Connect with us

Kesehatan-Kecantikan

Harus Tahu! Ini 3 Manfaat Asam Jawa untuk Kesehatan

Published

on

Asam jawa banyak digunakan sebagai penyedap dalam banyak masakan dan minuman.

Asam jawa kaya akan banyak nutrisi. Buah ini mengandung magnesium, kalium, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin C, vitamin K, vitamin B6 (piridoksin), folat, vitamin B5 (asam pantotenat), dan sebagainya.

Namun, asam jawa memiliki kalori yang cukup tinggi dibandingkan dengan banyak buah lainnya, yang mungkin menjadi masalah bagi orang yang mencoba mengontrol asupan kalori. Berikut manfaat asam jawa bagi kesehatan tubuh.

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Asam jawa mampu meningkatkan kesehatan jantung. Buah ini mengandung polifenol seperti flavonoid, beberapa di antaranya dapat membantu mengatur kadar kolesterol.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Antioksidan dalam asam jawa dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif pada kolesterol LDL, yang merupakan pendorong utama penyakit jantung.

2. Menurunkan tekanan darah

Asam jawa juga mampu bantu turunkan tekanan darah karena relatif tinggi magnesium. Magnesium memiliki banyak manfaat kesehatan dan berperan dalam lebih dari 600 fungsi tubuh. Ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memiliki efek anti-inflamasi dan anti-diabetes.

3. Memiliki efek antibakteri

Ekstrak asam jawa mengandung senyawa alami yang memiliki efek antimikroba. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mungkin memiliki aktivitas anti jamur, antivirus, dan antibakteri.

Asam Jawa telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit seperti malaria. Senyawa yang disebut lupeol dikreditkan dengan efek antibakteri asam.

Advertisement

Kesehatan-Kecantikan

Klinik Baru untuk Menangani Kecelakaan Kerja

Published

on

Klinik PIBC didirikan di dalam lokasi Pasar Induk Beras Cipinang. Klinik mulai beroperasi Senin 22 Agustus 2022.

Jumat siang, 19 Agustus 2022, di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur telah diresmikan sebuah klinik baru. Klinik yang sengaja didirikan untuk menjawab kebutuhan kesehatan para pekerja di Pasar Induk Beras Cipinang dan masyarakat sekitar.

Adalah kerja sama Yayasan Darussyifa dengan Food Station (BUMD yang menampung beras dari para petani, kemudian mendistribusikannya) yang membuahkan pendirian Klinik PIBC ini.

Klinik yang letaknya sekitar 30 meter dari pintu masuk Pasar Induk Beras Cipinang itu akan melayani pasien dari Senin sampai Jumat, pukul 08.00 sampai 17.00. Untuk Sabtu, pelayanan akan dimulai jam 12 dan tutup jam 17.00. Dua orang dokter, satu perawat, satu apoteker dan satu asisten apoteker menjalankan pelayanan kesehatan di Klinik PIBC.

“Namun jika dibutuhkan 24 jam, kita akan buka 24 jam,” kata Ali Zainal Abidin Shahab, Kepala Yayasan Darussyifa.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Pendirian klinik ini bertujuan untuk melayani pertolongan pertama kecelakaan kerja, di samping kesehatan umumnya. Selama ini, para pekerja pasar beras yang mengalami keelakaan kerja acapkali mendatangani sebuah klinik yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi. Yakni Klinik Pratama Cipinang yang juga berada di bawah naungan Yayasan Darussyifa.

“Dalam sebulan ada sepuluh sampai dua puluh pekerja dari pasar datang ke klinik (Klinik Pratama Cipinang –Red),” jelas Ali Zainal Abidin.

Santunan anak yatim dalam acara Grand Opening.

“Selain pertolongan pertama, kami juga akan memberikan penyuluhan untuk menghindari kecelakaan kerja ini kepada para pekerja,” kata Ali Zainal Abidin. 

Sebenarnya tak ada perbedaan perlakuan korban kecelakaan kerja dengan penderita lain. Namun menurut dr Eka Oktaviani Saputri, Kepala Klinik PIBC, di klinik inilah tangan  atau kaki korban kecelakaan kerja untuk kasus patah tulang misalnya langsung dibidai. Dengan kata lain, penderita kecelakaan kerja mendapatkan pelayanan lebih cepat dan tepat.

Ali Zainal Abidin, Ketua Yayasan Darussyifa, berharap keberadaan Klinik PIBC akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi para pekerja maupun komunitas di sekitarnya.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Published

on

Asam Jawa

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena dianggap penuh manfaat. Nama asam Jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.

Merujuk penelitian Candra Rini Hasanah Putri dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kesuma Surabaya, berjudul Potensi dan Pemanfaatan Tamarindus indica Dalam Berbagai Terapi di Jurnal Ilmiah Kedokteran [2014], diketahui asam jawa memiliki berbagai kandungan, yaitu senyawa fenol, glikosida, mallic acid, tartaric acid, getah, pectin, arabinosa, xylosa, galaktosa, glukosa, dan uronic acid.

“Melalui ekstrak ethanol Tamarindus indica ditemukan adanya asam lemak dan berbagai elemen esensial seperti arsenik, kalsium, tembaga, besi, sodium, mangan, magnesium, zinc, dan sedikit vitamin A. Dari zat-zat inilah asam jawa berkhasiat menjadi obat. Tidak hanya itu, asam jawa juga mengandung kadar protein dan karbohidrat tertinggi dibanding berbagai buah lain,” ungkap penelitian tersebut.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Nama asam jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan orang Jawa. Selain itu, pohon asam jawa pun sangat dikeramatkan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Banyak orang Jawa, pada siang hari di tengah teriknya matahari, berteduh di rimbunya pohon asam jawa. Sebagian dari mereka tidak hanya menumpang berteduh, namun sempat membaca doa kepada batang pohon tersebut.

Walau begitu, ada juga yang mempercayai keberadaan pohon asam jawa tidak bagus untuk ditanam di dekat rumah, terutama di beranda. Sebab pohon ini diyakini mengundang makhluk-makhluk astral.

Namun pohon ini tetap menyebar ke berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Daerah yang paling banyak menghasilkan tumbuhan ini adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Meskipun namanya asam jawa, Tamarindus indica bukanlah tumbuhan asli Pulau Jawa. Asalnya dari Benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena dianggap penuh manfaat.

Penyebutan nama asam jawa berawal dari orang-orang Melayu, karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.

Provinsi yang dikenal menghasilkan tumbuhan ini adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Dalam Buku 100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex-Situ Taman Keanekaragaman Hayati [2019] karya Hendra Gunawan dari Pusat Litbang Hutan – KLHK, dijelaskan pohon ini bisa mencapai tinggi hingga 30 meter, diameter lebih dari 100 sentimeter.

Daun majemuk menyirip dengan 8-16 pasang anak daun. “Bunga harum serta menarik, berwarna krem dengan urat-urat cokelat kemerahan,” tulis Hendra.

Sedangkan buah polong berbentuk silinder, kadang lurus dan melengkung, tidak pecah, panjang sekitar 14 cm, berbiji 1 sampai 10 buah. Asam jawa bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik hampir di segala tempat, kecuali pada tanah dengan kandungan air tinggi.

Kayu pohonnya biasa dipakai sebagai bahan baku meubel, patung, ataupun ukir-ukiran. Pohon asam jawa pada umumnya dimanfaatkan sebagai pohon peneduh yang ditanam di tepi jalan.

Asam Jawa juga diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. MyCity telah merangkumnya untuk Cityzen.

Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan

Asam jawa yang juga dikenal dengan sebutan tamarin dipercaya dapat menjadi obat pencahar alami karena kandungan serat yang ada di dalamnya.

Asam jawa mengandung 6 gram serat tidak larut sehingga membuat feses Anda jadi lebih mudah untuk melewati usus.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Shri Ram Institute of Technology-Pharmacy tentang manfaat asam jawa bagi kesehatan manusia, memperlihatkan adanya efek pencahar pada tumbuhan tersebut.

Selain itu, ditemukan pula bahwa anak-anak di Afrika menggunakan asam jawa sebagai bagian dari sarapan untuk mengatasi sembelit. Biasanya, mereka mencampur buah masam yang belum matang dengan jus jeruk nipis atau madu.

Oleh karena itu, minum minuman yang mengandung asam jawa diyakini bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit.

Menjaga kesehatan jantung

Manfaat asam jawa selanjutnya adalah membantu menurunkan kolesterol sehingga kesehatan jantung dapat terjaga.Hal ini karena dalam asam jawa terdapat flavonoid.

Efektivitas asam jawa dalam menurunkan kolesterol dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan di University of Malaya yang melibatkan binatang percobaan.

Uji coba tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar kolesterol jahat (LDL), kolesterol total, dan trigliserida. Ekstrak asam jawa yang diberikan kepada hewan tersebut menyerap dan membantu membersihkan LDL dari jaringan saraf.

Berdasarkan penelitian tersebut, disimpulkan bahwa antioksidan yang ada pada buah ini dinilai dapat membantu menurunkan bahaya oksidatif pada kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Membantu mengontrol gula darah

Manfaat asam jawa berikutnya adalah untuk mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Dalam uji coba yang dilakukan pada hewan, ekstrak asam jawa yang sudah dicairkan dapat berperan sebagai antidiabetes yang cukup kuat.

Masih dari penelitian yang sama, pemberian ekstrak asam jawa mampu menurunkan risiko hiperglikemia karena kandungan magnesium yang relatif tinggi.

Magnesium yang terkandung di dalam asam jawa memiliki peran yang penting atas 600 fungsi organ tubuh manusia, termasuk sebagai antidiabetes.

Membantu menurunkan berat badan

Selain dapat mengurangi risiko penyakit diabetes, ternyata mengonsumsi asam jawa juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Dilansir dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, asam jawa termasuk dalam kategori buah-buahan tropis yang dapat menurunkan risiko obesitas.

Obesitas merupakan kondisi ketika kadar lemak tubuh seseorang meningkat secara berlebihan, terutama di dalam jaringan lemak.

Uji coba yang dilakukan pada tikus gemuk menunjukkan bahwa pemberian ekstrak asam jawa terbukti menurunkan berat badan.

Hal tersebut terjadi karena zat asam hidroksi tikit atau HCA membantu menghambat penyimpanan lemak di dalam tubuh. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Membantu melindungi organ hati

Di Bangladesh, asam jawa dimakan dalam bentuk buah untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Obat ini dikenal dapat melindungi organ hati mereka.

Pada sebuah studi eksperimen terhadap hamster, terlihat bahwa ekstrak hidroalkohol dari asam tamarin membantu meningkatkan sistem anti peradangan untuk organ hati.

Alkohol dan zat perusak organ liver lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit hati dan menjadi salah satu penyebab apoptosis yaitu proses matinya sel-sel yang tidak diperlukan tubuh.

Oleh karena itu, asam jawa dipercaya oleh kebanyakan orang dapat membantu mengurangi kerusakan liver. Walaupun demikian, belum ada penelitian yang membuktikan efek tersebut terhadap organ hati manusia.

Manfaat asam jawa atau tamarin untuk kesehatan sebenarnya sudah sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mereka percaya bahwa minum jamu atau makan makanan yang mengandung asam jawa dapat meningkatkan kesehatan mereka.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa masih dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk memastikan kebenaran tersebut. Jika Anda ragu, cobalah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Coba Diet Plant Based, Pola Makan Nabati yang Menyehatkan

Published

on

ilustrasi makanan sehat

Plant-based atau pola makan nabati kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang banyak dipraktikkan berbagai kalangan.

Pola makan ini dinilai menjadi salah satu cara untuk mencapai berat badan tubuh ideal nan sehat. Pasalnya pola makan ini mengutamakan mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, termasuk pula kacang-kacangan dan biji-bijian.

Dilansir dari Harvard Medical School, sejatinya plant-based berbeda dengan pola makan vegan yang tidak sama sekali mengonsumsi daging ruminansia (berkaki empat) dan unggas. 

Akan tetapi, pada pola makan nabati proporsi isi piring lebih banyak yang bersumber dari tumbuhan dan sedikit sekali yang berasal dari hewan. 

Namun, umumnya penganut pola makan nabati akhirnya turut menerapkan veganisme yang tidak sama sekali mengonsumsi daging sapi dan unggas bahkan turunannya seperti susu, telur, keju dan lain sebagainya.

Plant-based secara makna hampir sama dengan diet mediterania dan pola makan vegetarian yang juga sudah cukup dikenal. 

Diet ini sama-sama mengutamakan makanan yang berasal dari nabati tapi masih mengonsumsi susu sapi, telur unggas, yoghurt, dan ikan walau dalam porsi kecil dan jarang.

Bahkan beberapa sumber kesehatan menyebutkan pola makan nabati juga cocok disandingkan dengan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). 

Baca Juga:

  1. Dari Nasi Sampai Telur, Ini Rekomendasi 5 Makanan Tinggi Kalori yang Cocok Untuk Diet
  2. Bisa Dicontek! Ini Tips Diet ala Sabrina Chairunnisa saat Berpuasa
  3. Simak! 5 Cara Diet Ketat yang Sehat

Sesuai namanya diet DASH adalah pola makan bergizi seimbang untuk menyehatkan sistem kardiovaskular agar mengurangi risiko hipertensi yang disebabkan tekanan darah tinggi.

National Institutes of Health menyebutkan diet ini dilakukan dengan cara mengurangi asupan natrium (garam), lemak, dan kolesterol yang seluruhnya banyak didapatkan dari makanan olahan, daging sapi, dan unggas serta produknya seperti keju kraft dan susu UHT.

Sehingga diet DASH mengutamakan sumber pangan seperti buah, sayuran, produk susu rendah lemak, dan ikan.

Dari beragam jenis pola makan di atas, maka sederhananya jika diterapkan dengan benar, yakni dengan mengonsumsi makanan bervariasi, pola makan nabati menawarkan semua kebutuhan gizi harian.  

Yakni protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk kesehatan yang optimal, dan menjaga sistem pencernaan karena cenderung tubuh akan menerima banyak serat dan fitonutrien.

Hal ini didukung dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan diet mediterania, diet vegetarian, dan diet DASH sama-sama dapat mengurangi berbagai macam risiko penyakit.

Seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, sistem metabolik, bahkan bisa menurunkan risiko depresi karena makanan sehat dapat menciptakan suasana hati yang baik.

Continue Reading
Internasional9 hours ago

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek, AS: Itu Bukan Ancaman

Nasional10 hours ago

Perjuangan Aspar Jaelolo Jadi Raja Panjat Tebing Dunia 2022

Lifestyle11 hours ago

Hati-hati, Menyimpan Buah dan Sayuran Ternyata Ada Ilmunya!

Nasional14 hours ago

Menang Lawan Curacao, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Merangkak Naik

Investment15 hours ago

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Culture17 hours ago

Ritual Sikerei, Pengobatan Supranatural Suku Mentawai

Nasional18 hours ago

Siaran TV Analog Berhenti Total di 112 Wilayah Mulai 2 November 2022

Hangout19 hours ago

Jepang Izinkan Wisatawan Masuk Bebas Visa Mulai 11 Oktober 2022

Internasional20 hours ago

Mengenal Sosok Joelle Rich, Pacar Baru Johnny Depp

Nasional21 hours ago

Anies Baswedan Pastikan Jakpro Tak Akan Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

Edukasi1 day ago

Begini Syarat Dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Investment1 day ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment2 days ago

Investasi Berbasis Perusahaan Hijau Kini Makin Diminati

Teknologi2 days ago

Sudah Meluncur di Indonesia, Begini Cara Pakai TikTok Now

Investment2 days ago

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Investment2 days ago

Kredit Mesra, Solusi Pemprov Jabar Agar Warganya Tak Terlilit Hutang Rentenir

Properti2 days ago

Bintaro Jaya Tawarkan Properti Beragam dan Berkelas

CityView2 days ago

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle3 days ago

Lagi Diet? Berikut 7 Manfaat Tahu Rebus untuk Kesehatan

Internasional3 days ago

Disney Rilis Cuplikan Film Animasi Berjudul “Strange World”

Culture5 days ago

Kesenian Dongkrek, Ritual Tolak Pagebluk khas Madiun

Nasional6 days ago

Yogyakarta Siap Gelar Turnamen Bulutangkis Indonesia International Series 2022

Investment1 day ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment1 week ago

Perusahaan Fintech Paygua Jajaki Rencana IPO

Culture5 days ago

Makna Luhur ‘Tari Bambu Gila’ di Maluku

Nasional7 days ago

SBY Menduga Pemilu 2024 Berpotensi Ada Kecurangan, KPU: Laporkan ke Bawaslu RI

Nasional7 days ago

Timnas U-20 Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle6 days ago

Hati-hati, Gaya Hidup yang Tidak Aktif Bisa Jadi Penyebab Kematian

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (DPR RI)
Nasional2 days ago

Luhut: Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

BEI
Investment2 days ago

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

CityView1 week ago

Sentra Industri Sepatu Cibaduyut, Dulu Mendunia, Kini?

Hangout3 days ago

Deretan 10 Museum Termahal di Indonesia

Nasional3 days ago

Indonesia Pastikan Gelar Ganda Campuran di Indonesia International Series 2022

Investment3 days ago

Zulkifli Hasan: TIIMM G20 Hasilkan Capaian Konkret

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Nasional6 days ago

Alasan AHM Berikan Sentuhan Baru CBR250RR

Nasional3 days ago

KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebagai Tersangka

Hangout5 months ago

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Traveling5 months ago

Desa Wisata Sawai, Desa Tertua di Maluku yang Punya Sungai Keramik

Nasional5 months ago

Kalisari, Surga Takjil di Jakarta Timur

Properti5 months ago

Kisah Pengusaha Properti Bangun Rumah Subsidi untuk Berdayakan Masyarakat Banjarmasin

Uncategorized6 months ago

Kisah Mumun, Sang Hantu Legendaris Cibubur

Advetorial6 months ago

Pentingnya Literasi Finansial Melalui Kesetaraan Gender untuk Generasi Milenial

Showbiz11 months ago

Tega! Ada Youtuber Bikin Konten Mistis Soal Vanessa Angel

Showbiz11 months ago

Detik-detik Usai Mobil Vanessa Angel Alami Kecelakaan

Nasional11 months ago

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Showbiz11 months ago

Inilah yang Terjadi Usai Miss World Malaysia Klaim Batik dari Negaranya

Showbiz11 months ago

Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Teknologi11 months ago

Mark Zuckerberg Rugi Triliunan Rupiah, Saham Facebook Anjlok

Nasional11 months ago

Mensos Risma Ngamuk Lagi, Warga Marahi Balik

Showbiz11 months ago

Akui Salah, Baim Wong Ingin Temui Kakek Suhud

Showbiz11 months ago

Kakek Suhud Penjual Buku Agama, Bukan Pengemis Seperti Anggapan Baim Wong

Internasional11 months ago

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Sport11 months ago

Indonesia Juara Piala Thomas, Merah Putih Tak Bisa Berkibar

Culture11 months ago

Ampyang Maulid, Cara Leluhur Berintropeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Internasional1 year ago

Kronologi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

COVID-19Update1 year ago

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Advertisement

Trending