Connect with us

COVID-19Update

Inilah Daftar 129 Wilayah Indonesia yang Masuk Zona Merah Covid-19

Published

on

Ilustrasi Covid-19

Data terakhir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 11 Juli yang dirilis hari ini, Rabu (14/7/2021), menyebutkan ada total 129 Kabupaten/Kota di Indonesia yang masuk zona merah.

Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan dengan minggu lalu. Satgas Covid-19 minggu lalu mencatat hanya 69 wilayah di Indonesia yang masuk dalam kategori zona merah.

Peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:

  1. 5 Hotel Paling Angker di Indonesia Versi MyCity!
  2. 5 Destinasi Wisata Unik yang Hanya Ada di Indonesia
  3. Berani Masuk ke Sidamukti? Desa Mati & Penuh Aura Mistis di Majalengka

Zona merah merupakan daerah berisiko tinggi, zona oranye risiko sedang, zona kuning risiko rendah, dan zona hijau bagi daerah yang tidak ada kasus atau tidak terdampak.

Daftar Kabupaten/Kota yang Masuk Zona Merah di Indonesia:

Jawa Tengah

Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Kudus
Kabupaten Batang
Kabupaten Magelang
Kabupaten Blora
Kabupaten Pati
Kabupaten Kendal
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Brebes
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Sragen
Kabupaten Rembang
Kabupaten Demak
Kabupaten Semarang
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Klaten
Kota Surakarta
Kota Semarang
Kota Pekalongan
Kota Tegal
Kota Salatiga

Jawa Barat

Kabupaten Bandung
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Tasikmalaya
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kota Depok
Kota Bogor
Kota Bandung
Kota Bekasi
Kota Tasikmalaya
Kota Sukabumi
Kota Cimahi
Kota Banjar
Kota Cirebon

Jawa Timur

Kabupaten Madiun
Kabupaten Kediri
Kabupaten Lumajang
Kabupaten Mojokerto
Kabupaten Tuban
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Magetan
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bangkalan
Kabupaten Malang
Kabupaten Jember
Kabupaten Sidoarjo
Kota Madiun
Kota Batu
Kota Kediri

DKI Jakarta

Kota Administrasi Jakarta Barat
Kota Administrasi Jakarta Timur
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Utara
Kota Administrasi Jakarta Pusat

DI Yogyakarta

Kabupaten Sleman
Kabupaten Bantul
Kabupaten Kulon Progo
Kabupaten Gunungkidul
Kota Yogyakarta

Banten

Kabupaten Serang
Kabupaten Tangerang Kota
Tangerang Bali
Kabupaten Badung
Kabupaten Jembrana
Kabupaten Tabanan
Kabupaten Buleleng

Kalimantan Timur

Kabupaten Paser
Kabupaten Berau
Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabupaten Kutai Kartanegara
Kabupaten Kutai Timur
Kota Balikpapan
Kota Samarinda
Kota Bontang

Kalimantan Tengah

Kota Palangkaraya

Kalimantan Barat

Kota Pontianak

Sumatera Selatan

Kabupaten Lahat
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kabupaten Ogan ilir
Kota Palembang
Kota Prabumulih

Kepulauan Riau
Kabupaten Bintan
Kota Batam
Kota Tanjungpinang

Lampung
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pesawaran
Kabupaten Lampung Timur

Sumatera Barat
Kabupaten Agam
Kota Padang

Riau

Kabupaten Rokan Hulu
Kota Pekanbaru

Bengkulu

Kota Bengkulu

Aceh

Kota Banda Aceh

Jambi

Kota Jambi

Kepulauan Bangka Belitung

Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Belitung
Kota Pangkalpinang

Nusa Tenggara Barat
Kabupaten Bima
Kota Mataram

Nusa Tenggara Timur
Kabupaten Ngada
Kabupaten Manggarai

COVID-19Update

Kemenkes: Covid-19 Varian Botswana Belum Masuk Indonesia

Published

on

varian Botswana
varian Botswana

Dunia saat ini digegerkan dengan varian Covid-19 B.1.1.529 atau yang biasa dikenal dengan sebutan Varian Botswana. Namun, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menegaskan varian itu belum masuk ke Indonesia.

Nadia menyebut varian Botswana sudah menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena berpotensi lebih menular. Meski demikian, Nadia mengatakan antisipasi yang dilakukan pemerintah masih sama seperti sebelumnya.

Antisipasi itu berupa pembatasan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. Sejauh ini, Indonesia baru mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

WNA yang diperbolehkan masuk Indonesia di antaranya berasal dari Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

“Antisipasi kami masih sama, karena aturan WNA yang masuk ke Indonesia kan juga masih terbatas di 19 negara,” ucap Nadia.

Continue Reading

COVID-19Update

Mengulas Covid-19 Varian Botswana, Si Pembawa 32 Mutasi

Published

on

Covid-19 varian Botswana
Covid-19 varian Botswana

Virus Covid-19 terus bermutasi. Kini, muncul varian baru bernama Covid-19 Botswana atau B.1.1.529. Hingga kini, sudah ada 50 kasus terkonfirmasi di Afrika Selatan, Hong Kong, dan Botswana.

Seperti dinukil dari Independent, Jumat (26/11/2021), ilmuwan khawatir varian Botswana, yang merupakan turunan dari B.1.1, dapat memicu penyebaran lebih lanjut. Varian B.1.1.529 dari Botswana ini memiliki 32 mutasi pada bagian protein lonjakan virus (spike protein). Padahal bagian ini banyak digunakan berbagai vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid.

Sehingga, jika terjadi mutasi pada lonjakan protein, dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia dan mempersulit kekebalan sel untuk menyerang patogen.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Botswana, setelah para peneliti melakukan sequencing virus corona pada tiga kasus. Enam kasus lain telah dikonfirmasi di Afrika Selatan dan satu di Hong Kong yang dibawa oleh pasien yang baru kembali dari Afrika Selatan.

Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, menekankan varian ini perlu perhatian khusus. Peacock sendiri adalah ilmuwan yang memposting rincian varian baru tersebut di situs berbagi genom.

“Harus dipantau ketat karena profil (mutasi) protein lonjakan yang mengerikan itu,” kata Peacock dalam serangkaian cuitannya di Twitter.

Meski demikian ia membuka dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi varian ini hanya akan menjadi cluster aneh yang tidak terlalu menular. Kemungkinan kedua, menjadi sangat menular dan menjadi gelombang Covid-19 berikutnya seperti Delta.

Varian B.1.1.529 dari Botswana membawa sejumlah mutasi dari varian lain yaitu Mutasi P681H dan mutasi N679K. Varian mutasi P681H, juga dilaporkan sempat terlihat pada virus corona varian Alpha, Mu, beberapa varian Gamma, dan B.1.1.318.

“Ini pertama kalinya saya melihat dua mutasi ini dalam satu varian,” seperti dicuitkan Dr. Peacock.

Varian Botswana ini juga membawa mutasi N501Y dan mutasi D614G yang sempat ramai ada di Malaysia dan Indonesia. Varian N501Y merupakan salah satu varian yang menjadi perhatian WHO.

Kumpulan berbagai mutasi varian Covid-19 ini disebut peneliti bisa membuat varian ini menjadi lebih menular. Ini juga memungkinkan virus lebih mudah berikatan dengan sel manusia lewat reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Dr. Divya Tej Sowpati dari CSIR-Centre for Cellular and Molecular Biology mengatakan masih perlu lebih banyak penelitian mengenai varian ini sebab saat ini hanya sedikit urutan genom yang tersedia dari varian baru ini.

Melansir Indian Express, WHO menetapkan empat varian virus corona yang menjadi varian mengkhawatirkan (VoC), yaitu varian Alpha (garis keturunan B.1.1.7, yang disebut ‘varian Inggris’), Beta (garis keturunan B.1.351, yang disebut ‘ Varian Afrika Selatan’), Gamma (silsilah P.1, yang disebut ‘varian Brasil’) dan Delta (silsilah B.1.617.2 atau ‘varian India’).

Terkait hal itu, Afrika Selatan ditempatkan di bawah pembatasan perjalanan daftar merah Inggris mulai tengah hari pada Jumat, mempengaruhi antara 500 dan 700 orang yang biasanya melakukan perjalanan ke Inggris dari Afrika Selatan setiap hari melalui operator termasuk British Airways dan Virgin Airlines.

Larangan itu juga akan mencakup penerbangan dari Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini dan Zimbabwe.

Skotlandia mengkonfirmasi semua kedatangan dari negara-negara tersebut harus mengisolasi diri dan mengambil dua tes PCR mulai tengah hari pada hari Jumat, sementara siapa pun yang tiba setelah jam 4 pagi pada hari Sabtu harus menginap di hotel karantina yang dikelola.

Pendatang baru-baru ini dari Afrika selatan juga akan dilacak dan ditawarkan tes dalam upaya untuk menghindari pengenalan jenis baru.

Israel juga mengumumkan akan melarang warganya bepergian ke Afrika selatan, mencakup enam negara yang sama serta Mozambik, dan melarang masuknya pelancong asing dari wilayah tersebut.

Continue Reading

COVID-19Update

Bahaya, Covid-19 Varian B.1.1.529 Ditemukan di Hong Kong

Published

on

Covid-19 Varian B.1.1.529

Hong Kong membawa kabar buruk soal pandemi Covid-19. Pemerintah setempat mengumumkan menemukan dua kasus Covid-19 Varian B.1.1.529. Dua infeksi virus ini ditemukan dari wisatawan asal Afrika Selatan dan Kanada.

Seperti dinukil dari Strait Times, Jumat (26/11/2021), penemuan dua varian Covid-19 baru itu terjadi pada tanggal 11 November dan 14 November 2021. Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) menemukan virus ini saat kedua pasien itu menjalani karantina di Regal Airport Hotel.

“Informasi ilmiah tentang pentingnya kesehatan masyarakat tentang garis keturunan ini kurang saat ini. Ini diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian dalam pemantauan,” lapor radio publik Hong Kong RTHK.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Otoritas Hong Kong menyatakan bahwa kronologi bermula dari wisatawan asal Afrika Selatan yang tak mengganti maskernya pada saat melakukan karantina. Virus kemudian menulari warga Kanada yang sama-sama melakukan karantina.

“Penyelidikan lebih lanjut oleh ahli mikrobiologi Universitas Hong Kong Yuen Kwok Yung menemukan bahwa masker telah berkontribusi pada penyebaran virus melalui transmisi udara ke orang kedua,” RTHK melaporkan kembali.

Varian B.1.1.529 saat ini sendiri sedang menjadi ketakutan baru. Pasalnya virus yang ditemukan di Botswana ini membawa 32 mutasi pada sisi lonjakan proteinnya. Mutasi pada protein lonjakan dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan juga menghambat kekebalan.

“Sangat, sangat banyak yang harus dipantau karena profil lonjakan yang mengerikan itu,” ujar Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, kepada Guardians, Rabu (24/11/2021).

WHO sendiri telah melakukan pertemuan mendadak untuk mengamati varian B.1,1.529 ini. Inggris mengambil langkah cepat dengan melarang enam penerbangan dari Afrika, termasuk Afsel.

Continue Reading

Trending