Connect with us

Investment

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Published

on

Ilustrasi tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2023. (Istimewa)

Asian Development Banks (ADB), belum lama ini kembali merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022, dan tahun setelahnya (2023).

Kembali mengingatkan, sebelumnya di bulan April ADB menyebut jika pertumbuhan ekonomi RI bisa berada di angka 5,2 persen pada tahun 2022. Kemudian perkiraan tersebut kembali dikoreksi kpada bulan Juli, arena adanya potensi meningkat menjadi 5,2 persen.

Terbaru, pada Rabu (21/9/2022) kemarin, pertumbuhan perekonomian Indonesia kembali diprediksi mengalami peningkatan menjadi 5,4 persen di tahun 2022.

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia masih akan menghadapi lima tantangan utama pada tahun depan.

Tantangan pertama yaitu pandemi Covid-19 yang diperkirakan masih berlangsung pada tahun depan, meski kasus konfirmasi sudah mereda dan lebih terkendali.

Kedua, krisis secara global yang ditimbulkan oleh perang Rusia dan Ukraina, yang menyebabkan terjadinya lonjakan harga komoditas, baik energi maupun pangan. Saat ini, dampak dari konflik Rusia dan Ukraina juga terlihat telah merembet ke sektor keuangan.

Baca Juga :  Piala Dunia 2022: Nike Gilas Adidas

“Di sini nanti juga berlanjut pada krisis berikutnya, perubahan iklim, sekarang masih musim hujan, tapi ke depan kemarau akan panjang, pangan juga akan menjadi hal yang penting,” ujarnya.

“Di sini nanti juga berlanjut pada krisis berikutnya, perubahan iklim, sekarang masih musim hujan, tapi ke depan kemarau akan panjang, pangan juga akan menjadi hal yang penting,” tegas dia.

Kemudian, Airlangga mengatakan tantangan terakhir yang menjadi ancaman pemulihan ekonomi Indonesia yaitu naiknya laju inflasi di tingkat global.

Tingkatkan Kewaspadaan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan karena pemulihan ekonomi dunia tahun depan diprediksi mengalami pelemahan lebih lanjut akibat gejolak ekonomi global.

“Pemulihan (ekonomi global) menjadi lemah karena potensi terjadinya stagflasi, karena inflasi (naik) dengan kombinasi resesi. Tentu ini menciptakan tantangan yang rumit di tahun ini dan tahun depan,”kata dia.

Baca Juga :  Catat Tanggalnya, Astra Otoparts Tebar Dividen Interim Rp106 Miliar

Ia tak menampik bahwa saat ini risiko pemulihan ekonomi bergeser dari pandemi menjadi gejolak ekonomi global. Inflasi global melonjak akibat disrupsi dari sisi suplai.
Tantangan sisi pandemi Covid-19 menyebabkan supply side atau production terdisrupsi, dalam hal ini begitu demand atau permintaan pulih dengan adanya vaksin dan mobilitas. Namun, sisi supplynya tidak bisa mengikuti secara sama. Inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi akibat pandemi.

“Inilah yang menyebabkan inflasi global melonjak sangat tinggi, dan ini menimbulkan respons kebijakan dalam bentuk likuiditas yang ketat dan suku bunga yang dinaikkan,” imbuhnya.

Lonjakan inflasi ini juga terjadi di negara maju, karena inflasi yang tertinggi ada di berbagai negara maju seperti di Amerika dan Eropa yang memecahkan rekor dalam 40 tahun terakhir mencatatkan inflasi sangat tinggi, sehingga menyebabkan gejolak di sektor keuangan, capital outflow terjadi, pelemahan nilai tukar terjadi.

“Dan ini menyebabkan cost of fund atau lonjakan biaya utang di semua negara di dunia. Inilah kemudian memunculkan potensi krisis utang global yang menyebabkan PBB kemudian membentuk PBB global krisis respons, di mana bapak presiden menjadi anggotanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Gantikan Risma Sementara Sebagai Mensos, Muhadjir Effendy Langsung Cabut Izin Pengumpulan Uang ACT

Adanya gejolak ekonomi yang melonjak, juga menyebabkan 60 negara berpotensi mengalami krisis utang dan krisis refinancing dari pembiayaan mereka. “Bagi mereka (negara) yang sekarang ini sudah memiliki rasio utang cukup tinggi menjadi perhatian dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, inflasi yang tidak menurun secara cepat namun respons kebijakan dari sisi likuiditas dan suku bunga direm, maka dari sisi fiskal bisa menyebabkan pemulihan ekonomi menjadi melemah.

Berdasarkan data IMF, perlambatan pemulihan ekonomi terjadi hampir di semua negara termasuk negara maju mengalami revisi kebawah untuk pertumbuhan ekonominya di tahun ini dan tahun depan. Untuk ekonomi global diprediksi turun dan telah direvisi dari semula 3,6% menjadi 3,2%.

Sementara itu, ekonomi Indonesia pun juga mengalami revisi, namun relatif mild atau turun tipis menjadi 5,2%. “Itu konteksnya, jadi kalau kita lihat apakah terjadi tanda-tanda pelemahan ekonomi global, ya IMF sudah menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi global melemah,” tandas dia.

Investment

KPK Monitoring Investasi Telkomsel ke GoTo

Published

on

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

mycity.co.id – PT Telekomunikasi Selulr (Telkomsel) berinvestasi ke PT gojek Tokopedia (GoTo). Adany investasi tersebut membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tengah mengawasi langkah investasi yang dilakukan itu.

Dilansir mycity.co.id dari bisnis.com, pengawasan atau monitoring yang dilakukan ini menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto memiliki tujuan untuk pencegahan korupsi terkait proses investasi tersebut. Sehingga jika nantinya ditemukan ada perbuatan pidana dalam investasi senilai triliunan itu, maka akan langsung dilakukan gelar perkara oleh KPK.

Baca Juga :  Bukalapak Go Public di Bursa Saham Indonesia

“Ya kalau monitoring itu punya tugas untuk pencegahan kedepan, untuk dia ditelisik ada pidananya langsung deputi pencegahan minta ke pimpinan, ekspose, kami (Kedeputian penindakan) dihadirkan. Jadi potong prosedur harusnya misalnya lapor dari PLPN, ini langsung dari pencegahan,” kata Karyoto, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga :  Catat Tanggalnya, Astra Otoparts Tebar Dividen Interim Rp106 Miliar

Selain itu, Karyoto menambahkan bahwa Direktorat Monitoring KPK sudah melakukan pemantauan terhadap proses investasi dari perusahaan telekomunikasi kepada raksasa aplikasi itu. Menurut Karyoto, adnyaa proses monitorig ini tidaklah dilakukan secara mendadak.

Baca Juga :  Tren Peningkatan Bisnis Properti Berlanjut Hingga 2022

Sehingga KPK pada kasus ini hanya proaktif kalau melihat hal yang sedang muncul pemberitaan di masyarakat.

“Karena pencegahan dari monitoring itulah punya daya cari terhadap tindak pidana tindak pidana yang terjadi di masyarakat.”

Continue Reading

Investment

Jokowi Minta Semua Pihak Bersatu Agar Ekonomi Indonesia Tak Terpuruk

Published

on

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)

mycity.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi ekonomi global dalam kondisi sulit. Untuk itu, Jokowi meminta seluruh pihak bersatu agar ekonomi Indonesia tak terpuruk.

Jokowi menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022). Dia menegaskan semua pihak harus memiliki perasaan yang sama.

Baca Juga :  Tahun Depan, Campina Bertekad Lebarkan Sayap Distribusi

“Dan sepakat bahwa situasi saat ini betul-betul yang tidak mudah. Situasi yang sulit untuk semua negara, untuk semua negara,” ujar Jokowi.

“Negara besar, negara maju semaju apapun sekarang ini semuanya pada posisi yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat sulit,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ibunda Mendagri Tito Karnavian Tutup Usia

Permasalahan yang dihadapi berbagai negara berkutat pada inflasi, krisis energi, krisis pangan, hingga krisis finansial.

“Semuanya menghantui semua negara. Oleh sebab itu dalam menakhodai situasi yang sangat sulit ini semuanya harus hati-hati,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Bukalapak Go Public di Bursa Saham Indonesia

“Policy kebijakan harus hati-hati. Jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Kalau salah risiko gede sekali karena situasi tidak normal baik kebijakan fiskal maupun moneter. Ini terus saya sampaikan karena keadaannya tidak pada keadaan yang normal,” lanjutnya.

Kuncinya, menurut Jokowi, semua pihak harus bekerja lebih keras lagi. Tidak bisa bekerja normal dalam keadaan yang tidak normal.

Continue Reading

Investment

Ini Syarat Utama bagi Investor Asing yang Ingin Tanam Modal di Indonesia

Published

on

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)

mycity.co.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan syarat bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca Juga :  Streaming Piala Sudirman 2021 Indonesia VS Rusia

Bahlil menyatakan bahwa BKPM terbuka kepada semua investor asing. Namun, mereka wajib menaati undang-undang yang berlaku.

“Ini semua terjadi karena arahan Presiden untuk tidak boleh memperlakukan satu negara diberikan karpet merah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gandeng Mahasiswa, Visa Kembangkan Proyek Kripto

“Tapi semuanya kita berikan karpet merah selama mereka mengikuti aturan perundang-undangan di negara kita,” tegasnya.

Dia menambahkan capaian ini juga hasil dari kesuksesan UU Cipta Kerja. Menurut Bahlil, investor sangat mengapresiasi capaian tersebut.

Baca Juga :  Berbekal Ilustrasi Spesial, One Punch Man Rayakan Hari Jadi ke-10

Adapun, dari data penanaman modal asing di Indonesia tahun 2021, posisi pertama masih diisi oleh Singapura dan kedua, Hong Kong. Di posisi ketiga dan keempat ada China dan AS. Sementara itu, posisi kelima ditempati oleh Jepang.

Continue Reading
Advertisement

Trending