Connect with us

Lifestyle

Jangan Anggap Remeh, Koin Jadul Ini Dibandrol Ratusan Juta

Published

on

Ilustrasi Koin Jadul Terbitan Indonesia

Kabar gembira bagi kalian yang masih memiliki koin jadul. Hal ini dikarenakan ternyata harganya bisa mencapai ratusan juta untuk sejumlah uang koin terbitan Indonesia.

Bahkan dikatakan banyak kolektor yang mengincar uang koinan itu. Berikut diantara koin jadul yang bernilai fantastis:

  • Uang koin Rp 25 keluaran tahun 1996 yang bergambar biji pala
  • Uang koin Rp 50 keluaran tahun 1971 yang bergambar Cenderawasih
  • Uang koin Rp 100 keluaran tahun 1978 yang bergambar wayang dan rumah gadang
  • Uang koin Rp 500 keluaran tahun 1992 yang bergambar bunga melati, berwarna kuning
  • Uang koin Rp 1.000 yang bergambar kelapa sawit

Tidak hanya koin kuno saja yang menjadil incaran para kolektor, melainkan uang kertas jadul yang tidak lagi beredar juga sama halnya.

Baca Juga:

  1. Inggris Siapkan Regulasi untuk Mata Uang Kripto
  2. Mengenal Daluang, Kertas Tertua di Indonesia
  3. Sah, Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi Republik Afrika Tengah

Diketahui terjual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 8 juta untuk uang kertas Rp 500 dengan gambar orang utan keluaran 1992. Akan tetapi juga terdapat yang menjuak dengan harga lebih fantastis, yaitu Rp50 juta.

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/27/PBI/2006, uang kertas berwarna latar hijau it. u memang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran. Selain itu, koin jadul asing juga dijual beberapa pedagang di marketplace.

Di mana harganya tergantung pada tanggal produksi dan kualitasnya, namun rata-rata bervariasi mulai dari Rp 10 hingga 100 juta. Uang kuno Indonesia Belanda 5 Gulden yang terbit 1939 dijual dengan harga Rp 3,8 juta di salah satu marketplace.

Sementara itu dalam menanggapi fenomena ini, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tidak bisa ditukarkan lagi untuk beberapa uang kuno seperti jenis koin.

Mengutip dari laman CNBC Indonesia pada Minggu (15/5/2022) Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan bahwa, “Setiap mencabut uang beredar sebagai alat transaksi diberikan waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk menukarkan, sehingga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menukarkan.”

“Uang yang bisa ditukarkan tentu adalah uang yang masih beredar ataupun uang yang sudah dicabut dan masih berada dalam rentang waktu penukaran,” lanjutnya.

Advertisement

Lifestyle

Mengatasi Rumination, Perasaan Terjebak dalam Pikiran Negatif dan Terus Berulang

Published

on

ilustrasi

Apakah kamu pernah berada dalam situasi ketika ada masalah merasa stres dan cemas? Misal kamu melakukan kesalahan dalam pekerjaan yang membuatmu dimarahi oleh atasanmu.

Ya, beberapa dari kita pernah menghadapi masalah, baik laki-laki, perempuan, dan lainnya, serta apapun profesinya.

Saat kita memikirkan masalah hal itu sangatlah wajar, bahkan dengan memikirkannya kita berusaha untuk mengevaluasi diri serta mencoba memikirkan cara penyelesaiannya.

Namun, ketika kita terus memikirkan suatu masalah secara berulang-ulang sehingga hal itu berdampak negatif, bisa jadi itu sudah termasuk ke dalam perenungan atau rumination.

Rumination merupakan cara berpikir mengenai suatu hal yang dilakukan secara berulang-ulang, seperti terlalu mengkhawatirkan masa lalu, atau bahkan membuat seseorang terus terjaga sepanjang malam memikirkan hal yang sama.

Rumination yang dilakukan secara terus menerus akan membawa efek negatif bagi kemampuan, kesehatan, dan kesejahteraan seseorang dan akhirnya juga akan menghambat performa manusia dalam kehidupan sehari-hari karena terjebak dalam rumination membuat seseorang terlalu fokus dengan kejadian serta perasaan negatif yang pernah dialaminya.

Rumination tidaklah sama dengan worry atau perasaan khawatir, dimana rumination fokus pada perasaan negatif dari kejadian tidak menyenangkan yang dialami oleh seseorang di masa lalu, sedangkan worry fokus pada pikiran-pikiran atas hal buruk yang mungkin saja akan terjadi di masa depan. 

Rumination hanya fokus pada pola pikir, perasaan negatif yang mendalam secara berulang. Rumination tidak menghasilkan cara berpikir baru, perilaku baru, bahkan kemungkinan baru untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga:

  1. Memahami Four Tasks of Mouning, Tahapan Kala Berduka
  2. Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis
  3. Kenali Relationship Red Flags, Tanda Merah Sebelum Terlambat

Rumination  seperti circle tidak berujung, karena ia yang terjebak di dalamnya akan mengingat dan memikirkan terus hal-hal negatif yang pernah dialami, tetapi ia tidak memiliki kemampuan mencari solusi. Situasi demikian bila terjadi terus menerus akan mempengaruhi kesehatan mental, serta dapat menjadi penyebab ia merasa terisolasi dan memilih menyendiri.

Apa yang menyebabkan Rumination?

American Psychological Association menjelaskan beberapa alasan umum orang melakukan rumination, diantaranya:

  1. Percaya dengan memikirkannya ia akan memahami permasalahan yang dihadapi
  2. Memiliki riwayat trauma emosional maupun fisik
  3. Menghadapi stres berkelanjutan yang tidak dapat dikendalikan
  4. Seseorang memiliki karakteristik kepribadian yang meliputi perfeksionisme dan neurotisme.
  5. Mengatasi pikiran ruminating

Ketika kamu sudah terjebak dalam siklus pemikiran yang berputar-putar, akan sulit untuk keluar dari pemikiran tersebut. Apabila kamu sudah menyadarinya, penting untuk menghentikannya secepat mungkin untuk mencegah pemikiran tersebut menjadi lebih intens.

Lalu, bagaimana cara menghentikan siklus pemikiran tersebut?

  1. Bersikaplah proaktif dalam mencoba menyelesaikan masalahmu
  2. Kenali masalah apa yang terus berputar-putar dalam pikiranmu. Kemudian, mulailah untuk mengambil tindakan untuk memecahkan masalahmu. 
  3. Buat ekspektasimu sendiri
  4. Berikan pujian kepada dirimu sendiri atas kesuksesan yang kamu dapatkan dan maafkan dirimu ketika melakukan kesalahan. Teruslah bekerja untuk membangun harga diri dengan menjaga diri sendiri. Lakukan hal-hal yang kamu sukai.
  5. Bangun sebuah support system
  6. Memiliki teman, anggota keluarga dan bahkan seorang terapis, atau siapapun yang kamu percaya dapat membantumu saat kamu mengalami hari yang buruk merupakan hal yang sangat penting.

Mereka dapat mengalihkan perhatian mu dari pikiran-pikiran ruminating dan cenderung meningkatkan harga dirimu.

Selain beberapa cara di atas, kamu dapat mengatasi pikiran ruminating dengan melakukan terapi dan latihan berbasis kesadaran (mindful-based therapies and exercises). 

Mengatasi pikiran ruminating tidak dapat semata-mata dilakukan secara instan, mengingat ini terjadi dalam bagaimana cara kita berpikir, memang membutuhkan waktu dan proses untuk mengatasinya dengan menumbuhkan pemikiran yang lebih positif dan membangun.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Published

on

By

PMK pada Hewan Ternak

Akhir-akhir ini informasi terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memang sedang menjadi perbincangan publik. Terlebih sebentar lagi umat muslim di Tanah Air akan menyambut Hari Raya Idul Adha.

Diketahui, wabah virus pada hewan ternak ruminansia ini sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah. Misalnya seperti sapi, kerbau, domba, kambing, rusa, unta, dan lainnya.

Kasus PMK di Indonesia saat ini sudah menyebar ke 19 provinsi dan 213 kabupaten serta kota. Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah pun telah dengan cepat mengambil langkah-langkah yang tepat. Hal itu mengingat seiring dengan meluasnya kasus PMK di berbagai daerah.

Langkah-langkah tersebut antara lain seperti membentuk Satgas Penanganan PMK, pelaksanaan vaksinasi untuk hewan ternak, dan pengaturan lalu lintas ternak serta pencegahan penyebaran penyakit antar wilayah.

Baca Juga:

  1. Jangan Makan Daging Bagian Ini, Ada Virus PMK di Hewan Ternak
  2. Diduga 598 Hewan Ternak di Sumut Terjangkit PMK
  3. Kenali Stunting, Kekerdilan pada Anak yang Harus Dicegah Sekarang Juga

Presiden Joko Widodo telah menyetujui usulan struktur dari Satgas Penanganan PMK. Hal ini dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Di mana Kepala BNPB nantinya yang akan memimpin Satgas Penanganan PMK. Kemudian wakilnya adalah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Deputi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, serta Asops Kapolri dan Panglima TNI.

Selain itu Menko juga mengatakan terkait mobilitas hewan ternak di daerah yang terdampak PMK atau daerah zona merah, pemerintah akan melakukan pembatasan berbasis mikro.

“Untuk daerah berbasis level mikro, seperti di penanganan COVID-19 di PPKM, ini akan diberikan larangan hewan hidup, dalam hal ini sapi, untuk bergerak. Itu di daerah level kecamatan yang terdampak penyakit kuku dan mulut atau kita sebut daerah merah. Daerah merah ini ada di 1.765 dari 4.614 kecamatan atau di 38 persen,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, bagi hewan ternak dan untuk pengadaan 28,7 juta dosis vaksin akan menggunakan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah juga akan mengintensifkan vaksinasi PMK.

“Bapak Presiden memberikan arahan untuk obat-obatan harus segera disiapkan dan jumlah vaksinator agar dilengkapi. Seluruh mekanisme harus dijaga, selain pergeseran hewan, juga harus dikontrol terhadap mereka yang keluar masuk peternakan, melalui disinfektan agar carrier dari penyakit ini harus dijaga,” terang Airlangga.

Continue Reading

Lifestyle

Mengenal Velocity Criterium, Ajang Membudidayakan Bersepeda Sebagai Gaya Hidup

Published

on

By

Velocity Criterium

Kini, menggunakan sepeda telah menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat Indonesia. Diketahui, Event Velocity Criterium di Centarl park Meikarta adalah ajang yang bertujuan membudayakan olahraga sepeda kepada khalayak luas.

Ketika acara Velocity Criterium Central Park Meikarta, Cikarang pada Minggu (26/6/2022) ‎Ketua Dewan Pembina Velocity Primus Dorimulu mengatakan bahwa, “Bersepeda harus menjadi sebuah gaya hidup masyarakat. Karena dengan bersepeda juga mendukung pengurangan polusi udara. Ini adalah olahraga yang ramah lingkungan.”

“Bukan hanya untuk kriteria profesional namun nanti kami akan memberikan peluang kompetisi untuk anak SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Nanti akan tumbuh bibit yang hebat,” sambungnya.

Di mana melalui ajang Velocity Criterium ini, Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Seluruh Indonesia (PB ISSI) akan dapat melihat calon bibit baru.

Baca Juga:

  1. Inilah 5 Kota di Indonesia yang Ramah Sepeda
  2. 4 Merek Sepeda Lokal dengan Kualitas Internasional
  3. Inilah 5 Jenis Pekerjaan yang Bakal Hilang di Tahun 2030, Pekerjaan Kamu Termasuk?

“Kami akan melanjutkan event Velocity Criterium selanjutnya di Bandung,Yogyakarta, Bali dan Flores,” kata Primus.

Puncak acara ini ketika gelaran di di Flores, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2023 mendatang. Peserta profesional atau atlet dari berbagai negara diketahui bakal mengekuti event di Florest.

“Pemilihan puncak event Velocity di Flores sangat menarik karena di sana nanti memiliki lintasan 850 kilometer dari Timur (Flores) sampai ke Barat (Labuhan Bajo),” tuturnya.

Sementara itu untuk mendukung sport tourism karena di Indonesia memiliki destinasi yang sangat bagus dan bisa dimanfaatkan, pemerintah pusat pun dikatakan juga ikut berpartisipasi dalam event tersebut.

Continue Reading

Trending