Connect with us

NewNormal

Jawa Barat Akhirnya Buka PSBB

Published

on

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, memastikan tidak akan lagi melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi.

Dengan demikian, Ridwan Kamil memastikan seluruh wilayah di Jawa Barat, kecuali Bodebek segera menerapkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Keputusan itu diambil setelah angka reproduksi kasusu baru di Jabar sudah berada di bawah angka satu selama enam pekan terakhir. Selain itu, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar masih pada angka 27 persen.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

“Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB (tingkat provinsi) sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melakukan AKB (adaptasi kebiasaan baru)” kata dia.

Meski demikian, pria yang akrab disapa kang Emil itu menegaskan bahwa kewaspadaan tidak akan menurun. Adapun, khusus untuk wilayah Bodebek masih akan mengikuti kebijakan yang diterapkan DKI Jakarta hingga tanggal 2 Juli nanti.

“Khusus untuk wilayah Bodebek, PSBB tetap merujuk pada kebijakan DKI Jakarta yang masih berlaku hingga 2 Juli 2020,” ujar dia.

Di sisi lain, Emil mengaku ingin menggerakkan sektor perekonomian yang belakangan ini terkena dampak. Dia tidak ingin ada lonjakan pengangguran yang terjadi atau pertumbuhan perekonomian di Jabar minus pada akhir tahun. (Arie Nugroho)

Advertisement

NewNormal

Pemkot Tangsel Tolak Wacana Beroperasinya Kembali Bioskop

Published

on

Wacana Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) untuk mengoperasionalkan kembali bioskop mulai Rabu, 29 Juli 2020 mendatang secara serentak di seluruh Indonesia disikapi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan, kelompok usaha hiburan, termasuk bioskop tidak termasuk ke dalam kelompok kegiatan usaha yang dikecualikan. “Artinya masih harus tutup dan belum boleh operasional,” kata Dadang, Rabu, Juli 2020.

Alasan pertama karena Tangsel masih zona merah COVID-19. Untuk itu, Dadang mengimbau semua pelaku usaha pariwisata agar mematuhi aturan dan kebijakan, konsisten, dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan agar usaha pariwisata tidak menjadi carrier atau penyebar COVID-19, khususnya di Tangsel.

Baca Juga: Presiden: Sebaran Covid-19 Tergantung pada Daerah

Secara terpisah, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, kegiatan usaha yang dikecualikan dan dibuka operasionalnya merupakan strategi pemerintah untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi di Kota Tangsel. Sedangkan untuk yang tidak masuk dalam pengecualian belum boleh beroperasi.

“Betul mereka yang kami izinkan (pengecualian) untuk buka bahwa protokol kesehatan harus menjadi acuan dalam setiap operasionalnya. Artinya tempat tersebut sudah mengikuti standar protokol pencegahan COVID-19,” jelasnya belum lama ini.

Benyamin menambahkan, saat ini Kota Tangsel masih status Zona Merah dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 12 Juli 2020 mendatang.

Baca Juga: Sebelum Ditemukan Tewas di Hutan, Wali Kota Seoul Rencananya Bertemu Delegasi Korea Utara

Ketua GPBSI Djonny Syafrudin sempat memastikan biskop akan kembali dibuka akhir Juli

Sebelumnya diberitakan, Ketua GPBSI Djonny Syafrudin memastikan bioskop akan kembali dibuka dalam waktu dekat ini.

“Akhir bulan (Juli) ini (bioskop beroperasi kembali),” kata Djonny.

Baca Juga: Polda Kepri Berhasil Amankan 2389 Unit Handphone Black Market

Djonny mengatakan GPBSI, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan melakukan pertemuan pada 10 Juli 2020.

“Pertemuan itu akan membahas protokol kesehatan tentang pembukaan bioskop dan kepada produser dalam pembuatan film,” ucapnya. (Dimas Sario)

Foto: Istimewa

Continue Reading

NewNormal

Akhir Juli, Layanan Bioskop di Indonesia Mulai Dibuka Kembali

Published

on

Bioskop di seluruh Tanah Air resmi dibuka kembali untuk umum pada 29 Juli 2020. Hal itu berdasarkan kesepakatan dari Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).

“Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop terhitung mulai Rabu, 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Ketua GPBSI Djonny Syafrudin dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

GPBSI mewakili para pengusaha bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cneplex. Kesepakatan tersebut didasari atas Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Baca Juga: Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Terus Dikebut

Termasuk, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Kami menyambut baik KMK dan SKB tersebut. Perihal penerapan protokol kenormalan baru di lingkungan bioskop, seluruh pengusaha bioskop membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk mempersiapkan implementasi protokol itu,” kata Djonny.

Baca Juga: Penjelasan Menaker Perihal 500 TKA China Akan Dipekerjakan di Batam

Para pengelola bioskop, kata Djonny, bakal memberikan pelatihan terkait penerapan protokol kenormalan baru di lingkungan bioskop kepada seluruh karyawan yang akan bertugas. Mereka juga berkomunikasi kepada rumah-rumah produksi terkait kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat kembali aktif beroperasi.

“Operasional bioskop yang kembali buka dapat berkontribusi positif bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya industri perfilman Tanah Air,” kata Djonny. (Dimas Satrio)

Foto: Istimewa

Continue Reading

NewNormal

Kiat Aman Bersepeda di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Published

on

Sepeda dulu hanyalah alat transportasi yang mudah dan praktis. Sekarang, sepeda sudah menjadi gaya hidup yang populer dan banyak digemari. Selain alasan ramah lingkungan, sepeda bisa menjadi kegiatan olahraga yang seru bersama keluarga dan kawan.

Di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), banyak orang yang menggunakan sepeda untuk ke kantor atau berpergian. Untuk itu, Andhika Raspati memberi kiat aman bersepda di masa AKB.

“Di era AKB tetap harus berlakukan jaga jarak, pakai masker dimana saja untuk menghindari droplet namun perlu diatur intensitas kecepatan gowesnya untuk mengatur nafas agar tidak sesak nafas saat menggunakan masker, sementara penggunaan face shield saja tidak dianjurkan dikarenakan masih ada celah untuk droplet,” kata Andika saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Andhika juga mengingatkan pesepeda untuk mengutamakan keselamatan diri.

“Keamanan perlu diperhatikan. Menggunakan helm, menggunakan pencahayaan lampu atau pakaian yang bersinar untuk menandakan pengguna jalan lain, selain itu memastikan kondisi kesehatan dirinya, dengan konsultasi ke dokter seberapa bugar anda dan jika baru bersepeda jangan ikuti teman yang sudah terbiasa jarak jauh. Harus bertahap dan dibiasakan,” ujar dokter spesialis kedokteran olahraga, Andhika Raspati.

Selanjutnya, dokter yang akrab disapa Dhika ini juga berpesan agar bersepeda hanya untuk memenuhi kebutuhan.

“Diharapkan penggunaan sepeda untuk seusai kebutuhannya, tidak perlu berkumpul-kumpul meskipun berkumpul, tetap patuhi protokol kesehatan,” ucap dokter yang menjabat sebagai Kepala Bidang Medis di Federasi Balap Sepeda Indonesia PB ISSI.

Di sisi lain, Ketua Bike2Work Indonesia Poetoet Soedarjanto menerangkan tahap bersepeda untuk pemula. Ia menambahkan untuk memperhatikan intensitas bersepeda terutama bagi pemula.

Cara yang terbaik bersepeda di masa pandemi ini adalah bagaimana intensitas gowesan selama diperjalanan, bagi pemula yang pertama perlu bertahap mulai dari satu minggu sekali, kemudian seminggu tiga-empat kali, baru ketika sudah terbiasa dapat setiap hari menggunakan sepeda ke kantor,” terang Om Poetoet, sapaan akrabnya.

Bersepeda merupakan latihan fisik yang ringan dan santai. Manfaat bersepeda diantaranya menjaga kekebalan tubuh, mencegah obesitas, dan membuat tubuh bugar, terutama bagi jantung dan paru-paru.

“Niatkan untuk tidak celaka dan mencelakai orang lain dengan mematuhi peraturan lalu lintas, selalu menghargai pengguna jalan lainnya dan jangan sampai tertular dan menularkan orang lain dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Lalu dianjurkan untuk bersepeda sendiri atau solo riding, jika berkelompok maksimal lima orang,” Poetoet memungkasi. (Al-Hanaan)

Foto: covid19.go.id

Continue Reading

Trending