Connect with us

Indonesia Kini Punya Bahan Bakar Sawit 100%

Published

on

Pertamina Research & Technology Center (RTC) dan ITB meluncurkan produk bahan bakar dengan memakai 100% nabati bernama D100 pada Rabu (15/7/2020).

Mereka pun juga sudah melakukan uji coba pada mobil Toyota Inova. Hasilnya, mobil yang menggunakan produk D100 tidak jauh berbeda dengan memakai bahan bakar minyak (BBM).

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo optimistis Indonesia mampu mendorong penggunaan alternatif energi untuk menekan impor minyak dan gas bumi.

Baca Juga:

  1. Erick Thohir & Anies Baswedan Bikin Perusahaan Patungan untuk Benahi Transportasi DKI
  2. Penyerapan Anggaran Kesehatan Rendah, Menkes Dicecar DPR
  3. Dunia Bungkam Soal Aneksasi Israel atas Palestina, Erdogan Berang
  4. WHO: Tak Ada Lagi Hidup Normal Seperti Sebelum Covid-19 Merebak

Saat ini, Indonesia telah memulai program B20 yang merupakan campuran solar dengan 20 persen biodiesel.

Selanjutnya, Indonesia bergerak menuju penggunaan B30. Jokowi optimistis penggunaan biodiesel ini akan lebih banyak pada masa mendatang. “Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa membuat B100,” ujar Jokowi dalam beberapa kesempatan.

Pertamina pun meresmikan meresmikan ujicoba produk 100% memakai sawit atau dinamakan Bahan Bakar Sawit (BBS).

Program dengan nama Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100) kini sudah diproduksi sebanyak 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai.

RBDPO adalah minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah, impurities dan baunya.

Uji coba pengolahan produksi yang dilakukan pada 2-9 Juli 2020 tersebut merupakan ujicoba ketiga setelah sebelumnya melakukan uji coba mengolah RBDPO melalui co-processing hingga 7.5% dan 12,5%.

Keberhasilan tersebut mendapat dukungan penuh Pemerintah melalui kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Unit DHDT Refinery Unit (RU) II Dumai Rabu (15/7) sekaligus menerima contoh produk D-100 dari Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengawal implementasi Program Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam rangka mengoptimalkan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, khususnya kelapa sawit, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Saya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan di Pertamina, khususnya di Kilang Dumai yang telah membuktikan bahwa kita mampu. Keberanian yang diambil Pertamina ini luar biasa, prosesnya sejak tahun 2019 sampai hari ini juga sangat cepat. Kita sama-sama bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan anak negeri dan Pemerintah akan selalu mengawal Pertamina,” ujarnya.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah kepada Pertamina untuk mewujudkan produk bahan bakar dengan menyerap bahan baku dalam negeri, dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

“Terima kasih kepada Pemerintah dan seluruh pihak terkait atas dukungan penuhnya kepada Pertamina. Dari uji coba ini menunjukkan bahwa dari sisi kilang dan katalis kita sudah siap, selanjutnya kita perlu memikirkan agar sisi keekonomiannya juga dapat tercapai,” kata Nicke.

Menurut Nicke, hadirnya inovasi yang menghasilkan produk green energy tersebut telah menjawab tantangan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus tantangan penyerapan minyak sawit yang saat ini produksinya mencapai angka 42 hingga 46 Juta Metric Ton dengan serapannya sebagai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sekitar 11,5%.

Pada saat yang bersamaan, di kilang Plaju, Pertamina juga akan membangun unit green diesel dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 barel per hari. (Arie Nugroho)

Advertisement

Edukasi

Ngeri, Para ilmuwan Hidupkan Lagi Virus Purba Berumur 48.500 Tahun

Published

on

Peneliti bekerja di dalam laboratorium. Foto/REUTERS

Mycity.co.id – Permafrost yang mencair dapat menimbulkan bahaya bagi umat manusia. Para ilmuwan memperingatkan itu setelah menghidupkan kembali virus kuno yang membeku selama puluhan ribu tahun.

“Virus semacam itu masih mampu menginfeksi organisme hidup,” ungkap tim internasional setelah mereka mengamati total sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia yang menginfeksi amuba di laboratorium.

“Virus paling kuno yang baru ditemukan berusia hampir 50.000 tahun,” ujar tim tersebut.

“48.500 tahun adalah rekor dunia,” ungkap Jean-Michel Claverie, anggota tim dan peneliti di Universitas Aix-Marseille di Prancis, kepada New Scientist.

Timnya mempelajari total tujuh virus purba dalam studi terbarunya. Grup tersebut menerbitkan pracetak karya mereka pada awal November.

Kelompok yang beranggotakan ilmuwan dari Rusia, Prancis, dan Jerman itu sebelumnya telah berhasil menghidupkan kembali dua virus purba lainnya, yang berusia 30.000 tahun.

Virus yang ditemukan dan dihidupkan kembali oleh tim tersebut dianggap sebagai yang paling kuno yang pernah dihidupkan kembali.

Meski demikian, beberapa peneliti lain mengklaim telah menghidupkan kembali bakteri, yang dikatakan berusia hingga 250 juta tahun.

Semua virus yang dihidupkan kembali oleh tim termasuk jenis pandoravirus, sekelompok virus raksasa yang hanya mampu menginfeksi organisme bersel tunggal seperti amuba.

“Namun, fakta bahwa kesembilan virus purba masih mampu menginfeksi sel hidup setelah menghabiskan puluhan ribu tahun di permafrost berarti bahwa virus lain yang berpotensi menularkan tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia, yang terperangkap di sana dapat dilepaskan, dan dihidupkan kembali, juga,” papar para ilmuwan memperingatkan.

“Ada bahaya yang nyata,” ujar Claverie. Dia menambahkan, “Ada bakteri dan virus yang keluar setiap hari.”

“Namun, tidak mungkin untuk secara tepat menentukan tingkat potensi bahaya saat ini,” papar ilmuwan tersebut.

Rusia telah memperingatkan tentang bahaya yang mungkin timbul akibat pencairan permafrost yang terus berlanjut akibat perubahan iklim.

“Mencairkan tanah yang telah sangat beku selama berabad-abad, jika tidak selama ribuan tahun, masih dapat mengandung beberapa spora bakteri dan virus ‘zombie’ yang layak,” papar Nikolay Korchunov, perwakilan senior Rusia untuk Dewan Arktik kepada RT pada tahun 2021.

Moskow menganggap bahayanya cukup serius untuk meluncurkan proyek keamanan hayati dan meminta semua negara Dewan Arktik lainnya untuk bergabung. Selain Rusia, organisasi antar pemerintah termasuk AS, Kanada, Denmark, Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Swedia.

Continue Reading

Investment

Pengurus PPI Dunia di Lantik di VDNI Konawe, Achyar : Kami Siap Dukung Hilirisasi Industri

Published

on

Proses pelantikan pengurus PPI Dunia di kawasan Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11/2022) Foto: Andi May/Mycity.co.id

Proses pelantikan pengurus PPI Dunia di kawasan Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11/2022) Foto: Andi May/Mycity.co.id

mycity.co.id – Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) periode 2022-2023 resmi dilantik di kawasan PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu, (26/11/2022).

Perhelatan pelantikan PPI Dunia dihadiri oleh 40 mahasiswa yang tergabung dalam PPI Dunia secara luring dan ratusan lainnya yang menyaksikan secara daring.

Prosesi pelantikan dihadiri pula Direktur Utama PT VDNI, Zhou Yuan, Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Zamrun Firihu dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra.

Koordinator PPI Dunia, Achyar Al Rasyid mengatakan pelajar Indnesia wajib mendukung investasi dan hilirisasi industri yang seiring dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pelestarian lingkungan.

“Kami para pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri, mendukung 100% jalannya hilirisasi industri di dalam negeri. Kami siap untuk membantu pemerintah dari berbagai aspek untuk mendukung hilirisasi industri ini, demi Indonesia menjadi Bangsa Pemenang.” tutur Achyar kepada mycity.co.id di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu, (26/11/2022).

Selain prosesi pelantikan, PPI Dunia juga menjalin kerjasama dengan PT VDNI dengan menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan dalam kajian pelestarian lingkungan, gerakan penghijauan dan membuka membuka peluang intership (magang).

“Kerjasama ini berkomitmen untuk bergotong royong dengan semua pihak demi kepentingan Bangsa Indonesia,” ujar Achyar.

Terakhir, Achyar berharap para mahasiswa Indonesia bisa mendukung proses hilirisasi industri di Indonesia seperti yang dilakukan PT VDNI agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju dan bangsa pemenang.

Continue Reading

Teknologi

Elon Musk Luncurkan Centang, Biru, Emas, & Abu-Abu untuk Akun Twitter

Published

on

Twitter bakal meluncurkan centang emas, biru, dan abu-abu. (The Sun)
Twitter bakal meluncurkan centang emas, biru, dan abu-abu. (The Sun)

mycity.co.id – Elon Musk lagi-lagi membuat terobosan baru usai resmi jadi pemilik Twitter. Musk berencana meluncurkan centang emas dan abu-abu selain centang biru.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (27/11/2022), Tiga centang baru ini akan diluncurkan mulai Jumat (2/12) pekan depan.

Dalam cuitannya di Twitter, Musk mengatakan centang verifikasi di Twitter akan hadir dalam tiga warna yaitu emas untuk perusahaan atau brand, abu-abu untuk pemerintah, dan biru untuk pengguna individu.

“Mohon maaf atas keterlambatannya, kami secara tentatif akan meluncurkan Verified pada Jumat pekan depan,” katanya.

Dalam cuitan lain, Musk mengatakan bahwa semua akun individu yang telah diverifikasi bakal memiliki centang biru yang sama. Namun, untuk beberapa akun bakal mendapatkan logo kecil “yang menunjukkan bahwa mereka milik suatu organisasi jika diverifikasi oleh organisasi itu.”

Sejak jadi CEO ‘Burung Biru’, kebijakan-kebijakan baru Musk kerap menimbulkan kontroversi. Seperti misalnya biaya berlangganan USD $8 per bulan bagi yang ingin mendapat logo centang biru.

Centang biru itu sebelumnya tersedia gratis bagi organisasi dan tokoh masyarakat sebagai upaya untuk menghindari duplikasi identitas dan informasi keliru.

Pada awal November, kebijakan biaya berlangganan centang biru itu membuat sejumlah akun bodong bermunculan dengan meniru para pemimpin dunia, selebritas, maupun perusahaan. Akibatnya, banyak netizen yang terkecoh.

Menanggapi hal tersebut, Musk menangguhkan peluncuran hingga 29 November. Dia lalu memundurkan lagi kebijakan tersebut hingga kini biaya berlangganan itu diduga bakal diluncurkan pada 2 Desember mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending