Connect with us

Internasional

Korsel-Korut Memanas, Kapal Perang AS Tiba untuk Peringatkan Korut

Published

on

Ilustrasi kapal perang AS. (Istimewa)

Sebuah kapal induk Amerika Serikat tiba di Korea Selatan, Jumat (23/9), untuk bergabung dalam latihan militer yang ditujukan sebagai peringatan kepada Korea Utara, kata sejumlah pejabat.

Kapal perang induk USS Ronald Reagan beserta kapal-kapal tempur lainnya berlabuh di pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Busan, Korsel selatan.

Kedatangan mereka menandai pengerahan armada paling besar dalam upaya mengoperasikan “aset strategis” berkemampuan nuklir AS di kawasan itu untuk menghadapi Korut.

Baca Juga:

  1. Rusia Mulai Cari Pengganti Putin
  2. Polwan RI Hadiri Konferensi Asosiasi Polwan Internasional
  3. Berubah Total, Arab Saudi Kini Izinkan Wanita Punya Senjata Api

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol telah mendorong lebih banyak latihan militer gabungan sebagai peringatan kepada Korut.

Korut awal tahun ini melakukan lebih banyak pengujian rudal setelah serangkaian pembicaraan gagal membujuknya untuk mengakhiri pengembangan senjata dan rudal nuklir.

Para pengamat mengatakan Pyongyang sepertinya juga bersiap untuk melanjutkan pengujian nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Baca Juga :  Disebut Diktator, Presiden Turki Erdogan Ngamuk ke PM Italia Mario Draghi

Korut telah mengecam pengerahan militer AS dan latihan-latihan gabungan sebagai persiapan perang dan bukti kebijakan yang bermusuhan dari Washington dan Seoul.

Kunjungan kapal perang induk AS itu ke Korsel adalah yang pertama sejak 2018.

Saat itu, kedua sekutu tersebut mengurangi aktivitas militer gabungan mereka di tengah upaya diplomatik untuk membujuk Korut, tetapi pembicaraan-pembicaraan itu menemui jalan buntu.

Pyongyang bulan ini mengumumkan undang-undang baru yang menegaskan haknya untuk melakukan serangan nuklir, jika diperlukan, guna membela diri.

Kim Jong Un dan senjata nuklir Korut. (Istimewa)

Sebelumnya pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan pengembangan senjata negaranya diperlukan untuk menghadapi kebijakan permusuhan dari Amerika Serikat dan pembangunan militer di Korea Selatan yang mengancam stabilitas Semenanjung Korea.

Menurut laporan kantor berita Korut KCNA, Kim mengatakan dalam pidatonya pada Pameran Pengembangan Pertahanan bahwa Pyongyang hanya meningkatkan kemampuan militernya untuk membela diri, bukan untuk memulai perang.

Baca Juga :  Jokowi: Tes Wawasan Kebangsaan Bukan Dasar Berhentikan Pegawai KPK

“Kami tidak membahas perang dengan siapa pun, melainkan untuk mencegah perang dan menghindari perang demi perlindungan kedaulatan nasional,” kata Kim.

Pernyataan itu ia sampaikan ketika berdiri di depan berbagai senjata, termasuk rudal balistik antarbenua Hwasong-16, berdasarkan foto yang dirilis di surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun.

Hwasong-16 adalah rudal balistik antarbenua terbesar Korut dan diluncurkan pada parade militer, tetapi belum diuji coba.

Pernyataan AS bahwa mereka tidak memiliki perasaan bermusuhan terhadap Korut sulit dipercaya dalam menghadapi “penilaian dan tindakan yang salah” yang terus berlanjut, kata Kim, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Menurut Kim, upaya “tidak terbatas dan berbahaya” oleh Korsel untuk memperkuat militernya “menghancurkan keseimbangan militer di Semenanjung Korea dan meningkatkan ketidakstabilan dan bahaya militer”.

“Dengan dalih tidak masuk akal untuk menekan ancaman kami, Korea Selatan telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengungguli kami dalam kekuatan militer di berbagai kesempatan,” ujar Kim.

Baca Juga :  Google Digugat 40 Negara Bagian AS, Denda Rp 6,084 Triliun!

Korut dan Korsel terlibat dalam perlombaan senjata, dengan kedua belah pihak menguji rudal balistik jarak pendek yang semakin canggih serta perangkat keras lainnya.

Korsel baru-baru ini melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kapal selam pertamanya. Negara itu berencana untuk membangun senjata baru yang besar termasuk kapal induk, dan telah membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika.

Sementara Korut telah melanjutkan program misilnya, yang para analis sebut sebagai ekspansi besar-besaran dari reaktor nuklir utamanya yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar untuk bom nuklir.

AS mengatakan bersedia mengadakan pembicaraan diplomatik kapan saja dengan Korut, tetapi Pyongyang mengatakan tidak tertarik selama Washington mempertahankan kebijakan permusuhan seperti sanksi dan kegiatan militer di Korsel.

Internasional

UU Dicabut, Aktivitas Gay & Biseksual Kini Legal di Singapura

Published

on

Singapura secara resmi mencabut Undang-Undang aktiivitas gay. (Reuters)
Singapura secara resmi mencabut Undang-Undang aktiivitas gay. (Reuters)

mycity.co.id – Kabar mengejutkan datang dari negara tetangga Singapura. Parlemen Singapura resmi mencabut pasal undang-undang yang mengkriminalisasi hubungan seks gay.

Dengan demikian, aktivitas seksual gay kini tak lagi dianggap kriminal di Singapura. Singapura pasal UU era kolonial itu pada Selasa (29/11/2022) lalu.

Baca Juga :  Jokowi: Tes Wawasan Kebangsaan Bukan Dasar Berhentikan Pegawai KPK

Meski demikian, parlemen juga mengamandemen UU yang bisa membuka jalan pengajuan tuntutan untuk mengubah definisi pernikahan dan keluarga.

Selama ini, aktivis lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di negara lain menggunakan UU semacam itu untuk mengubah definisi pernikahan sehingga tak sebatas “ikatan laki-laki dan perempuan.”

Baca Juga :  Mantap, 3 Bank Indonesia Masuk 10 Besar Terbesar di Asia Tenggara

Dengan demikian, negara dapat melegalkan pernikahan sesama jenis, seperti yang terjadi di Taiwan dan Thailand.

Kini, aktivis LGBT di Singapura memang menyambut baik pencabutan UU kriminalisasi seks gay tersebut. Namun, mereka kecewa karena tak bisa mengubah definisi pernikahan melalui jalur hukum.

Kepala kelompok advokasi LGBT Oogachaga, Bryan Choong, mengatakan momen ini memang bersejarah bagi aktivis yang mendesak pencabutan UU tersebut.

Baca Juga :  Tindakan Tentara Mesir Bikin Penduduk Alexandria Naik Pitam

Namun, ia menegaskan bahwa pasangan dan keluarga LGBT juga, “Punya hak untuk diakui dan dilindungi.”

Hingga kini, belum diketahui waktu pasti aturan yang baru bakal berlaku. Namun, amandemen kali ini bakal memberikan ruang bagi parlemen untuk memperluas definisi pernikahan.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Akan Dengar Semua Masukan Sebelum Bentuk Kabinet

Published

on

Anwar Ibrahim, Perdana Menteri baru Malaysia. Foto/Mohd Rasfan/Pool via REUTERS

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan ingin mendengar semua pandangan sebelum memilih kabinetnya. Hal itu diungkapkan Anwar setelah pertemuan Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan (PH), Senin (28/11/2022). 

“Proses untuk ini adalah semua orang dapat memberikan pandangan mereka tetapi mereka telah menyerahkan kepada saya untuk membuat keputusan akhir,” kata Anwar, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ketika didesak kapan pengumuman itu akan dilakukan, Anwar mengatakan akan dilakukan “sesegera mungkin”. “Karena ini situasi yang tidak biasa karena pemerintah persatuan melibatkan banyak pihak. 

Baca Juga :  Mantap, 3 Bank Indonesia Masuk 10 Besar Terbesar di Asia Tenggara

Jadi sebelum saya memutuskan saya harus mendengar semua pandangan,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa masalah utama yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa Kabinetnya akan dirampingkan dan dia tidak akan menunjuk menteri kabinet sebagai bentuk penghargaan.

“Di pemerintahan sebelumnya, pemimpin hanya akan terus menambahkannya. 50? Oke. 60? oke, 70, oke? Tidak cukup? Utusan khusus. Tidak cukup? Penasihat khusus. Saya tidak bersedia melakukan itu,” tambahnya. 

Baca Juga :  Penjualan Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19, Sepi Pengunjung

Anwar juga ditanya apakah dia akan mempertimbangkan pandangan organisasi non-pemerintah tertentu untuk tidak mempertimbangkan anggota parlemen dengan kasus pengadilan yang sedang berlangsung di Kabinetnya, termasuk ketua BN Ahmad Zahid Hamidi.

“Itu adalah pandangan yang kami pertimbangkan. Tapi dari perspektif hukum, baru setelah ada penilaian (apakah itu penting). Selebihnya akan kami pertimbangkan,” kata Anwar. 

Pada hari Minggu, Anwar mengatakan bahwa dia akan mengumumkan Kabinetnya dalam beberapa hari ke depan, karena dia saat ini sedang berdiskusi dengan anggota koalisi, termasuk empat partai utama di Pakatan Harapan – Parti Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokratik (DAP), Amanah dan Organisasi Kinabalu Progresif Bersatu. 

Baca Juga :  Polisi Bakal Tilang Pengemudi yang Pakai Kendaraan Tanpa Pelat Nomor

Selama akhir pekan, Anwar juga mengadakan diskusi dengan para pemimpin mitra koalisi PH, seperti ketua Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Hajiji Noor dan ketua Gabungan Parti Sarawak Abang Johari Tun Openg.

Continue Reading

Internasional

PM Anwar Ibrahim Tolak Mobil Mewah Mercy S600 Sebagai Kendaraan Resmi

Published

on

Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998, Dato Seri Anwar Ibrahim saat memberikan Orasi Budaya bertema "Ekonomi Manusiawi" dalam peringatan Haul Cak Nur Ke-17. Foto: Aktual / Ahmad Warnoto

Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998, Dato Seri Anwar Ibrahim saat memberikan Orasi Budaya bertema “Ekonomi Manusiawi” dalam peringatan Haul Cak Nur Ke-17. Foto: Aktual / Ahmad Warnoto

Anwar Ibrahim menolak untuk menggunakan mobil mewah Mercedes S600 yang telah dibeli dan diperuntukkan bagi kendaraan resmi Perdana Menteri Malaysia. Anwar menegaskan dirinya tidak mau ada pembelanjaan baru untuk dirinya dan akan mengunakan kendaraan dinas apa saja yang tersedia di kantornya.

Baca Juga :  5000 Kasus Covid-19 per Hari, Perdana Menteri Pakistan Dikecam

“Langkah tersebut diambil karena saya tidak mau ada perbelanjaan baru apapun yang dibuat untuk saya. Sebaliknya, saya sudah membuat keputusan untuk menggunakan kendaraan apa saja yang tersedia di kantor untuk penggunaan harian,” tukasnya dalam akun resmi twitternya, Minggu (27/11/2022).

Baca Juga :  Rusia Turunkan Pasukan Terjun Payung, Pertempuran Sengit Tercipta di Kharkiv

Sebelumnya, Anwar juga mengumumkan tidak akan mengambil gajinya sebagai Perdana Menteri. Dirinya pun tidak akan mengubah sedikitpun anggaran dalam bujet kesekretariatan Perdana Menteri.

Sejumlah pihak percaya langkah Anwar ini sebagai komitmen pemimpin Pakatan Harapan tersebut mewujudkan budaya untuk tidak menyia-yiakan anggaran pemerintahan.

Baca Juga :  Penjualan Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19, Sepi Pengunjung

Continue Reading
Advertisement

Trending