansir dari Medical News Today, buah bit memiliki profil nutrisi yang mencakup banyak vitamin esensial, mineral, dan antioksidan.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Buah bit juga mengandung senyawa bioaktif unik yang disebut betalains, yang dapat bermanfaat bagi kesehatan seseorang.

Buah bit mengandung berbagai macam vitamin dan mineral penting. Minum jus buah ini secara teratur dapat membantu mencegah kekurangan nutrisi tersebut.

Selain itu, ada sederet manfaat buah bit bagi kesehatan, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Meningkatkan Tekanan Darah

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa bit dapat membantu menurunkan tekanan darah seseorang.

Para peneliti percaya bahwa ini karena kandungan nitratnya. Bit secara alami mengandung nitrat dalam jumlah besar, yang diubah tubuh menjadi oksida nitrat.

2. Mengurangi Peradangan

Bit mengandung senyawa anti-inflamasi yang disebut betalains. Menurut ulasan yang terbit pada tahun 2015, betalains menghambat jalur pensinyalan spesifik yang berperan dalam penyakit inflamasi.

Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa betalain yang disebut phenethylamine-betaxanthin mengurangi aktivitas enzim inflamasi sebesar 32 persen.

3. Mencegah Anemia

Bit kaya akan zat besi, komponen penting dari sel darah merah. Tanpa zat besi, sel darah merah tidak dapat mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Orang yang memiliki kadar zat besi rendah terkadang dapat mengalami kondisi yang disebut anemia defisiensi besi.

Menambahkan sumber zat besi ke dalam makanan dapat mengurangi risiko kondisi ini.

Gejala anemia defisiensi besi meliputi:

  • kelelahan
  • pusing
  • sesak napas
  • sakit kepala
  • detak jantung cepat
  • melindungi Hati

Buah bit mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin B-6, dan zat besi. Senyawa ini membantu melindungi hati dari peradangan dan stres oksidatif.

Selain itu, senyawa ini juga dapat meningkatkan kemampuannya untuk membuang racun dari tubuh.

4. Meningkatkan Kinerja Atletik

Senyawa tertentu dalam jus bit, seperti nitrat dan betalain, dapat meningkatkan kinerja atletik.

Menurut tinjauan sistematis yang terbit pada 2017, nitrat dapat meningkatkan efisiensi atletik seseorang dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otot.

Sebuah studi lain yang terbit pada tahun 2018 melihat efek betalain pada 28 pengendara sepeda pria terlatih. Para pengendara sepeda menerima 100 mg konsentrat bit atau plasebo setiap hari selama seminggu.

Dibandingkan dengan kelompok plasebo, kelompok konsentrat bit memiliki efisiensi latihan yang lebih tinggi dan peningkatan aliran darah.

Continue Reading

Lifestyle

Jakarta Gelar Pameran Bertajuk “Hotel for Play”, Edukasi Seks Khusus Usia 18+

Published

on

Pameran bertajuk “Hotel for Play”. (Istimewa)

Memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap 26 September, sekaligus meningkatkan edukasi seks di masyarakat, Vivo menggelar pameran seni bertajuk “Hotel for Play”. Pameran seni tentang edukasi seks ini adalah yang pertama di Indonesia.

Pengetahuan terkait seks dapat diberikan melalui berbagai cara salah satunya dalam bentuk instalasi seni bertajuk “Hotel for Play #SensationalExperience” yang akan dipamerkan mulai 1 Oktober 2022 di salah satu mal kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Hotel for Play” berasal dari salah satu kegiatan intim yakni foreplay. Tema ini, menurut Direktur Sales dan Marketing Danpac Pharma Christian Eka salah satunya untuk mendukung kampanye SenseSational yang menekankan sensasi oleh semua panca indera saat berhubungan intim.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Eka dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, mengatakan bahwa setiap orang berhak atas kehidupan seks yang sensasional dan seks tidak hanya penetrasi tetapi ada beberapa indra yang memang perlu untuk merasakan sesuatu berbeda.

“Jadi seluruh aktivitas seksual itu akan terasa lebih sensasional,” tegas Eka, pada Selasa (26/9).

Saat mengunjungi instalasi yang dibangun menggandeng HALUU ini, pengunjung akan serasa diajak memasuki beberapa ruangan hotel. Saat memasuki lobi, mereka diberi room access atau key card untuk dapat memasuki kamar-kamar.

Ilustrasi pameran bertajuk “Hotel for Play”. (Istimewa)

Masing-masing kamar dirancang untuk menawarkan pengalaman multi-indra seperti pendengaran dan penglihatan. Ornamen dan desain setiap ruangan dibuat berbeda sesuai dengan pengalaman indra yang ingin ditonjolkan.

Dia meyakini edukasi seks yang disampaikan melalui instalasi seni akan lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya artistik dan tidak intimidatif.

“Agar anak muda tidak tabu lagi berbicara soal seks, pendidikan seks sejak dini perlu diberikan sehingga kami buat instalasi ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur Danpac Pharma Yoevan Wiraatmadja mengatakan ingin memberitahu masyarakat bahwa seks bukan hal tabu tetapi sesuatu yang normal dan kebutuhan dasar setiap manusia.

Oleh karena itu, sambung dia, eksplorasi untuk mencapai kesenangan terkait seks itu perlu ditingkatkan.

Pameran bertajuk “Hotel for Play”. (Istimewa)

Senada dengan Eka, Yoevan berharap pameran seni “Hotel for Play” dapat menjadi sarana masyarakat untuk merasakan pengalaman terkait seks berbeda melalui instalasi seni.

Kemudian, bertepatan dengan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia setiap 26 September, pihaknya juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV dan stigma negatif terhadap ODHA.

Data Kementerian Kesehatan pada Juni lalu menunjukkan data orang dengan HIV di Indonesia mencapai 519.158 orang. Penyebaran umum kasus ini salah satunya berasal dari hubungan seksual tanpa pengaman dan didominasi kelompok heterokseksual 28,1 persen dari total kasus HIV di Indonesia.

“Kami juga mendukung pemerintah untuk program Kemenkes tahun 2030 untuk three zero yakni zero penularan HIV, zero orang yang meninggal karena AIDS dan zero stigma terhadap ODHA,” kata dia.

Art Exhition VIVO bertajuk “Hotel for Play #SensationalExperience” akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 31 Oktober 2022, pukul 10.00- 22.00 WIB, gratis. Hanya pengunjung berusia 18 tahun ke atas yang boleh masuk.

Pengunjung selain dapat melihat instalasi seni juga berkesempatan mengikuti sesi talkshow bersama para pakar kesehatan setiap Jumat dan mengunjungi Booth Tarot dan Nail Art yang dibuka pada akhir pekan.

Continue Reading
Investment56 mins ago

WIR Asia Bidik Ekspansi di 3 Unit Ini

Investment3 hours ago

Akhir 2022, PT WIR Asia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 197 Persen

Internasional4 hours ago

Rusia Veto Resolusi AS, Dewan Keamanan PBB Tak Berdaya

Hangout5 hours ago

Tempoyak, Sambal Fermentasi Durian yang Rasanya Mengejutkan

Teknologi6 hours ago

Pornhub Murka Akun Resmi Dihapus Permanen Instagram

Showbiz7 hours ago

Senangnya, Tiara Andini Dapat Hadiah Ultah Vespa Edisi Justin Bieber dari Alshad Ahmad

Nasional7 hours ago

Dijagokan Nyapres Bareng Jokowi, Ini Komentar Prabowo

Properti21 hours ago

Berkat Program Ini, Milenial Punya Rumah Jadi Lebih Mudah

Nasional21 hours ago

Menkeu: Mayarakat Pasrah, Kalau Gelombang Volatilitas Dibiarkan Masuk

Nasional22 hours ago

PBSI: Konflik Kevin Sanjaya dan Herry IP Telah Berakhir

Investment23 hours ago

Sebelumnya Berada di Zona Merah, Hari Ini IHSG Ditutup Naik 0,07 Persen

Nasional1 day ago

Presiden Jokowi Minta Percepat Belanja Produk Dalam Negeri

Investment1 day ago

Sekilas Info: Telkom (TLKM) Bakal IPO Bisnis Data Center

Lifestyle1 day ago

Tak Hanya Utamakan Gaya Hidup, Milenial Juga Harus Berinvestasi

Hangout1 day ago

5 Destinasi Wisata Jawa Barat yang Siratkan Cerita Rakyat

Culture1 day ago

Keunikan 5 Kain Adat Indonesia beserta Filosofi di Dalamnya

Teknologi1 day ago

Dikenal Sebagai “Negeri KW”, Cina Tawarkan iPhone 14 Pro Max Seharga Rp1,1 Juta

Hangout1 day ago

Berani Coba? Liburan Ekstrem di Gunung Sangiang NTB

Properti1 day ago

Makin Cepat Beli Rumah Makin Untung, Nggak Percaya?

Teknologi1 day ago

Tak Laku, Apple Kendorkan Produksi iPhone 14

Lifestyle1 week ago

Lagi Diet? Berikut 7 Manfaat Tahu Rebus untuk Kesehatan

Investment7 days ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment1 week ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Teknologi1 day ago

Dikenal Sebagai “Negeri KW”, Cina Tawarkan iPhone 14 Pro Max Seharga Rp1,1 Juta

Investment1 week ago

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Nasional6 days ago

Perjuangan Aspar Jaelolo Jadi Raja Panjat Tebing Dunia 2022

Investment6 days ago

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Nasional6 days ago

Menang Lawan Curacao, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Merangkak Naik

Lifestyle3 days ago

Jakarta Gelar Pameran Bertajuk “Hotel for Play”, Edukasi Seks Khusus Usia 18+

Teknologi1 week ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Culture2 days ago

Mane’e, Tradisi Menangkap Ikan di Kepulauan Talaud

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (DPR RI)
Nasional1 week ago

Luhut: Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

Investment2 days ago

Kasus Indosurya, Kasus Penipuan Investasi Bodong Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

BEI
Investment1 week ago

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

Internasional3 days ago

Setelah 13 Tahun Berlalu, Film ‘Avatar 2: The Way of Water’ Tetap Mencuri Perhatian

Investment5 days ago

IHSG Bergerak di Zona Merah Dipicu Kekhawatiran Resesi Global

Internasional6 days ago

Mengenal Sosok Joelle Rich, Pacar Baru Johnny Depp

Investment1 week ago

Kredit Mesra, Solusi Pemprov Jabar Agar Warganya Tak Terlilit Hutang Rentenir

CityView1 week ago

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Nasional5 days ago

Peran Generasi Muda Sangat Penting Tingkatkan Literasi Digital

Hangout5 months ago

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Traveling5 months ago

Desa Wisata Sawai, Desa Tertua di Maluku yang Punya Sungai Keramik

Nasional5 months ago

Kalisari, Surga Takjil di Jakarta Timur

Properti6 months ago

Kisah Pengusaha Properti Bangun Rumah Subsidi untuk Berdayakan Masyarakat Banjarmasin

Uncategorized6 months ago

Kisah Mumun, Sang Hantu Legendaris Cibubur

Advetorial6 months ago

Pentingnya Literasi Finansial Melalui Kesetaraan Gender untuk Generasi Milenial

Showbiz11 months ago

Tega! Ada Youtuber Bikin Konten Mistis Soal Vanessa Angel

Showbiz11 months ago

Detik-detik Usai Mobil Vanessa Angel Alami Kecelakaan

Nasional11 months ago

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Showbiz12 months ago

Inilah yang Terjadi Usai Miss World Malaysia Klaim Batik dari Negaranya

Showbiz12 months ago

Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Teknologi12 months ago

Mark Zuckerberg Rugi Triliunan Rupiah, Saham Facebook Anjlok

Nasional12 months ago

Mensos Risma Ngamuk Lagi, Warga Marahi Balik

Showbiz12 months ago

Akui Salah, Baim Wong Ingin Temui Kakek Suhud

Showbiz12 months ago

Kakek Suhud Penjual Buku Agama, Bukan Pengemis Seperti Anggapan Baim Wong

Internasional12 months ago

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Sport12 months ago

Indonesia Juara Piala Thomas, Merah Putih Tak Bisa Berkibar

Culture12 months ago

Ampyang Maulid, Cara Leluhur Berintropeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Internasional1 year ago

Kronologi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

COVID-19Update1 year ago

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Advertisement

Trending