Connect with us

Market

Inilah 7 Mata Uang Kripto Buatan Indonesia

Published

on

Mata uang kripto buatan anak bangsa
Mata uang kripto buatan anak bangsa

Tren investasi cryptocurrency atau mata uang kripto di Indonesia semakin populer. Selama ini jenis cryptocurrency yang terkenal seperti Bitcoin, Ethereum, Doge Coin, dan Binance Coin merupakan buatan luar negeri.


Padahal, ada juga cryptocurrency buatan Indonesia yang menembus pasar perdagangan cryptocurrency Indonesia dan Global.

Berikut MyCity telah merangkum beberapa mata uang kripto buatan dalam negeri.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Tokenomy

Tokenomy

Berasal dari gabungan kata Token dan Ekonomi, Tokenomy merepresentasikan desain token dan rangkaian aturan ekosistem ekonomi dengan klaim mudah dan aman. Tokenomy merupakan cryptocurrency yang diciptakan oleh Oscar Darmawan, penggagas perusahaan perantara perdagangan kripto bernama Indodax.

Tokenomy dikembangkan dari blockchain Ethereum berbasis ERC20. Platform Tokenomy memiliki pasar untuk mendukung perdagangan cryptocurrency bernama Tokenomy Launchpad yang memberikan transformasi lebih sederhana dari setiap penawaran menjadi token blockchain.

Sejak diluncurkan pada 15 Januari 2018 melalui Initial Coin Offering (ICO), aset kripto berkode TEN ini mencapai kapitalisasi pasar total $9.941.532 pada tahun 2021. Token yang beredar sebanyak 200.000.000 unit dengan harga per unitnya Rp712.

Ana Coin

Ana Coin

ANA Coin (ANA) adalah cryptocurrency berbasis ERC-20 yang dikembangkan melalui jaringan blockchain milik Ethereum. ANA hadir berkat Rekeningku.com sebagai salah satu perantara perdagangan aset kripto di Indonesia melakukan Initial Coin Offering (ICO).

Diluncurkan pada 6 Juni 2018 dengan pasokan sebanyak 200.000.000 unit, sebanyak 40% unit koin atau setara 80 juta koin dijual ke publik. Cryptocurrency berkode ANA ini dapat memudahkan seluruh transaksi di Rekeningku.com, seperti penarikan dan pencatatan dana.

BBX Coin

BBX Coin

BBX Coin dibangun menggunakan smart contract dengan memanfaatkan platform Ethereum. Diluncurkan dengan skema Initial Coin Offering (ICO) di platform Rekeningku.com pada 2 Juli 2018, BBX Coin dihargai Rp14.000.

Suplai BBC Coin di pasaran saat pertama kali dirilis berjumlah 19,99 juta unit. Sebanyak 20% dari jumlah tersebut atau setara 4 juta unit BBX Coin dijual ke publik sedangkan sisanya diperuntukkan bagi peserta Loyalts Points.

Agri Coin

Agri Coin

Sesuai namanya, Agri Coin bertujuan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan dana pinjaman dari pemodal. Agri Coin (AGCMN) adalah aset kripto asal Indonesia dengan jaringan peer to peer dan difungsikan secara khusus untuk bisnis pertanian, mulai dari persiapan penanaman, distribusi, hingga penjualan hasil pertanian.

Cryptocurrency jenis ini diprakarsai oleh CEO dan Developer AGC Fund, Riski Yudistira yang melaksanakan Initial Coin Officer (ICO) pada November 2017. Saat ICO, sebanyak 12 juta Agri Coin diterbitkan.

Toko Token

Toko Token

Toko Token diluncurkan pada Maret 2021 oleh Tokocrypto dan menjadi cryptocurrency pertama asal Indonesia yang memiliki model token hybrid yang unik berupa utilitas CeFi dan DeFi. Utilitas CeFi memungkinkan TKO dimanfaatkan dalam program tabungan, seperti TKO Deposit. Sementara itu, utilitas DeFi memungkinkan TKO untuk dipakai pada lending dan farming pools.

Berada dalam jaringan BEP-20 yang merupakan standar penerbitan token pada Binance Smart Chain, TKO memiliki kapasitas transaksi berkecepatan tinggi dengan biaya rendah. TKO berkomitmen mengembangkan utilitas terbaru sehingga muncullah layanan staking dan saving. Layanan ini memberikan bunga yang dihitung berdasarkan durasi penyimpanan token kepada investor yang menyimpan tokennya.

Zipmex Token

Zipmex Token

Semula Zipmex Token diciptakan untuk meningkatkan, mempromosikan platform Zipmex, serta memberikan imbalan kepada pengguna Zipmex. Namun Zipmex Token semakin berkembang sehingga memfasilitasi para pemiliknya untuk melakukan staking dengan imbalan berupa Zip Up. Imbalan tersebut dapat meningkatkan jumlah cashback saat menggunakan Zip Pay.

Zipmex Token (ZMT) adalah token berbasis ERC-20 yang menawarkan beragam keuntungan dan kegunaan. Salah satunya prosentase bunga yang lebih besar. Sementara itu, Zipmex merupakan perantara perdagangan aset kripto yang secara legal beroperasi di Thailand, Singapura, dan Indonesia.

Beroperasi dengan jaringan ERC-20 milik Ethereum Blockchain, Zimex Token dapat menunjang realisasi berbagai produk dan layanan inovatif lainnya. Kapitalisasi pasar Zipmex Token kini mencapai lebih dari 166 juta dolar Amerika dan diperkirakan akan terus bertambah.

Token XAU

Token XAU

Token XAU merupakan aset kripto asal Indonesia yang dikeluarkan oleh Xaurius. Menjadikan emas Antam sebagai aset dasarnya, masuk akal jika Token XAU mengusung konsep stable coin. Artinya, nilai Token XAU terkait erat dengan nilai emas Antam sebagai aset nyatanya. 1 XAU setara dengan 1 gram emas Antam.

Selaku direktur Xaurius, Nicco D Lawrence menuturkan bahwa penciptaan Token XAU dilatarbelakangi oleh keinginannya mengubah industri emas dengan menciptakan infrastruktur baru berbasis blockchain. Penerbitan token ini diharapkan menjamin transaksi emas berlangsung cepat, aman, dan transparan. Semua emas XAU sudah tersertifikasi oleh Antam dan emas dalam bentuk fisiknya disimpan oleh Xaurius dalam brankas perusahaan dan diaudit oleh pihak independen rutin per tiga bulan sekali.

Market

Gawat, Bos Koin Kripto Terra & Luna Diincar Kejaksaan Korea

Published

on

By

Bos Koin Kripto Terra & Luna, Do Kwon.

Diketahui kejaksaan Korea Selatan kini sedang mengincar pembuat stablecoin Terra dan Luna, yakni Do Kwon.

Usai banyaknya investor kehilangan uangnya dan nilai dua token tersebut anjlok hal itu pun terjadi. Penyelidikan pada organisasi di balik proyek Terra Terraform Labs telah dimulai.

Hal ini dikatakan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul. Di mana pemimpin proyek itu diketahui adalah Do Kwon. Mengutip dari Tech Crunch pada Senin (23/5/2022) Kantor Kejaksaan mengatakan dilimpahkan pada Tim Investasi Gabungan Kejahatan Keuangan Siber dalam kasus itu.

berselang sehari setelah lima investor kripto berbasis di Korea mengajukan pengaduan pidana pada Do Kwon dan Daniel Shin, pengumuman itu datang. Daniel Shin sendiri merupakan salah satu pendiri dari Terraform.

Baca Juga:

  1. Mengenal CBDC Kripto, Mata Uang Digital dari Bank Sentral
  2. Keren, Singapura Mulai Terima Pembayaran dengan Kripto
  3. Curhat Bos Bursa Kripto Terbesar di Dunia yang Kini Kembali Miskin

Keduanya itu dituding melakukan pelanggaran peraturan keuangan lain dan juga penipuan. Tech Crunch melaporkan memiliki gabungan kerugian sebesar 1,4 miliar won terkait lima investro itu.

Di sisi lain, diperkirakan oleh otoritas keuangan setempat bahwa 280 ribu pengguna memiliki jumlah gabungan 70 miliar Luna di Korea.

Pembuat Luna dan Terra gagal memberitahu investornya soal kekurangan dua koin tersebut. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh perwakilan LKB & Partners, firma hukum yang disewa kelima investor.

“Desain dan penerbitan Luna dan Terra untuk menarik investor, namun gagal memberitahu mereka dengan benar mengenai kekurangannya dan perluasan penerbitan Luna yang tidak terbatas sama dengan menipu investor,” tuturnya.

Continue Reading

Market

Mengenal CBDC Kripto, Mata Uang Digital dari Bank Sentral

Published

on

CBDC Kripto

Digitalisasi dalam bidang teknologi dan komunikasi memicu revolusi baru dalam berbagai dunia industri, tak terkecuali keuangan. Setelah menghadirkan beragam layanan digital, kini perbankan mesti menghadapi kehadiran aset kripto.

Seiring popularitasnya yang turut meningkat, nilai aset kripto pun kini makin diperhitungkan. Tidak sedikit orang yang akhirnya beralih ke aset kripto untuk investasi. Sementara yang lainnya mulai menggunakan aset kripto sebagai alat transaksi jual beli.

Kendati penggunaan aset kripto di Indonesia sebagai alat tukar dianggap ilegal. Nyatanya di banyak negara asing, sudah banyak merchant yang menambahkan aset kripto sebagai salah satu metode pembayaran. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat kini telah mengeluarkan aset kripto berupa stablecoin bernama USDT yang mengacu pada harga dolar AS di pasar.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Peningkatan minat masyarakat pada aset kripto membuat industri perbankan konvensional berjuang untuk mengendalikan aset kripto populer. Dua di antaranya adalah Bitcoin dan Ethereum. Sayangnya, kedua aset digital tersebut sudah dikenal luas sebagai cryptocurrency yang terdesentralisasi dan bebas regulasi.

Dalam operasinya pun, Bitcoin dan Ethereum berjalan di atas blockchain. Sehingga, konfirmasi transaksi yang dilakukan tidak tergantung pada satu pihak saja. Melainkan melalui proses mining yang berisi teka-teki operasi matematis rumit dan tentu saja persetujuan dari seluruh nodes yang terlibat.

Ketidakmampuan bank sentral atau otoritas pusat untuk mempengaruhi serta mengontrol Bitcoin dan Ethereum lantas membuahkan ide baru. Ide tersebut adalah membuat mata uang resmi dalam versi aset kripto. Cryptocurrency itu lantas akan bersifat sentralisasi. Sehingga diatur, dioperasikan, dan dikontrol oleh otoritas moneter masing-masing negara.

Sebelum membahas mengenai daftar negara yang mulai mengembangkan CBDC, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan konsep CBDC itu sendiri.

Sebagai mata uang digital, CBDC memiliki berbagai manfaat. Di antaranya memungkinkan proses transaksi menjadi lebih cepat, fleksibel dan berbiaya rendah, memudahkan sistem pengiriman uang di dalam dan antar negara, serta mendorong orang untuk dapat berdagang.

Layaknya angin segar, CBDC dapat menjadi pertanda baik bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Dikarenakan CBDC adalah mata uang digital, maka seluruh transaksi dapat dengan mudah untuk dilacak dan diverifikasi. Hal ini tentu akan memudahkan pemerintah untuk menemukan aktivitas yang mencurigakan atau ilegal.

Saat ini, pemerintah melihat CBDC sebagai sebuah inovasi keuangan yang bisa meringankan tugas negara dalam manajemen risiko dan memvalidasi berbagai investasi pada lembaga keuangan.

Kendala keamanan finansial yang kerap dialami oleh beberapa bank dan lembaga keuangan dapat ditingkatkan dengan mengimplementasikan CBDC. Uang CBDC dapat ditransfer menggunakan dompet digital (digital wallet) tanpa rekening bank atau negara tertentu dapat menggunakan bank sentral sebagai fasilitator.

Adapun fungsi nyata CBDC adalah dapat meminimalkan biaya pencetakan, pengangkutan, penyimpanan, dan pembuangan uang kertas yang cukup tinggi.

Di sisi lain, CBDC adalah subjek dari beberapa masalah keamanan dunia maya. Secara khusus, kehadiran CBDC dapat mengundang serangan siber yang membahayakan sistem pembayaran dan kliring.

Sebagai penemuan keuangan yang relatif baru, CBDC perlu usaha yang lebih dalam mempertahankan reputasi untuk keselamatan dan operasi bebas risiko. Untuk mengatasi masalah ini, sistem AML, CTF, dan KYC (Know Your Customer) CBDC harus diperketat semaksimal mungkin.

CBDC adalah mata uang digital yang mengandalkan sistem terpusat. Kendati begitu, masih banyak pihak yang mempertanyakan apakah pemerintah akan membocorkan data pengguna ke pihak lain atau apakah iklan politik akan muncul dari eksploitasi data atau tidak.

Persoalan ini adalah kekhawatiran CBDC lain yang perlu kamu waspadai. Mata uang versi kripto tersebutlah yang dikenal sebagai CBDC (Central Bank Digital Currency).

Berdasarkan data terakhir, sekitar 87 dari 195 negara di dunia telah mengeksplorasi CBDC. Masing-masing melalui tahapan eksplorasi yang berbeda, seperti Launched, Piloted, Development, Research, Inactive, Canceled, dan lain-lain.

CBDC menyediakan berbagai fungsi. Yang paling umum adalah ritel dan grosir. CBDC Ritel diterbitkan secara digital untuk transaksi yang melibatkan masyarakat dan usaha kecil. Sedangkan, CBDC Grosir diberikan kepada lembaga keuangan untuk menyelesaikan transaksi skala besar.

Continue Reading

Market

Keren, Singapura Mulai Terima Pembayaran dengan Kripto

Published

on

By

Ilustrasi Aset Kripto

Kini pembayaran dengan mata uang kripto atau cryptocurrency telah diterima oleh berbagai bisnis di Singapura. Diantaranya yaitu, e-retailer peralatan rumah tangga “&glazed”.

Bahkan &glazed menerima pembayaran menggunakan mata uang kripto sebelum memiliki opsi pembayaran tanpa uang tunai (cashless) yang sudah biasa ada di toko-toko, dikutip Channel New Asia (CNA) pada Kamis (19/5/2022).

Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin merupakan sejumlah jenis cryptocurrency yang diterima untuk pembayaran di toko online mereka dari awal tahun. Minatnya pada sektor yang terus berkembang tersebut membuat pendiri &glazed Lionel Lim mengambil keputusam tidak biasa itu.

Di bursa kripto yang berbasis di Singapura, Lim berinvestasi dalam cryptocurrency serta juga memiliki pekerjaan penuh waktu. Diketahui, alasan lain toko online mereka menirima aset digital tersebut, karena baginya akan semakin banyak orang berbelanja di toko onlinenya jika memiliki metode pembayaran yang banyak.

Baca Juga:

  1. Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok
  2. Ini 5 Saran untuk Pemula yang Ingin Mulai Investasi Kripto
  3. Atasi Ponzi, AS, Kanada, Australia, & Belanda Sepakat Berbagi Data Kriminal Kripto

Kepada CNA dirinya mengatakan bahwa, “Kami ingin membuatnya semulus mungkin-sejauh apa pun yang Anda ingin bayar, kami mendapatkannya.”

Lim mengatakan sampai sekarang masih sangat sedikit yang mau membayar menggunakan kripto, meski telah cukup lama menerima pembayaran dengan kripto. Menurutnya, dengan pembayaran mata uang kripto hanya menghasilkan 1 persen dari total pesanan tingkat penerimaannya begitu rendah.

Ia menyebutkan sudah disimpan pemasukan itu dari dompet digital perusahaan di platform pembayaran yang digunakan untuk menerima cryptocurrency, yakni Coinbase Commerce. Untuk mencairkannya, dirinya juga mengaku tidak terlalu terburu-buru.

Continue Reading

Trending