Connect with us

Traveling

Ini 5 Tempat Wisata Tersembunyi di Bali yang Wajib Kamu Tahu

Published

on

Bali

Wisata pantai, sudah sangat populer di Bali. Hal ini karena Bali memang banyak menawarkan keindahan-keindahan pantainya yang luar biasa.

Akan tetapi, ternyata di wilayah ini juga terdapat sejumlah wisata tersembunyi yang menarik untuk dikunjungi. Wisata tersembunyi atau hidden gem ini dapat menjadi opsi kalian kala tengah berlibur ke Bali.

Berikut mycity telah merangkum 5 tempat wisata tersembunyi di Bali yang wajib cityzen tahu:

Alas Harum Agrotourism

Tempat menawan yang berada di Gianyar, Bali ini menyajikan hamparan persawahan yang berundak-rundak. Pemandangan yang ada di Alas Harum Agrotourism tentunya sangat memanjakan mata. Selain itu, pengalaman berwisata yang cukup menantang pun turut tersedia di sini.

Sebut saja seperti flying fox dan single sky bike yang menegangkan. Masih kurang? tenang, masih ada super extreme swing yang lebih menguji nyali kalian. Di mana kalian akan berayun di atas ketinggian 25 meter dari tanah.

Baca Juga:

  1. Taman Nasional Bali Barat, Surga Jalak Bali & Menjangan di Pulau Dewata
  2. Rasakan Sensasi Purbakala Jurrasic World di Pulau Biawak
  3. Cocok untuk Healing, Inilah 4 Pulau Terindah di Jawa Tengah

Arung Jeram Sungai Ayung

Kondisi sungai yang masih bersih, alami, serta memiliki pemandangan indah ini membuatnya cukup terkenal di Bali. Tak ayal jika sejumlah resort, hotel, atau restoran memilih posisi berdekatan dengan sungai yang satu ini.

Debit sungai yang lumayan deras pun menjadikan Sungai Ayung sebagai lokasi untuk bermain arung jeram. Bagi arung jeram pemula, tempat ini sangat cocok karena tingkat kesulitannya masih berada di tingkat II dan III.

Savana Tianyar

Pemandangan menakjubkan dari Savana Tianya pasti tidak akan dapat kalian lupakan jika sudah mengunjunginya. Wisatawan akan disambut dengan hamparan rumput membetang seperti permadani di sana. Ditambah lagi saat langit tak berawan, pemandangan Gunung Agung yang menjulang akan menyuguhkan latar yang sempurna jika dilihat dari kejauhan.

Taman Bunga Gemitir

Taman Bunga Gemitir yang berlokasi di Desa Temukus, Kabupaten Karangasem turut menjadi tempat wisata tersembunyi yang wajib kalian tahu. Tempat ini menyajikan pemandang yang tak kalah canti dari tempat yang lainnya. Pengunjung akan sangat dimanjakan dengan hamparan tanaman bunga gemitir yang berwarna oranye kekuningan di tempat ini.

Taman Jinja Besakih

Berikutnya, ada Taman Jinja Besakih yang terletak di kaki Gunung Agung. Tempat wisata yang satu ini sangat cocok bagi kalian yang gemar berfoto. Hal itu dikarenakan Taman Jinja Besakit memiliki spot foto menarik di setiap sudutnya. Nuansa Jepang pun akan dapat dirasakan oleh wisatawan yang melihat deretan pilar-pilar berwarna merah.

Traveling

Pesona Desa Hilisimaetano Nias, Salah Satu Desa Wisata Terindah di Indonesia

Published

on

Desa Hilisimaetano

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menganugerahkan Desa Hilisimateno menjadi Desa Wisata. Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 ini disambut hangat warga Desa Hilisimateno, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Rabu (22/6/2022) petang.

Sandiaga Uno mengungkapkan ketakjubannya terhadap keindahan alam hingga kekayaan budaya lokal di Desa Hilisimaetano.

”Saya ucapkan selamat kepada Bapak Bupati yang telah bisa meningkatkan gairah ekonomi dalam tatanan ekonomi baru dengan Desa Wisata Hilisimaetano, tepuk tangan untuk kita semua,” ucap Sandi disambut riuh tepuk tangan warga Desa Hilisimaetano.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Menurutnya, hal tersebut dapat terlihat pada saat memasuki desa, terdapat Batu Megalitik yang menandakan pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar.

“Kemudian 50 rumah adat yang bangunannya masih terpelihara dengan baik. Namun sangat disayangkan, ada satu rumah adat tertua yang runtuh akibat dampak dari tsunami Aceh tahun 2004,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sistem pemerintahan yang dijalankan masih mengikuti sistem adat di mana sistem kepemimpinan adat desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias.

“Kemudian, para cendikiawan atau yang disebut Si’ila berperan sebagai pemberi nasihat kepada bangsawan. Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) yang terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa),” katanya.

Ketika mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung dapat melihat batu megalitik yang menjadi tanda bahwa pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar. Kemudian juga ada 50 bangunan rumah adat yang terpeliharan dengan baik, meski salah satu yang tertua runtuh akibat tsunami Aceh tahun 2004.

Desa Hilisimaetano

Keunikan lain dari desa ini adalah sistem pemerintahannya yang masih mengikuti adat. Sistem kepemimpinan desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias. Sementara itu Si’ila atau para cendekiawan berperan sebagai penasihat bangsawan. Dalam sistem ini, Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa).

Masyarakat desa ini juga punya tradisi kerajnan tangan yaitu membuat anyaman topi caping, pahatan, ukiran, dan pedang besi (manöfa) yang dulunya berfungsi sebagai alat perang. Pada zaman dahulu, ketika menang perang melawan musuh, maka kepala musuh akan disematkan di ujung sarung pedang.

Selain itu, Desa Hilisimaetano juga memiliki kawasan persawahan terbesar di Nias Selatan dan memiliki potensi besar untuk dijadikan daerah agrowisata.

“Sekarang kami sangat khawatir dengan adanya ancaman krisis pangan, krisis energi, tapi Nias Selatan ini khususnya di Desa Wisata Hilisimaetano justru memiliki potensi untuk bisa memiliki ketahanan pangan dan kemandirian energi ini bisa kita kembangkan ke depan,” ujar Sandiaga.

Untuk dikembangkan menjadi desa wisata berkelanjutan, Desa Hilisimaetano akan bebenah, mulai dari fasilitas toilet dan penginapan. Desa ini akan mengembangkan produk ekonomi kreatifnya agar lapangan kerja semakin terbuka dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kita akan memberikan pendampingan, pelatihan, kita akan ada peningkatan destinasi wisata lainnya, seperti toilet, begitupun dengan homestay karena di sini hanya ada satu, kita akan tingkatkan, juga kita ingin jadikan desa wisata ini sebagai tujuan wisata selagi ada WSL Pro, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Seperti yang sudah disebutkan, di Desa Hilisimaetano kita masih bisa melihat rumah adat Nias. Salah satunya adalah Oma Sebua, rumah tradisional yang dibangun di pusat desa khusus untuk kediaman para kepala negeri (tuhenori), kepala desa (salawa), atau kaum bangsawan.

Oma Sebua dibangun di atas tumpukan kayu uli besar dengan atap menjulang. Di budaya Nias dulunya sering terjadi perang antar desa sehingga desan rumah pun dibuat agar tahan terhadap serangan. Omo Sebua sendiri punya satu akses masuk lewat tangga sempit dengan pintu kecil. Omo Sebua juga terbukti tahan gempa karena pondasinya berdiri di atas lempengan batu besar dan balok diagonal.

Kemudian ada Omo Hada, yang dihuni masyarakat biasa. Rumahnya berbentuk persegi dengan pintu yang menghubungkan setiap rumah. Di Nias juga ada Osali, rumah yang dulunya dipakai secara khusus untuk menyimpan berhala.

Continue Reading

Traveling

Pesona Telaga Cicerem, Airnya Berwarna Biru

Published

on

By

Telaga Cicerem

Saat ini, Kabupaten Kuningan memiliki berbagai destinasi wisatanya yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya seperti Telaga Cicerem yang begitu banyak mengundang minat khalayak luas.

Bahkan tempat wisata yang satu ini diketahui begitu ramai dipadati pengunjung. Setiap mata wisatawan akan disuguhkan dengan jajaran pepohonan yang menjulang dan air terjun buatan, kala memasuki gerbang telaga.

Tak hanya itu saja, pengunjung akan semakin dimanjakan saat telah memasuki area telaga. Di mana beningnya air telaga dengan nuansa biru kehijauan tersaji di sana.

Bahkan, dari tepian telaga pun sampai dapat terlihat jelas ikan dewa dan kancra bodas yang berenang kesana kemari. Bagi para pengunjung juga turut disediakan spot foto yang keren oleh pihak pengelola.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 5 Tempat Wisata Alam yang Ngehits di Batu Malang
  2. Pesona Gunung Merbabu, Sang Primadona Jawa Tengah
  3. Inilah 5 Gunung Terindah di Indonesia

Mereka bisa mengabadikan moment berayun diantara jernihnya telaga dengan pemandangan ikan-ikan di bawahnya. Sangat menarik bukan?

Selain itu, pengunjung yang ingin berenang di telah pun diperbolehkan. Namun, bagi kalian yang ingin tetap menikmati telaga tanpa berbasah-basahan bisa menaiki perahu dan juga bebek dayung yang telah disediakan.

Sementara itu untuk lokasinya sendiri, Telaga Biru Cicerem berada di kaki gunung Ciremai dengan ketinggian 315 mdpl. Tak ayal jika udara di tempat ini begitu sejuk atau adem.

Kalian yang ingin berkunjung ke tempat wisata menarik ini pun tak perlu khawatir soal tarifnya. Sebab, hanya denga mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 kalian sudah bisa menikmati pesona telaga yang airnya sebening kaca.

Continue Reading

Traveling

Indahnya Gunung Prau, Cocok untuk Pendaki Pemula

Published

on

By

Gunung Prau

Kini mendaki gunung telah menjadi kegemaran bagi banyak orang dari berbagai kelangan. Saat ini juga telah ada banyak gunung yang mudah untuk diakses pendaki pemula.

Salah satunya seperti Gunung Prau yang berlokasi di kabupaten wonosobo, jawa tengah yang cocok bagi mereka yang baru ingin mulai merasakan sensasi pendakian. Kawasan gunung yang satu ini mempunyai suhu yang begitu dingin. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada di dataran tinggi Dieng.

Diketahui, via patakbanteng dan via dieng adalah nama jalur yang cukup terkenal bagi kalangan pendaki. Meski demikian, sebanarnya Gunung Prau memiliki sejumlah jalu pendakian yang lainnya.

Dikabarkan gunung ini sejak awal 2019 lalu telah ditambahkan beberapa fasilitas. Misalnya seperti sejumlah kursi untuk para pendaki duduk sambil menikmati keindahan pemandangn yang memanjakan mata.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 5 Tempat Wisata Alam yang Ngehits di Batu Malang
  2. Mantap, Gunung Rinjani Segera Punya Kereta Gantung Terpanjang di Dunia
  3. Mantap, Gunung Rinjani Segera Punya Kereta Gantung Terpanjang di Dunia

Berbicara soal keindahan gunung ini memang tak ada habisnya. Itu mengapa jika akhir pekan, Gunung Prau sangat ramai oleh pengunjung yang datang. Bahkan saat ingin mendaki, wisatawan haru rela mengantri.

Sementara itu, untuk jarak tempuhnya dari basecamp, yakni sekitar 4 jam. Namun hal tersebut jika pendaki melalui jalur dengan cepat, sedangkan untuk pemula membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam.

Bagi kalian yang ingin menjajal pendakian di gunung ini tak perlu khawatir soal biaya. Karena untuk perorangnya hanya perlu mengeluarkan uang senilai 10 ribu saja, dan untuk parkir permotonya pun juga sebesar 10 ribu.

Continue Reading

Trending