Connect with us

COVID-19Update

Jokowi: Jika Kasus Covid-19 Naik, Segera Tutup New Normal!

Published

on

Dalam kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020), Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan para kepala daerah untuk mengevaluasi secara rutin pemberlakuan new normal atau tatanan hidup normal yang baru.

“Jangan lupa setiap hari, setiap minggu, setiap dua minggu dimonitor, dievaluasi. Kalau memang keadaannya naik, ya tutup lagi. Harus berani putuskan seperti itu,” ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan segala keputusan harus didasarkan pada data. Selain itu, ia mengingatkan kepala daerah agar jangan tergesa-gesa memberlakukan new normal. Apalagi jika data belum sesuai.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

“Apakah sektor industrinya memungkinkan, silakan. Apakah sektor pariwisata sudah memungkinkan silakan,” tutur Jokowi.

“Kalau kapasitas biasa 1.000 ya 500 dulu. Tak usah tergesa-gesa karena yang kita hadapi 2, kesehatan dan ekonomi yang semuanya harus berjalan baik,” lanjut dia.

Jokowi juga mengingatkan agar belanja bantuan sosial (Bansos) segera disalurkan. Dia juga meminta para gubernur, bupati, dan walikota menyiapkan anggaran untuk stimulus ekonomi, terutama untuk pelaku UMKM.

Anggaran untuk ini juga siapkan. pemerintah pusat juga menyiapkan provinsi menyiapkan kabupaten menyiapkan kota menyiapkan. Ini berlapis-lapis seperti ini sehingga tidak ada semua yang tercecer,” dia menambahkan.

“Tiga hal ini segera keluarkan dari APBD kita sekali lagi agar peredaran uang di masyarakat semakin besar. Saya kemarin juga sudah saya perintahkan juga minggu kemarin di seluruh kementerian dan lembaga juga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada dan saya pantau setiap hari.” (Arie Nugroho)

Advertisement

COVID-19Update

Optimisme Jokowi: Tahun Ini, Pandemi Covid-19 Terkendali

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), optimistis pandemi Covid-19 akan terkendali tahun ini. Indikatornya adalah perekonomian yang terus menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19, Omicron.

“Tahun 2022 akan menjadi momentum dan penangan pandemi juga semakin terkendali meskipun hati-hati masih ada varian Omicron yang harus diwaspadai,” kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga:

  1. Ini Dia Alasan Deklarasi Pendirian PKN di Petilasan Gajah Mada
  2. PKN, Partai Pencipta Anak Bangsa yang Unggul dan Calon Pemimpin Indonesia
  3. Bahas Ibu Kota Negara Baru Nusantara, Wiranto Temui Wapres Ma’ruf Amin

Jokowi juga merasa optimistis karena tingkat vaksinasi Covid-19 terus menujukkan peningkatan signifikan. Jokowi mengungkapkan sudah 301 juta dosis vaksin disuntikkan ke masyarakat hingga hari ini.

Jokowi menyatakan, penyuntikan dosis pertama vaksin Covid-19 telah mencapai 85 persen. Target penyuntikan dosis kedua telah terpenuhi 58 persen. Di saat yang sama, pemerintah juga telah memulai penyuntikan vaksin penguat (booster).

“Penanganan pandemi yang semakin baik harus kita pakai untuk membangkitkan optimisme, memberikan keyakinan, kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk segera melanjutkan aktivitas ekonomi dan aktivitas-aktivitas produktif lainnya,” ucapnya.

Meski demikian, kasus Covid-19 terus meningkat di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 bertambah 1.745 kasus dalam 24 jam. Total kasus aktif saat ini pun mencapai 10.796 kasus.

Continue Reading

COVID-19Update

Apa Itu Karantina Bubble? Ini Penjelasan Lengkapnya

Published

on

By

Ilustrasi Bandara

Setiap WNA atau WNI yang datang dari luar negeri diwajibkan oleh pemerintah untuk melakukan karantina bubble terlebih dahulu.

Karantina itu sendiri adalah sistem yang mencegah perpindahan orang dan barang selama beberapa waktu tertentu, untuk mencegah penularan virus Covid-19. Kegiatan karantina ini identik dengan pengasingan terhadap seseorang atau suatu benda, yang akan memasuki suatu wilayah atau negara.

Selama wabah Covid-19 melanda Indonesia, pemerintah membuat peraturan terkait dengan kewajiban karantina bagi setiap pelaku perjalanan luar negri yang baru tiba di Indonesia. Mereka harus menjalankan karantina selama 7×24 jam.

Pada turan tersebut diterangkan tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku mulai 12 Januari 2022. Hal ini termuat dalam Surat Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 2 Tahun 2022.

Baca Juga:

  1. Kabar Baik, Studi Terbaru Menujukkan 3 Dosis Vaksin Sinovac Ampuh Lawan Omicron
  2. Kemenkes: Puncak Omicron Terjadi Sebentar Lagi
  3. Omicron Makin Merebak, Pemerintah Tambah Hotel Isolasi

Bagi warga negara asing bisa mendapatkan dispensiasi berupa pengecualian karantina jika mereka menerapkan sistem bubble serta protokol kesahatan yang ketat. “Sistem bubble adalah sistem yang memisahkan seseorang yang memiliki risiko terpapar Covid-19 (baik dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas) dengan masyarakat umum dan disertai dengan pembatasan interaksi hanya kepada orang di dalam satu area pemisahan yang sama.”

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran satgas penanganan Covid-19 Nomor 2 Tahun 2022. Karantina bubble berarti memisahkan orang yang berisiko terpapar Covid-19, dengan khalayak luas.

Dengan bubble area atau gelembung, merupakan sistem yang membatasi interaksi seluruh mereka yang habis dari luar negri, dengan orang di luar gelembung area tersebut. Kegiatan karantina semacam ini sangat perlu diterapkan agar seluruh masyarakat sekitar tetap terjaga.

Continue Reading

COVID-19Update

Kemenkes: Puncak Omicron Terjadi Sebentar Lagi

Published

on

By

Ilustrasi Omicron

Kementerian Kesehatan (Kemenkes), memperkirakan kasus Covid-19 Varian Omicron puncak gelombang pertamanya terjadi pada pertengahan Februari sampai awal Maret 2022.

Omicron merupakan nama dari jenis varian covid-19 yang sedang melanda Indonesia. Nama omicron itu sendiri berasal dari huruf ke-15 alfabet Yunani, dan merupakan variants of Concern (VOC) kelima yang diidentifikasikan oleh WHO.

Hal tersebut dipilih untuk menghindari pemberian nama berdasarkan lokasi di mana mereka pertama kali terdeteksi, sebab akan memunculkan diskriminasi dan stigmatisasi. Selain itu juga penggunaan nama omicron dinilai dapat diingat dan memudahkan setiap orang menyebutnya.

Wilayah Jabodetabek diperkirakan akan menjadi daerah yang tinggi untuk lonjakan kasus covid-19 jenis omicron ini, khususnya Jakarta. Disebabkan karena tingginya angka mobilitas di tempat tersebut, serta terlihat juga dari penularan varian omicron yang terdeteksi lebih banyak terjadi di sana.

Baca Juga:

  1. Tegas, Jokowi Minta Orang Tua Murid Tak Tanda Tangan Surat Tanggung Jawab Risiko Vaksinasi Covid-19
  2. Pandemi Covid-19, Biaya Bangun & Desain Kantor Naik 10%
  3. Jokowi Ungkap Kunci Sukses Berantas Covid-19 yang Tak Dimiliki Negara Lain

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati, MKM dalam rilis resmi Kemenkes RI, Senin (17/1/2022) Mengatakan bahwa, “Mengingat dari hasil identifikasi Kemenkes, mayoritas transmisi lokal varian Omicron terjadi di DKI Jakarta, dan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan meluas ke wilayah Bodetabek. Mengingat secara geografis daerah-daerah tersebut berdekatan dan mobilitas masyarakatnya sangat tinggi.”

Kekebalan imunitas masyarakat perlu dipertahankan agar tidak mudah tertular oleh varian omicron ini, Kemenkes pun turut memperhatikan hal teserbut dengan memprioritaskan wilayah Jabodetabek sebagai penerima vaksin booster.

Warga dihimbau agar tidak panik namun tetap waspada jika nantinya kasus varian omicron melonjak, Menkes berupaya untuk menangani kasus ini sebaik dan semaksimal mungkin.

Continue Reading

Trending