Connect with us

CityView

Harapan Besar Tapanuli Utara Menjadi Smart City Agar Kesejahteraan Masyarakat & Pariwisata Meningkat

Published

on

Tapanuli Utara
Tapanuli Utara

Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, M.Si, memiliki visi besar membawa Tapanuli Utara menjadi lumbung pangan dan lumbung sumber daya manusia yang berkualitas, serta daerah wisata.

Visi tersebut disampaikan Nikson Nababan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berlangsung di Hotel Jayakarta, Jakarta, pada 7-8 Desember 2021.

Tak hanya itu saja, Nikson ingin Tapanuli Utara berkonsep smart city. Menurut dia, konsep smart city bisa membuat potensi daerah dan SDM di Tapanuli Utara menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Konsep pengelolaan dan pengembangan smart city menjadikan kota atau daerah yang layak huni, nyaman, mudah, sehat, aman dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk mewujudkannya, Nikson mengaku sudah memiliki delapan strategi. Pertama, mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana dengan memanfaatkan tersedianya dana bantuan pemerintah atasan atau investasi dari sector agro industry, pariwisata, CSR, dan lain-lain.

Kemudian, memanfaatkan sistem nilai adat Dalihan na tolu di masyarakat untuk sama-sama saling bekerjasama antara masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun industri pertanian, pariwisata dan perdagangan, konservasi lingkungan serta sama-sama berbagi informasi tentang kebutuhan pembangunan Pemerintah Kab Tapanuli Utara.

Ketiga, Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan-pelatihan dari Kementerian maupun lembaga terkait. keempat, terus memperjuangkan pendirian Universitas Negeri Tapanuli Utara.

Tapanuli Utara

Kelima, mengembangkan pariwisata holistik terintegrasi dan komprehensif. Keenam, revitalisasi Pasar yang mengakomodir produk UMKM dan melaksanakan pasar lelang komoditi.

Setelahnya, meningkatkan efektifitas pelayanan publik dengan tata kelola pemerintahan yang lebih komunikatif, efektif dan efisien dengan mengembangkan aplikasi-aplikasi pendukung pelayanan publik untuk administrasi masyarakat yang terintegrasi dengan dukcatpil. Terakhir, menyediakan data desa presisi.

Program agar Tapanuli Utara beralih menjadi smart city sudah dijalankan sejak tahun 2017. Ada beberapa hal yang sudah diubah menjadi sistem elektronik, seperti E-MusrenbangDesa, E-MusrenbangKecI, E-PokirDPRD, E-ForumOPD, E-MusenbangKab, E-RenjaOPD.

Adapun pada tahun ini, ada tiga hal yang diubah ke sistem elektronik, yakni E-Dukcapil, E-Bukalapo, dan reservasi online RSUD Tarutung.

Meski demikian, Tapanuli Utara masih memiliki enam hal yang menjadi hambatan untuk mewujudkan transformasi menjadi smart city. Pertama, Belum memadainya sumber daya manusia berupa tenaga terampil baik di bidang IT maupun di bidang lainnya.

“Sistem pemukiman penduduk di pedesaan yang menyebar (tidak terkonsentrasi),” ujarnya.

“Kondisi geografis Kabupaten Tapanuli Utara yang relatif luas (15 Kecamatan) dengan kontur wilayah rata-rata pegunungan dan rawan bencana gempa,” sambung dia.

Alasan keempat adalah keterbatasan Anggaran Daerah Kabupaten Tapanuli Utara dimana sebagian besar Anggaran di Fokuskan untuk pembangunan Infrastruktur Fisik.

“Alasan kelima 20 % wilayah tidak terjangkau Jaringan Telekomunikasi. Terakhir, infrastruktur IT yang masih terbatas,” tegas dia.

Berbekal konsep smart city, Nikson berharap Tapanuli Utara bisa daulat pangan dan kesejahteraan petani pun terjamin. Kemudian, destinasi wisata, pengembangan komoditi produk unggulan daerah berbasis pertanian makin meningkat.

CityView

Kerennya IKN Nusantara, Punya Smart Village Hingga Forest City

Published

on

IKN Nusantara

Pemerintah terus menggodok berbagai hal teknis untuk pengembangan IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Pengembangannya akan mengacu pada konsep smart city untuk menerapkan forest city dengan salah satu rujukan penerapannya dengan Korea Selatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu telah berkunjung ke Korea Selatan untuk melihat pembangunan infrastruktur dan pengembangan kota cerdas (smart city) di negeri K-Pop itu.

Dalam kunjungan tersebut juga telah dihasilkan beberapa kerja sama yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara. Beberapa kerja sama teknis itu dilakukan antara Kementerian PUPR dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Agraria, Infrastruktur dan Transportasi (MOLIT) Korea Selatan.

Baca Juga:

  1. Memahami Four Tasks of Mouning, Tahapan Kala Berduka
  2. Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis
  3. Kenali Relationship Red Flags, Tanda Merah Sebelum Terlambat

“Kementerian PUPR telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan dan MOLIT sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bentuk kerja samanya antara lain pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian di Banten untuk penyediaan air baku di Jakarta bagian Barat termasuk pembangunan water treatment plant dan jaringan distribusinya. Kemudian juga sedang dilakukan feasibility study untuk Semarang Smart Water System dan beberapa kerja sama lainnya,” ujar Basuki.

Setidaknya pertemuan Presiden Jokowi dan Kementerian PUPR telah menyepakati empat bentuk kerja sama konkrit khususnya untuk mendukung pengembangan Ibukota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Beberapa kerja sama yang disepakati antara lain melalui hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter/detik.

Basuki juga berkesempatan melihat konsep pemurnian air di Hwaseong Water Purification Plant yang disebutnya menerapkan the best available technology yang saat ini diaplikasikan oleh Korea Selatan. Teknologi ini memungkinkan air yang siap minum dengan penerapan yang sangat reliable karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metode ozonisasi.

Kemudian kerja sama lainnya yang juga disepakati yaitu pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara. Terkait pengembangan smart city, Kementerian PUPR juga telah mengunjungi Busan Eco Delta Smart City dan Smart Village yang dulu tahun 2019 saat di-groundbreaking juga dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Setelah berproses tiga tahun, saat ini sudah ada yang namanya smart village yang telah dibangun sebanyak 86 unit rumah dan dihuni oleh 400 orang. Perkembangannya juga terus dimonitor melalui implementasi 41 jenis teknologi canggih di dalam smart village tersebut. Nantinya, smart village ini akan diterapkan di IKN Nusantara dan untuk tahap awal akan dihadirkan 100 unit rumah sebagai proyek percontohan dan akan dibangun tahun 2023 mendatang.

“Kemudian untuk menghubungkan IKN Nusantara dengan Kota Balikpapan akan dibangun immerse tunnel yang sesuai dengan konsep forest city untuk melindungi berbagai flora dan fauna endemik seperti bekantan yang ada di sekitar Teluk Balikpapan. Saat ini sedang dikerjakan feasibility study dilanjutkan dengan basic design dengan rencana pembangunan tahun 2023,” beber Basuki.

Continue Reading

CityView

Sah, Indonesia Jadi Negara Paling Malas Jalan Kaki

Published

on

Ilustrasi jalan kaki

Baru-baru ini akun Instagram @undercover.id memposting sebuah laporan yang menyebut bahwa Indonesia menempati rangking pertama sebagai negara paling malas jalan kaki sedunia.

Laporan tersebut merupakan sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan dari Stanford University, Amerika Serikat, meneliti tentang aktivitas masyarakat disejumlah negara, salah satunya Indonesia.

Studi mengungkapkan kalau Indonesia adalah negara paling malas berjalan kaki di dunia dengan rata-rata masyarakat berjalan kaki hanya 3.513 langkah setiap harinya.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Penelitian ini dilakukan terhadap 717.627 orang dari 111 negara di berbagai belahan dunia dalam kurun waktu 95 hari, dilakukan dengan cara pelacakan smartphone.

Angka ini berbeda dengan negara Hong Kong yang menunjukkan bahwa tiap harinya mereka berjalan sebanyak 6.880 langkah per harinya.

Dilansir dari rdk.fidkom.uinjkt.ac.id masyarakat Indonesia cenderung menggunakan transportasi pribadi dibanding jalan kaki, bahkan untuk jarak dekat sekalipun. Kebiasaan ini menimbulkan kemalasan untuk berjalan kaki.

Alasan lain yang melatarbelakangi malasnya masyarakat untuk berjalan kaki adalah fasilitas pejalan kaki di Indonesia kurang memadai, tingkat kebersihan kurang menimbulkan bau tidak sedap bahkan mengganggu pejalan kaki, cuaca yang tidak menentu kadang panas dan kadang hujan, kebanyakan orang berpikir bahwa berjalan bukan suatu keharusan, dimanjakan oleh teknologi yang ada seperti layanan antar jemput online.

Aktivitas berjalan kaki sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, Dilansir dari p2ptm.kemkes.go.id, jalan kaki memiliki banya manfaat seperti, memperpanjang hidup 1,5 samai 2 menit, menurunkan berat badan, memberikan kondisi yang baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru, membakar lemak dalam tubuh, meningkatkan metabolisme, mengurangi stres, memperlambat penuaan, menurunkan kolesterol, mencegah diabetes dan memperkuat otot.

Manfaat Berjalan Kaki Setiap Hari

Padahal jalan kaki itu adalah salah satu olahraga termurah yang bis akita lakukan setiap hari. Ada banyak manfaat dari berjalan kaki, di antaranya:

Rata-rata jalan kaki setiap menit dapat memperpanjang umur 1,5 sampai 2 menit

Jalan kaki setiap hari selama 40 menit, bisa menurunkan berat badan secara alami

Jalan kaki cepat selama 20 – 25 menit memperbaik kinerja jantung dan paru-paru

Rutin berjalan kaki setiap hari akan membakar lemak jahat dalam tubuh
Meningkatkan metabolisme sehingga tubuh bisa membakar kalori lebih cepat

Membantu mengurangi stress

Memperlambat penuaan

Menurunkan tingkat kolesterol dalam darah

Membantu menurunkan tekanan darah

Membantu mengontrol dan mencegah diabetes

Memperkuat otot kaki, paha, dan tulang’

Continue Reading

CityView

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Published

on

IKN Nusantara

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini dipilih karena dianggap sukses dengan program pemindahan ibukota barunya yang menerapkan banyak konsep smart city.

Pemerintah terus mematangkan berbagai rencana, konsep, hingga berbagai hal teknis terkait pengembangan ibukota negara (IKN) Nusantara. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti, Kementerian PUPR akan menjadi institusi tumpuan awal pembangunan IKN dan karena itu banyak hal yang hasur dipersiapkan khususnya terkait SDM yang andal dan kompeten.

“Dibutuhkan banyak SDM yang bukan hanya andal tapi berintegritas dalam pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan IKN Nusantara dan itu menjadi agenda yang wajib dilakukan. Untuk itu kami melakukan terobosan dengan menyiapkan dan mengirim insan Kementerian PUPR untuk belajar pengembangan IKN ke Korea Selatan,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Korea Selatan dipilih karena termasuk negara yang berhasil dan mumpuni dalam membangun ibukota baru. Sharing pengalaman ini dibutuhkan untuk pengembangan IKN khususnya untuk penerapan lima teknologi baru yang telah sukses dilaksanakan di Korea Selatan.

Pelatihan awak Kementerian PUPR ini juga merupakan kerja sama teknis antara Kementerian PUPR dengan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan dalam rangka meningkatkan kapasitas pegawai Kementerian PUPR sebagai pelaksana pembangunan IKN. Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang awak Kementerian PUPR yang akan berlangsung hingga akhir Agustus 2022.

Ke-25 orang ini dipilih dari 94 orang yang diusulkan dari delapan unit organisasi di Kementerian PUPR. Para peserta pelatihan ini terdiri dari 15 orang dengan latar pendidikan teknis dan 10 orang dengan latar pendidikan non teknis sehingga ada kolaborasi antara teknis dan non teknis dalam pengembangan IKN Nusantara.

“Pelatihan ini juga bukan pelatihan biasa. Peserta sudah harus memiliki dasar pengetahuan yang baik tentang smart city concept yang pro-IKN. Satuan Tugas (Satgas) IKN juga diharapkan dapat mengawal pelatihan ini dan mendampingi peserta agar konsep smart city IKN ini dapat terwujud di Indonesia,” imbuhnya.

Continue Reading

Trending