Connect with us

CityView

Jepang, Inggris dan Korea Selatan Lirik Pembangunan MRT Jakarta

Published

on

MoU Inggris dengan Indonesia. Foto: Istimewa

Pembangunan dan pengembangan MRT Jakarta yang masih terus berlangsung ternyata menark perhatian tiga negara sahabt yakni Jepang, Inggris dan Korea Selatan. Ketertarikan ini pun terwujud dalam penandatanganan nota kesepahaman yang meliputi Memorandum of Cooperation (MoC) antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang terkait kelanjutan pembangunan MRT Jakarta koridor timur ke barat fase 1 dalam wilayah DKI Jakarta yang mencakup Kalideres sampai Ujung Menteng.

Kemudian Letter of Intent (LoI) antara pemerintah Indonesia dan Inggris terkait kerja sama pembangunana MRT Jakarta. Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan terkait pembangan MRT fase 4 dari Fatmawati menuju Kampung Rambutan.

Baca juga: Viral! Penumpang MRT Kerja dari Metaverse

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI Budik Karya Samadi, Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang Satoru Mizushima, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong dan PJ Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Baca Juga :  Saat Jaga Demo 11 April Aparat Dilarang Bawa Peluru Tajam

Dalam sambutannya, Menteri Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa dengan adanya nota kesepahamanan ini menjadi langkah awal percepatan pengembangan MRT di Jakarta yang dapat menjadi solusi mengurai kemacetan dan juga sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkugan sehingga mampu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara bersih.

“Sesuai dengan amanat Presiden bawah pengembangan angkutan massal perkotaan seperti MRT Jakarta sangat penting untuk terus dilakukan. Saat ini DKI Jakarta dinilai sebagai kota yang cukup representatif untuk percontohan pengembangan angkutan massal perkotaan. Tempat-tempat lain yang sekarang sedang dilakukan studi berkaitan dengan MRT dan LRT, yaitu Medan, Bandung, Surabaya, dan Bali,” jelasnya.

Momentum Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini, lanjut Menteri Budi, dimanfaatkan untuk menari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif non-APBN.

Baca juga: Selama Ramadan, MRT Izinkan Penumpang Buka Puasa di Kereta

Baca Juga :  Hakim: ART Ferdy Sambo, Susi, Selalu Dihadirkan dalam Sidang

“Saya berharap agar proyek pengembangan MRT Jakarta ini dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu, sehingga dapat semakin memudahkan perjalanan masyarakat di Jakarta dan makin banyak masyarakat yang beralih ke transportasi umum untuk lingkungan berkelanjutan. Kami akan terus meluaskan jaringan MRT ke berbagai penjuru Jakarta karena transportasi massal dan modern serta berkelanjutan ialah masa depan kita,” kata Heru Budi Hartono.

Duta Besar Owen Jenkins menyambut baik kerja sama ini. “Inggris selalu siap mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar $1,25 miliar. Kami siap berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya,” jelas Duta Besar Owen Jenkins. Ia juga menyampaikan bahwa Inggris sangat bangga karena telah mengambil bagian dalam pengembangan transportasi kereta di Indonesia, termasuk proyek MRT Jakarta koridor timur—barat fase 1. Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri Satoru Mizushima.

Baca Juga :  Modus Anyar Pencurian Rumah Kosong Terbongkar

“Jepang telah berpartisipasi pada pembangunan MRT Jakarta koridor selatan—utara (Lebak Bulus—Bundaran HI) yang telah diresmikan oleh Presiden RI pada Maret 2019. “Saya berharap kelanjutan kerja sama ini akan semakin meningkatkan hubungan antara dua negara ke depannya di sektor perkeretaapian,” ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Pemerintah Indonesia dan negara-negara sahabat untuk pengembangan MRT
Jakarta.

Baca juga: MRT Jakarta Buka Bazar Ramadhan

“Atas nama PT MRT Jakarta (Perseroda), saya menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi DKI Jakarta atas dukungan penuhnya
dalam pengembangan MRT Jakarta,” tutur Tuhiyat.

“Sebagai sistem perkeretaapian perkotaan pertama di Indonesia, mandat kami ialah untuk membangun, mengoperasikan, dan
mengembangkan MRT Jakarta. Hal tersebut menjadikan sistem moda raya terpadu bukan lagi sebagai alat transportasi, melainkan sebagai city regenerator, urban platformer, dan network provider,” jelasnya.

CityView

TPA Kebon Kongok Lombok Barat Melebihi Kapasitas

Published

on

Gunungan sampah di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat. Foto: Radar Lombok.

Gunungan sampah di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat. Foto: Radar Lombok.

mycity.co.id -Keindahanalamnya menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata wajid dikunjungin bagi turis lokal maupun macanegara. Namun, dibalik keindahan alam, terdapat pula gunungan sampah di Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Lombok Barat.

Bau tak sedap kerap kali muncul ketika musim penghujan, sampah yang lembab menyebabkan baunya semakin tercium jelas. Beban ideal untuk menampung sampah sebenarnya hanya 991.800 meter kubik sampah, tapi pada 2021 jumlah sampah melampaui batas ideal yang ditentukan.

Baca Juga :  Flyover Tapal Kuda Resmi Dibuka, Sepi Pengendara Lewat

Hal ini menjadikan sampah meluber hingga ke sungai dan banyak dikeluhkan masyarakat sekitar.Dilansir oleh lombok post pada (24/11/2022) lalu, masyarakat yang melakukan acara maulid nabi merasa tak nyaman dengan bau tersebut, hingga mengadukannya kepada Kepala Desa Perampuan HM Zubaidi.

Zubaidi mendapatkan kabar bahwa, sekarang ini sudah ada teknik mengurangi polusi udara akibat sampah yang berlebihan. Teknik ini sudah dilakukan oleh para peneliti melalui studi banding ke luar negeri. Namun, masih tak kunjung di aplikasikan.

Baca Juga :  Kenali Perbedaan Antara Sushi dan Sashimi

Berkat banyaknya keluhan yang dilayangkan, tepat pada akhir November lalu dibangunlah pabrik tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di TPA Kebon Kongok, Desa Suka Makmur, Lombok Barat. Pada hari Kamis kemarin (1/12) Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi lokasi pembangunan pabrik TPST untuk melihat sejauh mana pembangunan tersebut.

Rohmi sempat mengatakan kepada awak media bahwa, nantinya TPST tersebut akan mengurangi jumlah sampah mencapai 120 ton per-hari. Sampah yang diperoleh, akan diolah menjadi bahan bakar refused derived fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pencampur batubara pada PLTU atau sebagai bahan bakar lainnya.

Baca Juga :  Modus Anyar Pencurian Rumah Kosong Terbongkar

Kemudian, menurut rencana bahan bakar RDF tersebut akan dijual kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang yang tidak jauh dari lokasi pabrik TPST. Dikabarkan anggaran untuk pembangunan TPST mencapai angka Rp30.552.000.000 yang diperoleh dari pinjaman dana bank dunia Indonesia Tourism Development Project (ITDP).

Continue Reading

CityView

Bagai Pisau Bermata Dua, Lombok Jadi Destinasi dan Punya Gunung Sampah

Published

on

Lombok jadi destinasi super prioritas tapi punya gunung sampah. Foto: CNBC

Lombok jadi destinasi super prioritas tapi punya gunung sampah. Foto: CNBC

mycity.co.id – Lombok merupakan salah satu destinasi pilihan pelancong baik domestik maupun mancanegara. Bahkan bisa dikatakan, Lombok menjadi surga di dunia wisata dan merupakan destinasi super prioritas nasional.

Lombok memiliki pantai, gili dan keindahan bawah laut yang memanjakan mata. Bahkan keramahan penduduk Lombok menjadi daya tarik para pelancong. Namun nyatanya, meski menjadi destinasi super prioritas, sampah di berbagai destinasi menjadi maslah baru.

Baca Juga :  Besok Dilantik, Bupati Semarang Terpilih Batal Diperiksa KPK

Di mana sampah-sampah tersebut tidak dikelola dengan baik sehingga menjadi pisau bermata dua bagi Lombok yang terkenal dengan keindahannya. Bahkan belum lama ini viral gunung sampah neraka karena sampah yang tak terurus dan dibiarkan menumpuk.

Pada tahun 2021 saja, salah satu pantai yang ramai pengunjung di Lombok, Pantai Senggigi mampu menghasilkan 1,4 ton sampah per hari. Data Dinas Lingkungan Hidup Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan produksi sampah di Provinsi NTB mencapai 3.388 ton per hari, Jumlah ini hampir setengah dari produksi sampah di Bantar Gebang, Bekasi yang menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbesar di Asia Tenggara yakni 7.400 ton setiap harinya.

Baca Juga :  Mutasi Virus Covid-19 Terbaru Varian 'Eek', Muncul di Jepang

Sebagai salah satu bentuk kepedulian, Yayasan Aksi Lestari Indonesia (Ddorocare) membuat suatu program agar masyarakat dan stakeholder dapat bersinergi dalam menangani masalah sampah di destinasi wisata melalui kegiatan Bersih-Bersih Pantai (BERANTAI).

Dikutip dari vivanews.com, BERANTAI dipilih sebagai nama kegiatan dengan melihat fakta bahwa permasalahan sampah merupakan sebuah mata rantai masalah yang saling berhubungan. Maka dari itu mengatasinya pun harus bersama-sama.

Baca Juga :  IKN Nusantara Disebut Minim Pendanaan, Ini Komentar Luhut

Sampah dari daratan yang berakhir di laut dan pantai membuat alam tercemar, ekosistem terganggu, menyebabkan krisis iklim, menghilangkan nilai estetika alam, dan berakibat pada perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata menjadi tidak stabil.
Aksi BERANTAI ini dimulai dari Pantai Selong Belanak, Loang Baloq, Gading, Labuhan Haji, Tanjung Luar, Senggigi, Kecinan, Nipah, Sekotong, hingga di Pantai Kuta Mandalika sebagai penutup pada Minggu, 20 November 2022.

Continue Reading

CityView

Heru: Sodetan Ciliwung Selesai April 2023

Published

on

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, tinjau progres pengerjaan sodetan Ciliwung. Foto: Humas Pemprov DKI

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, tinjau progres pengerjaan sodetan Ciliwung. Foto: Humas Pemprov DKI

mycity.co.id Banjir masih menjadi masalah yang terus dirasakan oleh masyarakat Jakarta. Hal ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat sodetan di Ciliwung.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyebutkan pengerjaan sodetan Kali Ciliwung akan selesai April 2023. Nantinya sodetan ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di ibu kota.

Baca Juga :  Krisis Inggris Makin Tak Menentu, Dana Pensiun Mulai Terancam!

“Reduksi banjir itu sekitar 200 hektar. Ini fungsinya 60 meter kubik per detik reduksi, sehingga mudah-mudahan di sisi utara Jakarta mengurangi banjir,“ ujar Heru.

Meski sempat terhambat pengerjaan sodetan Ciliwung ini, Heru memastikan kini sudah berjalan dengan baik. Salah satunya adalah urusan pembebasan lahan yang sempat menjadi kendala penyelesaian sodetan Ciliwung ini.

Progres sodeten Ciliwung. Foto: Tempo

Progres sodeten Ciliwung. Foto: Tempo

Namun Heru mengatakan, bila masih ada pihak yang mengalami masalah sengketa lahan, Pemprov DKI Jakarta akan menempuh langkah konsinyasi.

Baca Juga :  Kenali Perbedaan Antara Sushi dan Sashimi

“Jika ada pihak-pihak yang bersengketa, sesuai aturan kami akan melakukan konsinyasi dan proyek tetap berjalan,” papar Heru.

Direktur SUngai dan Patai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lobohia menjelaskan saat ini progres pembangunan sodetan Ciliwung mencapai 62 persen. Dia mengatakan bahwa kontrak pengerjaan sodetan Ciliwung sebenarnya sampai Agustus 2023.

Baca Juga :  IKN Nusantara Disebut Minim Pendanaan, Ini Komentar Luhut

Namun ternyata, pengerjaannya dapat diselesaikan lebih cepat.

Bob mengatakan, salah satu kendala dalam proyek pembangunan Sodetan Ciliwung adalah masalah pembebasan lahan.

“Saya kira dalam pembangunan ini masalah pertamanya mengatur lahannya. Tapi berkat bantuan dari pemerintah daerah, kami sangat dibantu, sehingga masalah tanah tinggal tersisa yang satu di daerah outlet yang akan segera kami bebaskan,”ungkapnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending