Connect with us

COVID-19Update

Duka Covid-19 Indonesia & Uluran Tangan dari Berbagai Negara

Published

on

Kasus Covid-19 di Indonesia

Duka mendalam menyelimuti Indonesia akibat Pandemi Covid-19. Ekonomi runtuh, rakyat kelaparan, dan satu per satu tokoh hingga selebritas meninggal dunia akibat terinfeksi virus ini.

Hingga kini, Pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat harus berupaya keras untuk bertahan, baik dari segi kesehatan dan ekonomi.

Para Tenaga Kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan untuk mengalahkan Virus ini satu demi satu berguguran. Menurut laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), ada total 1.241 nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Rinciannya adalah 545 dokter, 445 perawat, serta 257 bidan gugur dalam pertempuran melawan virus ini.

Meskipun telah berjuang keras tanpa kenal lelah, perjuangan para nakes masih belum membawa angin segar. Kasus aktif Covid-19 di Tanah Air terus saja bertambah setiap harinya. Saking banyaknya orang yang terinfeksi virus ini, seluruh rumah sakit di Tanah Air sudah tak lagi mampu menampung pasien.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per hari ini, Kamis (22/7/2021), kasus positif Covid-19 bertambah menjadi 49.509. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 mencapai 3.033.339.

Baca Juga:

  1. 5 Tren Jilbab Tahun 2021, Bikin Kamu Makin Fashionable
  2. Tradisi Omed-Omedan Bali yang Sakral dan Sarat Makna
  3. 5 Fakta Menarik Drakor “The Witch’s Dinner”


Sementara pasien positif yang sembuh bertambah 36.370 orang, sehingga total pasien yang dinyatakan pulih mencapai 2.392.923 orang.

Kemudian pasien yang meninggal dunia bertambah 1.449 orang, sekaligus rekor tertinggi sejak pandemi. Dengan demikian, total kasus kematian Covid-19 tembus 79.032 orang.

Untuk kasus aktif atau pasien yang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri hingga hari ini mencapai 561.384 orang atau bertambah 11.690 dari kemarin.

Sedangkan total kasus suspek Covid-19 sebesar 271.167 orang. Sementara spesimen yang diperiksa pada hari ini mencapai 294 sampel.

Kasus Covid-19 saat ini sudah tercatat di 510 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Ini berarti penularan virus corona sudah tercatat di lebih dari 99 persen wilayah Indonesia.

Dari banyaknya orang Indonesia yang meninggal dunia akibat Covid-19, ada pula deretan nama tokoh dan selebriti tanah air. Sebut saja musisi Steven N Kaligis, advokat senior Mohammad Assegaf, Mantan pelaksana harian (Plh) Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Ardian Rahayudi, gitaris Aria Baron, dalang senior Ki Manteb Soedharsono, putri Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, artis Jane Shalimar, dan masih banyak lagi.

Parahnya kondisi Indonesia dan banyaknya masyarakat yang meninggal dunia akibat virus ini mengundang simpati dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi).

“Atas nama pribadi dan pemerintah, serta negara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada semua korban pandemi yang telah mendahului kita,” ujarnya.

“Semoga Tuhan melindungi bangsa Indonesia dan menjadikan negara ini aman, maju, dan sejahtera,” sambung dia.

Kini jika kita melihat media sosial setiap harinya, ada banyak sekali postingan duka cita yang mengabarkan sanak keluarga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Tingginya kasus harian Covid-19 di Indonesia memaksa Pemerintah Pusat mau tak mau menetapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan berubah nama menjadi PPKM Level 4 pada 26 Juli nanti.

Rakyat terpaksa duduk diam di rumah. Mereka jadi kehilangan mata pencarian. Sementara itu, kebutuhan terus meningkat setiap harinya.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah orang miskin di Indonesia hingga bulan Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang. Jumlah ini meningkat 1,12 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang saat ini terjadi di Indonesia.

Beruntung, di tengah upaya internal yang dilakukan oleh berbagai pihak dan pemerintah untuk bertahan, dukungan sebaliknya juga tak henti diterima Indonesia dari berbagai negara. Padahal di sisi lain negara-negara tersebut masih sama-sama berjuang di tengah situasi pandemi.

Uluran bantuan yang diterima Indonesia didapatkan dalam berbagai bentuk, tidak hanya vaksin sebagai fokus utama, namun juga berbagai alat penunjang kesehatan yang memiliki peran besar dalam kelangsungan penanganan kasus Covid-19 di tanah air.

  1. Amerika Serikat (AS) Sumbang Dana 14,5 Juta Dolar & 4,5 Juta Vaksin Moderna

Bantuan utama berupa vaksin datang dari Negeri Paman Sam. Sebelumnya, pada tahap pertama hibah vaksin jenis Moderna diberikan sebanyak 3 juta dosis bersamaan dengan bantuan alat kesehatan lainnya seperti tabung oksigen dan peralatan medis.

Selanjutnya pada tahap kedua, sisa kiriman sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Moderna pun berhasil mendarat di tanah air pada tanggal 13 Juli 2021 lalu. Melansir Law Justice, Senator AS Tammy Duckworth, menyampaikan keseriusannya membantu Indonesia dalam menghadapi situasi krisis yang terjadi.

“Vaksin ini melengkapi 3 juta dosis yang dikirimkan pekan lalu, tanpa pamrih,tapi berdasarkan pemahaman bahwa tidak ada satu bangsa yang bisa benar-benar aman dari Covid-19 hingga semua bangsa aman,” ujar Tammy, saat pengiriman sisa 1,5 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Tidak cukup sampai di situ, dalam salah satu kesempatan saat perwakilan negara AS tersebut melakukan diskusi dengan Iwan Freddy Hari Susanto, selaku perwakilan Indonesia di AS. Disebutkan ada upaya mengenai bantuan lain yang akan diberikan AS dalam bentuk dana langsung senilai 14,5 juta dolar AS, atau lebih dari Rp203 miliar untuk membantu program vaksinasi masyarakat Indonesia dengan cepat dan aman.

  1. China & Jepang Sebar Bantuan

Jepang menjadi salah satu negara di kawasan Asia yang memberikan bantuan dalam bentuk vaksin jenis AstraZeneca sebanyak 998 ribu dosis ke Indonesia untuk tahap pertama. Melalui Dubes Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi, dirinya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti persahabatan antara kedua negara.

“Kami ingin terus bergandengan tangan dengan Indonesia yang merupakan mitra strategis Jepang untuk mengatasi Covid-19,” ungkap Kenji.

Tak hanya Jepang, negara satu rumpun Asia lainnya yang ikut memberikan bantuan kepada Indonesia yaitu China. Bantuan yang didapatkan dari China bahkan disampaikan langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pada hari Kamis (15/7/2021) lalu.

Luhut menyampaikan, bahwa China memberikan bantuan peralatan medis berupa oksigen cair, ISO Tank, silinder regulator oksigen, konsentrator oksigen, generator oksigen, serta obat anti virus untuk pengobatan Covid-19.

  1. Dukungan Tetangga Singapura

Selangkah lebih maju dalam menghadapi situasi pandemi, negara terdekat RI yaitu Singapura juga menjadi salah satu yang berperan aktif memberikan bantuan.

Terlepas dari Indonesia yang melakukan pengadaan secara mandiri (pembelian) dari Singapura berupa 10 ribu unit oxygen concentrator, Singapura rupanya memberikan bantuan yang cukup besar berupa 200 ventilator, 250 tabung oksigen berisi kapasitas 50 liter, 570 oxygen concentrator, 600 nasal cannula, 600 bubble humidifier, ribuan masker, sarung tangan, APD, tutup kepala, dan alat kesehatan lainnya.

Menanggapi banyaknya bantuan yang telah diterima Indonesia dari berbagai negara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menyatakan bahwa saat ini ada banyak negara lainnya yang sudah menawarkan diri untuk memberikan bantuan.

Tawaran yang datang di antaranya berasal dari Belanda, Inggris, UAE, dan entitas internasional lainnya. Dalam pernyataannya, Retno mengungkap bahwa Indonesia mengapresiasi tawaran bantuan yang diberikan. Dirinya juga menekankan bahwa kolaborasi adalah prinsip yang terus dikedepankan oleh berbagai negara di dunia agar bersama-sama dapat segera keluar dari situasi pandemi yang terjadi.

Meskipun di tengah badai Pandemi Covid-19, kita harus selalu ingat bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kita adalah bangsa yang tangguh. Berbagai ujian berhasil dilewati bersama.

Melihat situasi saat ini, ada baiknya kita ikut peduli. Melihat kondisi sesama, di sekitar kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, yang membutuhkan pertolongan.

Mungkin pertolongan tersebut terkesan remeh, bisa sebuah sapaan menanyakan kondisi melalui pesan singkat di tengah masa karantina mandiri, memberikan dukungan serta semangat kepada mereka yang positif Covid-19, hingga membantu kebutuhan pokok bagi mereka yang terdampak pandemi ini.

Apa pun bentuknya, kepedulian sangat berguna di masa seperti sekarang. Sampai saatnya tiba, Bangsa Indonesia bisa melalui ujian ini dan kembali menjalani kehidupan normal sehari-hari.

COVID-19Update

Akhirnya Terungkap, Inilah Penyebab Utama Penularan Varian Omicron di Afrika

Published

on

penyebaran varian Omicron di Afrika

Covid-19 varian Omicron kini menghantui dunia. Bahkan, varian ini sudah menyebar ke sepertiga wilayah Amerika Serikat (AS). Adapun, negara-negara Eropa memutuskan melakukan lockdown atau penguncian wilayah.

Varian Omicron diketahui pertama kali muncul di Negara Afrika. Berdasarkan laporan yang dirilis Mo Ibrahim Institute, Afrika saat ini mengalami diskriminasi yang sangat ekstrim dengan hanya 5 negara saja yang memenuhi target 40% populasi tervaksinasi hingga akhir tahun ini.

“Sejak awal krisis ini, Yayasan kami dan suara Afrika lainnya telah memperingatkan bahwa Afrika yang tidak divaksinasi dapat menjadi inkubator sempurna untuk berbagai varian,” kata ketuanya Mo Ibrahim dalam sebuah pernyataan kepada NDTV, Senin (6/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Munculnya Omicron mengingatkan kita bahwa Covid-19 tetap menjadi ancaman global, dan vaksinasi ke seluruh dunia adalah satu-satunya jalan ke depan. Namun, kami terus hidup dengan diskriminasi vaksin yang ekstrem, dan Afrika khususnya tertinggal,” sambung dia.

Hingga saat ini baru 1 dari 15 warga Afrika yang menerima vaksin Covid-19. Ini masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan rata-rata 70% populasi tervaksinasi di negara-negara maju.

Pengiriman vaksin ke Afrika sendiri telah ditingkatkan dalam beberapa bulan terakhir meskipun masih terkendala oleh sistem perawatan kesehatan yang lemah dan infrastruktur yang terbatas. Selain itu, muncul juga keresahan akan tanggal kadaluwarsa yang pendek pada vaksin yang disumbangkan.

Omicron dilaporkan memiliki lebih banyak strain atau mutasi dibandingkan varian Alpha, Beta dan Delta dan dianggap sangat menular. Tercatat, ada 32 mutasi protein lonjakan yang dibawa varian itu.

Continue Reading

COVID-19Update

Gawat, Varian Omicron Kini Telah Menyebar ke Sepertiga Wilayah AS

Published

on

Varian Omicron
Varian Omicron

Amerika Serikat (AS) kini dihantui Covid-19 varian Omicron. Kini, varian tersebut telah menyebar ke sepertiga wilayah Negeri Paman Sam.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (6/12/2021), Otoritas Kesehatan AS menyatakan bahwa varian Omicron ini memang cukup membahayakan. Meski demikian, mereka menyatakan Varian Delta masih mendominasi.

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, menyatakan saat ini belum ada tingkat keparahan besar akibat penyebaran Varian Omicron. Akan tetapi, Fauci juga menambahkan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti dan studi lebih lanjut diperlukan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut penghitungan Reuters, sedikitnya 16 negara bagian AS telah melaporkan kasus-kasus varian Omicron, tanpa disebut jumlah total kasusnya di AS.

Negara bagian yang telah mendeteksi varian Omicron terdiri atas California, Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Massachusetts, Minnesota, Missouri, Nebraska, New Jersey, New York, Pennsylvania, Utah, Washington dan Wisconsin.

Kebanyakan kasus varian Omicron di AS terdeteksi pada individu yang sudah divaksinasi penuh dan mereka mengalami gejala-gejala ringan. Salah satu kasus varian Omicron yang terdeteksi di Lousiana ditemukan pada seseorang yang bepergian di dalam wilayah AS.

Terlepas dari penyebaran varian Omicron, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Dr Richelle Walensky, menuturkan kepada ABC News bahwa varian Delta masih menyumbang 99,9 persen dari kasus-kasus baru Corona di wilayah AS.

Continue Reading

COVID-19Update

Curhat Jokowi Ketika Pertama Kali Dengar Varian Omicron

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), mencurahkan isi hatinya kala pertama kali mendengar kemucunculan varian Omicron.

Curahan hati itu Jokowi kemukakan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia Tahun 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12/2021).

“Jangan ada yang berpikiran bahwa pandemi ini telah selesai. Memang pada hari ini kalau kita lihat kasus yang dulu di pertengahan bulan Juli kasus harian kita di angka 56 ribu, kemarin kita berada di angka 311 kasus harian. Ini patut kita syukuri, patut kita syukuri, berkat kerja keras kita, kerja gotong-royong kita, tetapi sekali lagi, hati-hati tantangan ini belum selesai,” kata Jokowi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut dia, sudah ada 29 negara yang sudah kemasukan varian Omicron. Terbaru pada kemarin pagi, Jokowi memperoleh informasi varian itu sudah terdeteksi di Singapura.

“Yang ini meskipun masih dalam penelitian yang cepat, penularannya bisa lima kali lebih menular dibandingkan yang varian delta yang kecepatannya juga sangat cepat sekali. Ini pun juga bisa menembus dari imunitas yang telah kita miliki,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, sekali lagi, kita semua tetap harus waspada dan hati-hati, hati-hati. Tetapi juga jangan kita ini terlalu ketakutan dan kekhawatiran yang amat sangat. Tetap harus optimis, apalagi di tahun 2022 kita harus optimis bahwa ekonomi kita bisa bangkit di atas 5%,” lanjutnya.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pandemi Covid-19 telah berimbas ke mana-mana. Beberapa negara mengalami kelangkaan energi hingga kontainer.

“Karena pandemi juga, yang tidak kita perkirakan, inflasi beberapa negara sudah naik demikian tinggi. Dan karena inflasi juga beberapa hari terakhir ini sudah mulai kedengaran beberapa negara ada kenaikan harga produsen yang akhirnya nanti akan berimbas kepada kenaikan harga konsumen,” kata Jokowi.

“Ini saling kompleksitas, masalah semakin melebar ke mana-mana. Sehingga memang kita harus menyiapkan rencana antisipasi dan geraknya harus kita lebih cepat dari biasanya. Karena ketidakpastian ekonomi global semakin melebar ke mana-mana, kompleksitas masalahnya juga melebar ke mana-mana,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Trending