Connect with us

Histori

Fosil Rel Trem Kembali Ditemukan di Stasiun Harmoni, Jakarta

Published

on

Saat ini sedang dibangun MRT Jakarta fase 2A yang jalurnya melintasi daerah cagar budaya. Ternyata kemarin kembali ditemukan rel trem yang diduga ditimbun di dalam aspal.

Rel trem yang ada di Jakarta memang tidak pernah dicabut. Sepanjang jalan Gajah Mada yang kemarin ditemukan rel trem tersebut, ada tiga stasiun yang akan dibangun yaitu Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar.

Baca Juga: 4 Menteri Berpotensi Terancam Pidana Korupsi terkait Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pada penemuan yang ada di Harmoni ternyata lebih panjang dibanding pada saat di Gajah Mada.

“Untuk stasiun yang akan dibangun disana kan ada 3 stasiun itu di Harmoni, Sawah Besar dan Mangga besar. Tapi mangga besar ini stasiunnya itu terletaknya tidak di jalan Gajah Mada tetapi di jalan Hayam Muruk.

Baca Juga :  Dari Zaman Kompeni Sampai Revolusi, Ini Sederet Fakta Tentang Masyarakat Indis

Jadi di Gajah Mada itu agak kecil itu udah kita angkat kemarin. Sebagai tryout dari pengangkatan yang mungkin agak panjang ada di Harmoni, dan stasiun mangga besar itu kira-kira 200 meter. 200 meter X 2 ya 400 meterlah” ujar Junus kepada mycity.co.id, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Jepang, Inggris dan Korea Selatan Lirik Pembangunan MRT Jakarta

Junus mengatakan bahwa sebenarnya tidak perlu adanya pengankatan rel trem tersebut karena sudah tidak efektif lagi untuk digunakan karena sekarang memakai rel kereta api.

Serta perusahan PT. KAI juga menolak untuk diangkat rel tersebut. “Untuk apa itu, karena memang mereka tidak bisa memakai juga. Sebagian dari rel itu akan kita lepas, kita pasang lagi di dalam stasiun MRT.Jadi seperti galeri untuk menjelaskan dulu di jakarta pernah ada trem, nanti ada fotonya ada relnya juga dengan semua sistemnya.

Baca Juga :  Dinamika Musik Rock di Indonesia

Selain ada di Jakarta sebenarnya di Solo masih ada rel trem yang tidak dipendam di dalam aspal, malahan masih bisa difungsikan.

“Di kota solo itu rel kereta apinya tidak pernah dipendam jadi masih difungsikan hingga sekarang, tapi hanya untuk hereted lah hanya untuk mengembalikan kenangan bahwa dulu di solo pernah ada kereta api yang seperti itu. Banyak seperti rel tram yang menuju Tuban atau yang ada di pulau Madura ya itu semuanya masih ada masih bisa kita lihat,” tuturnya.

Penemuan-penemuan rel trem tersebut nantinya akan diserahkan pada pihak PPD dan sebenarnya rel trem itu bukan hak mili DKI maupun MRT.

Baca Juga :  Unik! Seorang Wanita di Majalengka Tinggal di Gua Bawah Pemakaman

Tetapi masih belum tahu rencana seperti apa yang akan diilakukan oleh PPD terkait penemuan ini.

Baca juga: Viral! Penumpang MRT Kerja dari Metaverse

Namun karena rel trem ini sudah masuk dalam kategori ODCB (Objek Diduga Cagar budaya) tidak boleh dirusak karena sudah dilindungi oleh UU. “Oleh karena itu kita harus copot, dapat copotan itulah yang menjadi bagian dari pekerjaannya arkeologi.

Sambil mencopot kita memeriksa barang ini datangnya darimana tahun berapa mulai kapan dipasang kapan tidak difungsikan, itu bagian pekerjaan dari arkeolog. Kita harus buka arsip mencari foto kuno mencari buku kuno, peta kuno dan dari situ kita mendapatkan gambaran yang sepotong-sepotong dan mulai kita gabung”.

Culture

Google Doodle Rayakan Hari Angklung

Published

on

Alat Musik angklung/Ist

Alat Musik angklung/Ist

Ada yang menarik dari tampilan Google Doodle pada hari ini. Pasalnya, Google Doodle turut menampilkan potret angklung yang merupakan alat musik tradisional yang memiliki ciri khas khusus lantaran terbuat dari bambu.

Tampilan menarik dari Google Doodle diketahui untuk turut merayakan Hari Angklung yang selalu diperingati pada 16 November setiap tahunnya.

Baca Juga: Senandung Angklung di Pojok Lampu Merah Ir. H. Juanda

Angklung telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO pada 2010, lalu. Alat musik yang terdiri dari dua tabung dan sebuah alas itu pun juga masih menjadi inti dalam budaya Indonesia.

Baca Juga :  Mencicipi Steak Ala Jawa di Solo

Seringkali, angklung juga digunakan untuk menyambut tamu terhormat yang datang ke Istana Kepresidenan Indonesia.

Namun, angklung yang dikenal sebagai alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat itu ternyata tidak berasal dari daerah tersebut.

Lantas, dari mana Angklung berasal? Berikut sejarahnya sebagaimana yang telah dirangkum oleh mycity.co.id.

Diketahui, angklung tak hanya berada di Indonesia saja, namun di sejumlah negara lainnya yaitu Tiongkok, Thailand, Vietnam, India dan Hawai.

Masing-masing negara pun memiliki bentuk angklung yang berbeda-beda antarsatu sama lain.

Baca Juga: Inilah Daftar 22 Warisan Budaya Tak Benda dari Jawa Barat

Baca Juga :  Pembangunan MRT Jakarta Fase 2 Terancam Diundur

Meski demikian, Indonesia khususnya Jawa Barat mendapatkan hak paten dari UNESCO atas filosofi angklung. Tepatnya, UNESCO mematenkan filosofi dari musik angklung yang terdiri atas 5M yaitu mudah didapat bahannya, murah harganya, mendidik, meriah dan massal.

Sementara itu, sosok Daeng Soetigna yang sempat disebut sebagai pencipta karya musik angklung pun sebenarnya mendapatkan pengetahuan soal hal tersebut saat berada di wilayah Kuningan, Jawa Barat.

Mulanya, pada sekitar tahun 1938, Daeng Soetigna melihat seorang pengamen yang sedang bermain alat musik mirip angklung, kemudian ia pun tertarik.

Baca Juga :  Kebangkitan Pendidikan Perempuan di Jawa Era Kolonial

Lalu, Daeng Soetigna mendatangi seseorang yang disinyalir merupakan sosok pemberi angklung yang saat itu dimiliki oleh sang pengamen.

Sosok pemberi angklung yang bernama Jaya itu diketahui mendapatkan alat musik tersebut dari Pulau Dewata.

Saat momen itu, Daeng Soetigna akhirnya menemukan musik angklung. Diketahui, Daeng Soetigna menambahkan skala nada diatonis-kromatis angklung yang mulanya hanya ada pentatonis (Salendro) saja.

Baca Juga: Malioboro, Denyut Jantung Yogyakarta yang Memesona

Adapun, yang pertama kali mendiatoniskan alat musik angklung sebenarnya bukan Daeng Soetigna, melainkan CJ Deagan yang merupakan warga Amerika Serikat.

Continue Reading

CityView

107 Situs Budaya di Bekasi akan Dikaji Ulang

Published

on

107 Situs Budaya di Bekasi akan Dikaji Ulang/Ist

107 Situs Budaya di Bekasi akan Dikaji Ulang/Ist

Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal mengkaji ulang 107 objek yang memiliki nilai sejarah peradaban. Pengkajian ini merupakan tindak lanjut terhadap penelitian pada objek serupa yang dilakukan 2017 lalu.

Pengkajian ulang bertujuan untuk melengkapi berbagai data yang diperlukan pada berbagai objek sejarah di Kabupaten Bekasi. Tim Ahli Cagar Budaya menjadi pihak yang bakal mengkaji ulang situs dari berbagai bentuk ini.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Manusia Purba di Desa Sangiran, Situs Purbakala Dunia yang Diakui UNESCO

“Maka itu tugas kami setelah dibentuk serta dilantik akan mengkaji kembali data-data yang telah ada di dinas sebanyak 107 dalam bentuk bangunan, struktur, benda serta situs,” ujar Ketua Tim Ahli Cagar Budayawan Kabupaten Bekasi Wahyudi.

Sebanyak 107 objek tersebut, kata Wahyudi merupakan data yang dihimpun oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi. Hanya saja, kebenaran data masih memerlukan penelitian lantaran hanya berasal pencatatan langsung maupun laporan dari warga.

Baca Juga :  Viral! Penumpang MRT Kerja dari Metaverse

“Maka dari itu, kami akan upayakan untuk ditinjau ulang. Itu kan data yang dilaporkan warga di situ di kampungnya ada cagar budaya tapi dari segi keilmuan belum bisa dibuktikan. Makanya akan ditinjau kembali,” ucap dia.

Peninjauan tersebut bakal berlangsung komprehensif berdasarkan berbagai disiplin ilmu yang dimilki para anggkta TACB.

“Seperti saya dari hukum, ada dari arkeolog, ada dari berbagai imlu lainnya. Maka kami teliti berdasarkan disiplin ilmu yang kami miliki,” imbuhnya.

Wahyudi menambahkan, peninjauan tidak terbatas pada objek yang belum teruji nilai historisnya. Beberapa situs populer di Kabupaten Bekasi pun akan turut ditinjau kembali.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Manusia Purba di Desa Sangiran, Situs Purbakala Dunia yang Diakui UNESCO

“Misalnya Gedung Juang Tambun yang sejauh ini menggambarkan sejarah Bekasi, akan ditinjau kembali. Tujuannya untuk menjawab kemungkinan bahwa ada sejarah yang lebih luas lagi pada cagar budaya tersebut,” ucap dia.

Baca Juga :  Kala Kota Jakarta Jadi Lubang Kubur Manusia

Penelitian ini ditargetkan akan selesai pada 2023 mendatang. Pada sisa tahun ini, penelitian bakal dilakukan secara marathon pada sedikitnya 50 objek.

“Target kami sampai Desember itu 50 objek dan sekarang sudah berjalan. Kemudian sisanya pada 2023 mendatang,” ujarnya.

Diharapkan dengan penelitian ulang ini, 107 objek yang tercatat dapat teruji nilai sejarahnya.

“Jika memang tidak ada nilai sejarahnya boleh jadi dicoret. Tetapi kalau ada yang nilai sejarahnya justru lebih luas tentu akan diusulkan menjadi cagar budaya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Bekasi memiliki banyak tempat bersejarah. Namun, dari banyaknya lokasi tersebut hanya enam yang tercatat sebagai cagar budaya. Keenam lokasi tersebut yakni Pendopo Cikarang (kantor bekas kewedanan Cikarang Utara), rumah bersejarah yang kini menjadi asrama Polsek Cikarang 1 dan rumah bersejarah yang kini menjadi asrama Polsek Cikarang 2.

Baca Juga :  Inilah Sejarah & Makna Hari Nusantara

Kemudian Saung Ranggon di Cikedokan Cikarang Barat, Gedung Juang 45 di Tambun Selatan dan bangunan bersejarah yang kini digunakan Dinas Pemadam Kebakaran di Tambun Selatan. Keenam cagar budaya tersebut berjenis bangunan.

Namun, Kabupaten Bekasi pun akan mengajukan dua cagar budaya lainnya pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kedua peninggalan tersebut yakni situs purbakala Buni Desa Muara Bakti dan Masjid Jami Al Mujahidin Cibarusah.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan menegaskan, penelusuran sejarah Kabupaten Bekasi sangat penting dilakukan. Melalui sejarah, bangsa dan para generasi penerusnya dapat melanjutkan nilai-nilai bersejarah dalam tatanan kehidupan.

Baca Juga: Ada Turis yang Tak Pakai Masker, Meksiko Tutup Situs Arkeologi

“Saya sendiri pembaca sejarah Kabupaten Bekasi dari sejak penjajahan, zaman kemerdekaan dan bagaimana Kabupaten Bekasi berkembang hingga saat ini. Namun dengan penelitian situs, nilai sejarah itu akan semakin nyata. Sehingga penting dilakukan,” pungkasnya.

Continue Reading

CityView

Vatikan Negara Mungil, Jalur Keretanya Pun Terpendek di Dunia

Published

on

Stasiun Vatikan (laliberte.ch)

Vatikan yang adalah negara terkceil dan berada di tengah kota Roma Italia, ternyata memiliki transportasi umum seperti kereta api. Negara seluas 44 hektare tersebut memiliki jalur kereta api yang dibuka untuk masyarakat umu sejak 2015 lalu.

Nah, apakah jalur kereta apinya juga mungil seperti negaranya? Ternyata jawabannya iya. Sebab, Vatikan menjadi negara yang memiliki jalur kereta api terpendek yakni sepanjang 1,27 km. Ini menjadikannya terpendek di dunia.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Jawa Barat yang Siratkan Cerita Rakyat

Bahkan letaknya pun cukup tersembunyi dan berada di bawah wisma yang menjadi kediaman Paus Fransiskus. Menjadi jalur penghubung satu-satunya stasiun di tengah Vatikan dengan stasiun lain di balik tembok negara tersebut.

Stasiun di Vatikan dilapisi dengan marmer dan mengangkut penumpang atau pelancong menuju ke Castel Gandolfo di Perbukitan Alban yang merupakan istana tempat peristirahatan Paus Fransiskus.

Baca Juga :  'Badut' Belanda dan Kehidupan Kolonial di Batavia

Meski memiliki jalur pendek, pelancong yang penasaran dengan jalur kereta di Vatikan, bisa menikmatinya menuju ke beberapa destinasi favorit. Pelancong di Vatikan tidak hanya menuju ke Castel Gandolfo tetapi juga bisa ke ROma.

Sepanjang jalurnya pun, pelancong tidak akan merasa bosan, karena ada pemandangan taman bunga dan lahan pertanian yang bisa dilirik selama perjalanan. Castel Gandolfo yang adalah kediaman Paus Fransiskus, ini berada di kaldera purba tepatnya di atas Danau Albano.

Selain istana, observatorium, serta vila warisan Kaisar Diocletian, kota inipunya kebun seluas 25 hektar. Menikmati Vatikan ada tiga hal yang terbagi yakni wisata ziarah spiritual dalam menyelami Takhta Suci dan bertamu di apartemen pribadi Paus.

Baca Juga :  Pembangunan MRT Jakarta Fase 2 Terancam Diundur

Kemudian menuju vila Diocletian dan yang terakhir mengunjungi wisata kebun untuk melihat sejumlah taman eksotis. Salah satu yang bisa terlihat adalah sebatang pohon zaitun pemberian Raja Hussein dari Yordania.

Baca juga: Luhut Minta Percepatan Mobil Listrik di Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Dirangkum mycity.co.id dari independent.co.uk, Castel Gandolfo juga merekam episode sejarah yang menyentuh. Pada masa Perang Dunia II, Paus Pius XI melindungi 12.500 pengungsi di sini, serta menyulap kamar tidur pribadinya menjadi bangsal bersalin di mana 35 bayi dilahirkan. Seperti yang mudah dibayangkan, kediaman Paus didesain elegan.

Interiornya ditaburi benda yang sarat cerita, mencakup ornamen, perabot antik, serta perlengkapan upacara seperti kain dan tandu yang dulu dipakai untuk mengangkut Paus. Dari kamar tidur Paus, kita bisa mengintip Kota Roma dan Laut Mediterania di kejauhan. Selain petilasan sakral, Castel Gandolfo menawarkan kenikmatan duniawi.

Baca Juga :  Melihat Warteg, Bentuk Usaha Wong Cilik di Ibukota

Baca juga: Jadi Destinasi Ramah Lingkungan, Pemerintah Gelontorkan Rp6,8 Triliun untuk Pembangunan Candi Borobudur

Di kedai wine (fiaschetteria) seperti Frascati dan Marino, wine putih dan merah bisa dinikmati cukup dengan memutar keran. Nektar ini biasanya dipadankan dengan porchetta, daging babi tanpa tulang yang dipanggang perlahan dan galibnya disantap bersama roti hangat. Makanan khas Roma ini mudah ditemukan di restoran dan pasar.

Tur kereta api Vatikan ini dimulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat dan berakhir di stasiun San Pietro pada pukul 18.00 waktu Italia. Tiket tur kereta api selama seharian di Vatikan ini sudah termasuk tiket masuk gratis ke dalam Museum Vatikan dan tur kereta ini diadakan seminggu sekali.

Continue Reading
Advertisement

Trending