Connect with us

Nasional

Giant Tutup, Centro Pailit, Mimpi Buruk Sektor Ritel

Published

on

Jelang Penutupan Gerai Giant, Diskon besar-besaran

Akibat Pandemi Covid-19 membuat sektor ritel di Indonesia mengalami tekanan yang cukup berat. Hal ini disebabkan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menekan angka penularan Covid-19 di Indonesia.

Akan tetapi, kebijakan ini rupanya berdampak serius bagi pendapatan perusahaan ritel sehingga terpaksa efisiensi dengan menutup gerai mereka di Indonesia dan juga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Juli mendatang, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan menutup seluruh gerai Giant dan mengubahnya menjadi IKEA dan Hero Supermarket.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Tak hanya mereka, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga merugi, ditambah pailitnya pengelola Centro Departement Store, PT Tozy Sentosa.

Lantas, kapankah mimpi buruk di sektor ritel ini akan berakhir ?

Berdasarkan analisis dari analis PT NH Korindo Sekuritas, Putu Chantika mengatakan, untuk dapat memulihkan sektor ritel ini tergantung kepada dua hal.

Pertama, bagaimana caranya pemerintah bisa kembali meningkatkan daya beli masyarakat. Daya beli yang membaik dan kembali ke normal itu akan memberikan dampak positif bagi sektor ritel, terutama ke peningkatan penjualannya.

Kedua, dari sisi perusahaan ritel itu sendiri. Bagaimana manajemen melakukan strategi agar tidak mengalami kerugian yang besar. Misalnya bisa melakukan efisiensi biaya operasional agar tidak berbanding jauh dengan pemasukan yang alami penurunan.

“Jadi memang tergantung dari apa yang mereka tawarkan ke konsumen dan bagaimana perusahaan itu bergerak menghadapi situasi ini,” ujarnya dalam program InvesTime CNBC Indonesia.

Menurut dirinya, dengan mengambil langkah manajemen yang tepat, dapat membuat perusahaan ritel terlepas dari kerugian yang besar.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa perusahaan yang hingga kini masih bertahan di tengah Pandemi seperti ini.

“Tapi sebenarnya tidak semua perusahaan ritel alami kerugian, ada juga beberapa perusahaan yang bisa survive [bertahan] di pandemi ini,” katanya.

Dengan penutupan gerai ritel, dan yang terbaru adalah Giant yang dikelola HERO, dirinya menilai ini adalah salah satu langkah yang mungkin tepat.

Sama halnya dengan yang dilakukan oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melakukan efisiensi beban.

Di tahun 2017 lalu, MAPI melakukan restrukturisasi besar-besaran. Namun, setelah melakukan hal tersebut, MAPI justru mencatatkan penjualan yang bagus.

Dengan demikian, Chantika menilai langkah penutupan gerai ini pasti sudah dipikirkan matang manajemen perusahaan untuk mengurangi dampak kerugian.

“Kita nggak melihat hal negatif [menutup gerai]. Terkadang memang harus dilakukan restrukturisasi untuk selamatkan perusahaan tersebut. Jadi menurut kami ada beberapa langkah dan strategi haruskan lebih tutup dibandingkan dibuka tapi bebani perusahaan itu,” katanya.

Perlu diketahui, berdasarkan laporan keuangan terbaru kuartal I-2021, kinerja emiten ritel belum pulih.
Misalnya, Matahari Departement Store mengalami kenaikan rugi bersih yang semula Rp 93,95 miliar pada kuartal pertama 2020, kini bengkak 1,49% menjadi Rp 95,35 miliar di kuartal I-2021.

Kinerja buruk juga dicatatkan oleh Ramayana yang pada kuartal pertama tahun lalu masih memperoleh laba bersih sebesar Rp 13,29 miliar.

Kini pada akhir triwulan pertama 2021, perseroan malah mengalami kerugian bersih fantastis sejumlah Rp 85,66 miliar.

Sementara itu, nasib baik dialami Mitra Adiperkasa yang mengelola Sogo, Seibu dan beberapa brand fashion premium.

Meskipun pendapatan MAPI turun, laba bersih perusahaan yang terkenal dengan produk kupon belanjanya ini malah meningkat drastis hingga 223% menjadi Rp 26,08 miliar di Q1-2021, dari semula hanya untung Rp 8,07 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Pada kuartal I tahun ini, HERO kembali membukukan rugi bersih sebesar Rp 1,65 miliar secara tahunan (year on year/yoy).

Angka ini mengecil tinimbang rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 43,56 miliar.

Tahun lalu, kinerja keuangan HERO tergolong tertekan. Hal itu terlihat dari kerugian tahun berjalan 2020 yang lebih dalam sebesar Rp 1,21 triliun, bengkak 4.203% dibanding tahun sebelumnya rugi bersih Rp 28,21 miliar.

Tak hanya itu, PT Plaza Indonesia Tbk (PLIN) tahun lalu juga membukukan kerugian Rp 575 miliar dari yang semula untung Rp 533 miliar di 2019.

Sementara itu, pengelola Centro, Tozy Sentosa, resmi dinyatakan pailit di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Hak itu terjadi setelah adanya voting dari para kreditornya, di mana proposal rencana perdamaian yang diajukan oleh debitur (PT Tozy/Centro) sebagian besar di tolak oleh para kreditornya, sehingga Centro pailit.

Advertisement

Nasional

DPR: Pertalite Hanya untuk Motor & Angkot

Published

on

Pemerintah Indonesia segera merilis kebijakan pembatasan kendaraan yang boleh membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Nantinya, beberapa kendaraan terutama mobil pribadi dilarang beli Pertalite dan Solar subsidi.

Namun, tidak semua mobil pribadi tidak boleh beli Pertalite dan Solar subsidi. Untuk mobil pribadi usulannya adalah hanya kendaraan dengan mesin 1.500 cc ke bawah yang boleh membeli Pertalite dan Solar subsidi yang termasuk sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

Namun, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto tidak setuju dengan usulan tersebut. Dia menilai, BBM subsidi harusnya cuma untuk sepeda motor dan kendaraan umum. Kendaraan jenis itu yang dinilai berhak mendapatkan BBM subsidi.

Baca Juga:

  1. Memahami Four Tasks of Mouning, Tahapan Kala Berduka
  2. Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis
  3. Kenali Relationship Red Flags, Tanda Merah Sebelum Terlambat

Soalnya, menurut Sugeng, kendaraan roda empat kebanyakan dimiliki oleh masyarakat mampu. Jadi menurutnya, kelompok masyarakat mampu yang memiliki kendaraan roda empat tidak berhak menggunakan Pertalite.

“Kita inginkan yang disubsidi hanya untuk kendaraan umum dan motor saja. Titik,” kata Sugeng seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (28/7/2022).

“Itu untuk membatasi subsidi. Kenapa? Karena tidak adil, masak subsidi untuk orang yang mampu beli. Karena dengan tangki bensin yang lebih besar dari motor justru orang yang mampu beli mobil itulah yang masak disubsidi lebih besar,”

Sugeng mengatakan, pemberian subsidi yang masih berdasarkan barang atau kendaraan masih terjadi potensi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu ia mendorong agar ke depan pemberian subsidi dapat langsung ke orang.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Perintahkan Masyarakat Indonesia Kembali Kenakan Masker

Published

on

Presiden RI Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), kembali memerintahkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker di dalam dan luar ruangan.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan,” ujarnya.

Jokowi tidak menjelaskan secara spesifik alasannya kembali menganjurkan masyarakat memakai masker di luar ruangan. Namun, Jokowi menekankan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

“Karena emang faktanya Covid-19 itu masih ada, utamanya yang varian BA.4 dan BA.5 di semua negara. Alhamdulillah kita masih berada pada angka-angka yang masih terkendali, negara-negara lain ada yang masih di atas 100 ribu kasus hariannya,” katanya.

Pada Mei lalu, Jokowi dengan lantas mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker. Keputusan tersebut diambil sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin terkendali.

“Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan, atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi menggarisbawahi pemakaian masker tetap dianjurkan saat masyarakat berada di dalam ruangan. Memakai masker juga wajib bagi masyarakat yang memiliki komorbid atau sakit.

“Masyarakat yang berkategori rentan, lansia atau ada komorbid maka saya sarankan memakai masker saat beraktivitas,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Nasional

Pertamina Tegaskan Aplikasi MyPertamina Bukan Satu-satunya Cara Beli Pertalite

Published

on

Aplikasi MyPertamina

Pembelian BBM jenis Pertalite saat ini harus melalui aplikasi MyPertamina. Namun, Pertamina menyangkal bahwa isu yang menyebut pembelian BBM bersubsidi Pertalite cuma bisa dilakukan menggunakan aplikasi MyPertamina.

Hal itun ditegaskan oleh Coroprate SDecretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting. Dia mengatakan, mengatakan pembelian BBM bersubsidi masih bisa dilakukan dengan cara konvensional sampai saat ini.

Aplikasi MyPertamina saat ini sedang banyak digunakan masyarakat karena dipakai untuk uji coba pembelian BBM subsidi, Pertalite dan Solar, di 11 daerah pada 1-30 Juli 2022. Sebab itu, aplikasi sempat menjadi buruan masyarakat yang ingin membeli Pertalite maupun Solar.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Sejak penggunaannya meningkat banyak warga menanggapi pemakaian aplikasi yang sebagian di antaranya mengungkap respons melalui tagar #MyPertaminaUnFaedah. Tagar ini sempat trending topic di Twitter.

Rating aplikasi Android MyPertamina di Playstore saat ini 1,2 setelah 224 ribu review dan sudah diunduh lebih dari 5 juta kali. Sementara versi iOS di App Store terlihat 2,3 dari sekitar 13.400 ulasan.

Continue Reading

Trending