Connect with us

Internasional

Jadi Orang Terkaya Dunia, Elon Musk Minta Semua Orang Tak Ikuti Jejaknya

Published

on

Elon Musk. (Istimewa)

Pendiri Tesla Elon Musk kini didaulat sebagai orang terkaya di dunia. Namun, dia malah meminta semua orang untuk tak mengikuti jejaknya.

“Saya akan berhati-hati dengan apa yang Anda inginkan. Saya tidak yakin berapa banyak orang yang benar-benar ingin menjadi saya,” kata Musk soal pengamatan banyak pemimpin bisnis di Asia ingin jadi ‘Elon Musk dari Timur’ dalam gelaran B20 Indonesia.

“Mereka ingin menjadi apa yang mereka bayangkan menjadi saya, yang sebenarnya tak sama dengan yang sebenarnya mereka pikirkan. Terutama jumlah [waktu] yang saya habiskan [untuk bekerja] merupakan tingkat berikutnya,” dia menambahkan.

Baca Juga: Wayang Kulit, Jadi Aset Budaya Nasional dan Refleksi Kehidupan

Elon Musk saat ini mengendalikan lima perusahaan besar dari berbagai sektor. Di sisi sosial mediam dia adalah pemilik dan CEO Twitter. Dia juga memimpin pembuat mobil Tesla, perusahaan roket SpaceX, startup chip otak Neuralink, serta perusahaan pembuat terowongan Boring Company.

Untuk segudang pekerjaannya itu, dia menjelaskan bekerja dari pagi hingga malam selama tujuh hari seminggu. “Saya memiliki terlalu banyak pekerjaan ‘di piring’ saya yang pasti,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengatakan keinginan untuk Twitter bisa mendukung lebih banyak video serta video yang berdurasi lebih panjang. Dengan begitu pembuat konten bisa mencari nafkah di platform tersebut.

Musk juga menyinggung terkait eksplorasi antariksa. Dia menekankan hal tersebut harus tetap jadi prioritas, dengan begitu ‘bisa memahami semesta dan tempat kita di dalamnya’.

Baca Juga: Tari Serimpi, Tarian Mimpi Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Penjajah

“Mungkin kita akan menemukan peradaban alien atau menemukan peradaban yang ada jutaan tahun lalu, namun kita melihat reruntuhan peradaban kuno. Saya pikir itu akan sangat menarik,” jelas Musk.

Internasional

Ketika Sambutan Arab Saudi untuk Xi Jinping Lebih Mewah ketimbang Joe Biden

Published

on

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memberikan sambutan mewah untuk kunjungan Presiden China Xi Jinping. Ini sangat kontras dengan perlakuan Saudi pada kunjungan Presiden AS Joe Biden. Foto/SPA via REUTERS

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah memberikan sambutan mewah untuk kunjungan Presiden China Xi Jinping sejak Rabu lalu.

Sambutan itu sangat kontras dengan perlakuan kerajaan untuk kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Juli lalu.

Sambutan tak biasa untuk Xi Jinping diberikan ketika pemimpin China itu mengumumkan era baru dalam hubungan negaranya dengan Arab Saudi.

Anggota Pengawal Kerajaan yang menunggang kuda dan membawa bendera China dan Arab Saudi mengawal mobil Xi saat memasuki istana kerajaan di Riyadh.

Di sanalah Pangeran Mohammed bin Salman, penguasa de facto negara kayak minyak itu, menyambutnya dengan senyum hangat.

“Kedua pemimpin mengadakan pertemuan resmi dengan putra mahkota mengharapkan dia, delegasinya tinggal yang menyenangkan di Arab Saudi,” bunyi laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip Reuters, Jumat (9/12/2022).

Itu sangat kontras dengan sambutan rendah hati yang diberikan kepada Presiden AS Joe Biden pada kunjungannya Juli lalu, yang hubungannya telah tegang oleh kebijakan energi Arab Saudi dan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi tahun 2018.

Amerika Serikat, dengan hati-hati menyaksikan pengaruh China yang semakin besar dan hubungannya dengan Riyadh berada di titik nadir, kemarin mengatakan bahwa kunjungan tersebut adalah contoh upaya China untuk memberikan pengaruh di seluruh dunia dan itu tidak akan mengubah kebijakan AS terhadap Timur Tengah.

Pangeran Mohammed bin Salman, yang dengan Biden melakukan tos tinju alih-alih berjabat tangan pada bulan Juli, telah kembali ke panggung dunia setelah kasus pembunuhan Khashoggi, yang merusak hubungan Saudi-AS, dan telah menentang tekanan Amerika agar meningkatkan produksi mintak untuk mengisolasi Rusia.

Mengatur nada untuk kunjungan Xi, pesawatnya dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara Arab Saudi saat memasuki wilayah udara kerajaan dan 21 senjata ditembakkan sebagai penghormatan saat bangsawan senior Saudi menemuinya di bandara pada hari Rabu lalu.

Dalam artikel op-ed yang diterbitkan di media Arab Saudi, Xi mengatakan dia sedang dalam “perjalanan perintis”. “Untuk membuka era baru hubungan China dengan dunia Arab, negara-negara Arab di Teluk, dan Arab Saudi,” katanya.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Ancam Anggota Parlemen yang Sebar Fitnah Dirinya

Published

on

Anwar Ibrahim Ancam Anggota Parlemen yang Sebar Fitnah Dirinya/FMT

Anwar Ibrahim Ancam Anggota Parlemen yang Sebar Fitnah Dirinya/FMT

mycity.co.id Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim kali ini memberi tenggat waktu 5 hari kepada seorang Anggota Parlemen bernama Ahmad Amzad Hashim untuk menyampaikan permohonan maaf karena membuat pernyataan fitnah kepada dirinya.

Anwar pun mendesak Amzad untuk menghapus postingannya di Tiktok dan berjanji untuk tidak lagi menyebarkan fitnah terhadap dirinya.

Dalam sebuah video yang beredar di Tiktok, Amzad menuding sebagai penasihat ekonomi Selangor, Anwar Ibrahim mendapatkan bayaran sebanyak RM 15 juta per tahun dan bukan sebesar RM 1 setahun.

Dikutip dari Malaysiakini, Anwar menyebut video yang disebar di Tiktok tersebut berniat jahat untuk merendahkan martabatnya. Anwar juga menuding Amzad mengejek pengampunan yang diberikan Raja Malaysia kepada dirinya.

Menurut surat tuntutan yang beredar, Anwar menuntut ganti rugi substanstif dari Amzad terkait kerugian nama baik dan reputasinya.

Dia juha menuntut Amzad untuk membayar semua biaya perkara atas berlangsungnya persidangan. Tindakan hukum tersebut akan mulai diambil jika Amzad gagal memenuhi tuntutan sesuai tenggat waktu yang diberikan.

Sebagai informasi, Amzad merupakan mantan wakil Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia di era pemerintahan PM Ismail Sabri.

Sebelumnya mantan PM Muhyiddin Yassin juga pernah membuat pernyataan yang menyebut Anwar Ibrahim menerima bayaran sebesar RM 15 juta saat menjadi penasihat ekonomi di Selangor.

Continue Reading

Internasional

Xi Jinping Umumkan Zero-Covid, Penduduk Cina Panic Buying Obat-obatan

Published

on

Cina panic buying obat-obatan

Cina panic buying obat-obatan

mycity.co.id Presiden Cina Xi Jinping mengumumkan kebijakan Zero-Covid pada Rabu (7/12/2022) kemarin. Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Cina setelah menutup diri akibat aturan tersebut.

Meski akhirnya penduduk Cina bisa hidup berdampingan dengan Covid-19, tetapi ada juga kelompok yang menyatakan kebijakan Xi Jinping tersebut terlalu terburu-buru. Apalagi masih banyak juga warga CIna yang belum di vaksinasi seperti lansia.

Bahkan kebijakan tersebut menimbulkan panic buying obat-obatan untuk mencegah terpapar virus. Panic buying terhadap obat-obatan menimbulkan stok obat habis.

Bahkan pihak berwenang di seluruh Cina telah memperingatkan terkait pasokan ketat dan kenaikan harga dari pengecer dalam beberapa hari terakhir. Di Beijing bahkan sudah melakukan penjatahan terhadap pembelian ibuprofen dan parasetamo. karena kehabisan pasokan medis.

“Kami memiliki anak yang demam tinggi tetapi semua apotek kehabisan ibuprofen. Itu datang terlalu cepat, kami tidak punya waktu untuk bersiap,” kata seorang warga Beijing bermarga Lin yang dikutip dari ft.com.

Bahkan, lonjakan permintaan telah mendorong harga saham di produsen obat termasuk produsen sirup obat batuk Guizhou Bailing (002424.SZ), dan Xinhua Pharmaceutical (000756.SZ), yang menghasilkan 40 persen dari semua Ibuprofen yang dijual di Cina.

Untuk diketahui, pengumuman pelonggaran Covid-19 muncul setelah Presiden Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Partai Komunis pada Selasa (6/12/2022). Xi menganggap perjuangan tanpa henti Cina melawan Covid sebagai salah satu pencapaian utamanya.

Continue Reading
Advertisement

Trending