Connect with us

CityView

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Published

on

Tembakau Deli. (Istimewa)

Harumnya Tembakau membuat Tanah Deli terkenal. Masyarakat Deli kala itu sangat bangga dengan hasil bumi Tanah Deli yakni tembakau. Begitu melekatnya Tembakau Deli bagi masyarakat Deli kemudian dijadikan simbol-simbol publik.

Tembakau Deli diolah di sebuah bangunan tua milik Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) II di Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serang, Sumatera Utara.

Bangunan yang telah berdiri sejak 1920 itu merupakan gudang tembakau yang dibangun oleh kolonial Belanda. Bangunan itu memiliki luas sekitar 9.300 meter dan berdiri di atas tanah 1,7 hektar. Meski terlihat tak terawat, namun bangunan bergaya Eropa itu masih terlihat kokoh.

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0

Pintu masuk yang terbuat dari kayu jati itu tertutup rapat. Gudang ini terasa begitu sepi, padahal kedatangan kami masih pukul 9 pagi. Namun keadaan berubah saat pintu itu dibuka.

Baca Juga :  Lesung Kopi, Perpaduan Jawa & Bali

Aroma khas tembakau tercium harum sekali. Puluhan wanita paruh baya mengenakan baju putih dan bawahan kain batik tampak sibuk bekerja. Mereka tengah menata tumpukan daun tembakau agar tersusun rapi. Ada yang menyortir dan memilah daun sesuai dengan jenisnya. Beberapa menimbang, yang lain menyusun dan membongkar tumpukan daun tembakau, lalu disatukan kembali sesuai dengan klasifikasinya.

Terdapat setidaknya 25 jenis daun tembakau yang harus mereka pisahkan sesuai morfologi dengan morfologinya. Para pekerja harus teliti menyatukan daun-daun tembakau yang memiliki kemiripan warna, tekstur, ukuran lebar/panjang, dan besar/kecil kerusakan daun. Semuanya dilakukan manual dengan alat-alat sederhana yang terbuat dari kayu.

Sejarah Tembakau Deli

Tembakau Deli (Istimewa)

Pada abad ke 19, Jacobus Nienhuys mendirikan perusahaan tembakau Deli Maatschappij, enam tahun setelah kedatangannya ke Sumatra Timur tahun 1863. Setelahnya industri tembakau Deli berkembang cepat dan menarik penikmat cerutu dari Eropa.

Permintaan yang tinggi membuat investasi berkembang pesat di Sumatra Timur. Jan Breman dalam buku berjudul Menjinakkan Sang Kuli menulis pada 1873 jumlah kebun tembakau baru 13 dan pada 1876 menjadi 40 kebun.

Baca Juga :  Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya

Sementara Ann Laura Stoler dalam buku Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan Sumatra 1870-1979 melaporkan sudah ada 179 kebun tembakau besar dan kecil tumbuh di Sumatra Timur pada tahun 1889.

Ribuan warga China, India, Jawa berbondong-bondong datang ke Medan untuk menjadi tenaga kerja penyokong industri tembakau ini. Berbagai bangsa kemudian bermukim dan berketurunan di kota tersebut.

Bahkan banyak catatan yang menuliskannya Medan saat itu sudah menjadi kota multikultural. Tidak aneh, jelas Breman, pada suatu perjamuan akan terisi dengan beragam bangsa yang saling berbincang.

“Sering satu meja di Medan dikelilingi tujuh orang tamu yang mewakili beragam bangsa, yaitu Belanda, Prusia, Jerman, Denmark, Inggris, Polandia, Swiss, dan Norwegia,” ucapnya.

Tembakau Deli. (Istimewa)

Perkebunan tembakau membuat Medan tumbuh menjadi kota Metropolitan kelas dunia. Sejak tahun 1930, sudah ada 11.000 orang Eropa yang tinggal di Pantai Timur Sumatra yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam industri perkebunan.

Baca Juga :  Ahok Jadi Kandidat Kuat, Ini Tugas Kepala Otorita IKN Baru Nusantara

“Dicatat orang dari Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Prancis-Belgia, Swiss, Jepang, dan Jerman sudah menaruh investasi besar di Sumatra Timur pada era 1913-1932,” dimuat dalam buku Deli dan Bayang-Bayangnya terbitan Kompas.

Setelahnya bangunan megah hingga fasilitas publik berdiri di kota Medan, seperti perkantoran, bank, kantor pos, sekolah, rumah sakit, jalan, pasar, hingga stasiun kereta api yang beberapa masih tegak berdiri.

Ichwan Azhari, sejarawan asal Universitas Negeri Medan menyatakan tembakau membuat kota Medan tumbuh dengan kebudayaan Eropa di dalamnya. Pertumbuhan kota memberikan dampak bagi daerah sekitarnya.

Dirinya mencontohkan di Kabupaten Karo yang tumbuh menjadi sentra pertanian yang menghasilkan wortel, kacang arcis, tomat, kol, brokoli dan berbagai sayuran yang digemari oleh orang Eropa.

“Usahawan itu bahkan mengangkut masyarakat Bengali dari India ke Medan bersama sapinya untuk memenuhi kebutuhan mereka akan susu,” ucapnya.

Advertisement

CityView

SnowBay TMII, Dulu Waterpark Ternama Kini Jadi Lahan Parkir

Published

on

Kondisi Snowbay Waterpark terbengkalai. Foto: YouTube Juna Tong

Kondisi Snowbay Waterpark terbengkalai. Foto: YouTube Juna Tong

mycity.co.id – Dibalik animo para pengunjung terhadap wajah baru TMII atau Taman Mini Indonesia Indah sekarang, ada Snowbay Waterpark yang terlihat terbengkalai. Bahkan kini   beralih fungsi menjadi lahan parkir. Sebelum pandemi, Snowbay menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi.

Namun, selama pandemi Snowbay tutup dan sama sekali tak beroperasi. Ini membuatnya menjadi terbengkalai bahkan, dari beberapa gambar yang beredar di media sosial,  taman air ini akan dijadikan lahan parkir oleh pihak Taman Mini itu sendiri. Sayang, tapi itulah kenyataan yang terlihat secara gambalng ketika tim mycity.co.id mengunjungi Snowbay.

Baca Juga :  Lesung Kopi, Perpaduan Jawa & Bali

Pandemi Covid-19 membawa dampak tidak mengenakan bagi sebagian besar tempat-tempat wisata. Banyak tempat wisata yang terpaksa tutup akibat diberlakukannya lockdown pada saat itu dan kembali bangkit berkat diberlakukannya new normal. Meskipun pandemi sudah berlalu dan TMII sudah dirvitalisasi, SnowBay Waterpark masih tidak ada kehidupan di dalamnya.

Snowbay terletak tepat di depan terminal kereta gantung tampak lebih suram saat ini. Dedaunan kering dan sampah yang berserakan di jalan, air kolam yang keruh serta ditumbuhi lelumutan pada lantai kolam. Vendor-vendor jualan tampak ditinggalkan begitu saja, ada pula beberapa bagiannya yang rusak. Besi-besi penyanggah pun sudah mulai berkarat. Kesan angker terasa jelas saat memasuki tempat wisata satu ini.

Baca Juga :  Kontestasi Pilkada 2024 Super Panas, 542 Kursi Kepala Daerah & 20.528 Legislatif Diperebutkan

Saat mycity.co.id mencoba menghubungi pak Redy selaku Humas TMII mengenai peralihan fungsi SnowBay menjadi lahan parkir. Beliau hanya menjawab, “Snowbay sudah tidak ada. Saya tidak bisa memberikan stateman terkait hal ini. yang bisa memberikan stateman hanya Direktur Eksekutif, tapi kebetulan beliau sedang ada tugas di luar.”

Baca Juga :  Nama Nusantara Berasal dari Majapahit atau Kutai?

Dilansir mycity dari Wikipedia, Snowbay Waterpark itu sendiri merupakan wahana yang dirancang secara khusus sebagai taman rekreasi petualangan berkelas dunia, terletak di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah dan memiliki konsep pegunungan salju sehingga memberikan suasana nyaman dan menyenangkan. Tempat ini menjadi wahana wisata favorit bagi keluarga yang sekalian berkunjung ke TMII.

Jika Snowbay hanya dijadikan tempat parkir saja rasanya amat disayangkan, sebab para pengunjung masih memiliki minat yang besar terhadap Snowbay. Akan lebih baik jika Snowbay dapat difungsikan kembali sebagai tempat wisata bagi para pengunjung dan wisatawan.

Continue Reading

CityView

Bendungan Kering, Solusi Jitu Atasi Permasalahan Banjir di DKI Jakarta

Published

on

Bendungan kering menjadi solusi untuk permasalahan banjir di DKI Jakarta. (Kementerian PUPR)
Bendungan kering menjadi solusi untuk permasalahan banjir di DKI Jakarta. (Kementerian PUPR)

mycity.co.id Banjir menjadi momok bagi masyarakat DKI Jakarta ketika musim hujan datang. Pemerintah pun melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan ini. Caranya mulai dari pembangunan drainase vertikal hingga bendungan kering.

Saat ini, pembangunan bendungan yang satu ini digadang-gadang sebagai salah satu solusi untuk pencegahan banjir di wilayah Jakarta.

Pembangunan jenis bendungan ini juga memilki fungsi yang berbeda bila dibandingkan dengan jenis bendungan biasa. Umumnya, bendungan biasa kerap digunakan sebagai sarana irigasi atau sumber kebutuhan air lainnya.

Untuk tipe ini, kegunaannya adalah murni untuk menjadi pengontrol debit air. Ketika ada aliran air yang cukup besar seperti karena curah hujan yang amat tinggi, maka banjir pun tidak akan terjadi. Paling tidak, air akan lebih terkendali.

Baca Juga :  Kontestasi Pilkada 2024 Super Panas, 542 Kursi Kepala Daerah & 20.528 Legislatif Diperebutkan

Bendungan dengan model seperti ini pertama kali dibuat oleh Miami Conservancy District. Tujuannya untuk mencegah banjir di Miami Valley dan Dayton, Ohio.

Saat kemarau bendungan ini akan kering. Sementara itu, ketika musim hujan bendungan ini akan menahan air yang semakin melimpah supaya lebih terkontrol alirannya.

Mengacu dari Kementerian PUPR, pengoperasian bendungan ini adalah dengan menutup pintu bendungan hingga kapasitas penuh. Lalu, air yang ditampung tersebut alirannya dikeluarkan dengan debit yang sudah diatur.

Bila bendungan sudah semakin sedikit tampungan airnya, maka hal tersebut dilakukan lagi hingga bisa menampung air kembali. Secara bayangan konsepnya tersebut memang terlihat cukup sederhana, tetapi kegunaannya sangatlah besar.

Baca Juga :  TNI AU Kibarkan Bendera Raksasa di HUT RI ke-76

“Bendungan kering adalah suatu bendungan yang teknik pembuatannya sama dengan bendungan pada umumnya, tetapi difungsikan berbeda,” ujar pengamat bendungan Didiek Djarwadi dalam wawancara bersama kompas.com.

Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Saat ini, ada dua bendungan kering yakni Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Keduanya berperan untuk mengurangi debit air yang masuk ke Jakarta.

Masing-masing bendungan tersebut berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Yang mana, daerah ini merupakan tempat dengan curah hujan yang sangat tinggi. Bahkan, banjir besar yang kerap terjadi di Jakarta juga tidak terlepas dari faktor kiriman air dari Bogor.

Media sosial PUPR menyebutkan bila pembangunan bendungan ini akan segera rampung. Lebih detail, perkembangan pembangunan Bendungan Sukamahi sudah mencapai 93,22%, sementara untuk Bendungan Ciawi ada di angka 93,33%.

Baca Juga :  Keren, Kaligrafi Perdamaian di Atas Vila Milik Pengusaha Ukraina di Bali

Dengan adanya pembangunan kedua bendungan ini, Bendungan Sukamahi akan mengurangi tingkat debit banjir sebesar 27,4% dan Bendungan Ciawi mengurangi hingga 30,6%.

“Dua bendungan ini tidak akan menampung air, karena air hujan hanya ditampung sementara dan dialirkan sekecil mungkin ke Sungai Ciliwung, sehingga diatur debitnya yang harus mengalir saat musim hujan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Bendungan kering di Ciawi dan Sukamahi merupakan yang pertama kalinya dibangun di Indonesia sebagai upaya merespons risiko bencana hidrometeorologi di Jakarta dan sekitarnya.

Pengoperasian bendungan akan menggunakan Aplikasi Sistem Manajemen Air Terpadu (SIMADU) Kementerian PUPR dengan memanfaatkan data klimatologi dari BMKG yang menampilkan laporan kejadian banjir/kekeringan, prakiraan cuaca dan hari tanpa hujan, termasuk prakiraan banjir dan kekeringan.

Continue Reading

CityView

Pj Heru Ajak Pemkot Jakarta Timur Minimalisir Potensi Banjir

Published

on

Pj Gubernur DKI Jakartaa Heru Budi Hartono ajak Pemkot Jakarta Timur meminimalisir banjir. Foto: liputan6.com

Pj Gubernur DKI Jakartaa Heru Budi Hartono ajak Pemkot Jakarta Timur meminimalisir banjir. Foto: liputan6.com

mycity.co.id – Banjir masih menjadi permasalaah di ibu kota DKI Jakarta hingga hari ini. Hal tersebut kemudian membuat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengajak pemerintah kota Jakarta Timur untuk bekerja bersama-sama dalam meminimalisir potensi banjir di ibu kota.

Tak hanya itu, Heru juga mengajak untuk melakukaan peremajaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan mengoptimalkan pembinaan UMKM. Dilansir mycity.co.id dari berbagai laman sumber, Heru mengatakan akan mengejar target dalam meminimalisir potensi banjir.

Baca Juga :  Indonesia ke-9, Inilah Daftar 10 Negara Pemilik Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia

Selain itu, terkait kependudukan harus terus dimonitor dan dia memberi pesan pada ASN (Pemkot Jakarta Timur) agar terus bekerja maksimal dalam melayani masyarkat. Hal tersebut disampaikan Heru ketika mengunjungi kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa 29 November 2022 kemarin.

Kunjungan itu dilakukan juga untuk menghadiri rapat pimpinaan terkait pembahasan program prioritas serta dilanjutkan meninjau pelayanan masyarakat di lingkungan Pemkot Jakarta timur. Dalam rapat tersbut, Heru menyampaikan apresiasinyaa atas kinerja seluruh pegawai di lilngkungan Pemkot Jakarta Timur karena sudah bekerja secara maksimal dalam menata kota.

Baca Juga :  Ahok Jadi Kandidat Kuat, Ini Tugas Kepala Otorita IKN Baru Nusantara

“Saya berikan apresiasi kepada Pak Wali Kota serta seluruh jajarannya, karena sudah membangun Jakarta Timur sedemikian rupa (beserta prestasinya),” ujar heru.

Meski begitu, Heru juga mengingatkan pada perangkat di Pemkot Jakarta Timur untuk terus bekerja sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi serta fokus dalam menjalankan arahan dari Pj Gubernur. Dia juga menambahkan, agar perangkat Pemkot Jakarta Timur tetap konsisten menjaga kebersihan dan kerapihan kota dengan tujuan memberikan rasa nyaman bagi warga.

Baca Juga :  TNI AU Kibarkan Bendera Raksasa di HUT RI ke-76

“Saya juga meminta beberapa pasar di Jakarta Timur untuk semakin dipercantik, dipertahankan tata kelolanya. Di samping itu aset di Jakarta Timur juga harus dijaga dan dipertahankan dengan baik,” ungkap Pj Gubernur Heru.

Continue Reading
Advertisement

Trending