Connect with us

COVID-19Update

Kasus Covid-19 Kian Menggila, Australia Lockdown 1 Negara Bagian

Published

on

Australia Lockdown

Kasus harian Covid-19 di Australia semakin mengkhawatirkan. Oleh karenanya, Pemerintah di Negeri Kangguru memutuskan untuk memberlakukan lockdown atau karantina wilayah.

Seperti dilansir dari News.com, Jumat (25/6/2021), Pemerintah Negeri Bagian New South Wales melakukan lockdown selama seminggu untuk empat wilayah Pemerintah Sydney.

Empat wilayah itu termasuk City of Sydney. Selain itu, lockdown juga diberlakukan di Woollahra, Waverley, dan Randwick hingga Jumat pekan depan.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Jika Anda tinggal atau bekerja di wilayah pemerintah daerah itu, Anda harus tinggal di rumah kecuali benar-benar diperlukan,” kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian.

NSW mencatat kenaikan Covid-19 terbesar sejak corona menyerang Australia tahun lalu. Setidaknya ada 22 infeksi lokal baru per Kamis, yang menyebabkan total kasus menjadi 70.

Kasus diyakini akan semakin banyak ke depan. Lockdown dilakukan setelah kemarin PM Berejiklian sempat berujar periode pandemic kini paling menakutkan yang pernah dialami NSW.

Mengutip data resmi pemerintah NSW, tercatat telah terjadi 31 kasus infeksi lokal dari beberapa klaster yang berada di kota Sydney. Klaster terbesar terbentuk dalam sebuah pesta ulang tahun seorang pekerja pantai Bondi, yang merupakan salah satu destinasi turis terpopuler dunia.

COVID-19Update

Cara Unik Korut Basmi Covid-19: Pakai Obat Tradisional

Published

on

Covid-19 di Korea Utara

Korea Utara punya cara tersendiri untuk membasmi pandemi Covid-19 di negara mereka. Caranya adalah dengan menggunakan obat tradisional.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (21/5/2022), media pemerintah Korut telah merekomendasikan berbagai pengobatan tradisional untuk mengatasi gejala Covid-19 seperti demam. Bagi mereka yang tidak sakit parah, surat kabar partai penguasa Rodong Sinmun merekomendasikan pengobatan tradisional seperti teh jahe atau honeysuckle dan minuman daun willow.

Minuman panas dapat meredakan beberapa gejala Covid-19, seperti sakit tenggorokan atau batuk, dan membantu hidrasi saat pasien kehilangan lebih banyak cairan dari biasanya.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Jahe dan daun willow juga dapat meredakan peradangan dan mengurangi rasa sakit. Tapi tentu saja mereka bukan pengobatan untuk virus itu sendiri. Media pemerintah Korut juga merekomendasikan penderita Covid-19 untuk berkumur dengan air garam pagi dan malam. Ribuan ton garam pun telah dikirim ke Pyongyang untuk membuat solusi antiseptik, lapor kantor berita negara.

Beberapa penelitian menunjukkan berkumur dengan air garam memerangi virus yang menyebabkan flu. Tetapi ada sedikit bukti bahwa mereka memperlambat penyebaran Covid-19. Obat kumur bisa membunuh virus di laboratorium, sebuah penelitian menemukan. Tapi itu belum secara meyakinkan terbukti membantu pada manusia.

Covid-19 terutama menginfeksi orang lewat droplet di udara yang masuk melalui hidung dan juga mulut, sehingga berkumur hanya mengatasi satu titik masuknya virus. Dan begitu virus masuk, ia bereplikasi dan menyebar jauh ke dalam organ, di mana tidak ada jumlah kumur yang bisa dijangkau.

Continue Reading

COVID-19Update

Boleh Tak Pakai Masker di Tempat Umum, Ini Aturan Lengkap Terbaru Soal Penggunaan Masker

Published

on

By

Aturan Lengkap Terbaru Soal Penggunaan Masker

Saat ini, aturan terbaru mengenai protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 kembali dikeluarkan oleh pemerintah.

Hal itu seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pelonggaran kewajiban penggunaan masker. Jokowi mengungkapkan pelonggaran kewajiban penggunaan masker di luar ruangan dalam konferensi pers pada Selasa (17/5/2022).

Kemudian Surat Edaran (SE) 18/2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pun diterbitkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, yang sejalan dengan keputusan tersebut.

Diketahui, pemerintah mengatur beberapa protokol kesehatan terbaru selama masa pandemi Covid-19, utamanya penggunaan masker. Hal ini sebagaimana ada dalam edaran yang diteken Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

Baca Juga:

  1. Sah, Jokowi Hapus Aturan Tes Covid-19 Sebagai Syarat Perjalanan & Bebaskan Penggunaan Masker di Luar Ruangan
  2. Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kini Cuma Tersisa 3 Orang
  3. Inilah Jurus Baru Mendag untuk Tekan Harga & Distribusikan Minyak Goreng

Berikut aturan terbaru penggunaan masker:

  • Selama berada di dalam ruangan atau ketika berada dalam kondisi kerumunan, gunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut dan dagu.
  • Membuang limbah masker di tempat yang disediakan, serta juga mengganti masker setiap empat jam secara berkala.

Tidak hanya itu saja, masyarakat juga diwajibkan pemerintah untuk mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun ataupun hand sanitizer. Terlebih jika sehabis menyentuh benda yang telah dipegang orang lain.

Selain itu tetap menghindari kerumuna dengan menjaga jarak 1,5 meter dengan orang lain. Kemudian juga turut dihimbau selama perjalanan dengan moda transportasi umum, tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung.

Diketahui, Jokowi sebelumnya telah memperbolehkan masyarakat untuk tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Akan tetapi, bagi masyarakat yang berkegiatan di dalam ruangan atau transportasi publik tidak berlalu untuk aturan tersebut.

Continue Reading

COVID-19Update

MUI: Jemaah yang Sehat Boleh Lepas Masker Saat Salat Berjamaah

Published

on

By

Jemaah yang Sehat Boleh Lepas Masker Saat Salat Berjamaah

Tidak perlu lagi memakai masker saat melakukan shalat jemaah di masjid bagi jemaah yang sehat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh.

Di mana hal tersebut seiring dengan diperbolehkannya masyarakat untuk tidak menggunakan masker ketika di luar ruangan yang tidak terlalu padat dan ramai, sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Dalam keterangannya pada Selasa (17/5/2022) Ni’am mengatakan bahwa, “Pemerintah telah mengambil keputusan baru untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Seiring dengan pelonggaran protokol kesehatan yang kembali ditetapkan pemerintah, maka pelaksanaan shalat bagi masyarakat muslim yang sehat sudah tidak memakai masker lagi. Dan usai shalat, jika berada di ruang publik, perlu menyesuaikan.”

Sebelumnya dirinya juga menyebutkan untuk mencegah penularan Covid-19, tidak digelar karpet di masjid dan mushala. Namun demi kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah, karpet dan sajadah pun diizinkan digelar di masjid dan mushala saat ini.

Baca Juga:

  1. Sah, Jokowi Hapus Aturan Tes Covid-19 Sebagai Syarat Perjalanan & Bebaskan Penggunaan Masker di Luar Ruangan
  2. Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kini Cuma Tersisa 3 Orang
  3. Mengenal Not To Land, Aturan yang Bikin UAS Dipenjara di Singapura

Meski begitu, ia tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada dalam menjaga kesehatan diri mereka masing-masing.

“Jika ada indikasi kurang sehat, sebaiknya istirahat dan memeriksakan diri agar cepat memperoleh penanganan. Mencegah lebih bagus sebagai wujud ikhtiar untuk terus menekan potensi peredaran sekecil apa pun. Karena kita lihat bahwa wabah belum sepenuhnya hilang, seperti kasus di Korea baru-baru ini,” kata Ni’am.

Sementara itu, terkait aturan penggunaan masker pun telah diputuskan untuk dilonggarkan oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi mengungkapkan saat masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan yang tidak padat, mereka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker.

Dalam keterangan video pada Selasa (17/5/2022) ia mengatakan bahwa, “Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker.”

Continue Reading

Trending