Connect with us

Bisnis

Facebook, Youtube, Zoom, Sampai Netflix Bayar Pajak ke Pemerintah Hingga Rp3,19 Triliun

Published

on

Youtube
Youtube

Pemerintah Indonesia tampaknya tak main-main dalam urusan pajak. Pemerintah terus menarik pajak dari perusahaan digital yang beroperasi di Tanah Air.

Pada akhir Oktober lalu, penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) di sektor digital mencapai angka Rp3,92 triliun. Hal itu diketahui dari catatan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Para pemungut PPN telah memungut dan menyetorkan PPN PMSE sebesar Rp 3,92 triliun ke kas negara. Jumlah penerimaan tersebut terdiri dari setoran tahun 2020 sebesar Rp 730 miliar dan setoran tahun 2021 sebesar Rp 3,19 triliun. Setoran tersebut berasal dari 65 pelaku usaha PMSE mulai dari Netflix, Google, Youtube hingga Shopee dan Tokopedia.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Secara total hingga saat ini ada sebanyak 87 pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk oleh DJP untuk memungut PPN PMSE atas produk digital luar negeri yang dijual di Indonesia.

Penunjukan terbaru pemungut PPN PMSE ini dilakukan DJP pada bulan September 2021 lalu. DJP menunjuk empat pelaku usaha untuk turut memungut PPN PMSE yakni Chegg, Inc, NBA Properties,Inc, Activision Blizzard International B.V, dan Economist Digital Services Limited.

Pemungutan PPN PMSE ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan keadilan dengan menjaga kesetaraan berusaha (level playing field) antara pelaku usaha konvensional dan digital sekaligus menambah pundi-pundi penerimaan negara.

Bisnis

Selebrasi Bergabung, Finlandia Bikin Bir NATO

Published

on

Otan Olutta

Sebagai perayaan negaranya bergabung bersama aliansi militer NATO, pabrik bir kecil di Finlandia meluncurkan produk bir baru. Seperti apa rasanya?

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (23/5/2022), bir tersebut diberi nama Otan Olutta. kata Otan merupakan plesetan variasi bahasa Prancis dari inisial North Atlantic Treaty Organization.

Adapun arti keseluruhan dari Otan olutta berarti “Saya akan minum bir” dalam bahasa Finlandia.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Produsen bir menyebut bahwa minuman itu memiliki, “rasa aman dengan sedikit kebebasan,” ujar Petteri Vanttinen, kepala eksekutif Olaf Brewing, dikutip dari Reuters.

Dengan cepat, bir NATO tersebut langsung populer. Puluhan orang mengantre demi bisa mencicipi sekaleng bir. Bahkan beberapa pelanggan datang berkendara dari kota lain yang jaraknya ratusan kilometer untuk mengantre membeli bir tersebut.

“Satu-satunya panic buying di Finlandia adalah untuk bir ini,” ujar Vanttinen.

Sejauh ini Olaf Brewing telah mengirimkan sekitar 8.000 liter bir dalam kemasan kaleng ke supermarket, tetapi mulai minggu depan mereka akan bermitra dengan dua perusahaan ritel terbesar Finlandia, dan membuat bir edisi NATO tersedia di toko-toko di seluruh negeri.

Continue Reading

Bisnis

Sampai Korbankan Motor, Begini Kisah Perjalanan Nikuba Sampai Dapat Pendanaan Rp36 Miliar

Published

on

Nikuba

Warga Cirebon, Jawa Barat bernama Aryanto Misel diketahui berhasil menciptakan alat yang dapat mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan yang dinamai Nikuba.

Menurut channel YouTube Aryanto Misel, alat ini akan memisahkan Hidrogen dan Oksigen yang terkandung dalam air melalui proses yang disebutnya elektrolisis.

“Dengan alat ini air dapat terproses secara elektrolisis untuk dijadikan hidrogen, H2O dipecah secara elektrolisis menjadi H2 dan O2, H2 atau Hidrogen inilah yang dimanfaatkan untuk menjadi bahan bakar kendaraan” kata Aryanto dalam channel YouTube Aryanto Misel.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Aryanto mengaku jika alat yang diberi nama Nikuba itu telah dilakukan uji coba pada kendaraan roda empat, sepeda motor, mesin genset, dengan efisiensi penghematan BBM sampai tujuh puluh persen pada mobil dan hingga seratus persen pada motor.

Terlihat dalam salah satu postingan di akun sosial media Instagram @aryantomisel, memperlihatkan alat Nikuba tersebut tengah diuji coba oleh anggota TNI.

Dalam keterangan juga disebut jika 1 cc air yang digunakan dapat menempuh jarak hingga 40 km.

“Nikuba Zero Emisi Uji di jalan Tanjakan di Cililin Bandung Oleh Anggota TNI Kodam Siliwangi, Dengan 1 cc air bisa menempuh jarak hingga 40Km , tenaga super maksimal,” ujar Aryanto.

“Dalam jangka lima tahun saya melakukan riset. Kurang lebih saya sudah menghabiskan dua unit motor,” dia menambahkan.

Karya Aryanto itu pun dijual dengan harga Rp4,5 juta per unit. Kemampuan atau daya tahan sekali bepergian bisa menempuh jarak dari Cirebon hingga Semarang, pulang-pergi.

Dapat Pendanaan

Nikuba

Chief Executive Officer (CEO) perusahaan rintisan Nikuba Hydrogen Nusantara, Narliswandi Piliang, menceritakan bagaimana dia bisa terlibat dalam proyek alat Nikuba. Perangkat ini dikatakan mampu mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan berbasis hidrogen untuk kendaraan roda dua, menggantikan bahan bakar.

Pria yang kerap disapa Iwan ini mengaku mengenal Aryanto Misel, penemu alat Nikuba sejak 11 tahun lalu. Saat itu, Aryanto dikenal sebagai penemu sejumlah inovasi produk seperti bahan kain alami tanah air dan alat pemadam api berbahan dasar singkong.

Proyek Nikuba dimulai pada 2017. Saat itu, peralatan Nikuba yang dipasang di kendaraan roda dua mampu menghemat konsumsi bahan bakar 30% hingga 40%.

“Pak Aryanto membuat penghemat bahan bakar menggunakan genset, menghasilkan hidrogen dan kemudianmencampur (campur) dengan BBM,” ujarnya seperti dilansir dari Katadata, Sabtu (21/5/2022).

Nikuba

Masih di tahun yang sama, mereka berdua memperoleh pendanaan berupa pendanaan awal senilai Rp 2,5 miliar yang sahamnya saat ini dipegang oleh Santi Sandra Widana dan Aryanto yang juga merupakan pemegang saham mayoritas.

“Karena itu adalah produk dari penemuan baru Bagikan (saham) mayoritas kita usahakan tetap di tangan inventor,” lanjut Iwan.

Kembali pada tahun 2015, Iwan memberikan kuliah tamu di Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO), Bandung. Di sana ia bertemu Kunto Arif Wibowo yang saat itu berpangkat Kolonel.

Belakangan, saat Kunto menjadi Pandam III Siliwangi, Iwan kembali ke Kunto untuk menawarkan pemasangan Nikuba di sejumlah sepeda motor Aviar 200 CC. Sepeda motor ini biasanya digunakan sebagai operasional Babinsa.

“Kenapa saya menawarkan untuk menggunakannya? Ini analogi yang sama seperti awal mula laptop ditemukan. Pengguna komputer lipat pertama adalah seorang tentara Amerika. Dan Kunto sebagai pribadi senang dengan penemuan (invention) tersebut,” kata Iwan.

Nikuba adalah alat memiliki fungsi memisahkan antara Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung dalam Air (H2O) melalui proses elektrolisis.

Hidrogen yang telah dihasilkan kemudian dialirkan ke ruang pembakaran kendaraan bermotor sebagai bahan bakar. Sementara Oksigennya akan kembali dielektrolisis menjadi Hidrogen dan dialirkan lagi ke ruang pembakaran kendaraan bermotor.

Hanya saja, kata Aryanto, Air yang bisa dikonversi menjadi Hidrogen untuk bahan bakar kendaraan bermotor melalui alat Nikuba adalah air yang sudah tidak memiliki kandungan logam berat.

Continue Reading

Bisnis

Selama Pandemi Covid-19, Penjualan Produk Komersial & Kawasan Industri Meningkat Pesat

Published

on

Kawasan Industri Intiland

Pengembang PT Intiland Development Tbk mencatatkan pertumbuhan signifikan untuk penjualan produk komersial dan pergudangan pada tahun 2021 lalu atau saat situasi pandemi. Pertumbuhannya mencapai seribuan persen yang ditopang dari penjualan di Batang Industrial Park dan Aeropolis Techno Park.

Situasi pandemi Covid-19 yang kita alami sejak awal tahun 2020 lalu membuat kalangan developer menjadi lebih jeli menelaah range produk mana yang diserap pasar dengan baik. Berdasarkan hal itu umumnya produk yang diluncurkan ke pasar lebih fokus pada produk-produk yang penyerapannya masih baik dan menghindari produk baru yang sifatnya masih spekulatif.

Rumah tapak misalnya, merupakan salah satu segmen yang penyerapannya masih cukup baik saat situasi pandemi. Karena itu banyak kalangan pengembangan yang menghadirkan rumah tapak khususnya untuk menyasar kalangan pekerja maupun keluarga muda first time home buyer.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Seiring itu ada beberapa produk lain juga terus meningkat penjualannya, misalnya untuk produk komersial hingga pergudangan. Pengembang PT Intiland Developement Tbk misalnya, menutup kinerja bisnis pada tahun 2021 lalu dengan lonjakan kinerja bisnis untuk kawasan industri.

“Sepanjang tahun 2021 lalu pendapatan usaha dari pengembangan kawasan industri melonjak hingga 1.285 persen atau dari Rp36,7 miliar tahun 2020 menjadi Rp508,6 miliar. Pendapatan usaha yang meningkat hingga seribuan persen ini ditopang dari penjualan lahan industri di Batang Industrial Park dan pergudangan Aeropolis Techno Park,” ujar Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland.

Segmen lain yang juga meningkat yaitu dari pengembangan perumahan dari Rp432,8 miliar tahun 2020 menjadi Rp688,3 miliar tahun berikutnya atau naik mencapai 59 persen. Sementara segmen pengembangan mixed use & high rise mengalami penurunan 58 persen dari Rp1,8 triliun menjadi Rp772,4 miliar.

Penurunan kinerja untuk segmen pengembangan mixed use & high rise ini dikarenakan tahun 2020 lalu sudah terdapat pengakuan penjualan yang cukup besar dari Apartemen Graha Golf maupun The Rosebay dan Spazio Tower yang sudah melakukan proses serah terima kepada konsumen.

Selain itu kondisi sektor properti yang secara umum belum terlalu kondusif pada tahun 2021 lalu membuat Intiland menerapkann strategi bisnis ekstra hati-hati. Sejumlah insentif kebijakan yang diluncurkan pemerintah juga belum sepenuhnya memberikan imbas pada semua segmen pengembangan properti khususnya penyerapan produk apartemen.

Secara total, Intiland membukukan pendapatan usaha mencapai Rp2,63 triliun dan segmen pengembangan mixed use & high rise masih tercatat memberikan kontribusi yang besar mencapai Rp772,4 miliar atau 29,4 persen dari total pendapatan perusahaan. Kontribusi berikutnya dari segmen kawasan perumahan sebesar Rp688,3 miliar (26,2 persen), disusul segmen pengembangan kawasan industri dengan kontribusi Rp508,6 miliar (19,3 persen).

“Segmen perumahan terbukti mencatatkan kinerja bisnis yang paling besar saat situasi pandemi dan ini tidak terlepas dari berbagai insentif yang dikeluarkan pemerintah. Insentif belum menyentuh untuk menggairahkan penjualan segmen high rise seperti apartemen baik untuk mendorong pembelian maupun investasi,” imbuh Archied.

Continue Reading

Trending