Connect with us

Hangout

Garang Asem, Kuliner Viral Jawa Tengah yang Dulunya Makanan Bangsawan

Published

on

Garang Asem. (Istimewa)

Berkunjung ke suatu tempat tentu belum afdol rasanya jika belum mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Jika Anda mengunjungi Kabupaten Grobogan, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas yaitu Garang Asem.

Makanan ini berasal dari Kabupaten Grobogan, yang kemudian popular juga di provinsi Jawa tengah, seperti Kudus, Semarang , bahkan hingga Yogyakarta.

Ciri khas dari masakan ini adalah cita rasa asam yang berasal dari belimbing wuluh, gurihnya santan dan pedasnya cabai. Masakan ini biasanya disajikan dengan dibungkus daun pisang dan dihidangkan bersama nasi. Menu ini dapat digolongkan sebagai menu utama.

Meskipun namanya kurang familiar namun masakan ini mudah ditemukan karena masih banyak restoran-restoran yang menjual menu ini, baik di Jawa Tengah, maupun di tempat lain, seperti di Sleman, Bantul, dan daerah lainnya.

Baca Juga :  Pakai Sendal Belasan Juta, Prilly Makan di Warmindo Yogyakarta

“Masakan khas dari Jawa Tengah ini ternyata sering banget dimasak sama nyokap gue sendiri, tapi gue ga pernah tau namanya apaan. Dan setelah gue makan di Garam Asem TW ini, gue jadi tau kalo makanan yang dibungkus pake daun pisang ini namanya Garang Asem,” ujar salah satu pengunjung Resto Garang Asem TW bernama Yudistira.

“Dan seiring perkembangan jaman, makanan tradisional ini, isinya udah banyak sentuhan modernnya, seperti yang gue pesen di Restoran Garang Asem TW ini,” dia menambahkan.

Untuk membuat menu ini, ada berbagai resep dan cara memasak yang berbeda-beda, namun tidak meninggalkan ciri khas utama dari masakan ini. Garang Asem di Pekalongan misalnya, tidak disajikan dengan cara membungkusnya dengan daun pisang, namun langsung disajikan menggunakan mangkuk biasa.

Baca Juga :  5 Destinasi Wisata Jawa Barat yang Siratkan Cerita Rakyat
Garang Asem. (Istimewa)

Saat ini Garang Asam telah dibuat dengan berbagai varian, seperti menggunakan daging sapi, tanpa menggunakan santan, menggunakan tambahan sayuran lain seperti wortel, kentang, buncis, disajikan tanpa daun pisang, dan sebagainya.

“Dan Garang Asem nya ini juga pedesnya bisa sesuai keinginan, untuk yang Iga, gue sih ga pengen yang pedes banget. karena emang Garang Asem nya aja, dasarnya udah pedes, sama gurih yang menggiurkan,” ungkap dia.

Konon, dulunya Garang Asem ini adalah makanan mewah yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas atau bangsawan.

Hal tersebut dikarenakan daging ayam yang digunakan berasal dari ayam kampung yang harganya relatif mahal, sehingga masyarakat biasa hampir tidak dapat membeli untuk membuat Garang Asem. Namun sekarang, siapa saja dapat membuat dan mencicipi Garang Asem yang sudah seperti makanan sehari-hari.

Baca Juga :  Wajib Mampir, Ini Dia 5 Tempat Makan Gudeg Terenak di Yogyakarta

Lalu ternyata terdapat perbedaan Garang Asem yang berasal dari Pekalongan. Berbeda dengan Garang Asem yang ada di Kudus atau daerah Jawa Tengah lainnya, di Pekalongan kuliner ini terbuat dari daging sapi yang diberi kuah bumbu kluwek dan diberi tambahan telur rebus.

Penyajian makanan ini juga berbeda dari yang biasanya. Bukan dibungkus dengan daun pisang melainkan Garang Asem langsung ditaruh dalam mangkuk dan disajikan, dan untuk rasanya lebih mirip seperti rawon.

Advertisement

Culture

5 Jenis Pempek, Santapan Wajib Khas Palembang

Published

on

Pempek makanan Khas Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Foto: Istimewa.

Pempek makanan Khas Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Foto: depositphotos

mycity.co.id – Ada sebuah pribahasa Indonesia yang mengatakan ‘Rasanya seperti belum makan, jika belum makan nasi’. Pribahasa ini sangat umum ditemukan di Indonesia, sama halnya seperti orang Sumatra Selatan (Palembang), ‘Rasanya kurang afdol, jika belum makan pempek dalam sehari.’

Begitulah kebiasaan orang-orang Palembang, rasanya tak lengkap kalau lidah belum menyapa makanan olahan ikan satu itu. Biasanya pempek disajikan bersama mie telur, irisan timun dan siraman cuka atau orang palembang menyebutnya dengan cuko (campuran air gula merah, asam jawa, bawang putih, ebi, dan cabe rawit yang dimasak bersama).

Sejarah munculnya pempek bermula sejak pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Baharuddin II. Nama makanan ini awalnya disebut dengan ‘Kalesan’ yang tidak lain adalah alat yang digunakan dalam membuat pempek.

Apek, seorang pria keturunan Tionghoa adalah pecipta makanan satu ini. Apek yang tinggal di pinggiran Sungai Musi melihat potensi ikan yang melimpah, hingga ia pun memiliki ide untuk memanfaatkan keadaan tersebut  dengan mengolahnya menjadi makanan selain digulai dan digoreng. Maka, jadilah makanan percampuran tepung dan ikan yang dihaluskan.

Baca Juga :  Aneh! 5 Makanan dan Minuman Ini Malah Buat Kamu Lapar Setelah Dikonsumsi

Ia berkeliling menjajalkan makanan yang ia jual kepada masyarakat. Berkat kepopuleran makanan tersebut. Akhirnya, nama empek-empek atau Pekpek tercipta, berasal dari namanya. Ketika ia berkeliling, orang-orang pada saat itu selalu memanggilnya, “Pek.. Pek.. mampir sini”.

Dulunya pembuatan empek-empek menggunakan ikan belida, namun karena jenis ikan itu semakin langka dan harganya mahal.  Para penjual pempek menyiasatkan untuk mengganti dengan jenis ikan yang lebih lainnya, seperti tenggiri, lele dan lain-lain.

Umumnya pempek yang dijual di luar palembang hanya ada empek-empek kapal selam dan empek-empek lenjer saja. nah, ini dia beberapa jenis empek-empek:

Pempek Adaan

Jenis pekpek adaan yang berbentuk bola seperti baso ikan. Foto: Istimewa.

Jenis pekpek adaan yang berbentuk bola seperti baso ikan. 

Pempek adaan ini berbentuk bulat seperti bola dan terlihat seperti bakso ikan. Cara membuat pempek ini bisa langsung digoreng tanpa direbus terlebih dahulu. Rasanya lebih gurih dan aromanya wangi. Perbedaan lain dari pempek adaan dengan pempek lainnya ialah penggunaan santan di dalam adonan. Ini membuat pempek adaan lebih kaya rasa.

Baca Juga :  Ini Dia 5 Daerah Penghasil Kopi Terbesar di Indonesia

Pempek kulit krispi

Jenis pekpek kulit krispi yang renyah. Foto: Istimewa.

Jenis pekpek kulit krispi yang renyah.

Bagi Cityzen yang menyukai tekstur renyahnya pekpek, maka jenis pempek satu ini adalah pilihan yang tepat. Pempek kulit biasanya menggunakan campuran tepung dan adonan kulit ikan. Ikan yang paling sering digunakan adalah ikan tenggiri. Pekpek kulit tidak melalui proses rebus melainkan langsung digoreng. Pempek kulit ‘krispi’ dibuat dari daging ikan bagian kulit yang dibuat pipih dan digoreng hingga garing.

Pempek keriting

Jenis pempek keriting yang terlihat seperti otak. Foto: Istimewa.

Jenis pempek keriting yang terlihat seperti otak.

Cara membuat pempek keriting lebih rumit daripada jenis pekpek yang lain, karena harus menggunakan pirikan. Pirikan merupakan alat saringan yang lubang-lubangnya lebih besar daripada saringan pada umumnya, tetapi punya pegangan pada kedua sisinya. Dapat juga digunakan untuk menghaluskan ikan untuk pempek maupun tekwan. Dari segi bentuk, pempek Keriting memiliki bentuk seperti otak. Cara menyajikannya pun bisa digoreng atau hanya direbus, tergantung selera pemilik lidah.

Baca Juga :  Pakai Sendal Belasan Juta, Prilly Makan di Warmindo Yogyakarta

Pempek kapa selam

Jenis pempek kapal selam yang di dalamnya diisi dengan telur. Foto: Istimewa.

Jenis pempek kapal selam yang di dalamnya diisi dengan telur. 

Jenis pekpek satu ini paling terkenal, karena sering dijumpai di beberapa pedagang yang membawa grobak. Pempek kapal selam dibuat sedemikian rupa, menyerupai bentuk badan kapal. Pendapat lain menjelaskan bahwa pempek kapal selam didapatkan dari proses merebus pempek. Pembutan pekpek satu ini hanyalah adonan tepung dan ikan yang dibuat kalis, lalu dimasukan telur ke dalamnya.

Pempek lenjer

Jenis pempek lenjer merupakan rasa original dari pempek. Foto: Istimewa.

Jenis pempek lenjer merupakan rasa original dari pempek. 

Bersamaan dengan pekpek kapal selam, pekpek ini cukup populer di pasaran. Jenis pekpek sudah ada sejak pertama kali diciptakan dan merupakan rasa original dari pekpek, karena hanya adonan tepung terigu, kanji, ikan yang dicampur menjadi satu dan tidak ada isian apapun.

Nama lenjer tentu saja berasal dari bahasa Palembang “lenjeran” yang artinya bentuknya yang panjang dan menyerupai silinder. Rasa dari pekpek lenjer ini gurih dan terasa ikan yang khas.

Continue Reading

Culture

Liburan ke Jepang Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan?

Published

on

Jepang/KumparanJepang/Kumparan

Mycity.co.id – Setiap negara memiliki tata krama dan aturan yang berbeda. Bahkan di Indonesia pun setiap daerah memiliki aturan dan tata kramanya sendiri.

Saat berkunjung ke luar negeri ada baiknya kita mempelajari aturan dan tata krama negara itu. Salah satunya adalah Jepang yang memegang teguh etika. Hal ini menyangkut kepercayaan serta norma yang berlaku di masyarakat.
Berikut hal-hal yang tidak boleh kamu lakukan saat berada di Jepang!

1. Memberi Uang Tip Saat di Restoran

Memberi uang tip/Lifepal

Memberi uang tip/Lifepal

Tidak disarankan memberi uang tip di restorang Jepang. Sudah hal yang biasa untuk memberikan uang tip di restoran sebagai tanda terima kasih. Namun, dinegeri sakura ini dilarang melakukan hal tersebut karena memberi tip kepada pegawai restoran bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan. Bagi mereka, memberikan pelayanan terbaik sudah menjadi kewajiban agar para pelanggan senang dan kembali datang ke restoran.

Baca Juga :  Wajib Mampir, Ini Dia 5 Tempat Makan Gudeg Terenak di Yogyakarta

2. Menggunakan Telunjuk untuk Menunjukkan Arah

Menujuk arah/Depositphotos

Menujuk arah/Depositphotos

Saat bertanya arah dengan orang Jepang sebaiknya jangan menggunakan telunjuk untuk menunjuk peta karena ini dianggap mengancam dan tidak sopan lebih baik mengarahkan dengan tangan terbuka daripada menggunakan telunjuk.

3. Bersalaman

Menyapa ala orang Jepang/Koku Jepang

Menyapa ala orang Jepang/Koku Jepang

Salaman dianggap kurang sopan di Jepang kalau ingin berbaur dengan orang Jepang harus membungkuk untuk memberi salam, berterima kasih atau meminta maaf.

4. Meremehkan Kartu Bisnis Orang Lain

Bertukar kartu nama/Maxmanroe

Bertukar kartu nama/Maxmanroe

Di Jepang kartu nama bukanlah benda yang dianggap remeh karena kartu bisnis berisi identitas dan segala detail diri dari sang pemilik, maka hargai itu. jika diberi kartu nama bisnis terima dengan kedua tanganmu dan baca baik-baik. kalau saat itu sedang dalam pertemuan bisnis taruh kartu nama di atas meja di hadapan kita. jangan langsung menyimpannya di kantong ini dianggap sangat kasar kamu harus memasukkannya dengan hati-hati ke dalam kotak atau dompet kartu nama.

Baca Juga :  5 Menu Sarapan Pagi Orang Indonesia yang Nikmat dan Lezat!

5. Jangan Langsung Membuka Pintu Taksi

Taksi di Jepang/Fun! Japan

Taksi di Jepang/Fun! Japan

Taksi di Jepang punya pintu yang terbuka secara otomatis jadi saat taksi berhenti jangan langsung buka pintunya, sopir akan membukanya dengan menekan tombol kalau kamu buka sendiri kebanyakan sopir akan tersinggung

Baca Juga :  Aneh! 5 Makanan dan Minuman Ini Malah Buat Kamu Lapar Setelah Dikonsumsi

6. Awasebashi

Memberi orang lain makanan dengan sumpit/Jakarta Beauty Blogger

Memberi orang lain makanan dengan sumpit/Jakarta Beauty Blogger

Dilarang karena dianggap membawa kesialan. Salah satu hal yang tabu untuk dilakukan di Jepang adalah Awasebashi, yaitu kegiatan memberikan makanan kepada orang lain dari satu pasang sumpit ke sumpit lainnya. Di tradisi kremasi, di mana tulang yang tersisa dari abu kremasi akan dioper kepada anggota keluarga dengan menggunakan sumpit. Karena Awasebashi mirip seperti itu, maka bisa dianggap membawa kesialan.

7. Memetik Bunga Sakura

Bunga sakura/Klik dokter

Bunga sakura/Klik dokter

Memetik bunga sakura dilarang di Jepang. Bunga ini merupakan kebanggaan bangsa Jepang yang dianggap istimewa karena tergolong berumur pendek dan hanya mekar di musim tertentu. Jadi, jangan coba untuk memetiknya langsung dari tangkai. Kalau mau, lebih baik mengambil bunga sakura yang telah berguguran di bawah pohon.

Sumber: Berbagai sumber

Continue Reading

CityKids

Destinasi Wisata Edukatif di Jakarta untuk Anak

Published

on

/Casa Indonesia

/Casa Indonesia

Mycity.co.id – Masa pandemi membuat anak-anak lebih fokus ke gadget karena tidak bisa keluar rumah akibat pembatasan. Hal ini membuat mereka kurang bergaul dengan yang sebaya dan banyak anak yang menjadi penyendiri di masa pandemi.

Nah, untuk mengurangi hal tersebut dan membuat anak-anak lebih bersosialisasi dengan sebaya mereka, berbagai tempat edukatif saat ini mulai kembali dibuka. Kehadiran tempat-tempat ini selain membuat anak senang juga mendapatkan ilmu.

Berikut ini, mycity.co.id merangkum beberapa tempat bermain yang edukatif untuk anak-anak.

1. Istana Susu Cibugary

Istana Susu Cibugary/Berita Cibubur

Istana Susu Cibugary/Berita Cibubur

Istana Susu Cibugary dibuat dengan konsep agrowisata peternakan, yang cocok untuk menambah pengetahuan Si Kecil tentang peternakan. Terdapat pemandangan peternakan sapi perah yang dikelilingi oleh kebun dan taman. Juga ada kolam ikan besar bernama kolam arwana.

Terdapat paket wisata ternak sapi di istana susu cibugary ini. Peserta akan dikenalkan dengan berbagai jenis sapi, mencoba memberi makan sapi, hingga memerah susu sapi. Sangat menyenangkan untuk anak, terlebih lagi anak jadi dekat dengan dunia peternakan.

Istana Susu Cibugary berada di Jalan Peternakan Raya Blok C No.12, Cipayung, Jakarta Timur. Karena masih berada di Jakarta, nampaknya ini bisa menjadi salah satu pilihan berlibur untuk orang tua yang membawa anak-anak.

Baca Juga :  5 Menu Sarapan Pagi Orang Indonesia yang Nikmat dan Lezat!

2. Skyworld Taman Mini Indonesia Indah

Skyworld TMII/Rina Susanti's Blog

Skyworld TMII/Rina Susanti’s Blog

Bagi anak yang tertarik mengenai dunia luar angkasa maka tidak ada salahnya untuk menjadikan Skyworld ini tempat wisata anak. Pada tempat ini terdapat ruang pamer yang berisikan replika dari roket raksasa, serta menampilkan pajangan mengenai perjalanan astronot hingga tatanan dari tata surya. Anak juga dapat mencoba control room yang berada di area atas. Selain itu, anak juga dapat berfoto dengan seorang astronot di area ini.

Skyworld ini juga menghadirkan dua macam wahana menarik yang tidak kalah seru untuk dicoba oleh anak. Kedua wahana tersebut adalah Planetarium dan juga Cinema 5D. Di Cinema 5D ini terdapat tayangan yang akan mengajak Si Kecil untuk menjelajahi ruang angkasa ditambah akan merasakan bagaimana sensasi seperti benar-benar merasa sedang terbang lho. Selain itu, di tempat ini juga menyediakan playground, mulai dari trampolin, wall climbing, dan seluncuran serta ayunan.

Jika tertarik ke tempat wisata anak di Jakarta ini, harga tiketnya sebesar Rp70 ribu. Karena berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, selain ke sini, bisa juga sekaligus mengunjungi tempat lainnya.

3. Kitchen Magic

Kitchen Magic/Traveloka

Kitchen Magic/Traveloka

Tempat ini menawarkan kelas memasak untuk anak yang bisa mengkreasikan masakannya sendiri. Untuk mengikuti kelas memasak ini tidak harus membawa apapun karena semua perlengkapannya sudah tersedia dengan lengkap.

Baca Juga :  Wajib Mampir, Ini Dia 5 Tempat Makan Gudeg Terenak di Yogyakarta

Kitchen Magic pun memiliki beragam kelas memasak yang dikualifikasikan berdasarkan usia untuk anak, remaja hingga dewasa. Di tempat ini Si Kecil bisa membuat makanan dan menghias kue kering dengan berbagai warna dan bentuk. Si Kecil pun bisa membawa hasil masakanmu pulang, lho!

Untuk tike masuknya Rp60 ribu untuk Paket cookies decoration (2 cookies), Rp150 ribu untuk cooking class dan Rp210 ribu (cooking class & cake decoration). Untuk orang tua yang mau mengajak anak mereka belajar masak, lokasinya berada di kawasan utara Jakarta tepatnya di Artha Gading.

4. Planetarium Jakarta

Planetarium Jakarta/Sikidang

Planetarium Jakarta/Sikidang

Tempat wisata anak di Jakarta yang selanjutnya adalah Planetarium Jakarta. Ada banyak kegiatan yang bisa Si Kecil dan keluarga lakukan di sini seperti, pertunjukan teater bintang, observatorium, dan pameran. Semuanya tentu berkaitan dengan alam semesta dan benda langit.

Pengunjung juga bisa menggunakan teleskop, untuk mengamati langsung benda-benda di langit. Yang pasti di Planetarium bisa menjadi pilihan liburan keluarga. Untuk menikmati semua tempat di Planetarium, untuk harga tiket masuknya pun terbilang murah yakni anak-anak Rp7 ribu/orang, dewasa Rp12 ribu/orang, rombongan Pelajar Rp500 ribu/100 orang dan rombongan umum Rp100 ribu/100 orang

Baca Juga :  Luti Gendang, Camilan Gandum Khas Kepulauan Anambas

5. Pinisi Edutainment Park

Pinisi Edutainment Park/Homediary

Pinisi Edutainment Park/Homediary

Tempat wisata anak yang selanjutnya adalah Pinisi Edutainment Park. Sesuai namanya, tempat wisata ramah anak ini dirancang dengan konsep kota pelabuhan, lengkap dengan landmark sebuah kapal kayu tradisional yaitu pinisi. Tempat bermain dan belajar ini cocok untuk Si Kecil usia 2-16 tahun.

Taman bermain indoor ini akan mengajarkan anak banyak hal, termasuk bermain dan belajar tentang kesenian dan kebudayaan Indonesia. Walaupun juga merupakan tempat belajar, semuanya dirancang dengan konsep yang unik dan asik sehingga Si Kecil tidak akan merasa bosan.

Di sini, Si Kecil bisa menikmati miniatur rumah-rumah adat Indonesia, lagu tradisional anak yang menggema begitu kita masuk, lengkap dengan kostum pelautnya yang playful. Selain ini, tempat ini juga menawarkan kelar-kelas art dan culture yang bisa diikuti Si Kecil sesuai dengan ketertarikannya.

Ditambah lagi jika mengikuti kelas drama, anak bisa langsung tampil dan menunjukkan kempuannya. Si Kecil jadi bisa mengeksplor minat dan bakatnya di sini. Taman Ini dibuka setiap hari pukul 10.00-19.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp125 ribu.

Sedangkan pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, tiketnya adalah Rp160 ribu. Pinisi Edutainment Parkberada di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan.

 

Continue Reading
Advertisement

Trending