Connect with us

Lifestyle

Hati-hati, Gaya Hidup yang Tidak Aktif Bisa Jadi Penyebab Kematian

Published

on

Ilustrasi gaya hidup sehat. (Pexels)

Gaya hidup tidak aktif atau sedentary lifestyle bisa meningkatkan semua penyebab kematian, serta melipatgandakan risiko penyakit berbahaya, hingga depresi dan kecemasan.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 60 hingga 85 persen orang di dunia, baik dari negara maju maupun negara berkembang, menjalani gaya hidup yang tidak aktif, yang menjadikannya sebagai salah satu masalah kesehatan di tengah masyarakat yang lebih serius, namun tidak cukup ditangani.

Hal ini pun turut dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi, yang membuat segala hal menjadi lebih praktis. Misalnya, mencuci baju dengan mesin cuci dan mengepel lantai dengan alat yang canggih, sehingga tubuh menjadi makin sedikit bergerak. Padahal orang yang berusia di atas usia 40 tahun sudah pasti akan mengalami degenerasi otot yang membuatnya semakin melemah, kecuali otot-otot tersebut terpelihara melalui olahraga.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Secara kasatmata, ada perbedaan yang nyata antara otot-otot orang yang jarang bergerak dengan otot-otot orang yang rajin bergerak.

Kementerian Kesehatan menentukan bahwa perilaku sedentari perlu dibatasi karena berbagai penelitian memperlihatkan bahwa perilaku ini menjadi risiko munculnya obesitas. Namun tidak sampai di situ, kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan faktor risiko penyebab kematian, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hingga masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.

Ketika kita sehat dan bugar, maka kita bisa melakukan tugas kita dengan baik.
Di usia remaja dan produktif, kita bisa terus melakukan hal-hal yang produktif. Saat sudah melakukan tugas utama, misalnya bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, kita masih bisa mengerjakan tugas yang lain.

Contohnya, setelah pulang kantor atau selepas melakukan aktivitas utama lainnya, kita masih ada waktu untuk berolahraga. Kalau tubuh tidak bugar, biasanya kita langsung akan merasa kelelahan. Tubuh kita bisa diajak hidup lebih baik dengan cara dilatih.

Kebiasaan menjaga gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan diet bergizi, idealnya dimulai sejak masa kanak-kanak.

Anak-anak di bawah lima tahun harus menghabiskan lebih sedikit waktu duduk menonton layar atau tertahan di kereta bayi dan kursi, mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan memiliki lebih banyak waktu untuk bermain aktif jika mereka ingin tumbuh sehat, menurut pedoman baru yang dikeluarkan oleh (WHO).

Mencapai kesehatan untuk semua berarti melakukan yang terbaik untuk kesehatan sejak awal kehidupan masyarakat.

Anak usia dini adalah periode perkembangan emas yang perlu didukung oleh pola gaya hidup keluarga untuk meningkatkan kesehatan.

Aktivitas Fisik

Ilustrasi olahraga. (Pexels)

Lalu bagaimana aturan beraktivitas fisik yang baik? Aktivitas fisik yang baik memiliki rumus, yaitu selama 30 menit di luar pekerjaan domestik (misalnya mengepel, menyapu, dan mencuci mobil) serta dilakukan secara “baik, benar, terukur dan teratur” atau BBTT.

“Baik”, artinya melakukan aktivitas sesuai kemampuan tubuh dan bertahap, serta berkesinambungan. “Benar”, artinya melalui tahapan.

Sebelum beraktivitas fisik harus melakukan pemanasan untuk menghindari cedera serta setelah selesai langsung melakukan pendinginan.

Selain itu, ada juga pola makan. Misalnya dua jam sebelum beraktivitas fisik sudah tidak makan lagi, karena bila setelah makan langsung beraktivitas fisik, maka akan menyebabkan sesak napas.

Lalu selanjutnya adalah “terukur”, yang artinya benar-benar masuk ke dalam zona latihan. Zona latihan bisa dilihat dari perhitungan denyut nadi yaitu 220 – umur x 60 – 80 persen. Bila masih dalam tahap baru berolahraga, ketika masuk zona latihan, maka harus didampingi oleh pelatih atau instruktur.

Terakhir adalah “teratur”, artinya durasi latihan konsisten. Misalnya dalam seminggu ada tiga hingga lima kali sesi latihan dengan baik dan benar.
Setiap orang harus mempersiapkan diri untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sama seperti seorang karyawan yang bisa berolahraga sepulang kerja, seorang ibu bisa mencari waktu olahraga di siang atau sore hari setelah kesibukannya selesai, yang pasti dalam kondisi tenang. Olahraga juga bisa dengan kegiatan-kegiatan sederhana, seperti meremas bola atau jalan kaki dari stasiun saat ke kantor dengan kecepatan yang cukup kuat.

Namun, kita perlu memperhatikan juga bahwa tidak semua orang memiliki kebutuhan yang sama. Oleh sebab itu kita juga perlu mendapat arahan dari instruktur atau ahli.

Beraktivitas fisik bisa dilakukan sesuai dengan kesenangan dan kondisi atau kebutuhan tubuh. Contohnya, seseorang dengan arthritis tidak boleh berolahraga yang jenisnya menaruh beban di kaki atau lutut, seperti berlari. Solusinya, mereka bisa berolahraga dengan sepeda statis atau berenang.

Ada banyak jenis olahraga yang bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh. Kebutuhan laki-laki dan perempuan juga berbeda, sehingga ada yang perlu dipertimbangkan untuk pemilihan jenis olahraga yaitu kondisi tingkat kebugaran dan kondisi individunya, lalu dilanjutkan dengan tipe olahraga mana yang direkomendasikan.

Kesehatan tidak bisa dititipkan, kita harus menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri, mulai dari yang sederhana, dan mulai dari sekarang. Bukan hanya dari segi olahraga saja, kita juga harus memperhatikan asupan makanan, serta lingkungan, dan kebersihan.

Karena percuma saja kita berolahraga saja tapi lingkungannya tidak sehat, kita tetap bisa tertular penyakit. Oleh sebab itu Kartini menekankan pentingnya bagi kita untuk harus menjaga kesehatan yang dimulai dari diri sendiri agar senantiasa sehat, bugar, produktif, dan mempersiapkan diri menuju usia produktif yang aktif dan usia lansia yang SMART, (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif).

Karena ketika di saat muda kita tidak memelihara kesehatan, maka kondisi tubuh akan semakin berat ketika memasuki usia yang lebih tua.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lifestyle

Hati-hati, Menyimpan Buah dan Sayuran Ternyata Ada Ilmunya!

Published

on

Ilustrasi buah-buahan dan sayuran. (Istimewa)

Terdapat alasan tidak boleh menyimpan apel atau pisang berdekatan buah lain, sebab keduanya menghasilkan sejumlah besar gas etilen.

Semua buah melepaskan gas etilen namun jumlahnya bervariasi, sedangkan apel memiliki jumlah yang tinggi sehingga membuat buah lain cepat matang.

Gas etilen yang berlebih akan menyebabkan buah lain menjadi terlalu matang sampai menyebabkan kebusukan dan mengurangi waktu simpannya.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Simak penjelasan buah yang tidak boleh disimpan bersebelahan berikut ini, dikutip dari laman Livestrong, selengkapnya.

Gas Etilen dan Pematang Buah

Gas etilen atau disebut hormon pematang buah ini, berpengaruh terhadap buah lain, bahkan sayuran dan kacang-kacangan sensitif pada gas etilen.

Menurut laman Washingtonpost, pisang, melon, apel, tomat, dan alpukat merupakan contoh produsen etilen, mereka memproduksi etilen untuk memicu proses pematangan sendiri.

Sementara wortel, brokoli, sayuran hijau dan mentimun adalah contoh sensitif etilen yang tidak menghasilkan gas itu sendiri.

Anda perlu berhati-hati bahwa buah-buahan penghasil etilen dapat menyebabkan pematangan dini pada sayuran juga. Simpan jauh buah produsen etilen dari sayuran berikut:

  • Asparagus
  • Kol
  • Brokoli
  • Cabai
  • Mentimun
  • Daun bawang
  • Kubis
  • Kacang polong
  • Kentang
  • Jamur
  • Kacang manis

Dikutip dari Washingtonpost, paparan etilen dapat menyebabkan brokoli dan kubis menjadi kuning, mentimun menjadi berlubang, dan wortel menjadi pahit.

Selada dan sayuran hijau lainnya, serta beberapa tumbuhan, juga dapat menghitamkan atau terkulai dengan adanya etilen.

Jangan Simpan Buah Berikut Bersama-sama

Seperti disebutkan sebelumnya, semakin tinggi kadar etilennya senyawa ini dapat menyebar ke buah dan sayuran lain.

Sebagai aturan praktis, buah-buahan penghasil etilen tidak boleh disimpan dalam wadah yang sama dengan buah sensitif etilen lainnya, seperti:

  • Alpukat
  • Anggur
  • Semangka
  • Lemon dan limau
  • Blewah
  • Paprika
  • Bawang 

Beberapa buah seperti apel, kiwi, pisang, dan produsen etilen utama lainnya, sensitif juga terhadap senyawa ini.

Oleh sebab itu, disarankan tidak menyimpan apel dan pisang secara bersamaan. 

Namun, tidak semua buah dan sayuran sensitif terhadap etilen. Ceri, nanas, bawang putih, jeruk bali, dan blueberry dapat disimpan dengan aman bersama-sama atau di samping buah penghasil etilen.

Hal yang sama berlaku untuk kentang putih, tetapi bukan kentang manis.

Continue Reading

Lifestyle

Lagi Diet? Berikut 7 Manfaat Tahu Rebus untuk Kesehatan

Published

on

Tahu. (Istimewa)

Olahan tahu yang direbus seperti dibuat sup, pepes, atau lainnya, seringkali masuk ke dalam daftar menu makanan untuk diet karena dinilai rendah kalori.

Tak hanya itu, manfaat tahu rebus untuk diet juga tidak akan menyumbang kolesterol bagi tubuh sehingga cocok bagi Anda yang menjalani diet vegan.

Tahu sendiri menjadi salah satu bahan makanan bergizi yang mudah didapat. Terbuat dari kacang kedelai, tahu dapat diolah dengan berbagai cara.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Mengutip Medical News Today, satu balok tahu berukuran 122 gram memuat kandungan nutrisi sebagai berikut:

– 177 kalori
– 5,36 gram karbohidrat
– 12,19 gram lemak
– 15,57 gram protein
– 421 miligram kalsium
– 65 magnesium
– 3,35 miligram zat besi
– 282 miligram fosfor
– 178 miligram kalium
– 2 miligram zync
– 27 mikrogram (mcg) folat, DFE

Selain itu, tahu juga menyediakan komposisi nutrisi kecil lainnya seperti tiamin, riboflavin, niacin, vitamin B-6, kolin, mangan, dan selenium.

Manfaat tahu rebus untuk diet didapat karena nutrisi di dalamnya yang tetap terjaga saat direbus, tak seperti digoreng. Berikut manfaat tahu rebus.

1. Bebas Gluten

Secara alami, tahu adalah makanan yang tidak mengandung gluten atau protein dari hasil persilangan.

Dengan begitu, bagi yang menjalani diet bebas gluten atau vegan, tidak ada salahnya mengonsumsi makanan berbahan kedelai atau kacang-kacangan seperti tahu ini.

2. Bebas Lemak Jenuh

Tahu rebus yang terbuat dari kedelai ini bebas lemak jenuh dan pastinya sehat untuk tubuh. Kandungan asam omega-3 alfa-linolenat, sebagai asam lemak tidak jenuh, di dalamnya juga cukup tinggi.

Kandungan lemak tidak jenuh diketahui baik untuk mengontrol kolesterol, kesehatan pembuluh darah serta jantung.

3. Rendah Kalori

Rata-rata kalori pada olahan tahu rebus masih di bawah 200 kcal. Tak heran jika makanan satu ini bagus untuk diet.

Dibandingkan tempe yang sama-sama dibuat dari kedelai, tahu memiliki kandungan air dan mineral dari senyawa koagulan yang lebih banyak untuk memadatkan sari kedelai.

4. Tinggi Kalsium

Tahu juga mengandung kalsium dan magnesium tinggi. Mineral alami tersebut dapat membantu memperkuat tulang, mengatur gula darah, dan mencegah sakit kepala migrain.

Khusus yang menjalani diet vegetarian, tahu atau tempe berbahan kedelai ini bisa menjadi sumber kalsium terbaik untuk tubuh.

5. Tinggi Protein

Kandungan lain yang terkenal dari tahu adalah protein nabati dan karbohidrat. Keduanya bisa membantu Anda merasa lebih kenyang.

Mengonsumsi 100 gram tahu putih rebus, sama dengan menyumbang 9 gram protein untuk masuk ke dalam tubuh.

6. Tingkatkan Fungsi Ginjal

Selain mengenyangkan, protein kedelai dalam tahu dapat meningkatkan fungsi ginjal, terutama bagi orang yang menjalani transplantasi ginjal.

Akan tetapi, konsumsi tahu rebus tetap perlu dibatasi. Konsumsi berlebih justru akan merusak ginjal.

7. Kontrol Glukosa

Sebuah hasil penelitian menyebut bahwa konsumsi tahu dalam makanan sehari-hari bisa menyeimbangkan kadar glukosa.

Secara alami, nutrisi pada tahu mampu mengatasi respons tubuh terhadap insulin yang membuat glukosa tetap terjaga.

Manfaat tahu rebus untuk diet memang ada, namun Anda tetap harus menyeimbangkannya dengan asupan nutrisi lain selain tahu.

Tak hanya mengontrol makanan selama diet, olahraga juga diperlukan supaya proses metabolisme dalam tubuh bekerja maksimal.

Continue Reading

Lifestyle

Manfaat dan Risiko Kunyit Terhadap Kulit

Published

on

Ilustrasi Kunyit. (Istimewa)

Selama ratusan tahun, orang-orang di seluruh dunia telah mengaitkan kunyit dengan khasiat penyembuhan dan manfaat kosmetik.

Rempah-rempah ini juga tersedia dalam bentuk bumbu halus atau dalam suplemen dan produk kecantikan maupun dermatologi lainnya.

Kunyit mendapatkan manfaat kesehatannya terutama karena kurkumin, komponen bioaktif dan memiliki sifat antiinflamasi, serta antioksidan.

Baca Juga:

  1. Mulai Gaya Hidup Frugal Living, Lebih Hemat Atur Pengeluaran!
  2. Catat! 5 Tips Menghadapi Inflasi Gaya Hidup
  3. Ampuh Jaga Keharmonisan, Ini 3 Love Language yang Wajib Kamu Tahu

Manfaat Kunyit

Ilustrasi parutan Kunyit. (Istimewa)

Penelitian ilmiah modern baru mulai mempelajari dampak positif kunyit, tetapi banyak yang percaya bahwa kunyit memiliki beberapa kegunaan yang bermanfaat bagi kulit.

Seperti yang dilansir laman Healthline, berikut adalah beberapa manfaat dan kemungkinan risikonya untuk kulit.

1. Berkontribusi Mencerahkan Kulit Secara Alami

Karena mengandung antioksidan dan komponen antiinflamasi, kunyit dapat memberikan membuat kulit tampak lebih cerah atau glowing secara alami.

Kita bisa mencoba masker wajah kunyit di rumah untuk melihat apakah rempah-rempah ini memiliki efek positif pada kulit.

Selain itu, kita juga dapat mencampurkan sedikit yogurt tanpa rasa, madu, dan kunyit bersama-sama, lalu mengoleskannya ke wajah dan biarkan masker selama 15 menit sebelum membersihkannya dengan air.

2. Dapat Menyembuhkan Luka

Kurkumin yang ditemukan dalam kunyit dapat membantu menyembuhkan luka dengan mengurangi peradangan dan oksidasi.

Ini juga menurunkan respons tubuh terhadap luka kulit yang membuat luka bisa lebih cepat sembuh.

Penelitian telah menemukan bahwa kunyit dapat secara positif memengaruhi jaringan dan kolagen.

Jurnal Life Sciences pun merekomendasikan penerapan kurkumin sebagai formula yang dioptimalkan untuk bekerja paling baik pada luka kulit.

3. Dapat Membantu Psoriasis

Kualitas antioksidan dan antiinflamasi kunyit dapat membantu psoriasis dengan mengendalikan flare dan gejala lainnya.

National Psoriasis Foundation menyatakan bahwa kita dapat menggunakannya sebagai suplemen atau dengan menambahkannya ke makanan.

Sebelum mencobanya, kita direkomendasikan untuk mendiskusikan dosis yang tepat dengan dokter atau layanan kesehatan lainnya.

4. Dapat Mengurangi Jerawat

Kita mungkin ingin mencoba masker wajah kunyit untuk membantu mengurangi jerawat dan bekas luka yang dihasilkan.

Kualitas antiinflamasi dapat menargetkan pori-pori dan menenangkan kulit.

Di samping itu, kunyit juga dikenal untuk mengurangi jaringan parut. Kombinasi penggunaan ini dapat membantu wajah kita bersih dari jerawat.

5. Menyembuhkan Kudis

Dalam sebuah studi awal yang dilakukan di India, kombinasi kunyit dan mimba, tanaman asli India, efektif dalam mengobati kudis.

Kudis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh tungau mikroskopis yang meninggalkan ruam di kulit.

6. Membantu Berbagai Kondisi Dermatologis Lain

Tidak ada cukup penelitian untuk memberikan bukti konklusif tentang bagaimana kunyit dapat membantu kondisi kulit lainnya.

Namun, kunyit juga diketahui dapat membantu mengatasi eksim, alopecia, lichen planus, dan masalah kulit lainnya.

Sebuah studi dalam Phytotherapy Research merekomendasikan penelitian lebih lanjut tentang efek kunyit pada berbagai kondisi kulit dan minat mempelajari kunyit sebagai perawatan kulit semakin meningkat.

Risiko Penggunaan Kunyit

Ilustrasi Kunyit. (Istimewa)

Meski memiliki segudang manfaat, namun menambahkan kunyit dalam rutinitas sehari-hari tetap ada risikonya.

Saat mengonsumsi kunyit, kita perlu berhati-hati tentang dosis, jenis produk yang digunakan, dan bagaimana kunyit dapat bereaksi terhadap obat lain yang kita minum.

Kunyit juga memiliki bioavailabilitas yang rendah. Ini berarti metabolisme membakarnya dengan cepat dan tubuh kita tidak menyerap banyak.

Hindari pula mengonsumsi terlalu banyak kunyit pada satu waktu dan tunggu untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi sebelum mengambil lebih banyak.

Jika kita minum obat lain, diskusikan penggunaan kunyit dengan dokter.

Saat dioleskan ke kulit, kunyit biasanya akan menodai kulit untuk sementara atau meninggalkan residu kuning.

Hal ini memang normal. Tetapi, jika kita memiliki alergi, kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan bengkak.

Sebaiknya lakukan uji kunyit pada lengan bawah dengan mengoleskannya sedikit pada kulit dan tunggu 24-48 jam untuk melihat apakah ada reaksi sebelum menggunakannya di wajah.

Hal ini memang normal. Tetapi, jika kita memiliki alergi, kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan bengkak.

Sebaiknya lakukan uji kunyit pada lengan bawah dengan mengoleskannya sedikit pada kulit dan tunggu 24-48 jam untuk melihat apakah ada reaksi sebelum menggunakannya di wajah.

Pastikan juga untuk tidak menggunakan kunyit pada kulit jika kita alergi terhadap bumbu dalam makanan.

Continue Reading
Internasional9 hours ago

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek, AS: Itu Bukan Ancaman

Nasional10 hours ago

Perjuangan Aspar Jaelolo Jadi Raja Panjat Tebing Dunia 2022

Lifestyle11 hours ago

Hati-hati, Menyimpan Buah dan Sayuran Ternyata Ada Ilmunya!

Nasional14 hours ago

Menang Lawan Curacao, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Merangkak Naik

Investment15 hours ago

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Culture16 hours ago

Ritual Sikerei, Pengobatan Supranatural Suku Mentawai

Nasional18 hours ago

Siaran TV Analog Berhenti Total di 112 Wilayah Mulai 2 November 2022

Hangout19 hours ago

Jepang Izinkan Wisatawan Masuk Bebas Visa Mulai 11 Oktober 2022

Internasional20 hours ago

Mengenal Sosok Joelle Rich, Pacar Baru Johnny Depp

Nasional21 hours ago

Anies Baswedan Pastikan Jakpro Tak Akan Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

Edukasi1 day ago

Begini Syarat Dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Investment1 day ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment2 days ago

Investasi Berbasis Perusahaan Hijau Kini Makin Diminati

Teknologi2 days ago

Sudah Meluncur di Indonesia, Begini Cara Pakai TikTok Now

Investment2 days ago

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Investment2 days ago

Kredit Mesra, Solusi Pemprov Jabar Agar Warganya Tak Terlilit Hutang Rentenir

Properti2 days ago

Bintaro Jaya Tawarkan Properti Beragam dan Berkelas

CityView2 days ago

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle3 days ago

Lagi Diet? Berikut 7 Manfaat Tahu Rebus untuk Kesehatan

Internasional3 days ago

Disney Rilis Cuplikan Film Animasi Berjudul “Strange World”

Culture5 days ago

Kesenian Dongkrek, Ritual Tolak Pagebluk khas Madiun

Nasional6 days ago

Yogyakarta Siap Gelar Turnamen Bulutangkis Indonesia International Series 2022

Investment1 day ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment1 week ago

Perusahaan Fintech Paygua Jajaki Rencana IPO

Culture5 days ago

Makna Luhur ‘Tari Bambu Gila’ di Maluku

Nasional7 days ago

SBY Menduga Pemilu 2024 Berpotensi Ada Kecurangan, KPU: Laporkan ke Bawaslu RI

Nasional7 days ago

Timnas U-20 Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle6 days ago

Hati-hati, Gaya Hidup yang Tidak Aktif Bisa Jadi Penyebab Kematian

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (DPR RI)
Nasional2 days ago

Luhut: Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

BEI
Investment2 days ago

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

CityView1 week ago

Sentra Industri Sepatu Cibaduyut, Dulu Mendunia, Kini?

Hangout3 days ago

Deretan 10 Museum Termahal di Indonesia

Nasional3 days ago

Indonesia Pastikan Gelar Ganda Campuran di Indonesia International Series 2022

Investment3 days ago

Zulkifli Hasan: TIIMM G20 Hasilkan Capaian Konkret

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Nasional6 days ago

Alasan AHM Berikan Sentuhan Baru CBR250RR

Nasional3 days ago

KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebagai Tersangka

Hangout5 months ago

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Traveling5 months ago

Desa Wisata Sawai, Desa Tertua di Maluku yang Punya Sungai Keramik

Nasional5 months ago

Kalisari, Surga Takjil di Jakarta Timur

Properti5 months ago

Kisah Pengusaha Properti Bangun Rumah Subsidi untuk Berdayakan Masyarakat Banjarmasin

Uncategorized6 months ago

Kisah Mumun, Sang Hantu Legendaris Cibubur

Advetorial6 months ago

Pentingnya Literasi Finansial Melalui Kesetaraan Gender untuk Generasi Milenial

Showbiz11 months ago

Tega! Ada Youtuber Bikin Konten Mistis Soal Vanessa Angel

Showbiz11 months ago

Detik-detik Usai Mobil Vanessa Angel Alami Kecelakaan

Nasional11 months ago

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Showbiz11 months ago

Inilah yang Terjadi Usai Miss World Malaysia Klaim Batik dari Negaranya

Showbiz11 months ago

Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Teknologi11 months ago

Mark Zuckerberg Rugi Triliunan Rupiah, Saham Facebook Anjlok

Nasional11 months ago

Mensos Risma Ngamuk Lagi, Warga Marahi Balik

Showbiz11 months ago

Akui Salah, Baim Wong Ingin Temui Kakek Suhud

Showbiz11 months ago

Kakek Suhud Penjual Buku Agama, Bukan Pengemis Seperti Anggapan Baim Wong

Internasional11 months ago

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Sport11 months ago

Indonesia Juara Piala Thomas, Merah Putih Tak Bisa Berkibar

Culture11 months ago

Ampyang Maulid, Cara Leluhur Berintropeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Internasional1 year ago

Kronologi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

COVID-19Update1 year ago

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Advertisement

Trending