NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Kembangkan Alat Pelacak, Google Akan Hadirkan Grogu - mycity.co.id
Connect with us

Teknologi

Kembangkan Alat Pelacak, Google Akan Hadirkan Grogu

Published

on

Grogu alat pelacak besutan Google yang mirip Apple AirTag. Foto: Blacxperience

Grogu alat pelacak besutan Google yang mirip Apple AirTag. Foto: Blacxperience

mycity.co.id – Tracker atau alat pelacak yang bisa digunakan untuk mencari benda hilang tengah dikembangkan oleh Google. Kabarnya, perangkat besutan Google itu akan bersaing dengan Apple AirTag, Samsung Smart Tags dan Tile.

Developer dan tipster Kuba Wojciechowski menemukan referensi yang mengindikasikan bahwa Google sedang mengembangkan dukungan untuk tag locator di Fast Pair.

Fast Pair sendiri merupakan teknologi yang sedang dikembangkan oleh Google untuk memasangkan perangkat Bluetooth dengan lebih cepat. Dalam cuitannya di Twitter, Wojciechowski meyakini Google sedang mengembangkan alat pelacak untuk dipakai dengan fitur ini.

Tracker tersebut, menurut Wojciechowski, memiliki kode ‘Grogu’ mengikuti nama Baby Yoda di serial The Mandalorian. Perangkat ini juga memiliki nama alternatif ‘GR10’ dan ‘Groguaudio’, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (19/1/2023).

“Perangkat tracker tersebut sedang digarap oleh tim Google Nest, tapi bukan berarti akan meluncur sebagai produk di lini Nest. Tracker ini akan diluncurkan dalam berbagai pilihan warna,“ kata Wojciechowski.

Perangkat tracker yang dikembangkan oleh Google juga dilengkapi dengan speaker untuk memandu pengguna menemukan perangkat yang hilang dengan bantuan suara, mirip seperti fitur yang ditawarkan Apple AirTag.

Wojciechowski mengatakan tracker ‘Grogu’ juga akan mendukung Bluetooth LE dan ultra-wideband (UWB). Ponsel flagship Google seperti Pixel 6 Pro dan Pixel 7 Pro sudah mendukung UWB, tapi penggunaannya terbatas untuk fitur seperti Nearby Share.

“Bluetooth dan UWB saja tidak cukup untuk memberikan informasi lokasi yang akurat. Karena itu, tracker Google ini juga akan memanfaatkan sinyal dari miliaran ponsel Android di seluruh dunia untuk membantu pengguna menemukan barangnya yang hilang,“ kata dia.

Meski penggunaan tracker seperti AirTag terus digemari, perangkat ini juga menimbulkan masalah privasi karena sering disalahgunakan oleh penguntit. Untuk mengatasi masalah itu, Google tahun lalu dilaporkan sedang mengembangkan ‘Unfamiliar device alerts’ yang akan memperingatkan pengguna Android jika ada tracker di dekatnya.

Wojciechowski memperkirakan Google akan mengumumkan perangkat tracker ini dalam acara konferensi developer Google I/O yang kemungkinan diselenggarakan pada Mei 2023, dan perangkat ini akan diluncurkan bersama ponsel Pixel baru pada musim gugur.

Teknologi

3 Aplikasi Penipuan Kripto di Google Play dan App Store, Ini Ciri-cirinya…

Published

on

Ilustrasi kripto/Pixabay

Ilustrasi kripto/Pixabay

mycity.co.id Jenis penipuan online terbaru muncul baru-baru ini. Dikenal sebagai pig butchering scam (terjemahan literal dari sha zhu pan, yang berarti piring penyembelihan babi), ini adalah jenis penipuan asmara di mana penipu akan terhubung dengan korban, biasanya di situ kencan atau situs web media sosial, dan akan menunjukkan minat ketertarikan kepada korban.

Penipu akan mengincar uang milik korban setelah masa-masa pendekatan mereka berjalan. Namun, penipuan semacam ini semakin menakutkan ketika merambah dunia kripto.

Para scammers itu akan mencuri uang korban dengan mudah tanpa terlacak. Biasanya, untuk mendapat kepercayaan dari para korban, pelaku akan membuat aplikasi kripto palsu yang disalurkan lewat Google Play dan Apple Store.

Aplikasi Scam Crypto Menyelinap ke Google Play dan Apple App Store
Perlu dicatat bahwa scammer ini ahli dalam peretasan dan terlibat dalam manipulasi domain untuk memasukkan aplikasi mereka ke pasar.

Penipu pertama-tama akan mengirimkan aplikasi dengan sertifikat valid yang dikeluarkan Apple. Selama aplikasi dalam tahap peninjauan, itu akan berfungsi seperti yang dijelaskan dan sepenuhnya tidak berbahaya.

Akan tetapi, begitu proses peninjauan selesai dan aplikasi tersebut lolos, scammer akan mengubah domain dan menghubungkannya ke server mereka.

Kemudian, penipu mengubah antarmuka agar terlihat seperti aplikasi perdagangan kripto yang sah.

Sophos setidaknya menemukan tiga aplikasi berbahaya di antaranya, Ace Pro dan MBM_BitSca di AppStore dan BitScan di Google Play.

Setelah scammer menargetkan korban, akan lebih mudah bagi mereka untuk meyakinkan orang yang tidak menaruh curiga untuk mengunduh aplikasi tersebut.

Terkait hal itu, BleepingComputer telah menghubungi Apple untuk menghapus aplikasi tersebut.

“Aplikasi yang dipermasalahkan mewakili diri mereka sendiri sebagai pemindai kode QR dan pelacak mata uang kripto ketika mereka awalnya melalui peninjauan. Setelah menemukan taktik umpan-dan-ganti mereka, yang jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap Pedoman Peninjauan App Store, kami segera menghapus aplikasi dari App Store, dan pengembang dari Program Pengembang Apple kami,” kata Apple.

Sebagai imbauan, pengguna diminta untuk selalu memeriksa kebijakan privasi, ulasan orang lain, dan informasi tentang perusahaan penyedia aplikasi sebelum mengunduh aplikasi keuangan apapun atau aplikasi yang mencurigakan.

Continue Reading

Teknologi

‘Robot diperlakukan lebih baik’, Pekerja Amazon Melakukan Pemogokan Pertama di Inggris

Published

on

Pegawai Amazon mogok kerja

Pegawai Amazon mogok kerja

Mycity.co.id – Pekerja Amazon melakukan pemogokan di Inggris, dalam sebuah langkah yang menandai aksi industri formal pertama di negara itu untuk raksasa teknologi AS.

Aksi pemogokan 24 jam dimulai Rabu satu menit setelah tengah malam. Striker diharapkan melakukan piket di luar lokasi perusahaan di Coventry di Inggris tengah sepanjang hari.

Serikat GMB, yang mewakili para pekerja yang terlibat, mengharapkan 300 karyawan dari total 1.000 di pabrik untuk datang ke pemogokan.

Staf tidak senang dengan kenaikan gaji sebesar 50 pence (56 sen AS) per jam, setara dengan 5% dan jauh di bawah inflasi.

Amazon memperkenalkan kenaikan gaji musim panas lalu. Tetapi pekerja gudang mengatakan itu gagal untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup. Mereka ingin perusahaan membayar minimal £15 per jam. Mereka juga menginginkan kondisi kerja yang lebih baik. Pekerja Amazon telah menyuarakan keprihatinan tentang jam kerja yang panjang, tingkat cedera yang tinggi, dan kecepatan kerja yang tak henti-hentinya, serta pemantauan karyawan yang agresif dan ditingkatkan teknologi.

Darren Westwood, salah satu pekerja gudang Amazon yang mengambil bagian dalam pemogokan, mengatakan itu “merupakan jalan yang panjang” hingga hari itu sendiri, yang dia gambarkan sebagai “bersejarah.”

“Kita semua melihat keuntungan yang mereka hasilkan selama pandemi – itulah yang membuat orang lebih marah,” kata Westwood kepada CNBC melalui panggilan telepon. “Kami mengharapkan peningkatan yang lebih baik daripada yang mereka paksakan.” (Rafi Bintang)

Continue Reading

Teknologi

5 Tips Membeli iPhone Bekas agar Tidak Tertipu

Published

on

Ilustrasi Iphone Second Foto ISt

Mycity.co.id– iPhone tampaknya punya daya tarik tersendiri bagi sebagian orang di Indonesia. Tak heran jika ada saja orang yang memburu iPhone dalam kondisi bekas pemakaian, dengan alasan supaya bisa mendapatkan ponsel Apple itu dengan harga murah.

iPhone memang terkenal sebagai ponsel dengan harga yang mahal, apalagi saat awal peluncuran seri iPhone terbaru, misalnya pada iPhone 14 series, harganya bisa mencapai Rp30 juta ke atas untuk model tertinggi iPhone 14.

Jangankan iPhone 14, iPhone 13 Pro Max sebagai model tertinggi pada seri yang lebih lama, kini harganya masih berada pada kisaran Rp20 juta dalam kondisi baru, sebagaimana tertera di marketplace iBox.

Di sisi lain, iPhone second harganya tentu jauh lebih murah dari daripada iPhone yang dalam kondisi baru. Misalnya, iPhone 12 Pro Max bekas kini dihargai sekitar Rp15 juta, terpantau di marketplace Facebook.

Oleh sebab itu, salah satu jalan keluar agar bisa mendapat iPhone dengan harga yang lebih murah adalah dengan membelinya dalam kondisi bekas. iPhone bekas memang punya harga yang lebih murah, namun bukan berarti tidak ada persoalan yang membuntutinya.

iPhone second pada dasarnya adalah ponsel yang telah dipakai oleh pengguna sebelumnya. Jadi, kemungkinan adanya gangguan, kerusakan, atau penurunan performa, bisa sangat mungkin terjadi pada iPhone bekas.

Dengan demikian, sebelum memutuskan untuk membeli iPhone second, penting untuk memeriksa kondisinya dulu agar tidak rugi di kemudian hari. Meski murah tapi kalau iPhone bekas yang didapat justru bermasalah, bakal bisa buat tekor.

Komponen dan biaya perbaikan iPhone tidaklah murah. Untuk menghindari persoalan itu, berikut tips membeli iPhone bekas agar tidak tertipu:

1. Pastikan iPhone nyala dengan benar

Anda bisa mencoba untuk mematikan iPhone bekas dan menyalakannya lagi dengan menekan tombol Power.

Pastikan iPhone itu bisa masuk ke layar home saat selesai booting. Jika saat booting, iPhone terhenti di logo Apple dan tidak kunjung masuk ke layar home, kemungkinan besar terdapat gangguan pada perangkat.

2. Pastikan Apple ID telah kosong

Pengoperasian iPhone membutuhkan Apple ID atau akun pengguna. Tiap iPhone hanya bisa dimasukkan satu Apple ID yang terdiri dari username dan password. Pastikan Apple ID di iPhone bekas telah kosong.

Jika masih ada Apple ID yang terdaftar maka Anda bakal kesusahan untuk mengoperasikan iPhone secara bebas.

Anda jadi tidak bisa mengunduh aplikasi dan reset iPhone dengan bebas. Keberadaan Apple ID di iPhone bekas bisa diketahui dengan cara klik menu “Pengaturan”, lalu bakal muncul kolom yang berisi nformasi Apple ID di bagian atas menu itu. Apabila Apple ID telah kosong maka tidak bakal tertera nama akun pengguna.

3. Cek bodi iPhone

Anda bisa cek bodi iPhone di bagian bezel maupun punggung ponsel. Jika bodi terdapat lecet, retak, atau pecah, kemungkinan iPhone bekas itu telah terkena benturan beda keras. Benturan tersebut bisa saja mempengaruhi komponen yang ada di dalam ponsel.

4. Periksa fungsi tombol iPhone

iPhone punya beberapa tombol yang tersemat di bodi, antara lain tombol Volume, tombol Silent, tombol Home (untuk iPhone model Touch ID), serta tombol Power. Pastikan semua tombol tersebut dapat ditekan dan bekerja dengan baik.

5. Pastikan semua sensor iPhone berjalan dengan baik

iPhone punya beberapa sensor untuk menjalankan fitur ponsel, seperti sensor proximity, gyroscope, haptic, Face ID atau Touch ID, dan sebagainya. Anda bisa mencoba beberapa fitur di iPhone untuk memastikan sensor tersebut berjalan dengan baik.

Misalnya, sensor proximity bisa dicoba dengan fitur panggilan telepon. Saat panggilan telepon aktif dan iPhone diletakkan ke telinga, idealnya layar iPhone bakal gelap sebagai pertanda sensor proximity berjalan normal.

iPhone bekas di Indonesia bisa diperoleh lewat toko ponsel atau perorangan. Membeli iPhone bekas di toko bakal relatif aman karena penjual biasanya memberikan jaminan atau garansi.

Garansi itu bukan dari Apple, melainkan diberikan toko secara mandiri. Dengan kata lain, apabila terjadi kerusakan pada iPhone maka toko itu yang bakal langsung memperbaikinya.

Sementara itu, iPhone bekas yang dijual perorangan tidak bakal memberikan garansi. Dengan demikian, Anda mungkin bakal mengalami kesulitan saat iPhone bekas yang dibeli dari perorangan terjadi kerusakan. Itulah 5 tips membeli iPhone bekas agar tidak tertipu, semoga bermanfaat.

Continue Reading
Advertisement

Trending