Connect with us

COVID-19Update

Kemenkes Pastikan Warga Sukabumi Bukan Terpapar Varian Omicron

Published

on

Varian Omicron
Varian Omicron

Kabar warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terpapar Virus Covid-19 Varian Omicron membuat geger Tanah Air. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan hasil pengurutan genom secara keseluruhan (Whole Genome Sequencing/WGS) menunjukkan bukan varian Omicron.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut warga tersebut juga sudah melakukan isolasi selama 10 hari setelah kedatangannya di Indonesia pada 28 November lalu.

“Itu positif Covid-19 saat datang ya. Dan pasti dilakukan isolasi dan kalau tanggal 28 November positif Covid-19, pemeriksaan WGS hanya lima hari dan hasilnya sudah ada,” kata Nadia.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Meski demikian, Nadia masih belum bisa menyebutkan hasil pemeriksaan warga tersebut apakah terpapar ‘Variant of Concern (VoC)’ yang lain. Ia hanya menegaskan bahwa temuan tersebut tidak terkait varian Omicron.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes ini mengatakan, dari 9.527 spesimen warga yang diperiksa menggunakan metode WGS per 6 Desember. Masih nihil ditemukan varian Omicron. Adapun dari lima VoC yang ditetapkan WHO, Indonesia baru menemukan varian Alfa, Beta, dan Delta.

“Yang pasti bukan varian Omicron ya, bisa saja varian Delta atau lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi temuan satu kasus positif Covid-19 dari warga yang baru tiba di Indonesia setelah dari Arab Saudi. Sebagaimana diketahui, Arab Saudi baru-baru ini juga telah mengkonfirmasi menemukan varian Omicron.

COVID-19Update

Kasus Covid-19 di Tangerang Kian Mengkhawatirkan

Published

on

Ilustrasi Covid-19

Pemerintah telah membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 untuk wilayah Jabodetabek. Meski demikian, kasus Covid-19 di Kota Tangerang kini semakin mengkhawatirkan.

Kini, Kota Tangerang Selatan masuk dalam kategori risiko sedang penularan Covid-19. Ini menjadi kali pertama dalam beberapa bulan teralhir.

Di sisi lain, Banten menjadi satu dari tiga wilayah penyumbang kasus tertinggi Covid-19 yang mencapai 2.743 kasus. Banten memberikan sumbangsih kasus sebanyak 261 kasus Covid-19 kemarin.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Melihat Peta Zonasi Risiko terbaru, jumlah wilayah yang masuk kategori risiko rendah Covid-19 atau zona kuning mencapai 357 wilayah, termasuk wilayah aglomerasi seperti DKI Jakarta, Bogor, Depok, hingga Bekasi.

Sementara itu, kabupaten/kota yang tidak memiliki kasus atau zona hijau mencapai 156 wilayah., di mana mayoritasnya adalah kawasan luar Jawa Bali. Hanya tiga kabupaten/kota Jawa Barat yang masuk zona hijau.

Wilayah-wilayah yang dimaksud adalah Kota Salatiga, Ciamis, dan Pangandaran.

Continue Reading

COVID-19Update

Jadi Syarat Perjalanan, Inilah Daftar Lokasi Vaksinasi Booster di DKI Jakarta dari 6 Sampai 10 Juli 2022

Published

on

Ilustrasi vaksinasi booster

Pemerintah telah menetapkan vaksinasi booster sebagai syarat wajib untuk perjalanan, masuk mal, hingga berbagai kegiatan masyarakat lainnya.

Hal ini merupakan hasil keputusan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo baru-baru ini. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menjelaskan aturan ini akan berlaku pada 2 pekan depan.

“Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia
  2. Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis
  3. Lontong Roomo, Makanan Nikmat Khas Gresik yang Lahir di Era Sunan Giri

Mengutip laman resmi corona.jakarta.go.id, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum mengikuti vaksin booster. Di antaranya berusia 18 tahun ke atas, dalam kondisi sehat, sudah mendapatkan vaksin dosis 2 selama minimal tiga bulan,

Kemudian, memiliki KTP, memiliki tiket vaksinasi booster di PeduliLindungi, serta tidak sedang positif Covid-19.

“Penggunaan vaksin booster menyesuaikan dengan stok di fasilitas kesehatan,” demikian bunyi informasi di laman corona.jakarta.go.id.

Berikut MyCity telah merangkum daftar lokasi vaksinasi booster di DKI Jakarta mulai 6 sampai 10 Juli 2022:

Rabu (6/7/2022)

  • RPTRA Taman Sawo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 08.30-09.30
  • JIExpo Kemayoran Hall C1, Pademangan, Jakarta Utara, pukul 17.00-20.00
  • Monas Pintu Lenggang Jakarta, Jakarta Pusat, pukul 08.00-09.00 WIB
  • RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pukul 08.00-09.30 WIB
  • Gandaria City, Jakarta Selatan, pukul 13.00-14.30 WIB
  • Mall Green Pramuka, Jakarta Timur, pukul 09.30-10.30 WIB
  • Tamini Square, Jakarta Timur, pukul 10.00-11.00 WIB
  • RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, pukul 10.00-11.00 WIB

Kamis (7/7/2022)

  • Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pukul 11.00-12.30 WIB
  • Plaza Slipi Jaya, Jakarta Barat, pukul 08.30-09.00 WIB
  • Mall Season City Lobby Utara, Jakarta Barat, pukul 15.00-20.00 WIB
  • Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 09.00-10.00 WIB

Jumat (8/7/2022)

  • Green Sedayu Mall, Cengkareng, Jakarta Barat, pukul 11.30-13.00 WIB
  • Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pukul 09.00-10.00 WIB
  • Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pukul 13.00-17.45 WIB

Sabtu (9/7/2022)

  • JIExpo Kemayoran, pukul 12.00-17.00 WIB
  • Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pukul 09.00-11.00 WIB
  • Mall Season City, Jakarta Barat, pukul 15.00-20.00 WIB
  • Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pukul 13.00-16.00 WIB

Minggu (10/7/2022)

  • Monas Pintu Lenggang, Jakarta Pusat, pukul 08.00-11.00 WIB

Continue Reading

COVID-19Update

Inilah Tanda-Tanda Kamu Terpapar Omicron BA.4 & BA.5

Published

on

Omicron BA.4 dan BA.5

Dunia kembali dihantui sub varian baru Covid-19 bernama Omicron BA.4 dan BA.5. Bahkan, kini kedua sub varian baru tersebut sudah masuk ke Indonesia.

Dua subvarian Covid-19 baru ini memiliki daya penularan yang tinggi. Selain itu, masa inkubasi virus tersebut hanyalah selama 3 hari saja sampai timbulnya gejala.

Mengingat, penularannya yang cukup cepat, karena itu masyarakat perlu mengetahui ciri virus ini dan mewaspadai gejalanya. Apalagi, kedua varian tersebut sudah masuk ke Indonesia, dan dianggap menjadi biang kerok kasus Covid-19 kembali menanjak.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Melansir The Straits Time, BA.4 dan BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal tahun ini dan sekarang menjadi varian dominan di sana. Ini berarti mereka telah melampaui strain BA.1 dan BA.2, yang mendorong wabah Omicron asli – termasuk di Singapura.

Varian baru memiliki mutasi pada protein lonjakan yang membuatnya lebih efektif untuk menghindari sistem kekebalan dan lebih mudah menular, kata Depkes. Mereka dianggap sebagai varian yang menjadi perhatian oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa.

Namun, bukti dunia nyata yang muncul dari negara lain mendukung bahwa infeksi BA.4 dan BA.5 kemungkinan akan menimbulkan hasil klinis yang serupa, dibandingkan dengan garis keturunan Omicron sebelumnya.
Express.co.uk menulis, berdasarkan jutaan laporan, aplikasi ZOE COVID Study telah menetapkan gejala sakit pada bagian perut sebagai gejala COVID-19 varian omicron.

Ada dua ciri paling umum dari pasien yang terpapar subvarian ini. Keduanya adalah batuk dan sakit tenggorokan.

Selain itu, ada juga beberapa ciri-ciri pasien yang terpapar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Berikut diantaranya:

  • demam;
  • batuk;
  • pilek atau hidung tersumbat;
  • sakit tenggorokan;
  • sakit kepala;
  • kelelahan;
  • nyeri otot;
  • mual dan muntah;
  • diare.

Continue Reading

Trending