Connect with us

COVID-19Update

Kemenkes: Mudik Lewat Jalur Udara, Darat, & Laut Wajib Isi e-HAC

Published

on

e-HAC

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) melalui aplikasi Peduli Lindungi bagi seluruh masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran 2022.

Ya, selama ini pengisian e-HAC yang berlaku bagi masyarakat yang bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Kini, Kemenkes memperluas jangkauan pengisian e-HAC ntuk masyarakat yang mudik dengan menggunakan transportasi darat dan laut.

“Selain perjalanan udara, aturan pengisian e-HAC juga direncanakan jadi syarat untuk bepergian dengan transportasi darat dan laut pada masa mudik hingga libur lebaran,” kata Chief of Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji, seperti dinukil dari situs resmi Kemenkes, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga:

  1. Mark Zuckerberg Jadi Pemimpin Dunia Metaverse?
  2. Dampak Metaverse bagi Bisnis Real Estate di Dunia Nyata
  3. Mengulik Tampilan Iklan 3D di Metaverse

Syarat pengisian e-HAC kini hanya tinggal menunggu persetujuan melalui surat edaran dari berbagai instansi Pemerintah. Melalui pengisian e-HAC ini, Setiaji berharap mempermudah masyarakat dan petugas di lapangan dalam melaksanakan proses pengecekan kelayakan perjalanan.

“Syarat pengisian e-HAC ini ditujukan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses pengecekan kelayakan perjalanan oleh petugas, sehingga tidak ada penumpukan antrean penumpang saat pemeriksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Setiaji mengingatkan sejumlah syarat wajib terkait vaksinasi Covid-19 yang harus dipenuhi pelaku mudik antar kota. Pertama, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lanjutan alias booster tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Kedua, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Ketiga, PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

COVID-19Update

WHO: Jangan Terlena, Pandemi Covid-19 Belum Usai!

Published

on

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Badan Kesehatan Dunia (WHHO) menegaskan bahwa pandemi Covid-19 masih berlanjut, meski sejumlah negara sudah mencabut kebijakan untuk menekan penyebarannya.

“Di banyak negara, semua pembatasan telah dicabut, dan kehidupan tampak seperti sebelum pandemi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Jadi, apakah (pandemi) sudah berakhir? Tidak, ini tentu belum berakhir,” tegas dia.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Senada dengan Tedros, Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, menyatalan pandemi Covid-19 belum masuk ke dalam tahap endemi. Bahkan menurutnya, pandemi Covid-19 bisa menyebabkan epidemi yang lebih besar.

“Jangan percaya endemi sama saja semuanya sudah selesai,” ujarnya.

Dia menyebut dua penyakit yakni tuberkolosis dan malaria, yang telah menjadi endemi tetapi masih membunuh jutaan orang per tahunnya.

Sementara itu, pemimpin teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove mengatakan virus tersebut masih terus beredar dalam tingkat tinggi. Dia menambahkan Covid-19 masih menyebabkan kematian serta kehancuran dalam jumlah besar.

Menurutnya saat ini dunia masih dalam periode pandemi. “Kita masih berada di tengah pandemi ini. Kita semua berharap tidak demikian. Tapi kita tidak dalam tahap endemi,” ungkap Van Kerkhove.

Continue Reading

COVID-19Update

Mantap, PPKM di Seluruh Indonesia Berakhir Hari Ini

Published

on

By

PPKM di Seluruh Indonesia Berakhir Hari Ini

Pada hari ini, Senin 23 Mei 2022 akan berakhir terkait kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia yang telah berlaku dalam dua pekan terakhir.

Di mana hal tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 24/2022 untuk PPKM Jawa-Bali, dan Inmendagri 25/2022 untuk wilayah luar Jawa-Bali, yang ditekankan Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri.

Daerah yang berstatus PPKM level 1 mengalami penurunan dari sebelumnya 29 daerah berkurang menjadi 11 daerah untuk wilayah Jawa-Bali. Begitu juga dengan wilayah PPKM level 3 dari 2 daerah menjadi 1 daerah saat ini.

Sementara itu, mengalami kenaikan dari 97 menjadi 166 daerah untuk wilayah yang berstatus PPKM level 2. Sedangkan wilayah berstatus PPKM level 1 berjumlah 11 daerah, level 2 mencapai 116 daerah, dan wilayah yang masuk kategori PPKM level 3 berjumlah 1 daerah untuk wilayah luar Jawa-Bali.

Baca Juga:

  1. Cara Unik Korut Basmi Covid-19: Pakai Obat Tradisional
  2. Boleh Tak Pakai Masker di Tempat Umum, Ini Aturan Lengkap Terbaru Soal Penggunaan Masker
  3. Sah, Jokowi Hapus Aturan Tes Covid-19 Sebagai Syarat Perjalanan & Bebaskan Penggunaan Masker di Luar Ruangan

Dalam sepekan terakhir pun tercatat oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terdapat penambahan kasus mencapai 1.844. Di mana pada 18 Mei lalu dengan 327 kasus menjadi penambahan kasus tertingginya.

Kemudian per 22 Mei 2022 bertabah sebanyak 285 orang untuk angka kesembuhan secara nasional. Di mana terdiri dari 281 transmisi lokal dan empat pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Maka jumlah kesembuhan mencapai 5.892.411 orang atas hal tersebut.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebelumnya pernah menyebutkan pemerintah membuka peluang untuk menyetop PPKM yang sudah diberlakukan sejak Agustus 2021 silam.

Continue Reading

COVID-19Update

Cara Unik Korut Basmi Covid-19: Pakai Obat Tradisional

Published

on

Covid-19 di Korea Utara

Korea Utara punya cara tersendiri untuk membasmi pandemi Covid-19 di negara mereka. Caranya adalah dengan menggunakan obat tradisional.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (21/5/2022), media pemerintah Korut telah merekomendasikan berbagai pengobatan tradisional untuk mengatasi gejala Covid-19 seperti demam. Bagi mereka yang tidak sakit parah, surat kabar partai penguasa Rodong Sinmun merekomendasikan pengobatan tradisional seperti teh jahe atau honeysuckle dan minuman daun willow.

Minuman panas dapat meredakan beberapa gejala Covid-19, seperti sakit tenggorokan atau batuk, dan membantu hidrasi saat pasien kehilangan lebih banyak cairan dari biasanya.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Jahe dan daun willow juga dapat meredakan peradangan dan mengurangi rasa sakit. Tapi tentu saja mereka bukan pengobatan untuk virus itu sendiri. Media pemerintah Korut juga merekomendasikan penderita Covid-19 untuk berkumur dengan air garam pagi dan malam. Ribuan ton garam pun telah dikirim ke Pyongyang untuk membuat solusi antiseptik, lapor kantor berita negara.

Beberapa penelitian menunjukkan berkumur dengan air garam memerangi virus yang menyebabkan flu. Tetapi ada sedikit bukti bahwa mereka memperlambat penyebaran Covid-19. Obat kumur bisa membunuh virus di laboratorium, sebuah penelitian menemukan. Tapi itu belum secara meyakinkan terbukti membantu pada manusia.

Covid-19 terutama menginfeksi orang lewat droplet di udara yang masuk melalui hidung dan juga mulut, sehingga berkumur hanya mengatasi satu titik masuknya virus. Dan begitu virus masuk, ia bereplikasi dan menyebar jauh ke dalam organ, di mana tidak ada jumlah kumur yang bisa dijangkau.

Continue Reading

Trending