Connect with us

Lifestyle

Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis

Published

on

ilustrasi gaslighting

Cityzen mungkin sering mendengar istilah manipulasi, tapi, familiar kah dengan istilah gaslighting?

Gaslighting adalah istilah yang cukup populer untuk menggambarkan kondisi atau situasi yang dilakukan seseorang untuk memanipulasi kita secara rumit dan penuh taktik dengan cara membalikkan ucapan agar kita mempertanyakan kembali tindakan kita hingga terjerat dengan rasa bersalah seolah kita adalah pelaku dari kerunyaman argumen atau suatu permasalahan, meskipun realitanya jelas sebaliknya.

Cukup rumit bukan? Oleh karenanya, pelaku gaslighting sangatlah berbahaya untuk kita dan jelas memiliki tujuan untuk menjebak kita dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.

Gaslighting jelas merupakan bentuk strategi manipulasi yang memanfaatkan area psikologis seseorang yang menjadi korban dengan mengontrol cara korbannya berfikir dan bertindak agar pelaku mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa harus meminta atau mengkomunikasikannya secara langsung.

Pelaku gaslighting jelas memiliki permasalahan atau rasa enggan karena ego berlebih hingga ia memilih menggunakan strategi demikian ketimbang mengkomunikasikannya secara langsung dengan korbannya.

Oleh karena itu korban kerap tidak menyadari bahwa ia mendapat perlakuan demikian karena apa yang dilakukan pelaku adalah secara ‘tersirat’ dan mungkin dieksekusikan dengan perhitungan.

Komunikasi memang salah satu kunci utama kehangatan dan kedekatan atau kualitas sebuah hubungan baik persahabatan, pertemanan, atau romansa seperti ikatan pernikahan atau berpacaran.

Namun bagi pelaku manipulatif yang menerapkan gaslighting, tujuan utamanya justru memang menghindarkan komunikasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cepat atau tepat sasaran.

Hingga akhirnya strategi manipulasi ini mampu mengikat korbannya dalam sebuah toxic relationship sampai berhasil dan berpotensi besar mengakibatkan terjadinya bentuk kekerasan-kekerasan dalam hubungan seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual (KS), kekerasan berbasis gender baik online maupun tidak (KGBO), kekerasan dalam hubungan berpacaran (KDP), dan lain sebagainya.

Menanggapi hal tersebut, penting bagi kita untuk dapat mengenali indikasi-indikasi jika kita tengah mengalami gaslighting:

Muncul Penyesalan

Pelaku yang memanipulasi kamu dengan metode gaslighting memiliki caranya sendiri untuk membuatmu menyesal atas perbuatanmu, pelaku akan membuatmu merasa takut akan kondisi atau permasalahan yang tengah menjeratmu, kemudian membuatmu merasa kamu memiliki kewajiban untuk memperbaiki hubungan yang kamu miliki dengan pelaku.

Padahal realitanya bukan kamu pelaku atau troublemaker dari situasi tersebut dan pelaku memiliki maksud tersendiri untuk merugikan kamu.

Pelaku mampu membuat kamu meminta maaf atau bahkan memohon hingga mungkin membuatmu sampai rela untuk melakukan apapun demi pelaku karena ia membuatmu merasa bahwa kamu adalah ‘dalang’ dari semua yang menimpa hubungan yang kalian miliki.

Secara tidak sadar ia melakukan brainwashing dan mengontrol perasaan-perasaanmu melalui permainan psikologis nya agar ia bisa mendapatkan keuntungan dari kamu, apapun bentuknya.

Mirisnya, isu seperti ini sering kali terjadi pada korban kekerasan seksual karena ia merasa menyesal dan merasa ia harus ‘membalas’ kesalahannya dengan memenuhi keinginan pelaku yang pada saat itu mungkin merupakan pasangan atau pacarnya

Sharie Stines yang merupakan seorang terapis yang memfokuskan karirnya pada kasus-kasus toxic relationship pada klien-kliennya di California yang dikutip dari laman TIME menjelaskan bahwa terdapat dua indikasi kuat bahwa seseorang tengah memanipulasi kamu, yaitu pelaku akan membuatmu takut dan sangat mungkin untuk menggunakan agresi untuk ‘memperkuat’ posisinya.

Seperti mengancam, melakukan tindak kekerasan, dan mengintimidasi korban dan ‘play victim’ atau bertingkah seolah dirinya adalah korban walau jelas sebaliknya.

Kepandaiannya membalikkan fakta itulah yang membuat adanya rasa menyesal atau rasa bersalah pada korban hingga korban mendapat perlakuan yang tidak semestinya oleh pelaku dalam relasi yang mereka miliki.

Baca Juga:

  1. Inilah Dampak Fisik & Psikologis Korban Marital Rape
  2. 5 Rekomendasi Film Thriller Psikologis yang Dapat Ditonton di Netflix
  3. Stigma Gila Pergi ke Psikolog

Hal tersebut sangat sesuai dengan data perolehan oleh KPPPA Republik Indonesia yang menyatakan bahwa tingkat kekerasan baik secara fisik dan seksual yang dialami perempuan belum menikah yaitu sebesar 42,7%.

Ditambah dengan kekerasan seksual paling banyak dialami perempuan yang belum menikah yaitu 34.4%, lebih besar dibanding kekerasan fisik yang hanya 19.6%., ditambah realita di mana masih banyak perempuan dengan status belum menikah yang menjadi korban kekerasan, dimana pelaku bisa saja datang dari orang terdekat seperti pacar, teman, rekan kerja, atau bentuk relasi lainnya.

Merasa Sulit Untuk Melepaskan

Di sisi lain, gaslighting yang dieksekusikan dengan baik tidak akan kamu sadari sampai kamu merasa ada kejanggalan dalam relasi yang kamu jalin. Setelah kamu menyadarinya pun kamu akan merasa berat atau bahkan merasa tidak mungkin untuk memutuskan hubungan begitu saja karena alasan-alasan pribadi.

Walau jelas pelaku sangatlah merugikan psikologis mu dan menjauhkan kamu dari kebahagiaan yang seharusnya juga muncul dari sebuah relasi.

Membahas seputar strategi manipulasi, tentu saja pelaku dengan sedemikian rupa membuat plot guna menjebak korbannya dalam siklus berfikir dan siklus psikologis yang buruk karena terjerat toxic relationship yang bahkan mungkin tidak disadari.

Maka tentu saja pula pelaku akan membuat korban seolah ‘terus tunduk’ akan perkataan atau arahannya dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahanmu.

Karena pemanipulasian atau gaslighting tidak mungkin dilakukan secara instan, pelaku mempelajari sikap, sifat, pola pikir, atau pola emosionalmu seiring berjalannya waktu dan seiring interaksi yang dilakukan hingga ia mendapat celah-celah untuk nantinya dimanfaatkan guna menjebakmu.

Termasuk salah satunya menjebakmu dalam membuat asumsi bahwa permasalahan yang ada dalam relasi yang kamu miliki dengan pelaku adalah atas dasar kesalahan mu dan kamu harus mempertahankan relasi tersebut.

Menjadikan Apa yang Kamu Hargai Sebagai Senjata

Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, mempelajari kelemahan-kelemahanmu adalah salah satu komponen yang membantu pelaku melanggengkan taktik gaslighting-nya.

Maka dari itu, termasuk menjadikan hal-hal yang sangat kamu hargai atau value keberadaannya sebagai bentuk ancaman atau ‘senjata’.

Tidak ada batasan dalam hal ini, bisa saja mengancam privacy mu dengan mengancam menyebarkan konten seksual atau video dan foto atas dirimu seperti yang dilakukan oleh pelaku kekerasan gender berbasis online (KGBO) kepada korban-korbannya.

Atau mungkin mengancam hubungan atau relasi itu sendiri seperti mengancam putus hubungan berpacaran atau cerai kepada korban jika pelaku tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, atau mungkin pelaku akan menyerang dirimu dan atau nilai-nilai maupun harga dirimu secara utuh.

Seperti menyalahkan “Kalau kamu tidak bersifat seperti ini, ini semua tidak akan terjadi”“Kamu terlalu sensitif! coba kurangi itu lalu lihat perbedaannya”, atau sejenisnya dengan tujuan membuatmu berpikir ulang atau merefleksikan kembali kepada dirimu sendiri. Dan masih banyak contoh lainnya yang kemudian berujung pada bentuk-bentuk kekerasan lainnya.

Membuatmu Mempertanyakan Diri Sendiri

Karena gaslighting mengakibatkan toxic relationship yang kemudian mengakibatkan tindak kekerasan yang seakan tidaklah bisa dihindari, korbannya akan terjerat dalam siklus yang sama berulang kali dan terus menerus jika tidak segera memutuskan rantainya.

Oleh karena itu, jelas bahwa pelaku yang memiliki kecenderungan untuk melakukan proyeksi dan membalikkan fakta memang membuat jebakan mental tersebut untuk membuat korbannya terus mempertanyakan dirinya sendiri seperti “Apakah ini semua terjadi karena sifatku yang…?”, “Apakah yang tadi aku ucapkan menyakiti hatinya?”, “Apakah aku harus berhenti meragukannya?”, “Apakah benar ini semua salahku?”, “Apakah aku kurang baik?” dan sejenisnya.

Semua itu semata untuk kemudian membuatmu terus menyesal atas perbuatanmu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dan siap memberikan atau melakukan apapun untuk pelaku atau hubungan yang dimiliki.

Dengan terus terjebak dalam siklus ini, kamu bahkan tidak akan menyadari bahwa kamu akan terus merasa gelisah, khawatir, atau tidak bahagia selama relasi ini berlangsung.

Perlu diketahui bahwa gaslighting adalah salah satu taktik yang dilakukan pelaku dan merupakan taktik yang menjadi bibit dari tindak-tindak kekerasan.

Maka jika kamu atau kamu mengetahui orang-orang terdekatmu merasakan indikasi-indikasi ini, ketahuilah bahwa kamu tidaklah perlu takut untuk melakukan apa yang terbaik untuk kebahagiaan dan kesehatan psikologismu.

Jangan biarkan pelaku menjeratmu dalam rasa sesal dan membuatmu terperangkap dalam siklus yang sama dan memperlakukanmu secara tidak baik karena relasi yang baik seharusnya membuahkan positivitas bagi pihak-pihak yang terlibat, bukan sebaliknya.

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. chwilówka na spłatę chwilówek

    26 June 2022 at 17:13

    It is actually a great and useful piece of information. I’m satisfied that
    you just shared this helpful information with us.
    Please stay us informed like this. Thanks for sharing. https://www.vclouds.com.au/pozyczka-na-splate-chwilowki/

  2. Hi there are using WordPress for your site platform?
    I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do
    you require any html coding knowledge to make your own blog?
    Any help would be greatly appreciated! https://www.ridesharetalks.com/?qa=327672/konsolidacja-chwil%C3%B3wek-dla-zad%C5%82u%C5%BConych

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lifestyle

Mengapa Aroma Buku Terasa Enak?

Published

on

setumpuk buku di rak usang

Ada ungkapan klasik yang kerap kita dengar tentang buku. Diantaranya adalah buku adalah jendela dunia. Ini menggambarkan begitu krusialnya buku bagi manusia yang ingin tahu berbagai macam pengetahuan yang belum diketahuinya.

Selain tema bahasannya, isinya, yang disukai oleh orang adalah aroma yang menguar dari lembaran buku, bahkan hal tersebut kerap kali bikin ketagihan. Adapun orang yang menyukai menghirup aroma buku ini disebut sebagai book sniffer.

Arsiparis dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Azkiyah akrab dengan segala jenis bacaan sejak kecil. Sejak kecil orang tuanya gemar membelikan Azki dan saudara-saudaranya koran, majalah, atau buku yang sesuai dengan usia maupun minatnya dan saudara-saudaranya. Sejak dini, Azki tumbuh dalam lingkungan yang gemar membaca dan akrab dengan buku-buku.

Azki mengaku, selain gemar membaca, ia juga gemar mengumpulkan seluruh buku yang dibelinya. Saking cintanya terhadap buku, ia bangga dengan koleksinya yang hingga kini mencapai lebih dari 10.000 judul buku. Semuanya disimpan di perpustakaan pribadi miliknya di rumahnya di bilangan Ampera.

Azki sendiri lebih menyukai aroma buku lawas daripada buku baru. hal ini pula yang mendorong dia untuk mengikuti komunitas penggila buku lawas yakni Ikatan Pemuda Pemudi Pemburu Buku Buluk.

“Biasanya, kita di lapak ketemu buku jadul, yang mungkin berdebu. Kemudian kita buka dengan tangan halaman per halaman. Wanginya spesifik. Sampai kadang membuat kita bersin. Itulah experience yang sangat menyenangkan,” kata Azki saat dihubungi, Minggu (26/6/2022).

Ia melanjutkan, bagi orang-orang yang masuk dalam komunitasnya, rata-rata mengaku jika aroma buku yang autentik adalah saat buku itu baru ditemukan langsung di lapak pedagangnya.

Apabila sudah berpindah tangan atau disimpan dengan perawatan tertentu oleh pembeli maka aroma keautentikan dari buku itu sudah berubah.

Tak hanya buku lawas, buku baru juga mengeluarkan aroma sedap yang khas dan punya karakternya tersendiri apalagi aroma buku baru yang dilepas dari sampulnya.

Menanggapi hal tersebut, Aris Riyadi selaku Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional Indonesia berkata bahwa sebenarnya aroma buku baru dan buku lama itu berbeda. Hal ini disebabkan dalam keduanya terkandung senyawa kimia yang berbeda.

pada buku baru, tambah Aris, dalam proses pembuatan kertasnya biasanya memakai zat aditif berupa volatiles organic compounds atau VOCs. Bahan tersebut sering dipakai dalam membuat kertas untuk buku.

Adapun fungsi penambahan dan pemakaian zat aditif saat produksi pulp adalah memberi nilai tambah pada kertas misalnya memberi aroma tertentu, mengubah warna, membuat kertas licin atau lebih fleksibel.

Pulp merupakan hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat melalui berbagai proses pembuatan. Pulp adalah bahan baku utama dari kertas yang terdiri dari serat-serat sebagai penghasil kertas. Dalam proses pembuatannya, dilakukan dengan berbagai prosedur diantaranya proses mekanis, kimia dan semikimia.

Baca Juga:

  1. Daftar Pasar Buku yang Dulu Berjaya & Masih Bertahan Hingga Saat Ini
  2. Pasar Blauran, Surganya Buku Bekas & Murah di Surabaya
  3. Map of the Soul 7, Buku yang Menginspirasi Album BTS Akhirnya Terbit di Indonesia

Menurut Aris, zat aditif yang ditambahkan dalam pulp tadi bisa menjadi parfum yang memberikan wangi sesuai dengan mood tertentu yang direspon oleh indra manusia, apalagi sifatnya yang bikin candu.

walau demikian, pemberian parfum dalam pulp ini perlu diperhitungkan kadarnya agar tidak berlebihan dan memberi pengaruh pada kualitas kertas yang dalam jangka panjang bisa menurun.

Untuk buku tua, aroma yang tercium merupakan hasil dari gejala kimiawi yang berasal dari unsur kertas itu sendiri. Menurut Aris, kertas juga memiliki serat yang mengandung banyak rantai karbon yang seiring waktu jika kertas itu terpapar oleh elemen lain seperti udara, sinar matahari dan debu. Sehingga salah satu molekul dalam kertas tersebut akan pecah dan juga mengeluarkan asam.

“Nah, asam itu bisa diketahui dengan dicium indra manusia. Selain diuji dengan pH meter, asam ini sudah bisa tercium bahkan dari jarak dekat, karena dia mengeluarkan bau,” tambah Aris ketika dihubungi, Senin (27/6/2022).

Namun perlu dicatat bahwa meski kertas atau buku itu mengeluarkan aroma yang khas, tetap saja harus waspada terhadap reaksi kimiawi yang dihasilkan.

Buku tua yang bertumpuk dalam jumlah banyak cukup membahayakan karena akan mencemari udara, apalagi jika sirkulasi udara tempat penyimpanan bukunya kurang baik dan lembab.

Munculnya jamur juga menjadi persoalan yang serius karena mempengaruhi kualitas buku dan kertasnya.

Oleh sebab itu, tentu diperlukan perawatan dan diperhatikan tempat penyimpanannya. Di sisi lain, aroma yang dihasilkan oleh tiap buku juga berbeda-beda tergantung dari bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kertasnya seperti apa.

Apalagi, kebanyakan buku yang beredar saat ini menggunakan kertas dari pabrikan di negara-negara eropa yang memproduksi kertas dalam skala besar.

Indonesia juga memiliki bahan baku kertas untuk menulis yang berkualitas sangat baik yakni daluang. Kata Aris, kulit kayu yang merupakan bahan dasar dari daluang ini bisa bertahan hingga 400 tahun, kertas yang dibuat dari daluang tidak akan berubah dari segi bau dan bentuk walau sudah disimpan hingga ratusan tahun. Contoh dari produk daluang adalah koleksi manuskrip yang disimpan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Jadi, apakah kamu termasuk pembaca yang gemar menghirup aroma lembaran buku sebelum atau selama membacanya?

Continue Reading

Lifestyle

Bukan Pertanda Matre, Ini Dia Arti Love Language Gift bagi Pasangan

Published

on

Ilustrasi love language gift

Love language atau bahasa cinta adalah cara seseorang dalam mengungkapkan rasa cinta kepada orang lain. Tak hanya ke pasangan, tapi juga sahabat, keluarga maupun orang terdekat lainnya.

Istilah ini sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Gary Chapman yang mengkategorikan 5 jenis love language, salah satunya gift giving.

Mereka dengan bahasa cinta ini paling senang kalau dihadiahi kado oleh orang terdekatnya. Sayangnya, aksi menerima dan memberi hadiah ini sering dianggap sebatas penyampaian afeksi yang terkesan materialistis. Padahal tidak begitu, lho.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Mark Williams sebagai konselor kesehatan mental yang dikutip dari Verywell Mind mengatakan bahwa love language receiving gifts berarti seseorang dapat merasa dicintai dengan mendemonstrasikan cintanya melalui benda. Benda tersebut tidak terpaut pada ukuran ataupun harganya.

Bisa dengan aksesoris kecil yang kamu dapatkan dari sebuah thrift store ataupun benda sebesar mobil bahkan kapal untuk membuktikan seberapa besar kasih sayangmu.

Seseorang dengan bahasa cinta ini akan selalu bahagia dengan benda yang didapatnya. Ketika melihat benda itu maka ia akan terus mengingat pasangannya dan akan merasa dicintai.

Memberikan hadiah istimewa tak hanya pada momen perayaan spesial saja. Dr. Lurve yang merupakan pakar relationship mengatakan bahasa cinta harus disisipkan dalam kehidupan sehari-hari antar pasangan. Sehingga wajar apabila orang-orang dengan jenis love language ini menganggap pemberian hadiah sebagai suatu kebiasaan.

Sebagai kekasihnya, tak ada salahnya jika kamu memberikan kejutan kecil setiap minggu untuk si dia. Jika tidak ada perayaan istimewa seperti anniversary, maka cari kado yang tepat dan mewakilkan kondisi hubungan asmara kalian.

Definisi kado yang tepat ini tidak selalu sama, ya. Sebab kesukaan masing-masing orang berbeda. Kamu bisa mendalami lebih jauh lagi apa yang sedang digemari oleh pasangan.

Continue Reading

Lifestyle

Wanita Arab Saudi Kini Kepincut Tren Rambut Pendek, Simbol Girl Power

Published

on

tren rambut pendek di Arab Saudi

Wanita Arab Saudi beramai-ramai memotong rambut panjang mereka menjadi sangat pendek. Tren rambut pendek ini mulai terlihat pada wanita-wanita di jalanan ibu kota Riyadh, terutama setelah wanita Saudi tidak lagi diwajibkan mengenakan hijab di tempat umum.

Salah satunya Safi yang seperti dilansir AFP, Jumat (24/6/2022), berprofesi sebagai dokter dan baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah sakit di Riyadh. Dia memutuskan untuk memberikan penampilan baru bagi dirinya memotong rambutnya yang panjang bergelombang menjadi sangat pendek hingga ke leher.

Gaya rambut pendek, yang secara lokal dikenal dengan kata bahasa Inggris ‘boy,’ semakin populer di kalangan wanita pekerja di Saudi yang konservatif.

Baca Juga:

  1. Inilah 5 Gunung Terindah di Indonesia
  2. Tak Hanya di Mesir, Di Sudan Ternyata Ada Piramida Lho
  3. Desa Coal, Menikmati Sensasi Alam dan Budaya Desa yang Memanjakan Mata

Terlihat di jalanan Riyadh, banyak wanita yang memiliki gaya rambut pendek. Situasi itu bisa terjadi juga setelah wanita Saudi tidak lagi diharuskan mengenakan hijab di bawah reformasi sosial yang didorong oleh Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga penguasa de-facto Saudi.

Dengan semakin banyak wanita bergabung dalam angkatan kerja — bagian utama dari upaya pemerintah membangun kembali perekonomian Saudi, banyak yang menggambarkan gaya rambut ‘boy’ sebagai alternatif yang praktis dan profesional dibandingkan gaya rambut panjang.

Bagi Safi, yang menggunakan nama samaran untuk melindungi identitasnya, potongan rambut pendek juga menjadi semacam perlindungan dari perhatian yang tidak diinginkan dari laki-laki, yang memampukan dirinya lebih fokus pada pasien-pasiennya.

“Orang lebih suka melihat feminitas dalam penampilan wanita. Gaya ini menjadi semacam perisai yang melindungi saya dari orang-orang dan memberikan saya kekuatan,” ucapnya.

Gaya-gaya rambut pendek ini juga dilakukan oleh selebriti Arab seperti aktris Yasmin Raeis atau penyanyi Shirene yang telah mengadopsi gaya tersebut.

“Wanita yang memotong rambutnya dengan gaya ini adalah wanita yang karakternya kuat. Tidak mudah bagi wanita untuk memotong rambutnya,” kata stylist Mesir Mai Galal kepada AFP.

Nouf, yang bekerja di sebuah toko kosmetik dan juga memotong pendek rambutnya ini juga punya pandangan endiri soal rambut pendek dan girl power.

“Kami ingin mengatakan bahwa kami ada, dan peran kami dalam masyarakat tidak jauh berbeda dengan peran kami di masyarakat, para laki-laki.”

Di salah satu salon di pusat kota Riyadh, permintaan untuk potongan “anak laki-laki” telah melonjak – dengan tujuh atau delapan pelanggan dari 30 memintanya pada hari tertentu, kata Lamis, seorang penata rambut.

“Tampilan ini menjadi sangat populer sekarang. Permintaannya meningkat, terutama setelah perempuan memasuki pasar tenaga kerja,” katanya.

“Fakta bahwa banyak wanita tidak mengenakan jilbab dan gaya ini populer pada wanita di akhir usia belasan dan dua puluhan.”

Pencabutan aturan soal jilbab di Saudi hanyalah salah satu dari banyak perubahan yang telah menata ulang kehidupan sehari-hari bagi wanita Saudi di bawah Pangeran Mohammed, yang dinobatkan sebagai pewaris ayahnya yang berusia 86 tahun, Raja Salman.

Wanita Saudi tidak lagi dilarang dari konser dan acara olahraga, dan pada 2018 mereka mendapatkan hak untuk mengemudi.

Continue Reading

Trending