Connect with us

CityView

Jakarta Termasuk, Inilah 6 Kota Terbaik di Asia untuk Bekerja & Berlibur

Published

on

Jakarta

Dahulu, beragam kota di dunia mengedepankan energi fundamental atau sebuah kota yang membuatnya menjadi tempat menyenangkan untuk hidup, bekerja, juga bermain.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada peralihan konsep kota. Kota saat ini lebih merunut pada tempat di mana adanya keseimbangan.

Ada semakin banyak kota-kota di seluruh dunia yang disebutkan semakin populer karena mereka hadir sebagai kota yang mampu menjaga kesehatan mental, kesehatan fisik, dan juga dari sisi emosional.

MyCity telah merangkum enam kota yang amat cocok untuk bekerja dan berlibur di Asia. Ibu Kota Indonesia, DKI Jakarta, masuk ke dalam daftar tersebut.

Bangkok (Thailand)

Bangkok

Bangkok dinobatkan sebagai kota terbaik untuk workation di Asia. Rata-rata kecepatan internet di ibu kota Thailand ini sebesar 28 Mega byte per second (Mbps), angka ini sama dengan rata-rata kecepatan internet di dunia. Meskipun internetnya bukan yang paling cepat di dunia, terdapat lebih dari 450.000 spot wifi gratis di Bangkok.

Selain itu, biaya hidup di Bangkok merupakan salah satu yang paling terjangkau di dunia. Namun, biaya akomodasi di sana masih terbilang mahal, yaitu 415,18 pounds atau sekitar Rp8,2 juta untuk menyewa apartemen satu kamar.

Kemudian, yang menjadi nilai tambah adalah kebanyakan orang di Bangkok berbicara bahasa Inggris. Lalu, banyak perusahaan multinasional yang pindah ke Bangkok.

New Delhi (India)

New Delhi

Tak hanya menjadi pusat pemerintahan, New Delhi juga memiliki sejarah sebagai pusat perdagangan, transportasi, dan budaya yang dominan di India.

Biaya akomodasi di India merupakan salah satu yang termurah di dunia, yaitu sebesar 179,25 pounds atau sekitar Rp3,5 juta untuk sewa apartemen satu kamar. Untuk bekerja, New Delhi memiliki sekitar 165 coworking space. Namun, rata-rata kecepatan internetnya masih rendah, hanya 12 Mbps.

Mumbai (India)

Mumbai

Salah satu kota terpadat di India ini juga cocok untuk menjadi destinasi workation. Mumbai memiliki 152 coworking space yang dapat digunakan untuk bekerja. Dibandingkan dengan New Delhi, rata-rata kecepatan internet Mumbai lebih tinggi, yaitu 23 Mbps.

Namun, biaya untuk akomodasi di sini cenderung mahal yaitu 419,64 pounds atau setara dengan Rp8,3 juta untuk menyewa apartemen satu kamar.

Phuket (Thailand)

Phuket

Phuket terkenal akan keindahan pantainya. Tak heran, kota ini juga disebut sebagai Mutiara Laut. Untuk menyewa apartemen satu kamar di sana, dibutuhkan sekitar 301,08 pounds atau sekitar Rp6 juta.

Lalu, untuk bekerja, rata-rata kecepatan internet di Phuket sebesar 23 Mbps dan terdapat 11 coworking space yang dapat digunakan.

Chiang Mai (Thailand)

Chiang Mai (Thailand)

Chiang Mai merupakan pusat budaya di bagian utara Thailand. Kota ini memiliki pegunungan, taman nasional dengan banyak kegiatan untuk pecinta alam seperti susur gua, trekking, zip lining, dan golf.

Untuk biaya hidup, dibutuhkan sekitar Rp6 juta untuk menyewa apartemen satu kamar. Kemudian, untuk bekerja, tersedia 25 coworking space dan rata-rata kecepatan internet di sana sekitar 26 Mbps.

Jakarta (Indonesia)

Jakarta (Indonesia)

Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika Jakarta adalah kota yang dinamis dengan banyaknya aktivitas yang berlangsung sepanjang waktu di setiap sudut wilayahnya.

Jakarta memiliki rata-rata kecepatan internet sebesar 14 Mbps. dan jumlah coworking yang tersedia sebanyak 104 tempat. Lalu, dibutuhkan sekitar Rp6,7 juta untuk dapat menyewa apartemen satu kamar.

CityView

Inilah Kota Termahal di Dunia

Published

on

Kota Tel Aviv
Kota Tel Aviv

Economist Intelligence Unit (EIU) merilis daftar kota termahal di dunia untuk ditempati. Namun, tak disangka jika kota termahal di dunia justru berada di negara Israel.

Seperti dilansir dari CNN International, Kamis (2/12/2021), Kota itu adalah Tel Aviv. Kota itu kini menempati posisi pertama usai sebelumnya berada di peringkat kelima.

EIU mengatakan bahwa Tel Aviv naik peringkat terutama karena mata uang Israel, shekel, telah melonjak. Shekel perks terhadap dolar AS, dan menuet 4% tahun ini.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Belum lagi keberhasilan peluncuran vaksin Covid-19 Israel, yang merupakan tercepat di dunia. Menurut angka dari Our World in Data, 62% populasi Israel telah divaksinasi penuh.

Disebutkan bahwa sekitar sepersepuluh harga telah mengalami kenaikan di kota itu. Ini merujuk 200 produk dan layanan di 173 kota.

EIU mengatakan bahwa tingkat inflasi dari harga yang dilacaknya telah meningkat sebesar 3,5% tahun-ke-tahun dalam mata uang lokal hingga September 2021 atau naik dari hanya 1,9% pada tahun 2020. Dikatakan ini mewakili laju inflasi tercepat dalam indeksnya selama lima tahun terakhir.

“Masalah rantai pasokan, fluktuasi nilai tukar mata uang dan perubahan permintaan konsumen menyebabkan kenaikan harga komoditas dan barang lainnya,” tulis laporan EIU.

“Transportasi mengalami kenaikan biaya terbesar, dengan harga bensin per liter naik rata-rata 21% pada tahun 2021.”

Kepala biaya hidup di seluruh dunia di EIU, Upasana Dutt, mengatakan bahwa harga diperkirakan akan naik lebih jauh di banyak kota selama tahun mendatang. Ini karena gaji meningkat.

“Namun, kami juga mengharapkan bank sentral menaikkan suku bunga, hati-hati, untuk membendung inflasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa kenaikan harga ini harus, oleh karena itu, mulai moderat dari level saat ini.

Sementara itu di peringkat dua, ada ibu kota Prancis, Paris. Tetangga RI, Singapura brada di peringkat yang sama.

Daftar Kota Termahal di Dunia:

  1. Tel Aviv, Israel
  2. Paris, Prancis
  3. Singapore
  4. Zurich, Swiss
  5. Hong Kong, China
  6. New York, AS
  7. Geneva, Swiss
  8. Copenhagen, Denmark
  9. Los Angeles, AS
  10. Osaka, Jepang

Continue Reading

CityView

Ini Rencana Proyek Aerotropolis di Ibu Kota Negara Baru

Published

on

Ibu Kota Negara Baru
Ibu Kota Negara Baru

Penyesuaian sektor transportasi di proyek kawasan aerotropolis dilakukan Pemerintah dalam rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan Timur.

Kepala Puslitbang Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi menyampaikan bahwa wilayah di sekitar Provinsi Kalimantan Timur termasuk provinsi lainnya di Pulau Kalimantan diharapkan akan mendukung konektivitas dan pengembangan IKN salah satu caranya melalui pengembangan bandar udara di sekitar wilayah IKN tersebut dengan penerapan konsep aerotropolis.

Dia juga menegaskan, aerotropolis pada dasarnya adalah daerah yang terintegrasi dengan bandar udara, dan disekitarnya terdapat kluster hotel, kantor, fasilitas distribusi dan logistik dimana semua jenis aktivitas tersebut disediakan dan ditingkatkan oleh bandar udara.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Untuk mendukung pengembangan bandara-bandara di sekitar wilayah Ibu Kota Negara melalui konsep Aerotropolis, maka diperlukan adanya analisis kriteria sebagai acuan dan berbagai tahapan pengembangan bandara dan wilayah sekitarnya agar tepat sasaran dan sesuai dengan perencanaan daerah,” ujarnya melalui siaran pers

Di sisi lain, Tim Ahli Pustral UGM, Ikaputra, menyebutkan bahwa secara prinsip ada tiga ilmu besar di dalam Aerotropolis, yakni Urban Planning, Airport Planning dan Business Site Planning yang merupakan kesatuan yang penting.

“Konsep Aerotropolis IKN pun harus memiliki global and national link, yang masing-masing memiliki peran besar dalam mendukung IKN, juga ada Hub integrasi berupa Borneo Forest link yang menjadikan hubungan antar Aero City yang ada di Balikpapan terkoneksi dan lengkap,” tuturnya.

Jenis kegiatan yang akan dikembangkan di Aerotropolis sendiri dibagi menjadi tiga wilayah, yang pertama yaitu wilayah terminal, baik terminal penumpang maupun terminal kargo, yang kedua adalah Airport City, yang masuk ke dalam kawasan bandara namun berada di luar terminal, dan ketiga adalah area Aerotropolis yang berada di luar kawasan properti bandara.

Continue Reading

CityView

Pemerintah Jual Aset DKI Jakarta Demi Bangun Ibu Kota Negara Baru

Published

on

aset DKI Jakarta
aset DKI Jakarta

Pemerintah terus berupaya untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Setelah menentukan lokasi, pemerintah terus berupaya untuk menngelontorkan dana.

Tak pelak, salah satu cara yang dilakukan Pemerintah dalah mengoptimalkan sejumlah aset negara di DKI Jakarta.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI akan mengoptimalisasi sejumlah aset negara di Jakarta. Nilainya Rp1.000 triliun.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Semua aset ini akan dijual atau dikerjasamakan. Saat ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur.

“Uangnya nanti akan digunakan untuk pembangunan di ibu kota negara baru,” kata Direktur BMN DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam media briefing di Jakarta, Jumat 26 November 2021.

Menurut dia, optimalisasi aset negara di Jakarta itu tak hanya dilakukan melalui penjualan saja, namun bisa juga melalui kerja sama dengan jangka waktu sekitar 30 tahun.

Aset negara di Jakarta antara lain meliputi tanah dan bangunan, sehingga sedang dipilah mana aset yang bisa dimonetisasi nantinya.

“Tapi tidak terburu-buru, kami harus mengatur terlebih dahulu,” ujar Encep.

Jika optimalisasi terburu-buru, ia menilai harga aset negara di Jakarta kemungkinan akan menjadi rendah, sehingga pihaknya tak mau menganggu pasar.

Kemenkeu mencatat aset negara pada 2020 mencapai Rp11.098,67 triliun, yang di antaranya sebesar Rp6.595,77 triliun berupa barang milik negara (BMN) seperti tanah, gedung, bangunan, dan sebagainya.

Adapun nilai BMN selama 10 tahun terakhir rata-rata mengalami kenaikan, tetapi khusus pada 2013 terjadi penurunan nilai BMN karena penerapan penyusutan pertama kali dengan nilai Rp387 triliun sebagai pengurang aset tetap.

Continue Reading

Trending