NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Gagal Capai Resolusi Keuangan? Mungkin Ini Penyebabnya! - mycity.co.id
Connect with us

Investment

Gagal Capai Resolusi Keuangan? Mungkin Ini Penyebabnya!

Published

on

ilustrasi mengatur keuangan (Shutterstock)

Mycity.co.id– Momen awal tahun memberikan kesempatan untuk kita menyusun kembali resolusi. Ya, membuat resolusi bisa menjadi strategi guna mencapai target yang kita tetapkan.

Untuk goals yang gagal dicapai kemarin, tak usah berkecil hati. Kita bisa menjadikannya target kembali di tahun ini dengan mengambil sejumlah langkah evaluasi. Tujuannya, agar hal-hal yang menyebabkan ia gagal tercapai, tak terulang kembali.

Nah, dari banyak resolusi yang kerap gagal dicapai, keuangan adalah salah satunya. Penyebabnya tentu beragam, tapi yang utama adalah berbagai faktor internal atau yang berasal dari dalam diri. Misalnya, 3 hal di bawah ini.

1. Target yang Tidak Realistis

Kita mungkin terlalu bersemangat saat menentukan resolusi keuangan. Sehingga, kita kurang memperhatikan berbagai pengeluaran untuk kelak, apalagi ketika mematok nominal target keuangan yang hendak dicapai.

Bukan tidak baik, hanya saja sikap tersebut tak realistis. Alih-alih bisa memacu lebih giat mengumpulkan banyak uang, sikap ini malah bisa berimbas pada gagal tercapainya resolusi keuangan.

Karena itulah, sebaiknya patok angka yang kemungkinan besar dapat kamu capai. Sebab keberhasilan bisa jadi modal konkret dan bukti bahwa kamu layak mencoba meningkatkan target keuangan di tahun depan.

Tak perlu tergesa-gesa. Ingat pepatah yang diawali kata “sedikit” dan diakhiri kata “bukit”? Walaupun klise, tapi secara tepat bisa menggambarkan proses yang dilalui orang untuk merealisasikan segala macam tujuan.

2. Tidak Konsisten

Ya, hal selanjutnya yang lazim jadi salah satu faktor gagal mencapai resolusi keuangan adalah sikap yang tidak konsisten. Ini bisa terjadi karena di awal, komitmenmu tak begitu kuat untuk mewujudkan target yang kamu tetapkan sendiri.

Sebagai upaya memperbaikinya, kamu bisa coba menggali alasan kuat guna memotivasimu mencapai tujuan. Bila tak suka mendengar motivator, langkah selanjutnya bisa kamu mulai dengan mempertanyakan kepada diri sendiri “mengapa kamu membutuhkan atau menginginkan hal itu terwujud?”. Saat jawabannya kamu temukan, tanamkan kuat-kuat dalam benakmu.

3. Impulsif

Di tengah gempuran promo dan momen periodik harbolnas, siapa sih yang tak tergoda kesempatan belanja barang idaman dengan lebih hemat? Apalagi sekarang, kamu bisa melakukannya hanya sambil rebahan di kasur saja; tak perlu keluar rumah mendatangi toko terkait dan sebagainya. Memanfaatkan promo memang langkah paling tepat untuk berhemat.

Namun bila scroll-suka-beli dengan alasan “mumpung murah” dilakukan dengan intensitas yang masif, lebih-lebih tanpa anggaran yang jelas, kamu bakal kebobolan juga. Imbasnya, bisa-bisa resolusi keuangan yang kamu tetapkan pun ambyar tak terasa.

Karena itu, anggaran yang jelas perlu selalu dibuat. Di samping, mengendalikan keinginan belanja di tengah banyaknya penawaran yang sayang dilewatkan.

Investment

Mengenal Harta Karun Baru Indonesia Bernama Pasir Silika

Published

on

Harta karun baru Indonesia bernama Pasir Silika.

Harta karun baru Indonesia bernama Pasir Silika.

mycity.co.id – Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang bisa diandalkan. Selain nikel, Tanah Air memiliki pasir silika atau pasir kuarsa yang diyakini bisa menjadi “nikel” selanjutnya.

Xinyi Solar Energy Holding Co., Ltd perusahaan raksasa China yang bergerak dalam penyediaan panel Pembangkit Listrik Tenaga Solar (PLTS) bahkan sudah menyatakan minatnya untuk menggarap potensi pasir silika besar – besaran di Indonesia. Bangka belitung kembali menjadi wilayah prospektif karena menyimpan cadangan pasir silika cukup besar.

Ridwan Djamaluddin, Dirjen Mineral dan Batu bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan minatnya untuk mengembangkan pasir silika yang merupakan bahan baku utama untuk membuat panel PLTS.

“Banyak dibicarakan pasir silika ini banyak perusahaan ajukan minat tambang pasit silika. Arahnya ke pembuatan panel surya. Ini dapat kita lihat sebagai salah satu kontribusi Indonesia dalam transisi energi,” katanya.

Menurut Ridwan dari banyak perusahaan yang berminat Xinyi jadi salah satu yang paling serius. “Xinyi, dari cina perusahaan sudah ketemu satu kali datang dua kali, sudah melihat lokasi hitung-hitung juga dan aman kembali lagi nanti setelah tgl 6 Februari intinya kita jangan sampai ketinggalan di dengan lain, mereka kemarin ke Malaysia dan 18 bulan dibangun produknya sudah keluar. Kalau kita apa bisa selesai urus amdalnya waktu segitu,” jelas Ridwan.

Xinyi kata dia sudah siap gelontorkan investasi jumbo demi bisa mendapatkan kepastiannnya pasokan pasir silika untuk kembangkan bisnis solar panel. “Mereka pemasok 40% dari panel surya global rencana investasi sekitar US$3 miliar,” ujar Ridwan.

Dalam data Kementerian ESDM jumlah sumber daya pasir silika memang terbilang cukup besar yakni mencapai 25 miliar ton dengam total cadangan yang siap diproduksi mencapai 331 juta ton.

Berdasarkan data yang ia sajikan, total sumber daya pasir silika 25,33 miliar ton. Kemudian, total cadangannya sebesar 331 juta ton.

Cadangan pasir silika tersebar di beberapa wilayah yakni Sumatera 64 juta ton, Jawa 176 juta ton, Kalimantan 17 juta ton, dan Sulawesi 74 juta ton.

Continue Reading

Investment

Jokowi Soal Kasus Jiwasraya & Indosurya: Rakyat Menangis Minta Uang Kembali

Published

on

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai kasus Indosurya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai kasus Indosurya.

mycity.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pengawasan kepada produk jasa keuangan seperti asuransi, pinjaman online, hingga agen tour haji dan umrah.

Jokowi menyampaikan hal itu dalam Pertemuan Industri Jasa Keuangan Tahun 2023 di Jakarta, Senin (6/2/2023).

“Saya melihat masyarakat memerlukan perlindungan yang pasti terhadap produk jasa keuangan. Baik itu yang namanya asuransi, yang namanya pinjaman online, yang namanya investasi, yang namanya tour haji dan umrah, betul-betul pengawasannya harus detail,” ujarnya.

Dia menekankan pemerintah tak cukup bekerja di level makro saja, namun mikro juga harus diawasi dengan ketat. Jokowi pun menyinggung krisis yang dialami oleh Grup Adani di India, dimana uang yang hilang mencapai Rp1.800 triliun.

“Hati-hati, ada peristiwa besar minggu kemaren Adani di India. Makro negara bagus, mikro ada masalah. Mikro hanya 1 perusahaan, Adani. Kehilangan USD120 billion, hilang. Langsung dirupiahkan Rp1.800 triliun, hati-hati mengenai ini,” jelasnya.

“Pengawasan, pengawasan, pengawasan. Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng-gorengan, Rp1.800 triliun,” sambung Jokowi.

Menurut dia, seperempat PDB India hilang akibat peristiwa Grup Adani. Hal ini pun berdampak kepada capital outflow dan membuat mata uang India, Rupee menjadi anjlok.

“Padahal kondisi makronya bagus sehingga dilihat betul mana yang suka menggoreng. Kalau gorengan itu enak, gorengan itu enak. Kalau goreng-goreng pas dapet ya enak, tapi kalau kepeleset seperti tadi saya sampaikan Adani di India,” tutur dia.

Untuk itulah, Jokowi meminta OJK betul-betul mengawasi produk jasa keuangan agar tidak ada masyarakat yang dirugikan. Dia juga mengingatkan agar tak ada lagi kasus seperti Asabri, Jiwasraya, KSP Indosurya, dan Wahanaartha.

“Ini harus mikro, satu-satu diikuti karena yang nangis itu rakyat, rakyat itu hanya minta satu, duit itu balik. Karena waktu saya ke Tanah Abang ada yang nangis-nangis, cerita tentang itu. Waktu di Imlek juga sama nangis-nangis itu juga. Di Surabaya nangis-nangis itu juga. Hati-hati namanya pengawasan harus lebih diintensifkan,” pungkas Jokowi.

Continue Reading

Bisnis

Fase 3 MRT Jakarta dari Barat ke Timur Disokong Pemerintah Inggris

Published

on

Inggris Dukung Pengembangan Fase 3 MRT Jakarta. Foto: MRT Jakarta

Inggris Dukung Pengembangan Fase 3 MRT Jakarta. Foto: MRT Jakarta

mycity.co.id – Pembangunan MRT Jakarta fase 3 sepertinya akan terealisasi. Pasalnya PT MRT Jakarta saat ini tengah mengupayakan perluasan jaringan.

Hal ini terlihat dari berbagai kerja sama yang diwujudkan. MRT fase 3 sendiri memiliki jalur dengan koridor dari barat ke timur sepanjang 84 km.

Adapun bentuk kerja sama yang akan terjalin adalah dengan Pemerintah Kerajaan Inggris. Pada kunjungan kerja di Indonesia, The UK Minister of Export at the Department of International Trade H.E. Andrew Bowie, MP menyatakan dukungannya pada pengembangan serta perluasan jaringan MRT Jakarta.

“Saya senang sekali bahwa Inggris dan Indonesia sedang mengeksplor peluang-peluang untuk bekerjasama dalam pengembangan MRT Jakarta. Pertemuan hari ini mendatangkan para ahli infrastruktur dan keuangan terdepan dari Inggris untuk berkolaborasi dalam mendukung rencana pengembangan transportasi Indonesia,“ kata Bowie.

Dia mengatakan, senantiasa menantikan perkembangan hubungan kedua negara pada bidang ini bidang tersebut. Tak hanya itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati juga menyampaikan terima kasih serta menyambut baik dukungan Inggris tersebut.

“Warga Jakarta dan sekitarnya, membutuhkan solusi transportasi mobilitas perkotaan yang konkrit. Mereka telah merasakan keberhasilan MRT Jakarta Fase 1, oleh karena itu, inisiasi MRT Jakarta Fase 3 kami tingkatkan, Proyek Fase 3 akan menjadi fase MRT Jakarta yang paling menantang yang pernah dikerjakan,” kata Sri.

”Pemerintah akan bekerja sama dengan MRT Jakarta untuk mewujudkan proyek ini, khususnya untuk mencapai bagian integrasi antara 3 provinsi yang berbeda. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang telah kami terima sejak tahun lalu dari Inggris, minat Inggris untuk terlibat dalam proyek ini telah memberi kami harapan,” tambahnya.

Selain itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat juga menyampaikan apresiasi atas atensi Inggris terkait pembangunan fase 3. Dia menyampaikan bahwa pada 2022 lalu, PT MRT Jakarta sudah menerima expression of interest dari United Kingdom Export Finance (UKEF).

Di mana ini menyatakan kesediaan pembiayaan koridor barat ke timur MRT Jakarta.

“Selanjutnya, dalam perhelatan G20 di Bali, kami juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait hal tersebut. Pertemuan pagi ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kerja sama pembangunan koridor East—West tersebut,” lanjutnya.

Tuhiyat menambahkan, PT MRT Jakarta dan pemerintah Inggris terkhusus dari perusahaan industri kereta api juga banyak melakukan kerja sama. Salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia bersama dengan Crossrail International.

Tak hanya itu, kerja sama ini juga melakukan penyusunan rencana induk pengembangan kawasan Lebak Bulus bersama ARUP. Untuk diketahui, fase 3 koridor barat ke timur MRT Jakarta direncanakan akan membentang sepanjang sekitar 84,1 kilometer dari Cikarang, Jawa Barat hingga Balaraja, Banten, melewati wilayah DKI Jakarta sepanjang sekitar 33,7 kilometer.

Pemerintah Inggris melalui Expression of Interest (EoI) telah menyatakan dukungan pembiayaan sebesar sekitar USD1,2 miliar atau setara dengan sekitar Rp19,3 triliun untuk pembangunan fase 3 tersebut.

Continue Reading
Advertisement

Trending