Connect with us

CityView

Ini Dia 5 Jalur Kereta Api Terpanjang di Indonesia

Published

on

jalur kereta api terpanjang di Indonesia
jalur kereta api terpanjang di Indonesia

Kereta api saat ini menjadi salah satu transportasi yang populer di Indonesia. Moda transportasi ini banyak diminati masyarakat karena mampu menjangkau jarak jauh dengan harga relatif murah.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), panjang rel kereta api di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak 2016-2021. Pada 2016, panjang rel kereta api di dalam negeri 5.380 kilometer (km), kemudian meningkat menjadi 6.497 km pada 2021.

Kabar baiknya, tahun ini pemerintah merencanakan untuk menambah 9 jalur rel kereta api baru. Sembilan jalur tersebut membentang dari Lhoksumawe-Bireun yang berada di ujung Pulau Sumatra hingga lintas Makassar-Parepare yang ada di Pulau Sulawesi.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Sebagian lintasan sedang dalam proses pembangunan. Jika semuanya sudah selesai, maka jalur kereta api Indonesia akan semakin panjang.

MyCity telah merangkum lima rute kereta api terpanjang di Indonesia.

KA Krakatau (945 km)

Kereta Api (KA) Krakatau tercatat memiliki jalur tempuh terpanjang yakni 945 km, dimulai dari Stasiun Blitar dan berakhir di Stasiun Merak. Kereta dengan 11 rangkaian gerbong ini melewati semua provinsi yang ada di Pulau Jawa, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur melalui jalur selatan.

Diresmikan pada 24 Juli 2013, Krakatau merupakan kereta api kelas Ekonomi AC dan memiliki 32 titik pemberhentian untuk menaik-turunkan penumpang.

KA Gajayana (907 km)

KA Gajayana (907 km)
KA Gajayana (907 km)

Gajayana merupakan kereta api kelas eksekutif yang melayani rute terpanjang dari Stasiun Kota Baru Malang-Stasiun Gambir Jakarta sejauh 907 km. Jarak itu ditempuh dalam waktu 14.5 hingga 15.5 jam dengan kecepatan 70-120 km/jam.

Kereta eksekutif yang ditarik oleh Lokomotif CC206 dan menempuh perjalanan jalur selatan ini disebut-sebut sebagai salah satu kereta api termewah.

Fasilitas yang disediakan KA Gajayana antara lain AC, TV, Toilet, kursi berlapis kulit dengan fitur ubah posisi rebahan hingga 140 derajat dan posisi putar 180 derajat, stopkontak, meja lipat, lampu baca, pijakan kaki, hingga selimut serta bantal. Tidak hanya itu, kereta ini juga dilengkapi dengan layar plus port headset dan USB. Penumpang juga bisa menikmati siaran tv, film, dan musik.

KA Bima (907 km)

KA Bima (907 km)

Posisi selanjutnya diis KA Bima yang menempuh jarak yang sama dengan KA Gajayana yakni 907 km. Rute KA Bima ditempuh dari Stasiun Gambir (Jakarta) hingga Stasiun Kotabaru (Malang). KA eksekutif ini menempuh waktu 15,5 jam untuk sampai tujuan dengan menyinggahi kurang lebih 13 stasiun.

KA Bima menjadi yang tertua dan bersejarah di antara daftar ini. Pada tanggal 1 Juni 1967 lah KA Bima resmi beroperasi dan menjadi kereta pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi pendingin ruangan.

Rangkaian KA Bima saat itu adalah gerbong tidur atau sleeper train kelas satu dan kelas dua, gerbong pembangkit, gerbong makan, serta bagasi. Untuk tempat tidur kelas satu bahkan disediakan westafel cuci tangan lipat, tempat meyimpan botol air minum, gelas, dan lemari pakaian.

KA Matarmaja (881 KM)

KA Matarmaja (881 KM)
KA Matarmaja (881 KM)

Kereta ini melayani rute Stasiun Kota Baru Malang-Pasar Senen Jakarta sejauh 881 km. Nama Matarmaja diambil dari nama-nama kota yang dilalui kereta, yakni Malang, Blitar, Madiun, Jakarta.

Untuk menuntaskan perjalanannya, kereta kelas Ekonomi AC ini membutuhkan waktu 15-16 jam

Kereta yang mulai beroperasi pada tahun 1984 ini dulunya adalah dua kereta yang berbeda. Dua kereta tersebut adalah KA Maja yang melayani Madiun-Jakarta dari Yogyakarta dan KA Tatar melayani rute Madiun ke Blitar. Begitu sampai di Madiun, KA Tatar akan disambung dengan KA Maja dan melanjutkan menuju Jakarta.

Pada tahun 1983, rute kedua kereta ditambah hingga Malang. Sejak saat itu, namanya menjadi Matarmaja. KA Matarmaja beroperasi dengan Lokomotif CC201 atau CC203. Pada tahun 2012, nama KA Matarmaja semakin menggaung ketika film 5 CM menggunakan kereta ini sebagai salah satu lokasi syutingnya.

KA Gaya Baru Malam Selatan (825 km)

KA Gaya Baru Malam Selatan (825 km)
KA Gaya Baru Malam Selatan (825 km)

Urutan kelima ada KA Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) yang menempuh jarak 825 kilometer. Kereta ini melayani kelas Ekonomi Plus PSO dan eksekutif antara Stasiun Pasar Senen (Jakarta) dengan Stasiun Gubeng (Surabaya) selama 14 jam. Di mana terdapat kurang lebih 25 stasiun yang disinggahi.

Kereta yang ditarik oleh Lokomotif CC201 ini memiliki fasilitas yang cukup mempuni, mulai dari AC, toilet, TB, tempat duduk berbahan kulit, colokan listrik di setiap 4 nomor tempat duduk, dan layanan makanan berbayar.

CityView

Mengenal Lebih Dalam Perkampungan Masyarakat Arab di Pekojan Jakarta Barat

Published

on

kampung arab pekojan

Masyarakat Arab cukup banyak yang tinggal dan menetap di Nusantara. Orang-orang Arab menetap di kampung-kampung yang diberikan dari sebuah dampak terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Kolonial Belanda.

Kebijakan wijkenstelsel memberikan aturan yang menciptakan pemukiman orang-orang Arab di sejumlah kota pada masa Hindia Belanda. Mereka tidak diperbolehkan untuk tinggal disembarang tempat pada masa tersebut. Dengan begitu, orang-orang Arab tidak bisa melakukan perjalanan jauh tanpa ada surat jalan dari pemerintah Kolonial.

Orang-orang Arab yang bermukim di kampung tersebut dinamakan sebuah kampung Pekojan. Hingga saat ini, kampung Pekojan menjadi kampung yang dihuni oleh orang-orang yang berketurunan Arab.

Kebanyakan orang-orang Arab dari Hadramaut di Indonesia yang tinggal di kampung Pekojan memiliki hubungan keturunan dengan nenek moyang yang berhasil sampai ke negeri tersebut. Istilah ‘nenek moyang’ tidak dipilih secara sembarangan.

Pertama, sebagian besar orang-orang Arab Hadramaut yang bermigrasi adalah laki-laki bujangan atau laki-laki yang meninggalkan keluarga mereka di Hadramaut dan menikah dengan penduduk setempat di negara tuan rumah mereka.

Kedua, kesamaan dengan sebagian besar masyarakat Timur Tengah, silsilah terutama dilacak melalui laki-laki. Oleh karena itu, keturunan seorang pria Hadramaut dan seorang wanita lokal Indonesia dapat dianggap sebagai Hadrami.

Menurut Frode F.Jacobsen dalam buku Hadrami Arab In Present-Day Indonesia, Di Indonesia dengan komunitas Arab yang cukup besar dan organisasi-organisasi Arab Hadramaut yang sangat berkembang, identifikasi yang dapat dilihat dengan masyarakat di tuan rumah sebenarnya sudah biasa di Hadramaut selama beberapa abad terakhir, berbeda dengan masyarakat Hadramaut yang tersebar di wilayah Hydrabad, India dan Sudan.

Eksistensi keberadaan masyarakat Arab di Indonesia telah membentuk komunitas Arab-Hadrami dari peranakan Arab Yaman mulai bermukim dan menempati wilayah-wilayah di Jawa terutama di Jakarta. Di Jakarta terdapat sebuah kampung Arab yaitu Kampung Pekojan.

Masyarakat Arab bermukim di kampung Pekojan yang selalu menghadirkan nuansa-nuansa keAraban dalam bentuk hubungan sosial, aktivitasnya bahkan hingga ke arsitekturnya.

Pada abad ke-18 dan hingga sampai saat ini kampung Pekojan masih ramai dan hidup berdampingan dengan penduduk Pribumi.

Awal mula Pekojan terdapat imigran-imigran dari India yang menetap di wilayah tersebut. Nama Pekojan berasal dari kata ‘Koja’ yang merupakan sebuah sebutan yang cukup popoler di kala itu menemui orang-orang India disana.

Tetapi karena kebijakan Pemerintahan Kolonial, akhirnya keturunan Arab yang menjadi mayoritas di Pekojan dan menggantikan orang-orang India yang dulu tinggal di Pekojan.

Baca Juga:

  1. Kedatangan Arab Hadhrami di Nusantara
  2. Masjid Sunan Ampel Surabaya, Wujud Perpaduan Islam dan Jawa
  3. Kampung Arab Al-Munawar, Kampung Arab-Palembang yang Tak Kalah dengan Surabaya

Kampung Pekojan adalah suatu kampung dengan hubungan sosial diantara pedagang Gujarat dengan masyarakat Indonesia yang memunculkan sebuah perkampungan yang disebut Pekojan.

Hingga saat ini, beberapa kota besar di Indonesia terdapat kampung Pekojan. Pekojan yang diartikan sebagai pendagang Gujarat. Sebagian dari pendagang tersebut menikah dengan wanita Indonesia dari putri-putri raja hingga bangsawan.

Oleh karena itu, banyak dari keluarga raja atau bangsawan yang masuk Islam dan kemudian diikuti oleh rakyatnya. Pada abad ke-18, Pekojan menjadi salah satu kawasan atau tempat tingga khusus bagi komunitas Arab dari keturunan India maupun keturunan Arab yang beragama Islam.

Dalam sistem yang dilakukan Pemerintahan Kolonial Belanda pada saat itu, memisahkan setiap orang berdasarkan suku dan etnis serta agama tertentu dengan membentuk kelompok pada saat itu.

Selain ingin lebih mudah mengatur suatu kawasan/wilayah dan untuk lebih mudah pula untuk dapat mendata jumlah penduduk baik yang sudah lama menetap ataupun pendatang yang baru di kawasan tersebut, maka dibentuklah kawasan-kawasan tersebut. Salah satunya kampung Pekojan sebagai kampung Arab di Batavia.

Alwi Shahab dalam Maria Van Engels: Menantu Habib Kwitang, Di Pekojan inilah Belanda memberlakukan sistem passen stelsel. Mereka yang tinggal di kawasan Pekojan bila hendak pergih ke daerah harus terlebih dahulu mendapatkan surat jalan dari Kapiten Arab di wilayah Pekojan.

Kampung Arab Pekojan masuk ke dalam bagian dari Distrik Penjagalan. Pada masa pemerintahan Belanda kelurahan Penjagalan berada di bawah Penjaringan Wijk, Onderdistn’ct Penjaringan dan District Batavia yang pada masa itu masih disebut Kampung Penjagalan.

Pada masa pendudukan Jepang, Kampung Penjagalan masuk Penjaringan Son, Kawedanan Jakarta Kota. Setelah Kemerdekaan sampai tahun 1967 Kampung Penjagalan masuk wilayah Kelurahan Penjagalan. Kec. Penjaringan, Jakarta Utara.

Tetapi, pemekaran kota, pada tahun 1967, wilayah Kelurahan Penjagalan dipecah menjad 2, yaitu sebagian masuk kedalam wilayah Kelurahan Pekojan, Kec. Tambora, dan Sebagian masuk wilayah Penjagalan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Selama ini Arab berbagi tempat dengan Muslim asing lainnya. Di Batavia, tempat tinggal orang-orang Arab ini disebut Pekojan, setelah Koja atau Moor yang melebihi jumlah minoritas Muslim lainnya sampai pada awal abad ke-19.

Namun, setelah 1880, jumlah imigran Arab secara bertahap meningkat dan Pekojan akhirnya menjadi seperempat Arab. Pertumbuhan konstan komunitas Arab di Hindia terlihat dari pendirian tempat baru, penciptaan pangkat Jurumudi (wijkmeester), dan pengangkatan dan gaji pejabat seperempat.

Pada tahun 1873, Hindia Belanda memiliki 35 perempat untuk “Orang Asing Orang Asing Lain”, di antaranya orang Arab menjadi kelompok terbesar, 23 di Jawa dan 12 di Kepulauan Quter. Di hampir semua kota, perdagangan menjadi cukup penting bagi kawasan yang didirikan oleh orang-orang Arab.

Dan hingga abad ke-20, sebagian besar orang-orang Arab di Jakarta tinggal di kampung Pekojan dan seperempat orang-orang Moor, antara Ammanusgracht (sekarang jalan Bandengan Selatan) dan Bacherachtsgracht (sekarang jalan Pekojan).

Aktivitas Perdagangan dan Keagamaan Masyarakat Arab di Pekojan

Perdagangan menjadi salah satu upaya untuk membangun perekonomian masyarakat yang cendrung dalam kemerosotan.

Menurut pendapat Adam Smith terkait perdagangan, bahwa masyarakat terbelakang ditandai dengan mata pencarian berburu, sedangkan masyarakat di daerah maju ditandai dengan mata pencarian berdagang.

Pada periode masa-masa awal perdagangan dikuasai oleh masyarakat Arab yang disebut dengan masyarakat pemimpin. Keberhasilan yang dilakukan oleh pendagang-pendagang Arab terhadap negara-negara perdagangan ialah menciptakan perdagangan dengan metode keramahan dan kemuliaan hati.

Dengan keberhasilan tersebut masyarakat Arab dapat diterima dengan baik secara suka rela oleh kalangan pendagang di seluruh dunia.

Tepatnya Smith menulis: “Ketika mereka memasuki kota, mereka mengundang orang-orang dijalan, baik kaya maupun yang miskin untuk makan bersama dengan duduk bersila. Mereka memulai makan dengan mengucapkan bismillah dan mengakhirinya dengan ucapan hamdallah”.

Adapun dilihat dari aktivitas Perdagangan yang dilakukan oleh orangorang yang berketurunan Arab, cukup memiliki kontribusi besar dalam menjalin hubungan erat dengan pendagang-pendagang Cina, Betawi, Jawa, Batak dan lainnya.

Dalam hal ini cukup banyak toko-toko milik orang Arab di Batavia, sekitar tahun 1920. Barang yang mereka jual seperti terlihat di Tanah Abang seperti minyak wangi, madu, korma dan ma’jun. di depan sekali tampak hoga yang kala itu banyak juga terdapat di kediaman etnis Arab.

Para pendagang ini menggunakan jubah dan sorban serta peci putih. Orang Arab banyak berdatangan ke Nusantara terutama pada abad ke-19.

Mereka diharuskan untuk tinggal di perkampungan Arab, Pekojan dan Krukut, karena Belanda juga mengenakan passen stelsel terhadap mereka.

Bila mereka ingin berpergian ke daerah lain seperti Jatinegara, mereka diharuskan untuk menyiapkan surat jalan.

Kedatangan para imigran Arab dari Hadramaut ke Nusantara ini, selain untuk berdagang, mereka juga melakukan kegiatan keagamaan.

Dalam kegiatan keagamaan, terdapat masjid yang cukup terkenal disana yaitu masjid An-Nawier.

Pengaruh dari Masjid An-Nawier yang namanya berarti cahaya ada di Jalan Pekojan, Jakarta Barat, dan ditugaskan oleh seorang keturunan Nabi Muhammad melalui Fatimah putrinya yaitu Abdullah bin Hussein Alaydrus.

Sayyid Abdullah membangun masjid An-Nawier pada tahun 1760. Masjid ini juga menjadi salah satu pusat kampung Arab Pekojan dari segi keagamaan.

Masjid yang jauh dari jalan besar dengan keramaiannya menjadi ketertarikan tersendiri terhadap masyarakat Arab Pekojan maupun penduduk lokal disana untuk beribadah di masjid tersebut.

Dengan kata lain aktivitas keagamaan menjadikan unsur Islamiyah yang dipraktikkan oleh rakyat masyarakat Pekojan.

Maka dari itu, manfaat dari masjid tersebut bagi masyarakat di Pekojan maupun di luar Pekojan secara langsung juga ikut dalam aktivitas keutamaan shalat lima waktu, serta shalat jum’at dan doa khusus pada waktu akhir yang pada umumnya diajarkan didalam agama Islam. 

Serta kegiatan keagamaan juga disampaikan oleh ulama-ulama yang ada di Pekojan maupun dari luar Pekojan dengan memberikan pidato dan khutbahnya.

Pada abad ke-20 migrasi orang-orang Arab dari Hadramaut ke Nusantara mulai cukup banyak dan menempati beberapa daerah-daerah yang sudah di tetapkan oleh Pemerintahan Kolonial Belanda.

Tidak heran jika di Pekojan, Krukut, Tanah Abang, Kwitang dan baru-baru ini wilayah Condet menjadi sentral perekonomian orang-orang berketurunan Arab yang senantiasa menjajakan dagangan mereka di depan toko-toko mereka. Kesukaaan mereka adalah makan daging kambing, juga memasok kebutuhan makanan seperti daging kambing.

Continue Reading

CityView

Meraih Kemerdekaan dan Kedigdayaan: Amerika Serikat Melompat Jauh Ke depan

Published

on

ilustrasi patung liberty

Amerika tidak akan pernah dihancurkan dari luar. Jika kita goyah dan kehilangan kebebasan kita, maka kita menghancurkan diri kita sendiri”, – Abraham Lincoln

Kini raksasa dunia kian melonglong. Negara Adidaya Amerika Serikat menerima tantangan dari raksasa lain, dari benua yang kaya akan mitos, sejarah dan budaya. China meraung dan memamerkan taringnya dalam unjuk gigi perang dagang.

Negara China mengobarkan semangat mengembalikan kejayaan perdagangan yang telah terkubur berabad-abad silam.

Sementara Amerika Serikat ‘memaksakan diri’ untuk melanjutkan posisi sentralnya sebagai negara penguasa perekonomian global. Sayangnya, artikel ini hanya mengupas sejarah Amerika Serikat merangkak menuju digdaya.

Semua bermula pasca Deklarasi Kemerdekaan, bangsa Amerika telah memperoleh kemerdekaan pada 4 Juni 1776. Founding Father Amerika bukan saja mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, melainkan juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia.

Seiring sejalan, negara Amerika senantiasa berusaha meningkatkan kemakmuran rakyatnya melalui upaya diplomatik, yang di kemudian hari menjelma menjadi imperium raksasa, bahkan mempengaruhi segala penjuru bangsa di berbagai belahan dunia.

Demi mematahkan kepentingan Inggris, negara baru Amerika mengoptimalkan kinerja diplomatik dan mengadakan penetrasi militer terhadap pelabuhan dagang yang berada dalam kekuasaan Inggris (pelabuhan dagang West Indies).

Pemerintah negara baru Amerika menjalin relasi dengan para pedagang, terutama yang berkebangsaan Amerika, sehingga Inggris tersudutkan dan terpaksa membuka pelabuhan lainnya di daerah koloninya.

Langkah sukses berupaya dipertahankan, bahkan negara baru tersebut terus-menerus menggerogoti imperium Inggris di benua Amerika.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Ambang Kehancuran Meksiko
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Bangsa Amerika menyakini revolusi ini merupakan tonggak awal untuk mengakhiri kolonialisme Eropa sekaligus pertanda kebangkitan imperium raksasa yang akan menguasai daratan dan lautan.

Relatif cukup lama, bangsa Amerika menyusun pilar-pilar imperium kontinental, terlebih mengembangkan perdagangan yang mengusung perekonomian pasar ekspansif dengan target seluruh penjuru dunia, guna menggantikan posisi dan peran bangsa Eropa (Portugal pada abad ke-16; Belanda pada abad ke-17; Inggris pada abad ke-18).

Akhir abad ke-20, bangsa Amerika boleh bangga atas prestasinya yang mempengaruhi bangsa-bangsa di dunia, baik dari segi politik, ekonomi, militer maupun budaya.

Semenjak perang dingin (cold-war) usai, Uni Soviet tumbang, dan Amerika Serikat terangkat menuju podium tertinggi panggung dunia.

Kemajuan Amerika Serikat dapat dilacak, berawal dari penetapan kebijakan luar negeri guna melakukan ekspansi agresif ke beberapa wilayah disekitarnya.

Dengan menjunjung nilai-nilai kebebasan individu, Amerika Serikat menunjukkan sikap dan ketegasannya dalam kebijakan politik luar negerinya.

Setiap ekspansi militer mengusung kepentingan perekonomian Amerika, karena prinsipnya tak jauh beda dengan kolonialisme Eropa, yang membonceng perusahaan dibalik tank dan ribuan serdadu bersenjata.

Tahun 1776, Amerika Serikat sudah terdiri dari 13 negara bagian yang harus menghadapi negara-negara imperalis Eropa, seperti Inggris, Perancis dan Spanyol.

Oleh karena itu, menurut David F. Burg dalam The America Revolution, Amerika Serikat berperan aktif mengupayakan cara diplomasi untuk menjaga dan memperluas wilayah teritorialnya. Ekspansi militer pun berlangsung sporadis sejak zaman koloni.

Para pionir Amerika menjelajah ke arah barat untuk membuka lahan-lahan baru sampai ke pegunungan Appalachian.

Setelah mendapatkan wilayah Lousina, Amerika Serikat masih dihadapkan dengan ancaman dari Inggris yang masih menguasai wilayah Canada.

John Soule dalam Garis Besar Sejarah America melanjutkan, terpikat oleh tanah yang subur yang belum pernah dijumpai, mendorong para perintis berdatangan ke pegunungan Appalachian dan daerah disekitarnya.

Hingga pada 1790, penduduk daerah lintas pegunungan Appalanchian berkembang mencapai angka 120.000 jiwa.

Keadaan Negara terus berkembang mantab, disusul migrasi dari Eropa meningkat. Penduduk Amerika pun mulai pindah kearah barat.

Penduduk New England dan Pennsylvania beranjak ke Ohio, sedangkan orang-orang Virginia dan Carolina masuk ke Kentucky dan Tennessee.

Lahan pertanian yang bagus bisa dimiliki dengan harga murah, tenaga kerja sangat dibutuhkan.

Faktor yang paling utama adalah meningkatnya perkembangan industri kapas yang sangat besar di wilayah selatan yang terdorong oleh pengenalan jenis-jenis baru teknologi pembangunan.

Perang tahun 1812, dalam batas tertentu merupakan perang kemerdekaan kedua, karena sebelumnya Amerika Serikat masih dianggap setara dengan rumpun bangsa terjajah lainnya.

Dengan diakuinya negara baru Amerika, banyak kesulitan serius yang menerjangnya. Persatuan nasional di bawah konstitusi membawa keseimbangan antara kemerdekaaan dan ketertiban.

Utang nasional yang rendah dan tanah yang luas menunggu untuk diolah menjadi modal utama yang diharapkan dapat menunjang kemakmuran dan kemajuan negara baru tersebut.

Melalui semangat itulah kemudian Amerika berkeinginan menyalurkan hasratnya dengan mengadakan ekspansi dan politk luar negerinya.

Continue Reading

CityView

Bikin Penasaran Dunia, Ini 7 Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Published

on

By

Ilustrasi Misteri di Indonesia yang Belum Terpecahkan

Beragam mitos yang saat ini masih terjadi, pasti tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di mana mitos atau misteri tersebut datang dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Berikut mycity telah merangkum untuk cityzen 7 misteri di Indonesia yang belum terpecahkan:

Kerajaan Ghaib Laut Selatan dan Nyi Roro Kidul

Kerajaan Ghaib di Laut selatan dan kisah Nyi Roro Kidul ini diyakini oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun sampai kini masih menjadi misteri dan kisah legenda yang dipercaya banyak orang, terutama bagi masyarakat Pulau Jawa terkait keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan.

Larangan memakai baju berwarna hijau saat berada di pantai selatan pun merupakan salah satu mitos yang berkembang di tengah masyarakat Tanah Air. Diyakini Nyi Roro Kidul tidak suka dengan orang yang memakai baju berwana hijau kala datang ke pantai tersebut.

Situs Gunung Padang

Selanjutnya, Gunung Padang yang berada di Cianjur, Jawa Barat yang menyimpan misteri mengenai penemuan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan luas Candi Borobudur, tempat ini memiliki luas dua puluh kali.

Situs tersebut masih menyimpan banyak misteri sampai saat ini. Dipercaya Situs Gunung Padang memiliki usia yang sama dengan Piramida di Mesir, bahkan dikatakan lebih tua.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Piramida Sadahurip di Garut

Tak hanya Situs Padang saja ternyata yang disebutkan lebih tua dari Piramida di Mesir, melainkan Piramida Sadahurip di Garut pun juga demikian. Bahkan kebenaran tentang Piramida Sadahurip masih menjadi hingga sekarang.

Dusun Karang Kenek

Karena hanya dihuni oleh 26 kepala kelurga dan tidak boleh lebih, Dusun Karang Kakeng termasuk ke dalam dusun yang unik. Dipercayai akan ada penduduk yang meninggal atau memutuskan untuk pindah jika desa ini diisi lebih dari angka tersebut.

Suku Lingon yang Bermata Biru

Suku Lingon yang berada di Halmahera tentu sangat menarik perhatian bagi banyak orang. Hal ini dikarenak suku Lingon yang mempunyai ciri fisik tidak sama dengan kebanyakan masyarakat Indonesia. Mereka bertubuh besar dan tinggi, berambut pirang, berkulit putih hingga memilki bola mata berwarna biru layaknya orang Eropa.

Suku Mante di Aceh

Masih menjadi misteri sampai saat ini tentang keberadaan suku Mante di Aceh. Kamera seorang pengendara motor tidak sengaja menangkap sesosok manusia yang dipercaya adalah orang dari suku Mante pada tahun 2017. Sebagian besar orang percaya bahwa suku ini telah punah. Akan tetapi juga banyak meyakini jika suku mante masih ada dan pelosok hutan di Aceh merupakan tempat mereka.

Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Ilustrasi Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua

Sebuah penampakan yang menyerupai benteng raksasa yang berada di bawah laut Papua sempat ditangkap oleh satelit luar angkasa. Namun kebenaran akan adanya Benteng raksasa itu masih menjadi misteri hingga kini.

Continue Reading

Trending