Connect with us

CityView

Indonesia Didapuk Sebagai Negara Paling Dermawan di Dunia

Published

on

Indonesia negara paling dermawan
Indonesia negara paling dermawan

Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021 menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia.

Dalam laporan WGI, Indonesia memiliki skor tertinggi lantaran orang yang berdonasi di tanah air mencapai 83% pada tahun lalu. Jumlah masyarakat yang menjadi sukarelawan pun mencapai 60%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

Negara-negara yang berada dalam daftar 10 besar pada 2021, antara lain Kenya (58%), Nigeria (52%), Myanmar (51%), dan Australia (49%). Kemudian, Ghana (47%), Slandia Baru (47), Uganda (46%), Kosovo (46%), dan Thailand (46%).

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Sedangkan, negara yang memiliki skor rendah dalam indeks kedermawanan adalah Jepang (12%), Portugal (20%), Belgia (21%), Italia (22%), dan Korea Selatan (22%).

Hal ini selaras dengan data donasi online yang dirilis oleh Kitabisa, platform galang dana dan donasi online, bahwa sepanjang 2021 tercatat lebih dari 3 juta donatur berdonasi via aplikasi Kitabisa, yang membantu lebih dari 36.000 galang dana sosial.

Hasil donasi ini didistribusikan ke berbagai inisiatif, di antaranya lebih dari 840.000 warga mendapatkan bantuan kebutuhan pokok, lebih dari 9.100 warga yang sakit terbantu biaya pengobatannya, serta lebih dari 3.400 pelajar dan mahasiswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan.

Tak hanya itu, merespons berbagai bencana alam di tahun ini, ratusan ribu orang baik patungan untuk bantu ribuan korban.

“Banyak peristiwa yang terjadi di luar kontrol kita, termasuk Pandemi Covid yang tidak berkesudahan ini, tapi yang pasti kita bisa kontrol bagaimana kita merespon peristiwa tersebut, dan kami jadi saksi kita bersama-sama merespons dengan solidaritas dan gotong royong”, ujar Alfatih Timur, CEO Kitabisa.

Berbagai gerakan sosial berbasis gotong-royong warga juga bermunculan sepanjang 2021, yang tercatat di Kitabisa. Misalnya, inisiatif Warga Bantu Warga (pengumpulan informasi penting terkait Covid-19), Oxygen for Indonesia (distribusi ribuan konsentrator oksigen melalui kolaborasi puluhan perusahaan), hingga Kawal Masa Depan (patungan bantuan untuk anak yatim piatu karena Covid-19).

Beberapa tokoh publik dan aktivis lain seperti Najwa Shihab, Ainun Najib, Kalis Mardiasih, dan Faiz Ghifari menginisiasi Kawal Masa Depan, gerakan membantu anak-anak yang yatim atau piatu karena pandemi covid-19.

Gerakan ini telah didukung 48 ribu donatur dan telah menyalurkan santunan dan bantuan biaya pendidikan ke lebih dari 600 anak yatim / piatu di 22 provinsi di Indonesia.

CityView

Dijagokan Jadi Pemimpin IKN Nusantara, Ini Jawaban Ahok

Published

on

Basuki Tjahja Purnama
Basuki Tjahja Purnama

Basuki Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok menjawab isu dirinya menjadi kandidat kuat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ya, dalam beberapa kesempatan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokow), menyebut nama Ahok sebagai salah satu kandidat Kepala Otorita IKN Nusantara.

“Saya tidak ada tanggapan, itu hak prerogatif presiden,” ujar Ahok kepada wartawan.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Di sisi lain, mantan Kepala Bappenas, yang juga dijagokan sebagai Kepala Otorita IKN, mengungkapkan kabar pencalonan dirinya itu sudah berita tahun 2020. Jadi, sudah tidak relevan lagi hari ini.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi sudah mengantongi nama Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru. Luhut menyatakan Jokowi akan mengumumkannya secara langsung.

“Nanti akan diumumkan. Presiden sudah menunjuk, yang saya tahu begitu,” ungkap Luhut.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui rapat paripurna hari ini, Selasa (18/1/2022), mengesahkan Rancangan Undang-Undang IKN menjadi Undang-Undang. Ketua Pansus RUU IKN DPR, Ahmad Doli Kurnia, membacakan putusan tingkat I RUU IKN dan Ketua DPR, Puan Maharani, selaku pemimpin Rapat Paripurna DPR, meminta persetujuan anggota dewan yang hadir.

Continue Reading

CityView

Sri Mulyani: Pembangunan Nusantara Bakal Gunakan Sebagian Dana PEN 2022

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang. Untuk itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pembangunan IKN baru bakal menggunakan sebagian dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022.

Sri Mulyani menegaskan pembangunan IKN merupakan bagian dari program PEN. Sri Mulyani juga menyatakan bahwa Pemerintah hingga saat ini belum membagi secara rinci PEN 2022. Oleh karenanya, IKN akan dimasukkan menjadi salah satu program pemulihan ekonommi.

“Jadi ini akan kami desain baik untuk 2022, seperti diketahui 2022 paket pemulihan ekonomi Rp450 triliun masih belum dirinci seluruhnya. Jadi ini nanti mungkin bisa dimasukkan dalam bagian program PEN,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Meski demikian, Sri Mulyani belum menjelaskan secara terperinci mengenai berapa persen anggaran PEN 2022 yang disalurkan untuk pembangunan IKN. Sri Mulyani juga menegaskan penanganan Covid-19 tetap menjadi program terdepan pemerintah.

“Tentu dalam pemulihan ekonomi sama dengan dilakukan 2020 dan 2021 masih terdiri kelompok penanganan covid-19 paling penting,” jelas Sri Mulyani.

Menurut bendahara negara itu, penanganan covid-19 menjadi kunci agar ekonomi kembali pulih. Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam program PEN.

“Kami nanti bisa desain kebutuhan awal terutama pelaksanaan akses, infrastruktur bisa masuk dalam kategori penguatan pemulihan ekonomi dalam PEN 2022,” Sri Mulyani menutup.

Continue Reading

CityView

Luhut: Jokowi Sudah Kantongi Nama Pemimpin Ibu Kota Negara Baru, Nusantara

Published

on

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi sudah mengantongi nama Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru. Luhut menyatakan Jokowi akan mengumumkannya secara langsung.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui rapat paripurna hari ini, Selasa (18/1/2022), mengesahkan Rancangan Undang-Undang IKN menjadi Undang-Undang. Ketua Pansus RUU IKN DPR, Ahmad Doli Kurnia, membacakan putusan tingkat I RUU IKN dan Ketua DPR, Puan Maharani, selaku pemimpin Rapat Paripurna DPR, meminta persetujuan anggota dewan yang hadir.

Sebelumnya, satu di antara poin yang tertuang dalam rancangan regulasi tersebut adalah IKN bakal dipimpin oleh kepala otorita.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Beberapa poin yang disepakati dalam keputusan itu antara lain nama IKN baru ialah Nusantara. Nama Nusantara terpilih dengan menggugurkan 80 calon nama IKN baru lainnya Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Warnapura, Cakrawalapura, hingga Kartanegara.

Kemudian Pansus RUU IKN dan pemerintah juga telah menyepakati IKN baru berbentuk pemerintahan daerah khusus setingkat provinsi yang selanjutnya disebut otorita.

“Nanti akan diumumkan. Presiden sudah menunjuk, yang saya tahu begitu,” ungkap Luhut.

Sejauh ini, sejumlah nama digadang-gadang bakal jadi calon Pemimpin Nusantara. Salah satu nama yang mencuat adalah Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Nama tersebut tentu langsung menjadi perbincangan masyakarakat.

Apalagi, Presiden Jokowi sendiri sudah mengonfirmasi jika Ahok masuk ke dalam kandidat pemimpin ibu kota negara di Kalimantan Timur. Walau begitu, tetap dibutuhkan payung hukum untuk menunjuk Ahok sebagai pemimpin Nusantara.

Continue Reading

Trending