Connect with us

Nasional

Kasus Ismail Bolong Seret Petinggi Polri, Hendra Kurniawan: Tunggu Saja

Published

on

Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divpropam Polri Hendra Kurniawan semasa masih aktif sebagai polisi turun langsung mengusut kasus itu/Dok Kejagung RI

Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divpropam Polri Hendra Kurniawan semasa masih aktif sebagai polisi turun langsung mengusut kasus itu/Dok Kejagung RI

mycity.co.idMantan Kepala Kepolidian Daerah Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim), Irjen Herry Rudolf Nahak sedang didera isu panas.

Lulusan terbaik Akpol 1990 itu disebut-sebut menerima setoran dalam bentuk dolar Singapura (SGD) senilai Rp 5 miliar dari Ismail Bolong, pengepul batu bara dari pertambangan ilegal di Kaltim.

Baca Juga :  Dewan Pers Minta Kejelasan Kapolri Larangan Media Siarkan Arogansi Polisi

Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divpropam Polri Hendra Kurniawan semasa masih aktif sebagai polisi turun langsung mengusut kasus itu.

Hendra pula yang memeriksa Ismail Bolong dan membuat laporan hasil pemeriksaan (LHP) untuk dilaporkan ke Ferdy Sambo selaku kepala Divpropam Polri.

Namun, Hendra mengisyaratkan pengakuan Ismail Bolong bukan sekadar omongan.

“Itu, kan, ada semua bukti-bukti,” kata Hendra saat dikonfirmasi awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (24/11/2022).

Baca Juga :  Menkes Lapor Jokowi Adanya Embargo Vaksin COVID-19 di Sejumlah Negara

Walakin, mantan anak buah Ferdy Sambo di Divpropam Polri itu meminta awak media menanyakan kasus tersebut kepada pejabat berwenang.

“Tanya pejabat yang berwenang saja, ya,” tutur Hendra

Abiturien Akpol 1995 itu juga meminta awak media menunggu perkembangan penanganan kasus yang diduga menyeret Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto itu.

“Tunggu saja. Ismail Bolong, kan, nanti ada, sedang dicari,” tutur mantan perwira Polri yang menjadi terdakwa obstruction of justice kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu.

Baca Juga :  Dukcapil Jemput Bola Jangkau Kawasan Terpencil Nunukan, 912 Dokumen Diterbitkan

Dalam sebuah video yang viral, Ismail mengaku pernah menyetorkan uang kepada petinggi Polri berinisial AA yang berpangkat komjen. Uang itu sebagai suap untuk perlindungan pertambangan ilegal.

Namun, belakangan Ismail meralat pengakuannya. ia mengaku membuat video itu dalam kondisi di bawah tekanan pada Februari 2022.

Menurut Ismail, dirinya ditekan oleh Hendra Kurniawan selaku kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divpopam Polri pada saat itu. Pengusutan kasus itu dilakukan saat Ferdy Sambo masih aktif sebagai kepala Divpropam Polri.

Nasional

Begini Kronologi Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil

Published

on

Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya. (Kabar Bisnis)
Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya. (Kabar Bisnis)

mycity.co.id – Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan (61) ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di parkir basement VIP Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Ferry Mursyidan Baldan diduga meninggal dunia karena sakit.

Ferry ditemukan meninggal dunia hari ini, Jumat (2/12/2022), pada pukul 13.43 WIB. Dia datang ke Hotel Bidakara untuk menghadiri kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca Juga :  Begini Kondisi Terkini SBY Usai Jalani Operasi

“Iya di dalam mobil. Bhabin kan terima info dari pihak Bidakara kalau ini mobil kok dari kemarin enggak bergerak posisinya,” ujar Kapolsek Tebet Kompol Chitya Intania kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

“Dicek lah sama mereka, akhirnya kok ada orang di dalamnya. Kita langsung ke sana tuh dari SPK sama kanit reskrim. Nah itu ditemukan meninggal,” dia menambahkan.

Baca Juga :  Ditegur Jokowi Soal Grup WhatsApp yang Tak Disiplin, Laksamana Yudo Margono Langsung Tertibkan Anggota TNI

Pihak keluarga lalu datang ke Hotel Bidakara hari ini sekitar pukul 12.30 WIB untuk mencari keberadaan Ferry Mursyidan Baldan. Pihak keluarga berkoordinasi dengan sekuriti mencari keberadaan Ferry Mursyidan Baldan.

“Tidak lama ada kabar dari danru sekuriti kompleks Bidakara bernama Soleh bahwa korban ditemukan di dalam mobilnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

Baca Juga :  Pengacara Habib Rizieq Minta HAM Terduga Teroris Condet-Bekasi Dipenuhi

“Korban pada hari Kamis, 1 Desember 2022, menghadiri acara Wisuda Akademi Bakti Kemanusiaan dari jam 09.00 WIB sampai 12.28 WIB. Setelah acara tersebut, korban sudah tidak ada kabar,” tambah dia.

Setelah itu, pihak keluarga didampingi sekuriti membuka pintu mobil yang tidak terkunci dan setelah dicek ternyata Ferry Mursyidan Baldan sudah meninggal dunia. Selanjutnya, pihak sekuriti hotel menghubungi dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Continue Reading

Nasional

Paspampres Diduga ‘Nodai’ Kostrad Saat KTT G-20 di Bali

Published

on

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres)/Dok. Paspampres

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres)/Dok. Paspampres

mycity.co.id Peristiwa memalukan menodai suksesi KTT G20 di Bali. Pasalnya diduga sudah terjadi tindakan asusila yang dilakukan seorang perwira Paspampres berpangkat mayor terhadap perwira muda perempuan dari kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) diduga terjadi di Bali pada pertengahan November.

Mayor Paspampres dan perwira muda Kostrad itu berada di Bali dalam rangka tugas pengamanan KTT G20.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Marsekal Muda (Marsda) Wahyu Hidayat Sudjatmiko buka suara terkait kasus dugaan pemerkosaan anggotanya berpangkat Mayor terhadap perwira muda perempuan dari kesatuan Kostrad. Wahyu menunggu panggilan dari POM TNI agar anggotanya diproses hukum.

Baca Juga :  Kapolri Ungkap Ada 217 Orang Ditangkap karena Terorisme

“Saya tunggu panggilan dari POM TNI agar anggota saya diproses sisi hukum yang berlaku,” kata Wahyu kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

Wahyu menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan pemerkosaan itu ke proses hukum yang berlaku.

“Nanti biar hukum yang memutuskan,” ujar Wahyu.

Peristiwa terjadi, awalnya mengikuti seleksi petugas pengamanan untuk kegiatan KTT G20 Bali. Mayor Paspampres dan korban diduga sudah kenal sejak proses pelatihan petugas pengamanan KTT G20.

Kasus dugaan pemerkosaan itu terjadi di salah satu hotel di Bali pada 15 November 2022 malam. Mulanya Mayor Paspampres datang ke lokasi korban diduga dengan dalih izin koordinasi.

Baca Juga :  Kapolri: Kerumunan Massa Tanpa Protokol Kesehatan Timbulkan Keresahan

Korban saat itu disebut sedang tidak enak badan. Mayor Paspampres memerkosanya hingga kemudian korban bangun pada pagi harinya dalam keadaan tidak berbusana. Peristiwa pemerkosaan itu pun membuat korban sangat trauma.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membenarkan soal adanya kasus dugaan pemerkosaan Mayor Paspampres terhadap perwira muda Kostrad. Andika meminta anggota Paspampres itu dipecat.

“Satu itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja. Maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus,” kata Andika di Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis (1/12).

Baca Juga :  Polisi: Kebakaran Kilang Balongan Diduga akibat Kebocoran Pipa

“Sudah, sudah proses hukum, langsung,” kata Andika.

Lebih lanjut, Andika Perkasa memastikan kasus tersebut juga sudah ditangani Mabes TNI. Dia menyebut pelaku merupakan Paspampres yang merupakan satuan di bawah Mabes TNI.

“Kalau nggak salah sidiknya di Makassar karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres, itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI,” tegasnya.

 

Continue Reading

Nasional

Identitas Asli Imam Mahdi di Karawang Terungkap

Published

on

Bupati Karawang Cellica Nurachadiana mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan aparat setempat untuk melakukan penelusuran dan mencari identitas dari orang yang mengaku Imam Mahdi di wilayahnya (Repro)

Bupati Karawang Cellica Nurachadiana mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan aparat setempat untuk melakukan penelusuran dan mencari identitas dari orang yang mengaku Imam Mahdi di wilayahnya (Repro)

mycity.co.id – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana merespons viralnya video orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil di Kabupaten Karawang.

Bupati Karawang Cellica Nurachadiana mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan aparat setempat untuk melakukan penelusuran dan mencari identitas dari orang yang mengaku Imam Mahdi di wilayahnya.

“Bismillah, menanggapi video viralnya warga yang mengatasnamakan Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan Dunia, hari ini saya memerintahkan aparat setempat untul melakukan penelusuran dan pengecekan yang bersangkutan,” kata Cellica melalui akun Instagram pribadi @cellicanurrachadiana dikutip Kamis (1/12/2022).

Baca Juga :  Ditegur Jokowi Soal Grup WhatsApp yang Tak Disiplin, Laksamana Yudo Margono Langsung Tertibkan Anggota TNI

Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya terungkap sejumlah fakta yang didapat. Menurut Cellica, laki-laki yang mengaku sebagai Imam Mahdi diketahui bernama Rosid. Yang bersangkutan mengunggah video tersebut di media sosial Youtuber channel Rahasia Illahi.

“Yang bersangkutan bernama Rosid. Dia mengunggah postingan di media sosial youtube chanel Rahasia Illahi yang mengatasnamakan Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan Dunia, Jawa Barat,” ujarnya.

Kemudian, aparatur pemerintahan Desa Mulyasejati mendatangi rumah beralamat di Dusun Kampung Cikeruh RT 28/13 Dusun Liosari Desa Mulyasejati, Ciampel, Kabupaten Karawang. Alamat itu diduga menjadi lokasi dibuatnya video viral itu.

Baca Juga :  Begini Kondisi Terkini SBY Usai Jalani Operasi

“Namun setelah mendatangi rumah tersebut, tidak ada pemiliknya dan rumah hanya berisikan pakaian bekas dan poster-poster gambar bertuliskan saung agung,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Rosid bukanlah warga asli di sana. “Saudara Rosid berasal dari Kecamatan Sukasari, Cibereum, Kabupaten Purwakarta Jatiluhur dan mempunyai lahan Garapan kebun pisang dan jeruk seluas kurang lebih satu hektar,” jelasnya.

Kurang lebih empat tahun, Rosid menggarap lahan di sana dan ketua RT menyebut kalau tidak pernah terlihat ada perkumpulan jemaah di rumah atau saung seperti yang terlihat dalam video.

“Menurut keterangan Ketua RT, Sdr Rosid sudah menggarap lahan tersebut kurang lebih selama 4 tahun, tetapi belum pernah melihat ada nya jemaah kumpul di rumah/saung tsb,” tulisnya.

Baca Juga :  Indonesia Krisis Ekonomi, Ini Arahan Jokowi

Saat ini, Rosid pun sudah tidak ada di rumah sejak satu bulan yang lalu dan belum diketahui keberadaannya.

“Rosid yang mengatasnamakan Kerajaan ratu adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan Dunia, Jawa Barat, tidak ada di rumah sejak 1 bulan yang lalu dan belum diketahui keberadaannya.

Sedangkan rumahnya hanya berisikan tempat tidur dan baju-baju bekas Pakai dan tulisan poster saung agung,” terangnya.

Cellica menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan aparat untuk mencari keberadaan Rosid dan mempertanggungjawabkan video viral yang diunggahnya.

Saat ini kami terus berkoordinasi dengan aparat untuk mencari dan menelisik keberadaan Rosid atas postingannya yang viral hari ini. Terima kasih,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending