Connect with us

Uncategorized

Desainer Alexander Wang Tersandung Isu Pelecehan Seksual, Pengakuan Korban Bikin Kaget

Published

on

Dalam sebulan terakhir ini desainer Alexander Wang tersandung isu pelecehan seksual. Sejumlah pria yang mengaku sebagai korban telah mengklaim bahwa sang desainer fashion asal New York itu melakukan tindakan yang tidak senonoh. Kini ada lagi pria bernama Keaton Bullen yang memberikan pengakuan.

Pelajar 21 tahun dari Parsons School of Design, New York, AS itu mengatakan bahwa pelecehan yang dilakukan oleh Alexander Wang terjadi di sebuah klub malam pada 2019. Keaton yang saat itu berusia 20 tahun merasa dipermalukan oleh sang desainer.

Keaton menjelaskan bahwa ia bertemu dengan Alexander Wang pada 24 Agustus 2019 pukul 11.30 malam. Saat itu mereka ngobrol tentang perkuliahan, Parsons School of Design, di mana Keaton kini kuliah di sana dengan jurusan interior design.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Alexander Wang mengundang Keaton ke mejanya, dan menawarinya minum vodka. Setelah itu keduanya berjoget. Ketika berada di lantai dansa itulah Keaton menerima pelecehan seksual dari Alexander Wang.

“Secara tiba-tiba dia membuka resleting celanaku, meletakkan tangannya di celanaku dan mulai meraba alat vitalku di hadapan banyak orang. Aku benar-benar terdiam,” ungkap Keaton. Alexander kemudian mengatakan, “Aku ingin membawamu pulang.”

Alexander Wang kembali membantah tentang isu pelecehan seksual yang dilakukannya. Paul yang ditunjuk sebagai pengacara Alexander Wang men-tweet bahwa pihaknya menunggu rekaman CCTV dari klub malam tersebut. Pihak Alexander Wang sangat membantah tuduhan tersebut.

Pada Januari, kepada New York Times, Alexander Wang menegaskan bahwa dia tidak melakukan perilaku menyimpang tersebut. Disebut sebagai predator seks di media sosial, desainer keturunan Asia itu mengatakan bahwa berita yang berkembang saat ini adalah sebuah kebohongan.

Advertisement

Uncategorized

Merdeka, Program Belajar Buat Startup untuk Mahasiswa

Published

on

Startup Merdeka
Startup Merdeka

Program bernama Startup Merdeka dirancang oleh Masyarakat Industri Kreatif TiK/Digital Indonesia (MIKTI). Tujuan program ini adalah membantu mahasiswa yang ingin membuat startup.

Program yang sudah berjalan selama satu semester ini disebut MIKTI sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Banyaknya antusiasme masyarakat untuk mendirikan startup memerlukan sebuah referensi yang bisa dijadikan panduan. Referensi yang berkualitas sekaligus mudah diaplikasikan dalam konteks Indonesia. Referensi ini bisa digunakan oleh mereka yang memang akan atau sedang menjalankan bisnis startup-nya maupun akademisi dalam membimbing para mahasiswa dalam mewujudkan ide startup,” ujar M. Andy Zaky, Ketua Umum MIKTI dalam keterangan persnya.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Perlu diketahui, Indonesia menempati peringkat ke lima negara dengan startup terbanyak di dunia. Demikian menurut data Startup Ranking 2021. Di Asia Tenggara, Indonesia juga dinilai memiliki ekosistem bisnis rintisan alias startup teknologi paling bernilai.

Antusiasme mendirikan startup sangat terlihat di kalangan anak-anak muda Indonesia, terutama mahasiswa. Pada berbagai ajang pembinaan, kompetisi ide bisnis, maupun penghargaan bagi startup yang baru didirikan selalu ramai diminati peserta.

“Kami melihat, tingginya minat kalangan mahasiswa untuk mendirikan startup perlu difasilitasi dengan baik. Inilah yang mendorong MIKTI menggulirkan Startup Merdeka batch pertama,” dia menambahkan.

Andy berharap melalui program tersebut akan lebih banyak startup founder lahir dari kalangan mahasiswa, yang andal dalam menghadirkan solusi teknologi dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sebanyak 130 mahasiswa dari 28 Universitas mengikuti program studi independen bersertifikat ‘Startup Merdeka’ batch pertama.

Mereka memiliki 36 ide bisnis, yang dibawa ke dalam program yang dirancang untuk memandu mahasiswa membentuk pola pikir serta mempersiapkan pengetahuan dan keterampilan sebagai founder startup ini.

Selama 15 pekan dan dibimbing oleh para mentor, mahasiswa mempraktekkan secara langsung berbagai metode dalam pengembangan ide produk berbasis teknologi.

Mulai dari dari tahap identifikasi permasalahan, rumusan ide solusi, validasi target pasar dan pengembangan prototipe produk versi awal. Sebagai penutup program batch pertama tersebut, diselenggarakan Demo Day secara daring pada Selasa (21/12/2021).

Sebanyak 13 rencana pendirian startup dipresentasikan oleh para mahasiswa kepada pengelola inkubator, akselerator, investor, serta mitra strategis lainnya.

Continue Reading

Uncategorized

Doddy Nekat Tes DNA Gala Sky, Faisal: Jangan Dekati Cucu Saya!

Published

on

Doddy Sudrajat dan Faisal
Doddy Sudrajat dan Faisal

Doddy Sudrajat bersikukuh untuk melakukan tes DNA kepada Gala Sky Ardiansyah. Menanggapi hal itu ayah dari almarhum Bibi Ardiansyah, Faisal, menegaskan Gala adalah anak kandung Bibi dan Vanessa Angel.

Faisal bahkan menegaskan jika pihak Doddi tak percaya bahwa Gala adalah anak Bibi dan Vanessa, dia meminta Doddy untuk menjauhi cucunya. Faisal mengaku siap membesarkan Gala Sky dan menanggung segala keperluan hidupnya.

“Kalau pertama kali saya dengar itu ya pemikiran dia, karena menurut saya tidak perlu sampai situ. Karena sudah deal bahwa Gala Sky itu adalah anak dari Febri Andriansyah tidak ada keraguan sama sekali,” kata Faisal.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

“Tidak perlu tes DNA segala macem buat apa? Kalau mereka tidak mengakui itu cucu mereka ya sudah tidak ada masalah toh saya yang akan membesarkan,” dia menambahkan.

Faisal juga menyebut jangan lagi mendekat Gala Sky jika Doddy Sudrajat masih ingin melakukan tes DNA dan meragukan sang cucu.

“Ini 100 persen cucu saya kalau mereka ragu jangan dekati cucu saya, jangan mampir ke cucu saya, jauhi gitu aja kok repot,” tegas Faisal.

Continue Reading

Uncategorized

Ikan Hias, Ladang Cuan Baru Indonesia di Kancah Internasional

Published

on

Ikan Hias

Bukan hanya Kelapa Sawit, Indonesia ternyata memiliki bidang komoditas lain yang tak terduga untuk ekspor. Komoditi itu adalah ikan hias.

Hal itu bukannya tanpa alasan. Berdasarkan data trademap yang dipublikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di sepanjang tahun 2016-2019 Indonesia berada di peringkat keempat sebagai eksportir ikan hias dunia setelah Jepang, Singapura, dan Spanyol.

Produksi ikan hias di Indonesia juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Alhasil, Indonesia mampu memenuhi permintaan pasar internasional. Produksi ikan hias yang berada di angka 1,19 miliar ekor pada tahun 2017 meningkat menjadi 1,22 miliar ekor di tahun 2018. Peningkatan signifikan juga kembali terjadi di tahun 2019 menjadi 1,68 miliar ekor yang menghasilkan nilai ekspor mencapai Rp19,81 triliun.

Karena hal tersebut, tak heran jika Menteri Kelautan dan Perikanan yaitu Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, bahwa komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

  1. Drone Israel Ditembak Jatuh Hizbullah di Lebanon
  2. Taliban Ancam Balik Amerika Serikat
  3. Demi Tingkatkan Perdagangan, Menteri Luar Negeri Israel Kunjungi Bahrain

Berkaca dari hal itu, potensi ekspor ikan hias terlihat amat menjanjikan. Nyatanya, bisnis ikan hias justru meningkat saat pandemi nyatanya dirasakan oleh salah satu Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) yang berada di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Di masa pendemi seperti ini, budidaya ikan hias tidak pernah mengalami penurunan, malahan mengalami kenaikan. Alhamdulillah dari semenjak awal pandemi, harga ikan hias bisa naik sampai 100 persen” ujar Lukman Hakim selaku Ketua Pokdakan Cibinong Mandiri, dalam sebuah video yang dimuat pada kanal YouTube Kementerian KKP.

Ikan Hias

Bukti kepopuleran ikan hias sebagai komoditas ekspor datang dari Bali. Berdasarkan laporan terakhir dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) KKP Denpasar, tercatat bahwa selama bulan Agustus 2021 saja, ada sebanyak 414.190 ekor ikan hias yang telah berhasil menjangkau pasar global, dengan nilai nominal mencapai Rp3,45 miliar.

Kaitannya dengan julukan primadona ekspor, angka pengiriman dari ikan hias terbukti lebih tinggi dibanding jumlah ekspor ikan hidup lainnya seperti benih kerapu yang hanya mencapai angka 67 ribu ekor dan siput hias sebanyak 40,4 ribu ekor.

Adapun pendistribusian dari komoditas ini ternyata dilakukan dengan melalui sebanyak 836 kali pengiriman yang dilakukan oleh Balai KIPM setempat, bersamaan dengan pendistribusian komoditas ekspor jenis ikan lainnya.

Disebutkan bahwa lima destinasi ekspor ke mancanegara yang berasal dari Bali yaitu Amerika Serikat, Taiwan, Australia, Tiongkok, dan Jepang. Sedangkan berdasarkan kondisi pasarnya sendiri, jenis ikan hias yang paling banyak diekspor di antaranya terdiri dari arwana, arwana jardini, maskoki, koi, dan cupang hias.

Meski begitu, angka ekspor ikan hias yang telah dicapai di bulan Agustus tersebut nyatanya menurun dibanding periode dan waktu yang sama pada tahun 2020 lalu. Bisa diduga, kendala mobilitas karena pandemi menjadi alasan kuat dari adanya penurunan yang terjadi, terutama dalam hal transportasi untuk pengangkutan ikan hias ke negara tujuan.

“Kalau permintaan ikan masih banyak, stok ikan di Benoa juga banyak. Masalah kami hanya di transportasi.” ungkap Anwar, selaku Kepala Balai KIPM Bali.

Namun, ternyata masih ada beberapa kendala agar ikan hias bisa menjadi komoditi ekspor. Satu-satunya permasalahan hanyalah dari segi transportasi, yang disebut menjadi hal utama dalam menghambat pendistribusian komoditas satu ini untuk bisa dikirimkan secara lancar ke berbagai negara pemesan.

Ikan Hias

Padahal, dalam pendistribusian komoditas ekspor berupa binatang hidup seperti ikan hias, waktu pengiriman yang singkat justru sangat dibutuhkan. Berdasarkan segala penjelasan di atas, Pemerintah Indonesia tampaknya harus membuka mata terkait potensi ikan hias sebagai komoditi ekspor.

Continue Reading

Trending