Connect with us

Properti

Ini Keuntungan KPR Rumah Pakai Skema BP2BT

Published

on

Skema BP2BT
Skema BP2BT

Pengembang didorong untuk mengarahkan konsumen menggunakan KPR subsidi dengan skema BP2BT seiring telah habisnya skema FLPP bulan Oktober lalu.

Skema BP2BT yang disalurkann Bank BTN memberikan subsidi di muka mencapai Rp40 juta sehingga outstanding kreditnya lebih kecil dan cicilannya bisa lebih ringan.

Bank BTN sebagai bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan masyarakat kembali menggelar akad kredit masal rumah subsidi dengan skema KPR subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Ada sebanyak 2.150 unit rumah yang diakadkan untuk mengejar target penyaluran KPR BP2BT hingga 11 ribu unit pada tahun ini.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar, Bank BTN terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penyaluran KPR khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi fokus pembiayaan Bank BTN selama ini.

“Akad KPR masal sebanyak 2.000-an unit rumah subsidi ini masih dalam rangkaian hari ulang tahun KPR yang ke-45 tahun yang akan dirayakan pada tanggal 10 Desember nanti. Akad kredit masal sebanyak 2.150 unit ini dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan akhir pekan lalu dan sebelumnya kami juga telah menyalurkan sebanyak 4.000 unit rumah subsidi,” ujarnya.

Dengan acara akad kredit masal ini Bank BTN telah menyalurkan hampir 7.000 unit khusus dengan skema BP2BT. Sisa waktu 1,5 bulan pada tahun ini akan terus digenjot untuk menyalurkan sebanyak 11 ribu unit rumah subsidi.

Hal ini sebagai salah satu dukungan Bank BTN terhadap program sejuta rumah dan karena itu Bank BTN juga mendorong kalangan pengembang untuk terus memperbanyak suplai produk rumahnya.

KPR subsidi dengan skema BP2BT ini juga bisa menjadi solusi dan alternatif pembiayaan rumah subsidi setelah skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun ini sudah habis sejak bulan Oktober lalu. Masyarakat segmen MBR masih bisa mengakses pembiayaan KPR subsidi dengan skema BP2BT ini.

Karena itu Hirwandi juga berharap tidak ada perbedaan antara dua skema suubsidi ini dan pengembang bisa mengarahkan konsumennya untuk segera mengakses skema BP2BT. Bank BTN juga memberikan dana talangan untuk uang muka dengan skema BP2BT ini sehingga ini bisa memudahkan cashflow pengembang.

Bank BTN memungkinkan untuk memberikan dana talangan hingga Rp40 juta per nasabah yang dilakukan di muka. Dengan begitu pengembang tidak perlu menunggu pencairan dari pemerintah yang membutuhkan proses waktu untuk assessment-nya. Masyarakat juga dimudahkan karena angsuran KPR BP2BT ini bisa sama dengan angsuran skema FLPP.

“Konsumen bisa mendapatkan berbagai kemudahan dengan skema BP2BT ini karena rumah seharga Rp150 juta bisa dibeli hanya Rp110 juta dengan adanya subsidi yang mencapai Rp40 juta. Cicilannya juga ringan karena dari outstanding yang nilainya rendah bahkan bisa sama dengan cicilan skema FLPP,” jelas Hirwandi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Properti

Jadi Sasaran Pengembang Segmen Rumah Menengah, Banten Siap Naik Kelas

Published

on

Grand Almas Residence

Pengembang terus meluncurkan produk baru seiring terus meningkatnya permintaan untuk rumah tapak. Dwijaya Karya Group menghadirkan rumah untuk segmen menengah di lokasi yang tadinya banyak dikembangkan rumah bersubsidi karena kawasannya yang terus berkembang.

Proyek baru terus diluncurkan perusahaan developer menjelang berakhirnya tahun 2021 ini. PT Karya Cipta Papan (Dwijaya Karya Group) meluncurkan proyek barunya yaitu Grand Almas Residence yang berlokasi di Jalan Raya Tigaraksa, Cicoka, Tigaraksa, Tangerang, Banten, dengan rumah seharga Rp300 jutaan.

Menurut Direktur Dwijaya Karya Group Eric Widjaja, perumahan ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan produk hunian masyarakat yang terus meningkat khususnya di wilayah Tangerang. Situasi pandemi Covid-19 tidak membuat permintaan hunian menurun karena merupakan kebutuhan dasar.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Peluncuran perumahan ini juga tidak terlepas dari perkembangan kawasan Tigaraksa yang 10 tahun lalu menjadi salah satu lokasi untuk pengembangan rumah subsidi. Saat ini rumah-rumah komersial makin banyak ditawarkan karena harga lahan yang terus meningkat dan kawasannya yang makin berkembang sehingga kebutuhan untuk hunian kelas menengah juga terus meningkat,” ujarnya.

Situasi ini tentunya menjadi opportunity bagi perusahaan developer untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan menghadirkan perumahan modern namun tetap dengan harga yang terjangkau. Terlebih kawasan Tigaraksa merupakan wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang dan lokasi Grand Almas Residence berjarak kurang dari 5 km ke pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Untuk itu Grand Almas Residence menawarkan rumah seharga Rp300 jutaan hingga Rp600 jutaan yang pasarnya terus membesar. Saat ini juga sudah disediakan produk contoh (show unit) untuk masyarakat melihat desain maupun kualitas material unit rumah sekaligus kawasan perumahannya.

GM Sales & Marketing Dwijaya Karya Group Suwandi menambahkan, harga jual yang terjangkau menjadi salah satu poin keunggulan produk ini namun dengan menghadirkan produk hunian yang memberikan fasilitas lengkap untuk menjadi nilai tambah bagi seluruh penghuninya.

“Kami menghadirkan fasilitas lengkap dengan gerbang perumahan megah dan konsep one gate system yang cocok untuk kalangan pekerja. Utilitas seperti saluran listrik juga dibuat di bawah tanah (underground) sehingga kawasannya lebih rapi dengan fasilitas club house yang memiliki kolam renang, fitness centeryoga terrace, ruang serba guna, taman, jogging track, dan sebagainya,” katanya.

Untuk tahap pertama ini Grand Almas Residence menawarkan 82 unit rumah dengan tipe 37/60 hingga yang terbesar 73/84 (2 lantai). Respon yang baik ditunjukan dengan langsung terjual sebanyak 50 persen sehingga seluruh unit yang ditawarkan tahap pertama ini ditargetkan bisa habis terjual (sold out) pada akhir tahun ini.

Ditawarkan juga berbagai kemudahan seperti uang muka ringan mulai 10 persen yang bisa dicicil 10 kali. Konsumen juga akan mendapatkan banyak bonus seperti gratis kanopi, AC, hingga smart lock, dan sebagainya.

Continue Reading

Properti

Rumah Tapak Jadi Primadona di Bogor, Pengembang Raup Banyak Cuan

Published

on

Adhi City Sentul, Bogor
Adhi City Sentul, Bogor

Rumah tapak menjadi produk properti yang sangat diminati saat pandemi Covid-19. Pengembang ADCP membukukan penjualan 80 persen dari ratusan unit yang dipasarkan untuk klaster perumahan pertamanya di proyek TOD Adhi City Sentul, Bogor.

Capaian bisnis yang baik terus ditunjukan perusahaan pengembang dengan terus meningkatnya kinerja pernjualan perusahaan. PT Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang belasan proyek LRT City Jabodetabek yang merupakan anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk, meraih kesuksesan untuk penjualan rumah tapak di Adhi City Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Hingga saat ini, klaster pertama proyek mixed use seluas 120 hektar ini yaitu Bhumi Anvaya (352 unit), mencatatkan penjualan hingga 80 persen hingga bulan November 2021. Kesuksesan penjualan ini bersamaan dengan dibukanya rumah contoh (show unit) dua lantai tipe 50/60 dengan full interior dan dilengkapi multifunctional room.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Hingga saat ini seluruh proyek ADCP masih terus berproses sesuai dengan target dan untuk Adhi City Sentul ini kami terus kebut pekerjaan finishing untuk klaster pertama di Bhumi Anvaya ini. Hal ini merupakan komitmen kami terhadap pengembangan proyek yang bisa dilihat oleh masyarakat khususnya konsumen,” ujar Rizkan Firman, Direktur Utama ADCP.

Pembangunan yang terus dikerjakan sesuai target juga dijadikan fokus utama ADCP untuk terus meningkatkan kepercayaan konsumen khususnya saat situasi pandemi Covid-19. Rizkan juga menyampaikan optimismenya dengan pengembanagn township development di Adhi City Sentul yang akan mencakup rumah tapak, pusat bisnis, fasilitas komersial, dan lainnya dengan kawasan yang terkoneksi transportasi publik (TOD).

Project Director Adhi City Sentul Nanang Safrudin Salim menambahkan, penjualan unit rumah tapak di Adhi City Sentul terus meningkat dan tidak terpengaruh dengan situasi pandemi yang menunjukan kebutuhan masyarakat yang besar akan produk hunian khususnya di wilayah Bogor.

“Saat ini stok unit rumah tapak kami makin menipis dan kami yakin respon yang baik ini akan terus meningkat terlebih dengan progres pembangunan proyek transportasi masal LRT yang juga terus berjalan. Ke depan unit yang kami pasarkan tentunya akan terus meningkat value-nya seiring Stasiun LRT yang nantinya akan beroperasi,” katanya.

Untuk kemudahan masyarakat, ADCP masih memiliki program promo bertajuk Endjoy Sale yang memberikan banyak kemudahan pembelian. Diantaranya, program subsidi uang muka, free biaya-biaya seperti administrasi, KPR, provisi, hingga hadiah langsung berupa cashback senilai Rp15 juta dan gratis liburan untuk pasangan ke Bali.

Adhi City Sentul dikembangkan dengan mengombinasikan konsep natural living dan mixed use development yang menghadirkan klaster rumah tapak dan low-rise vertical. Kawasannya juga dirancang untuk menjadi pusat bisnis dan finansial, fasilitas sosial, leisure, dan lainnya dengan konsep alam serta infrastruktur transportasii masal LRT yang akan beroperasi Agustus 2022.

Adhi City Sentul berlokasi di mulut tol Sirkuit Sentul (tol Jagorawi). Fasilitas di dalam kawasannya antara lain club house, sport pavilion, organic walkways, co-hub, Adhi City Plaza, Adhi City Great Mosque, dan sebagainya yang akan membuat penguin bisa memenuhi seluruh kebutuhan sehari-hari maupun lifestyle di dalam kawasan.

Continue Reading

Properti

Ini 6 Tips Jitu Memilih Rumah Subsidi yang Bagus

Published

on

rumah subsidi
rumah subsidi

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi, terutama bagi mereka yang telah dan akan berkeluarga. Namun nyatanya, harga rumah terus meningkat setiap tahun.

Kebutuhan akan rumah pun jadi kian sulit untuk dipenuhi. Untuk itu, pemerintah pun menyediakan bantuan pembiayaan rumah yang disebut dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau. Pembeli bisa mendapatkan rumah subsidi tersebut dengan skema KPR melalui bank dengan skema kredit baik secara konvensional maupun dengan skema syariah. Demikian dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Bunga kredit yang ditawarkan untuk KPR rumah subsidi juga flat karena mendapatkan subsidi dari pemerintah melalui Kementerian PUPR.

Pemerintah menyediakan rumah subsidi pada Tahun Anggaran 2021 melalui empat program bantuan pembiayaan rumah, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) atau KPR bersubsidi, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Lantas yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara kita memilih rumah subsidi yang bagus? Berikut MyCity akan memberikan tips-tipsnya.

Pilih rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor

Pilih lah lokasi rumah yang tidak terlalu jauh dari tempat bekerja, hal ini sangat penting, karena jangan sampai Anda harus mengeluarkan biaya besar untuk ongkos pergi kekantor atapun stress karena keletihan.

Lihat track record pengembang

Saat ini banyak sekali pengembang yang memproduksi rumah subsidi, pastikan bahwa pengembang tersebut memang memiliki pengalaman yang baik membangun rumah. Tanyakan kepada pengembang kapan rumah yang sudah dibeli akan selesai dibangun. Biasanya pembuatan rumah subsidi cukup cepat tidak sampai satu tahun.

Periksa kondisi air

Saat selesai dibangun, biasanya rumah subsidi tidak langsung dipasang jaringan listrik ataupun air, untuk itu pastikan kepada pihak pengembang agar segera memasangkan aliran air dan listrik, jangan sampai setelah ditinggali Anda akan bingung untuk mencari air.

Pastikan kualitas bangunan baik

Pastikan rumah memiliki kualitas material yang baik, bagi mereka yang membeli rumah subsidi dengan cara inden, sebaiknya harus sering datang ke lokasi dibangun rumah. Di sana Anda bisa memantau langsung proses dibangunnya rumah dan melihat secara langsung apakah bahan material yang digunakan sudah sesuai dengan yang dijanjikan oleh pengembang.

Periksa septic tank

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah urusan sanitasi, pastikan septic tank dibuat dengan ukuran yang selayaknya yakni minimal 1,5 meter ke bangunan.Sementara jarak dari septic tank ke sumur pompa air bersih minimal 10 meter.

Pilih rumah jauh dari banjir

Pilihlah rumah subsidi yang jauh dari lokasi rawan banjir, karena kendati dibeli dengan harga yang terjangkau, pasti Anda tidak mau setiap musim hujan harus kerja bakti membersihkan rumah bukan? Selain itu, guna memudahkan aktifitas Anda sebaiknya pilihlah lokasi rumah yang dapat dilalui oleh alat transportasi umum.

Continue Reading

Trending