Connect with us

CityView

Inilah 10 Provinsi Pemilik Harapan Hidup Tertinggi

Published

on

Yogyakarta
Yogyakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan survei angka harapan hidup (AHH) secara merata di seluruh provinsi. AHH merupakan statistik yang menggambarkan rata-rata lama waktu hidup seseorang dalam suatu populasi.

Semakin tinggi AHH, menunjukkan semakin baik derajat kesehatan serta kesejahteraan yang dimiliki masyarakat populasi tersebut. AHH merupakan salah satu indikator yang menentukan indeks pembangunan manusia.

Masing-masing provinsi di Indonesia memiliki AHH yang berbeda. Namun dalam kurun waktu 3 tahun ke belakang, angka harapan hidup masyarakat Indonesia baik laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Mengutip data dari BPS pada tahun 2020, rata-rata angka harapan hidup penduduk dari 34 provinsi di Indonesia ialah 71,52 tahun. Angka ini meningkat dibanding tahun 2019 yang sebesar 71,38 tahun.

Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebagai provinsi dengan AHH tertinggi di Indonesia baik untuk laki-laki maupun perempuan. Posisi ini tidak berubah dalam kurun waktu 1 dekade ke belakang sejak tahun 2010 hingga 2020.

Tingginya AHH DI Yogyakarta didukung oleh perbaikan kualitas kesehatan penduduk utamanya pada kalangan bayi, balita, serta wanita berusia subur. Tidak hanya itu, lansia pun juga mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah setempat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan kerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito untuk mewujudkan program penanganan lansia bertajuk Academy Health System. Program ini menyiapkan berbagai pelatihan seperti pelatihan layanan geriatric, pelatihan persiapan prapension, pendidikan tenaga caregiver, serta pelayanan penitipan lansia.

Kemudahan mengakses sarana prasarana kesehatan, peningkatan kualitas asupan gizi, serta berkurangnya angka warga yang sakit merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi serta meningkatkan angka harapan hidup penduduk DI Yogyakarta.

Nila Djuwita Farid Moeloek selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia terdahulu mengungkapkan gaya hidup dan budaya adalah 2 faktor yang memengaruhi tingginya angka harapan hidup penduduk DI Yogyakarta. Sikap tenang dan kalem menjadi faktor penunjang warga DI Yogyakarta memiliki umur panjang.

Prinsip nrimo ing pandum yang dipegang kukuh oleh warga DI Yogyakarta menanamkan 3 konstruk psikologis yakni penerimaan, kesabaran, dan kebersyukuran atas apa yang diberikan oleh kehidupan.

Sikap ikhlas menerima atas segala yang terjadi inilah yang mendorong terbentuknya kesejahteraan psikologis lebih tinggi pada manusia serta tingkat stres yang lebih rendah. Kesejahteraan psikologis yang lebih baik menunjang kesehatan serta umur yang lebih panjang.

Hasil survei yang dilakukan BPS pada tahun 2020 menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia memiliki AHH yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Secara umum AHH laki-laki di Indonesia yakni sebesar 69,59 tahun sedangkan AHH perempuan mencapai rata-rata 73,46 tahun.

Adapun untuk kategori laki-laki, warga DI Yogyakarta jadi yang paling panjang umur dengan AHH 73,22 tahun. Menyusul di posisi ke-2, Kalimantan Timur mencatatkan AHH 72,54 tahun.

Adapun Jawa Tengah berada di posisi ke-3 dengan 72,51 tahun. Bergeser sedikit, Jawa Barat meraih posisi ke-4 dengan 71,30 tahun. Lalu ibu kota Indonesia, DKI Jakarta menempati posisi ke-5 dengan angka 71,10 tahun.

Sementara itu, menilik data AHH pada kategori perempuan, DI Yogyakarta kembali memimpin dengan perolehan angka harapan hidup sebesar 76,83. Berbeda dengan kategori laki-laki, pada kategori perempuan Jawa Tengah berhasil merebut posisi ke-2 dengan 76,30 tahun. Sementara Kalimantan Timur menempati posisi ke-3 dengan AHH 76,21 tahun.

Keseluruhan data 10 provinsi dengan angka harapan hidup tertinggi pada kategori perempuan menunjukkan tidak ada yang menyentuh angka harapan hidup di bawah 70 tahun.

Data angka harapan hidup menjadi salah satu acuan untuk merancang program pembangunan kesehatan serta program sosial lainnya. Tujuannya tak lain ialah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan tentunya pula angka harapan hidup yang dimiliki pada masing-masing daerah di Indonesia baik itu untuk laki-laki maupun perempuan.

Provinsi dengan angka harapan hidup tertinggi:

  1. DI Yogyakarta: 5,02
  2. Jawa Tengah: 74,40
  3. Kalimantan Timur: 74,38
  4. Jawa Barat: 73,15
  5. DKI Jakarta: 72,95
  6. Kalimantan Utara: 72,54
  7. Bali: 72,16
  8. Sulawesi Utara: 71,74
  9. Riau: 71,65
  10. Jawa Timur: 71,34

CityView

Dijagokan Jadi Pemimpin IKN Nusantara, Ini Jawaban Ahok

Published

on

Basuki Tjahja Purnama
Basuki Tjahja Purnama

Basuki Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok menjawab isu dirinya menjadi kandidat kuat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ya, dalam beberapa kesempatan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokow), menyebut nama Ahok sebagai salah satu kandidat Kepala Otorita IKN Nusantara.

“Saya tidak ada tanggapan, itu hak prerogatif presiden,” ujar Ahok kepada wartawan.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Di sisi lain, mantan Kepala Bappenas, yang juga dijagokan sebagai Kepala Otorita IKN, mengungkapkan kabar pencalonan dirinya itu sudah berita tahun 2020. Jadi, sudah tidak relevan lagi hari ini.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi sudah mengantongi nama Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru. Luhut menyatakan Jokowi akan mengumumkannya secara langsung.

“Nanti akan diumumkan. Presiden sudah menunjuk, yang saya tahu begitu,” ungkap Luhut.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui rapat paripurna hari ini, Selasa (18/1/2022), mengesahkan Rancangan Undang-Undang IKN menjadi Undang-Undang. Ketua Pansus RUU IKN DPR, Ahmad Doli Kurnia, membacakan putusan tingkat I RUU IKN dan Ketua DPR, Puan Maharani, selaku pemimpin Rapat Paripurna DPR, meminta persetujuan anggota dewan yang hadir.

Continue Reading

CityView

Sri Mulyani: Pembangunan Nusantara Bakal Gunakan Sebagian Dana PEN 2022

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang. Untuk itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pembangunan IKN baru bakal menggunakan sebagian dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022.

Sri Mulyani menegaskan pembangunan IKN merupakan bagian dari program PEN. Sri Mulyani juga menyatakan bahwa Pemerintah hingga saat ini belum membagi secara rinci PEN 2022. Oleh karenanya, IKN akan dimasukkan menjadi salah satu program pemulihan ekonommi.

“Jadi ini akan kami desain baik untuk 2022, seperti diketahui 2022 paket pemulihan ekonomi Rp450 triliun masih belum dirinci seluruhnya. Jadi ini nanti mungkin bisa dimasukkan dalam bagian program PEN,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Meski demikian, Sri Mulyani belum menjelaskan secara terperinci mengenai berapa persen anggaran PEN 2022 yang disalurkan untuk pembangunan IKN. Sri Mulyani juga menegaskan penanganan Covid-19 tetap menjadi program terdepan pemerintah.

“Tentu dalam pemulihan ekonomi sama dengan dilakukan 2020 dan 2021 masih terdiri kelompok penanganan covid-19 paling penting,” jelas Sri Mulyani.

Menurut bendahara negara itu, penanganan covid-19 menjadi kunci agar ekonomi kembali pulih. Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam program PEN.

“Kami nanti bisa desain kebutuhan awal terutama pelaksanaan akses, infrastruktur bisa masuk dalam kategori penguatan pemulihan ekonomi dalam PEN 2022,” Sri Mulyani menutup.

Continue Reading

CityView

Luhut: Jokowi Sudah Kantongi Nama Pemimpin Ibu Kota Negara Baru, Nusantara

Published

on

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi sudah mengantongi nama Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru. Luhut menyatakan Jokowi akan mengumumkannya secara langsung.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui rapat paripurna hari ini, Selasa (18/1/2022), mengesahkan Rancangan Undang-Undang IKN menjadi Undang-Undang. Ketua Pansus RUU IKN DPR, Ahmad Doli Kurnia, membacakan putusan tingkat I RUU IKN dan Ketua DPR, Puan Maharani, selaku pemimpin Rapat Paripurna DPR, meminta persetujuan anggota dewan yang hadir.

Sebelumnya, satu di antara poin yang tertuang dalam rancangan regulasi tersebut adalah IKN bakal dipimpin oleh kepala otorita.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Beberapa poin yang disepakati dalam keputusan itu antara lain nama IKN baru ialah Nusantara. Nama Nusantara terpilih dengan menggugurkan 80 calon nama IKN baru lainnya Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Warnapura, Cakrawalapura, hingga Kartanegara.

Kemudian Pansus RUU IKN dan pemerintah juga telah menyepakati IKN baru berbentuk pemerintahan daerah khusus setingkat provinsi yang selanjutnya disebut otorita.

“Nanti akan diumumkan. Presiden sudah menunjuk, yang saya tahu begitu,” ungkap Luhut.

Sejauh ini, sejumlah nama digadang-gadang bakal jadi calon Pemimpin Nusantara. Salah satu nama yang mencuat adalah Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Nama tersebut tentu langsung menjadi perbincangan masyakarakat.

Apalagi, Presiden Jokowi sendiri sudah mengonfirmasi jika Ahok masuk ke dalam kandidat pemimpin ibu kota negara di Kalimantan Timur. Walau begitu, tetap dibutuhkan payung hukum untuk menunjuk Ahok sebagai pemimpin Nusantara.

Continue Reading

Trending