Connect with us

Market

Kadin: Pelonggaran PSBB Tak Bisa Tingkatkan Pendapatan Pelaku Usaha

Published

on

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, menilai pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan mampu mengembalikan pendapatan sektor usaha seperti saat kondisi normal.

Penyebabnya, Rosan Roeslani menilai produktivitas perusahaan diprediksi akan menurun ke depan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas, satu di antaranya adalah penerapan jaga jarak di kantor atau pabrik.

“Satu ruangan di pabrik saat ini hanya bisa menampung maksimal 60 pekerja. Padahal sebelum adanya corona, ruangan tersebut bisa menampung 100 orang pekerja. Juga harus ada rotasi, shift-shiftan,” ujarnya dalam diskusi virtual.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

Tak hanya itu saja, perusahaan kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk proses produksi dan operasional kantor karena menyediakan masker dan penyanitasi tangan bagi para pekerja.

Atas dasar itu, dia pun meminta pemerintah bisa mempercepat pemberian stimulus bagi dunia usaha. Selain itu, dia pun mengharapkan jumlah stimulus yang digelontorkan bisa lebih besar.

“Ini akan menyebabkan daya saing kita juga akan makin berat ke depan,” kata dia.

Sebelumnya, Kadin Indonesia mencatat lebih dari 6,4 juta tenaga kerja dirumahkan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat corona.

Wakil Ketua Umum Bidang CSR dan Persaingan Usaha Kadin Indonesia, Suryani S Motik mengatakan lesunya usaha selama pandemi membuat omzet menurun dan arus kas dunia usaha terhenti. (Arie Nugroho)

Advertisement

Market

Soal Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu, Alfamart: Jangan Panic Buying

Published

on

Alfamart

Emiten konsumer eceran PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (Alfamart) menyediakan minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter. Minyak goreng tersebut tersedia mulai 19 Januari 2022.

Program Minyak Goreng Satu Harga sesuai dengan kebijakan Kementerian Perdagangan RI, agar para peritel bisa menjual minyak goreng baik kemasan premium dan kemasan sederhana dengan harga setara yakni Rp 14.000 per liternya.

Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Nur Rachman meminta konsumen tidak panic buying karena pemerintah menjamin stok minyak goreng.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

“Komsumen kami imbau untuk membeli sesuai keperluan. Tidak perlu panic buying,” ujarnya.

Nur Rachman menjelaskan bahwa harga minyak goreng Rp 14 ribu merupakan subsidi pemerintah yang tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta pelaku UMKM.

“Oleh karena itu, jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi di seluruh Indonesia mendukung program pemerintah ini,” ungkapnya.

Adapun harga tersebut berlaku untuk semua merek dan kemasan minyak goreng, peritel dapat menyediakan barang ke toko sesuai dengan kebutuhannya.

Continue Reading

Market

Produsen Minyak Sawit Terbesar Dunia, Ini 2 Alasan Utama Indonesia Tak Bisa Kendalikan Harga Minyak Goreng

Published

on

Harga minyak goreng
Harga minyak goreng

Indonesia merupakan produsen kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Kendati demikian, Tanah Air masih belum bisa mengatur harga sawit, termasuk minyak goreng. Apa alasannya.

Berdasarkan data Council of Palm Oil Producing Countries (CPOC), industri nasional memasok sekitar setengah dari konsumsi CPO dunia.

Namun, tingkat konsumsi CPO di dalam negeri hanya mencapai 35%. Kondisi ini yang membuat Indonesia tak bisa mengendalikan harga CPO.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

Bahkan, Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) mengumumkan bahwa 10,000 gerai warteg, yang selama ini menjadi andalan masyarakat dari berbagai kelas untuk menyantap hidangan murah meriah, sudah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga.

Pasalnya, harga minyak goreng yang melonjak sepanjang tahun lalu belum juga menunjukkan penurunan yang signifikan.

Menanggapi hal itu, Pakar ekonomi politik internasional dan pengamat komoditas kelapa sawit dari Universitas Indonesia, Shofwan Al Banna Choiruzzad, memaparkan terdapat dua faktor utama yang menyebabkan meroketnya harga minyak goreng di Indonesia.

Faktor pertama adalah produsen minyak goreng turunan juga bukan entitas yang sama dengan yang memproduksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

“Akibatnya, jika CPO naik, harga minyak goreng pun meningkat karena produsen minyak goreng juga harus membeli CPO yang harganya naik tersebut,” ujarnya.

Kedua, mengingat posisinya sebagai komoditas unggulan, industri kelapa sawit Indonesia berorientasi pada ekspor. Hal ini tentunya menjadikan alokasi CPO di dalam negeri menjadi dinomorduakan.

“Kebanyakan hasil produksinya ditujukan untuk pasar di luar negeri,” ujar Shofwan.

Ironisnya, Indonesia merupakan negara eksportir minyak kelapa sawit terbesar bersama dengan Malaysia. Namun ironisnya, Indonesia juga terkena imbas tingginya harga minyak tersebut.

Continue Reading

Market

Harga Minyak Sawit Mentah Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Published

on

Minyak sawit mentah
Minyak sawit mentah

Kemarin, Rabu (19/1/2022), harga minyak sawit mentah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, harganya mencapai Rp15 ribu per kilogram (kg). Demikian data yang di1paparkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau Inacom.

Ke depan, suplai masih ketat, sedangkan permintaannya tetap bahkan cenderung naik,” ujar Direktur Inacom Rahmanto Amin Jatmiko dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI.

Sepanjang tahun, berdasarkan data Inacom, harga crude palm oil (CPO) naik 34,65% sepanjang tahun lalu. Harga CPO tertinggi pada 2021 mencapai Rp 14.950 per kg, sedangkan harga terendah Rp 8.875 per Kg.

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

Amin menyatakan, ada empat faktor yang menyebabkan harga CPO terus meningkat. Pertama, turunnya pasokan CPO dunia. Pandemi Covid-19 telah menimbulkan permasalahan tenaga kerja di industri sawit Malaysia karena seluruh tenaga kerja Indonesia dipulangkan. Hal ini membuat produksi CPO Malaysia sebagai produsen kedua terbesar dunia turun 6% pada 2021.

Kemudian, pemangkasan pajak impor CPO di India. Kebijakan ini dilakukan India untuk melawan naiknya harga minyak kedelai akibat pasokan minyak kedelai dengan harga rendah dari Amerika Selatan.

Ketiga, spekulasi commodity supercycle atau siklus super harga komoditas. Harga CPO yang konsisten naik sejak 2020 membuat beberapa pedagang komoditas meramalkan harga CPO akan terus meningkat hingga medio 2022.

Terakhir, solidnya harga minyak mentah dan minyak nabati lainnya. Meski India telah menurunkan pajak impor, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meramalkan konsumsi minyak kedelai di negara berpenduduk terbesar kedua dunia ini akan meningkatkan. Pada saat yang sama, sebagian perkebunan kedelai di Amerika Selatan terancam gagal panen karena cuaca ekstrem.

Inacom meramalkan harga CPO masih akan tinggi hingga bulan Ramadan atau April 2022. Harga CPO kemungkinan baru akan turun mulai paruh kedua 2022 saat produksi sawit di dalam negeri mulai pulih.

Continue Reading

Trending