Connect with us

Gawat! 75 Ribu Karyawan di Maskapai Penerbangan AS Terancam Kehilangan Pekerjaan

Published

on

Pandemi Covid-19 terus memakan korban. Kali ini, puluhan ribu pekerja di maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) terancam kehilangan pekerjaan.

Seperti dilansir AFP, Senin (17/8/2020), Departemen Tenaga Kerja awal bulan ini menyebut sebanyak 16,3 juta orang AS akan kehilangan pekerjaan.

Maskapai penerbangan AS telah memperingatkan lebih dari 75.000 karyawan bahwa mereka akan berisiko terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 1 Oktober ketika paket bantuan senilai 25 miliar dolar AS atau setara Rp 367,5 triliun berakhir 30 September 2020. Selama ini bantuan tersebut untuk melindungi gaji pekerja maskapai penerbangan.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

Awalnya bantuan akan diperpanjang hingga Maret 2021 dan telah mendapat dukungan bipartisan dari anggota parlemen serta Presiden AS Donald Trump. Namun Kongres dan Gedung Putih gagal mencapai kesepakatan tentang paket bantuan nasional baru yang dapat mencakup dukungan maskapai.

Masalah dalam industri penerbangan dan kurangnya paket bantuan baru telah membuat para karyawan kebingungan. Pengangkut penumpang dan kargo AS mempekerjakan sekitar 700.000 orang dan bisa saja dipertaruhkan. Menurut Airlines for America, industri ini mendukung sekitar 10 juta pekerjaan termasuk lebih dari 6 juta pekerjaan di bidang pariwisata dan perhotelan.

“Kami menyadari bahwa ada dampak yang cukup signifikan ke dalam ekonomi dari pandemi,” kata Ahli Strategi Pasar Global di JP Morgan Asset Management, David Lebovitz.

anpa rancangan Undang-undang (UU) stimulus baru di Kongres, pekerja maskapai penerbangan akan mendapat tunjangan pengangguran yang lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya. Trump awal bulan ini memerintahkan peningkatan tunjangan pengangguran sebesar US$ 400, US$ 300 dari pemerintah federal.

“Siapa pun yang kehilangan pekerjaannya sekarang sedang melihat pasar kerja yang benar-benar tidak menguntungkan bagi mereka,” kata Presiden Association of Flight Attendants-CWA, Sara Nelson. (Arie Nugroho)

Advertisement

Teknologi

Satelit ICON Milik NASA Hilang Kontak, Belum Pasti Pulang ke Bumi

Published

on

Ilustrasi satelit. Satelit ICON milik NASA hilang kontak sejak akhir November lalu. Foto: AFP PHOTO / CNES

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) kehilangan kontak dengan salah satu satelitnya bernama Ionospheric Connection Explorer (ICON). Satelit itu hilang kontak sejak 25 November dan tidak bisa lagi dilacak sejak saat itu.

“Tim saat ini masih bekerja untuk menjalin koneksi. Kami bekerjasama dengan Jaringan Pengawasan Luar Angkasa dari Departemen Pertahanan dan telah memverifikasi satelit itu tetap utuh,” tulis pernyataan resmi NASA seperti dikutip Space.

Satelit ICON sebenarnya memiliki ‘command loss timer’ yang didesain untuk mengatur ulang satelit itu jika tak merespon kepada tim kontrol di Bumi selama delapan hari. Akan tetapi, satelit tersebut tetap diam sejak pengaturan ulang tuntas pada Senin (5/12).

ICON merupakan satelit yang diluncurkan pada Oktober 2019 dan mengeksplorasi lapisan ionosfer Bumi yang belum pernah dilakukan satelit manapun sebelumnya. Ionosfer sendiri merupakan lapisan atmosfer Bumi yang membentang dengan jarak 80-640 kilometer.

Melansir Space News, satelit ICON berharga $252 juta atau Rp3,9 triliun. ICON dirancang untuk memelajari interaksi cuaca luar angkasa dengan cuaca terestrial di lapisan ionosfer.

Hal itu bertujuan memberi pemahaman lebih baik soal variasi di ionosfer. Salah satunya adalah pengukuran yang menunjukkan erupsi gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Januari 2022 punya efek hingga lapisan ionosfer dan merusak gelombang listrik.

Lebar lapisan ionosfer memang secara teratur berganti karena merespon radiasi matahari. Pergantian itulah yang bisa berdampak kepada teknologi komunikasi.

ICON didesain untuk mengeksplorasi ionosfer hingga Desember 2021. Saat ini, ia masih dalam status menjalani misi perpanjangan. ICON juga akan menjadi bagian dari misi tinjauan heliofisik pada 2023 untuk menentukan apakah misi itu harus diperpanjang.

Namun NASA menemukan sejumlah masalah pada ICON antara lain dengan sistem aviasi dan sub sistem komunikasi frekuensi radionya. Belum diketahui apakah ICON akan pulang ke Bumi.

“Tim saat ini belum bisa menentukan kesehatan satelit itu dan kurangnya sinyal downlink bisa jadi indikasi kegagalan sistem,” kata tim NASA.nasa

Continue Reading

Internasional

Ketika Sambutan Arab Saudi untuk Xi Jinping Lebih Mewah ketimbang Joe Biden

Published

on

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memberikan sambutan mewah untuk kunjungan Presiden China Xi Jinping. Ini sangat kontras dengan perlakuan Saudi pada kunjungan Presiden AS Joe Biden. Foto/SPA via REUTERS

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah memberikan sambutan mewah untuk kunjungan Presiden China Xi Jinping sejak Rabu lalu.

Sambutan itu sangat kontras dengan perlakuan kerajaan untuk kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Juli lalu.

Sambutan tak biasa untuk Xi Jinping diberikan ketika pemimpin China itu mengumumkan era baru dalam hubungan negaranya dengan Arab Saudi.

Anggota Pengawal Kerajaan yang menunggang kuda dan membawa bendera China dan Arab Saudi mengawal mobil Xi saat memasuki istana kerajaan di Riyadh.

Di sanalah Pangeran Mohammed bin Salman, penguasa de facto negara kayak minyak itu, menyambutnya dengan senyum hangat.

“Kedua pemimpin mengadakan pertemuan resmi dengan putra mahkota mengharapkan dia, delegasinya tinggal yang menyenangkan di Arab Saudi,” bunyi laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip Reuters, Jumat (9/12/2022).

Itu sangat kontras dengan sambutan rendah hati yang diberikan kepada Presiden AS Joe Biden pada kunjungannya Juli lalu, yang hubungannya telah tegang oleh kebijakan energi Arab Saudi dan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi tahun 2018.

Amerika Serikat, dengan hati-hati menyaksikan pengaruh China yang semakin besar dan hubungannya dengan Riyadh berada di titik nadir, kemarin mengatakan bahwa kunjungan tersebut adalah contoh upaya China untuk memberikan pengaruh di seluruh dunia dan itu tidak akan mengubah kebijakan AS terhadap Timur Tengah.

Pangeran Mohammed bin Salman, yang dengan Biden melakukan tos tinju alih-alih berjabat tangan pada bulan Juli, telah kembali ke panggung dunia setelah kasus pembunuhan Khashoggi, yang merusak hubungan Saudi-AS, dan telah menentang tekanan Amerika agar meningkatkan produksi mintak untuk mengisolasi Rusia.

Mengatur nada untuk kunjungan Xi, pesawatnya dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara Arab Saudi saat memasuki wilayah udara kerajaan dan 21 senjata ditembakkan sebagai penghormatan saat bangsawan senior Saudi menemuinya di bandara pada hari Rabu lalu.

Dalam artikel op-ed yang diterbitkan di media Arab Saudi, Xi mengatakan dia sedang dalam “perjalanan perintis”. “Untuk membuka era baru hubungan China dengan dunia Arab, negara-negara Arab di Teluk, dan Arab Saudi,” katanya.

Continue Reading

Nasional

Hari Antikorupsi Sedunia 2022: Korupsi Budaya Indonesia?

Published

on

Korupsi diduga sudah menjadi budaya di Indonesia. (Lampung Post)
Korupsi diduga sudah menjadi budaya di Indonesia. (Lampung Post)

mycity.co.id – Korupsi merupakan budaya bangsa Indonesia. Ungkapan tersebut sering kita dengar, dan bahkan secara tidak sadar, kita sering membenarkan ungkapan tersebut. Ungkapan tersebut tentu lahir bukan tanpa sebab.

Apakah korupsi telah menjadi budaya? Jawabannya pasti akan bervariasi tergantung apa yang dimaksud dengan budaya. Serta, kekuatan ikatannya dalam menentukan pola dan norma kehidupan sosial masyarakat.

Mengutip Moh Hatta yang menyatakan bahwa korupsi di Indonesia telah menjadi budaya dengan melihat fenomena yang terjadi. Namun, bila budaya itu diwariskan apakah nenek moyang kita mengajarkan korupsi?

Masalahnya jelas jadi rumit oleh karena itu penyebutan tersebut. Jadi, perlu dilakukan hati-hati atau harus dengan referensi pemaknaan budaya yang spesifik dengan selalu memperhatikan continuity and change.

Dalam periode awal pada setiap daerah/bangsa termasuk Indonesia umumnya melalui fase-fase kehidupan sosial (August Comte). Dari mulai fase teologis, metafisik dan positif.

Budaya Korupsi di Indonesia

Budaya dalam arti nilai yang umum dijalankan dalam fase animisme (teologi, metafisik). Tujuannya mengendalikan berbagai kejadian yang merugikan atau merusak kehidupan masyarakat.

Pemberian sesajen menjadi salah satu instrumen penting untuk menenangkan dan memperkuat posisi kehidupan manusia. Dengan sesajen diharapkan penguasa supranatural dapat melindungi kehidupan mereka.

Sedangkan korupsi jelas secara nyata merupakan perbuatan busuk dan tidak bersandar pada budi maupun akal yang baik. Oleh karena itu korupsi bukanlah merupakan budaya.

Korupsi merupakan perbuatan yang merugikan orang lain dan bahkan merugikan bangsa dan negara. Korupsi merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Prof. Mahfud MD, salah satu ahli hukum di negeri ini, korupsi bukan merupakan budaya bangsa Indonesia dengan menyebutkan tiga alasan. Pertama, yang namanya budaya pasti selalu berkaitan dengan kebaikan budi.

Budaya adalah hasil daya cipta, rasa, dan karsa manusia yang tentu melahirkan perilaku dan kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Apalagi kita sudah mengklaim sendiri sebagai bangsa yang mempunyai budaya adiluhung (unggul), dan ini diamini pula oleh bangsa lain. Bahkan dalam tiga azimat revolusi yang dikemukakan oleh Bung Karno, bangsa Indonesia harus berkepribadian sesuai dengan budaya bangsa.

Apa iya, Bung Karno akan menyuruh Bangsa Indonesia berkepribadian korupsi? Tentu saja tidak bukan?

Yang kedua, apabila kita beranggapan dan percaya bahwa korupsi merupakan bagian dari budaya. Kita adalah bangsa yang pesimis dan takluk terhadap korupsi.

Berarti sama saja kita menganggap korupsi sebagai hal yang biasa dan amat sulit diberantas. Sebab yang namanya budaya itu sudah dihayati sebagai kebiasaan hidup yang tumbuh dan berkembang selama berabad-abad. Sehingga, sulit dihentikan juga sampai berabad-abad ke depannya. Dengan sikap “lemah” seperti itu bagaimana mungkin kita akan memerangi korupsi?

Yang ketiga, perjalanan bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan kenyataan menunjukkan korupsi bisa diatasi atau diminimalisasikan melalui konfigurasi dan kebijakan-kebijakan politik.

Pada awal kemerdekaan sampai menjelang tahun 1950-an, negara kita relatif bisa memerangi korupsi. Pada era itu, korupsi besar bisa dihitung dengan jari dan tetap mudah diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ada menteri-menteri diajukan ke pengadilan dan dihukum karena tindak pidana korupsi (seperti Menteri Agama dan Menteri Kehakiman).

Korupsi tidak hanya terjadi di lapisan “atas” negeri ini. Tidak hanya para pejabat, tidak hanya para ASN, pun tidak sesempit yang telah muncul diberitakan di media-media.

Korupsi jauh lebih luas dari itu semua. Ini juga telah mewabah di seluruh lapisan masyarakat kita. Korupsi bukanlah budaya bangsa kita.

Akan lebih tepat jika dikatakan bahwa korupsi merupakan wabah penyakit yang menjangkiti seluruh lapisan bangsa ini.

Continue Reading
Advertisement

Trending