Connect with us

Internasional

Indonesia Tempatkan 3 Triliuner di Deretan 10 Orang Terkaya Asia Tenggara

Published

on

Chearavanont Family. (Istimewa)

Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang menarik, tak cuma untuk wisatawan tapi juga untuk pebisnis dan para investor.

Banyak perusahaan kelas dunia yang ada di Asia Tenggara. Tak cuma itu, pengusaha-pengusaha sukses juga ada di Asia Tenggara ini.

Pengusaha ini bergerak di berbagai sektor mulai dari pengolahan makanan, jasa keuangan, sampai dengan usaha properti. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi para orang kaya.

Baca Juga:

  1. Rusia Mulai Cari Pengganti Putin
  2. Polwan RI Hadiri Konferensi Asosiasi Polwan Internasional
  3. Berubah Total, Arab Saudi Kini Izinkan Wanita Punya Senjata Api

Lantas siapa saja orang terkaya di Asia Tenggara?

Dikutip dari Forbes ada beberapa orang terkaya di Asia Tenggara yang kekayaannya mencapai ratusan triliun. Ada juga yang berasal dari Indonesia. Berikut daftarnya:

Baca Juga :  Ini Dia 5 Negara yang Cabut Aturan Wajib Masker

1. Chearavanont Family (Thailand)

Keluarga ini berasal dari Thailand dan memiliki perusahaan Charoen Pokhphand (CP) Group yang tersebar di berbagai negara. Kekayaanya mencapai US$ 36,6 miliar atau setara dengan Rp549 triliun (asumsi kurs Rp15.000). Dia menduduki posisi orang terkaya nomor 4 di Asia.

2. Robert Budi & Michael Hartono (Indonesia)

Kakak beradik ini merupakan salah satu orang paling kaya di Indonesia. Mereka memiliki perusahaan rokok terbesar yaitu Djarum dan menguasai saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Kekayaanya mencapai US$ 32 miliar atau setara dengan Rp480 triliun. Duo Hartono ini menduduki posisi ke 5 se Asia.

3. Kwek / Quek Family (Malaysia)

Quek Family ini berasal dari Malaysia dan memiliki perusahaan Hong Leong Group yang merupakan perusahaan keuangan, properti, hotel dan industri perdagangan. Kekayaannya mencapai US$ 23,3 miliar atau Rp349 triliun. Kwek menduduki posisi ke 7 se Asia.

Baca Juga :  Cina Kembali Alami Lonjakan Kasus Covid-19

4. Sy Family (Filipina)

Sy Family berasal dari Filipina dan memiliki perusahaan SM Investments Corp. Kekayaan Sy Family mencapai US$ 20,1 miliar atau setara dengan Rp301,5 triliun.

5. Chirathivat Family (Thailand)

Chirathivat Family memiliki jumlah kekayaan US$ 19,3 miliar atau setara dengan Rp 289 triliun. Perusahaannya bergerak di sektor ritel.

6. Kuok Family (Malaysia)

Kuok Family ini memiliki perusahaan Kuok Group dengan total kekayaan US$ 16,6 miliar atau sebesar Rp249 triliun.

7. Yoovidhya Family (Thailand)

Yoovidhya memiliki kekayaan US$ 13,1 miliar atau setara dengan Rp196,5 triliun. Usahanya bergerak di bidang minuman. Yoovidhya menduduki peringkat ke 22 orang terkaya di Asia.

Baca Juga :  Anak Menangi Pilpres Filipina, Inilah Keluarga Marcos yang Penuh Kontroversial

8. Widjaja Family (Indonesia)

Bos Sinarmas ini menduduki urutan ke 24 orang terkaya di Asia. Kini dia memiliki harta US$ 10,4 miliar atau setara dengan Rp156 triliun.

9. Ng Family (Singapura)

Ng Family memiliki harga US$ 9,7 miliar atau setara dengan Rp145,5 triliun. Usahanya yang bernama Far East Organization merupakan perusahaan real estate terbesar di Asia. Perusahaan ini menyediakan residensial, properti komersial, hospitality dan ruang sewa kantor atau ritel.

10. Salim Family (Indonesia)

Salim menduduki posisi ke 10 untuk kategori orang terkaya di Asia Tenggara. Hartanya kini mencapai US$ 8,8 miliar atau setara dengan Rp132 triliun. Salim Group ini memiliki berbagai perusahaan dari berbagai sektor mulai dari energi, jasa keuangan, sampai infrastruktur.

Internasional

UU Dicabut, Aktivitas Gay & Biseksual Kini Legal di Singapura

Published

on

Singapura secara resmi mencabut Undang-Undang aktiivitas gay. (Reuters)
Singapura secara resmi mencabut Undang-Undang aktiivitas gay. (Reuters)

mycity.co.id – Kabar mengejutkan datang dari negara tetangga Singapura. Parlemen Singapura resmi mencabut pasal undang-undang yang mengkriminalisasi hubungan seks gay.

Dengan demikian, aktivitas seksual gay kini tak lagi dianggap kriminal di Singapura. Singapura pasal UU era kolonial itu pada Selasa (29/11/2022) lalu.

Baca Juga :  AS Ternyata Dapat Untung Besar dari Konflik Rusia Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Meski demikian, parlemen juga mengamandemen UU yang bisa membuka jalan pengajuan tuntutan untuk mengubah definisi pernikahan dan keluarga.

Selama ini, aktivis lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di negara lain menggunakan UU semacam itu untuk mengubah definisi pernikahan sehingga tak sebatas “ikatan laki-laki dan perempuan.”

Baca Juga :  Ini 3 Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar 50 Orang Terkaya Versi Forbes

Dengan demikian, negara dapat melegalkan pernikahan sesama jenis, seperti yang terjadi di Taiwan dan Thailand.

Kini, aktivis LGBT di Singapura memang menyambut baik pencabutan UU kriminalisasi seks gay tersebut. Namun, mereka kecewa karena tak bisa mengubah definisi pernikahan melalui jalur hukum.

Kepala kelompok advokasi LGBT Oogachaga, Bryan Choong, mengatakan momen ini memang bersejarah bagi aktivis yang mendesak pencabutan UU tersebut.

Baca Juga :  Jadi Orang Terkaya Indonesia, Ini 9 Gurita Bisnis Hartono Bersaudara

Namun, ia menegaskan bahwa pasangan dan keluarga LGBT juga, “Punya hak untuk diakui dan dilindungi.”

Hingga kini, belum diketahui waktu pasti aturan yang baru bakal berlaku. Namun, amandemen kali ini bakal memberikan ruang bagi parlemen untuk memperluas definisi pernikahan.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Akan Dengar Semua Masukan Sebelum Bentuk Kabinet

Published

on

Anwar Ibrahim, Perdana Menteri baru Malaysia. Foto/Mohd Rasfan/Pool via REUTERS

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan ingin mendengar semua pandangan sebelum memilih kabinetnya. Hal itu diungkapkan Anwar setelah pertemuan Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan (PH), Senin (28/11/2022). 

“Proses untuk ini adalah semua orang dapat memberikan pandangan mereka tetapi mereka telah menyerahkan kepada saya untuk membuat keputusan akhir,” kata Anwar, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ketika didesak kapan pengumuman itu akan dilakukan, Anwar mengatakan akan dilakukan “sesegera mungkin”. “Karena ini situasi yang tidak biasa karena pemerintah persatuan melibatkan banyak pihak. 

Baca Juga :  Cina Kembali Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Jadi sebelum saya memutuskan saya harus mendengar semua pandangan,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa masalah utama yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa Kabinetnya akan dirampingkan dan dia tidak akan menunjuk menteri kabinet sebagai bentuk penghargaan.

“Di pemerintahan sebelumnya, pemimpin hanya akan terus menambahkannya. 50? Oke. 60? oke, 70, oke? Tidak cukup? Utusan khusus. Tidak cukup? Penasihat khusus. Saya tidak bersedia melakukan itu,” tambahnya. 

Baca Juga :  Geser Bos Amazon, Gautam Adani Jadi Orang Terkaya No. 2 di Dunia

Anwar juga ditanya apakah dia akan mempertimbangkan pandangan organisasi non-pemerintah tertentu untuk tidak mempertimbangkan anggota parlemen dengan kasus pengadilan yang sedang berlangsung di Kabinetnya, termasuk ketua BN Ahmad Zahid Hamidi.

“Itu adalah pandangan yang kami pertimbangkan. Tapi dari perspektif hukum, baru setelah ada penilaian (apakah itu penting). Selebihnya akan kami pertimbangkan,” kata Anwar. 

Pada hari Minggu, Anwar mengatakan bahwa dia akan mengumumkan Kabinetnya dalam beberapa hari ke depan, karena dia saat ini sedang berdiskusi dengan anggota koalisi, termasuk empat partai utama di Pakatan Harapan – Parti Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokratik (DAP), Amanah dan Organisasi Kinabalu Progresif Bersatu. 

Baca Juga :  LEGO Rilis Seri Terbaru Roman Colosseum

Selama akhir pekan, Anwar juga mengadakan diskusi dengan para pemimpin mitra koalisi PH, seperti ketua Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Hajiji Noor dan ketua Gabungan Parti Sarawak Abang Johari Tun Openg.

Continue Reading

Internasional

PM Anwar Ibrahim Tolak Mobil Mewah Mercy S600 Sebagai Kendaraan Resmi

Published

on

Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998, Dato Seri Anwar Ibrahim saat memberikan Orasi Budaya bertema "Ekonomi Manusiawi" dalam peringatan Haul Cak Nur Ke-17. Foto: Aktual / Ahmad Warnoto

Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998, Dato Seri Anwar Ibrahim saat memberikan Orasi Budaya bertema “Ekonomi Manusiawi” dalam peringatan Haul Cak Nur Ke-17. Foto: Aktual / Ahmad Warnoto

Anwar Ibrahim menolak untuk menggunakan mobil mewah Mercedes S600 yang telah dibeli dan diperuntukkan bagi kendaraan resmi Perdana Menteri Malaysia. Anwar menegaskan dirinya tidak mau ada pembelanjaan baru untuk dirinya dan akan mengunakan kendaraan dinas apa saja yang tersedia di kantornya.

Baca Juga :  LEGO Rilis Seri Terbaru Roman Colosseum

“Langkah tersebut diambil karena saya tidak mau ada perbelanjaan baru apapun yang dibuat untuk saya. Sebaliknya, saya sudah membuat keputusan untuk menggunakan kendaraan apa saja yang tersedia di kantor untuk penggunaan harian,” tukasnya dalam akun resmi twitternya, Minggu (27/11/2022).

Baca Juga :  Palestina Rilis Rekaman Tentara Israel yang Ditawan

Sebelumnya, Anwar juga mengumumkan tidak akan mengambil gajinya sebagai Perdana Menteri. Dirinya pun tidak akan mengubah sedikitpun anggaran dalam bujet kesekretariatan Perdana Menteri.

Sejumlah pihak percaya langkah Anwar ini sebagai komitmen pemimpin Pakatan Harapan tersebut mewujudkan budaya untuk tidak menyia-yiakan anggaran pemerintahan.

Baca Juga :  Geser Bos Amazon, Gautam Adani Jadi Orang Terkaya No. 2 di Dunia

Continue Reading
Advertisement

Trending