NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Dunia Bungkam Soal Aneksasi Israel atas Palestina, Erdogan Berang - mycity.co.id
Connect with us

Internasional

Dunia Bungkam Soal Aneksasi Israel atas Palestina, Erdogan Berang

Published

on

Israel berencana untuk melakukan aneksasi (pencaplokan) sebagian Wilayah Tepi Barat. Menanggapi hal itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengritik diamnya komunitas internasional atas ketidakadilan yang dilakukan Israel atas Palestina.

Ya, beberapa waktu lalu koalisi Pemerintahan Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu berencana mencaplok sekitar 30 persen derah Tepi Barat. Namun, rencana tersebut akhirnya ditunda akibat konflik internal.

“Pengumuman Israel tentang rencana aneksasi pemukiman Palestina di Tepi Barat dan Lembah Jordan adalah langkah baru dalam kebijakan pendudukan dan penganiayaan,” ujar Erdogan seperti dinukil Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

Erdogan mengatakan, semua tanah milik Palestina pada 1947, tetapi tanah itu telah menyusut dan malah wilayah Israel semakin besar dari tahun ke tahun. Dengan invasi Yerusalem pada 1967, fase baru dimulai. Erdogan menyayangkan, tidak ada lagi tempat yang disebut Palestina di peta.

“Hampir semua tanah Palestina telah ditelan oleh Israel. Sekarang, Israel ingin menduduki tanah yang tersisa. Rencana aneksasi bertujuan untuk tujuan ini,” katanya.

Erdogan mendesak dunia untuk menghentikan langkah melanggar hukum Israel. Dia juga menekankan bahwa umat Islam tidak memiliki prasangka atau permusuhan terhadap orang-orang Yahudi dan Israel.

“Yang kami lawan adalah kebijakan invasif dan melanggar hukum pemerintah Israel,” kata dia. (Arie Nugroho)

Advertisement

Internasional

Paus Bungkuk 10 Meter Ditemukan Mati Di Amerika

Published

on

paus 10 meter di amerika/ABC7

paus 10 meter di amerika/ABC7

Mycity.co.id – Seekor paus bungkuk jantan sepanjang sepuluh meter terdampar di tepi pantai Long Island pada Senin pagi. Paus itu ditemukan sekitar pukul 06.30, pada hari  Senin (30/1/2023) di Lido Beach West Town Park, yang terletak di Kota Hempstead, kata polisi Kabupaten Nassau.

“Pada saat kru tiba, paus itu sudah mati,“ kata Pengawas Kota Hempstead Don Clavin.

Menurut Calvin, paus yang terdampar di pantai memang cukup umum. Seorang pengunjung bernama Jersey Shore sudah melihat tujuh paus dalam waktu sekitar satu bulan ini. Namun di Kota Hempstead, justru paus belum ditemukan satu pun dalam beberapa tahun belakangan.

“Ini yang terbesar sejauh ini. Para kru yang telah berada di sini selama hampir dua dekade belum pernah melihat paus sebesar ini,” katanya.

Calvin menambahkan, paus yang tewas itu dipindahkan pihaknya lebih jauh ke pantai tepatnya ke tempat lebih tinggi karena air pasang.

“Kami harus memindahkan paus ke tempat yang lebih tinggi karena air pasang,” kata Clavin.

“Panjangnya 10 meter. Hanya menariknya ke pantai, kami harus membawa derek yang berat. Dan kabel putus karena tonase yang diperlukan untuk benar-benar membawanya ke tempat yang lebih tinggi,“ tambahnya.

Sementara itu, penduduk setempat berbondong-bondong ke pantai pada hari musim dingin yang hangat untuk melihat makhluk raksasa itu. Namun, pemakaman paus akhirnya ditunda karena membutuhkan koordinasi dari beberapa kelompok termasuk Departemen Konservasi Lingkungan.

Continue Reading

Internasional

PPKM Dicabut, Jokowi Minta para Menteri Genjot Aktivitas Ekonomi

Published

on

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi/Repro

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi/Repro

mycity.co.idPresiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para menteri kabinet Indonesia Maju untuk menekan aktivitas ekonomi usai pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM secara resmi telah dicabut oleh Jokowi di seluruh wilayah Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2023.

Hal ini karena dalam beberapa bulan terakhir pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terkendali. Pada 27 Desember 2022, kasus Covid-19 harian mencapai 1,7 kasus per 1.000.000 penduduk, positivity rate mingguan mencapai 3,35 persen, tingkat perawatan rumah sakit berada di angka 4,79 persen, dan angka kematian di angka 2,39 persen. Hal inilah yang membuat PPKM resmi dicabut dan pertumbuhan ekonomi harus ditekan.

“Di lapangan saya lihat kalau untuk wisatawan melihat di Manado sudah mulai banyak menerima wisatawan, Bali sudah mulai pesawat datang membawa wisatawan, juga wisatawan lokal sangat terlihat sekali,” kata Jokowi, kepada awak media, Senin 30 Januari 2023.

Presiden menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema Peningkatan Aktivitas Perekonomian dan Pariwisata Pasca Pencabutan PPKM.

Jokowi juga menyampaikan bahwa negara Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dengan baik dan sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonominya.

Presiden Jokowi meminta laporan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno terkait investasi wisata yang berada di Labuan Bajo, Mandalika, Toba, dan Likupang. Kemudian hal kedua yang dibahas Jokowi berkaitan dengan ekonomi, utamanya yang berkaitan dengan inflasi harga-harga barang dan jasa.

“Saya lihat harus diwaspadai, terutama urusan beras. Kedua, berkaitan dengan minyak goreng, dilihat betul, dan untuk bidang investasi, saya minta nanti Menkomarinves bisa menyampaikan mengenai hal-hal yang perlu kita lakukan,” ujar Jokowi.

Presiden menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga hari ke depan akan ada terobosan dalam meningkatkan investasi di Indonesia.

Pada saat peluncuran Karisma Event Nusantara (KEN) Festival 2023, Jokowi telah menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi waktu yang sangat baik untuk bangkit dan menekan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Pemerintah sendiri juga telah meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia untuk mengajak lebih banyak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri dan membeli produk dalam negeri sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan wisatawan nusantara hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Continue Reading

Internasional

Johnson Ungkap Pernah Diancam Putin Secara Pribadi

Published

on

Boris Johnson pernah diancam Vladimir Putin akan diserang rudal. Foto: BBC

Boris Johnson pernah diancam Vladimir Putin akan diserang rudal. Foto: BBC

mycity.co.id – Boris Johnson mantan Perdana Menteri Inggris mengungkapkan bahws Vladimir Putin, Presiden Rusia pernah melontarkan ancaman secara pribadi melancarkan serangan rudal terhadap dirinya.

Ancaman tersebut disampaikan Putin kepada Johnson sebelum dia memerintahkan invasi militer ke Ukraina. Dalam laporan terbaru BBC, yang tayang pada hari ini, Senin (30/1/2023), ancaman itu diucapkan dalam percakapan telepon antara keduanya beberapa saat sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Ferbruari 2022 lalu.

Adanya ancaman itu membuat Johnson dan para pemimpin negara Barat lainnya mendatangi Kiev dan menunjukkan dukungan kepada Ukraina dan berupaya menangkal serangan dari Rusia.

“Dia semacam saya pada satu momen dan berkata, ‘Boris, saya tidak ingin menyakiti Anda, tapi dengan sebuah rudal, itu hanya akan memakan waktu satu menit’, atau sesuatu seperti itu,” tutur Johnson dalam pernyataannya merujuk pada ancaman Putin.

Johnson yang menjabat PM Inggris periode tahun 2019 hingga September 2022, muncul sebagai salah satu pendukung Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Namun sebelum invasi dilancarkan, Johnson menyatakan dirinya bersusah payah memberitahu Putin bahwa tidak ada prospek segera untuk Ukraina bergabung aliansi NATO. Johnson juga menuturkan dirinya memperingatkan Putin jika invasi apapun akan berarti ‘lebih banyak NATO, bukan lebih sedikit NATO’ di perbatasan Rusia.

“Dia (Putin-red) mengatakan, ‘Boris, Anda mengatakan bahwa Ukraina tidak akan bergabung NATO dalam waktu dekat,” ucap Johnson.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

“‘Apa itu dalam waktu dekat?’ Dan saya mengatakan, ‘Ya, itu tidak akan bergabung NATO di masa mendatang. Anda mengetahui betul itu’,” imbuhnya.

Soal ancaman serangan rudal Putin, Johnson menambahkan, “Saya pikir dari nada bicaranya yang sangat santai, itu semacam upaya melepaskan diri, dia hanya merespons upaya-upaya saya untuk membujuknya berunding.”

Dokumenter terbaru BBC itu memetakan kesenjangan yang semakin besar antara pemimpin Rusia dan negara-negara Barat beberapa tahun sebelum invasi ke Ukraina.

Continue Reading
Advertisement

Trending