Connect with us

Sport

De Gea Kirim Pesan Menyentuh untuk Kiper Liverpool

Published

on

David De Gea, Kiper MU.

Penjaga gawang Manchester United atau MU, David de Gea menunjukkan rasa simpatinya kepada penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker, yang baru saja ditinggal pergi sang ayah.

Lewat akun Twitter-nya, kiper asal Spanyol itu menyampaikan dukungannya secara sederhana tapi menyentuh.

Media-media Brasil melaporkan, Jose Agostinho Becker, meninggal di usia 57 tahun. Jose tewas tenggelam saat berenang di bendungan dekat properti mereka di Lavras do Sul, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Fluminense, klub rasil yang diperkuat oleh Muriel, saudara laki-laki Alisson Becker, telah menyampaikan ucapan duka atas kepergian Jose.

“Kami ikut berduka atas kepergian Jose Agostinho Becker, ayah dari kiper Muriel dan Alisson. Semoga keluarga yang ditinggalkan kuat,” kata klub itu di Twitter.

Klub Sao Paolo yang kini telah mempunyai pengikut sebanya 4,4 juta pengikut juga men-twit ulang ucapan tersebut.

“Sungguh menyedihkan, Sao Paulo FC menerima berita duka atas kematian Jose Agostinho Becker, ayah dari penjaga gawang Alisson dan Muriel,” tulis klub Sao Paolo menambahkan.

Ucapan duka masih terus mengalir untuk Alisson Becker. David de Gea juga menyampaikan hal yang sama lewat akun Twitter-nya.

“Kami semua bersamamu,” tulis mantan penjaga gawang Atletico Madrid itu sembari mengunggah fotonya saat menghampiri Alisson dalam sebuah pertandingan.

Alisson telah berada di Liverpool sejak 2018 lalu. Dia sempat menjadi pemegang rekor kiper termahal dunia ketika Liverpool mendatangkannya dari AS Roma.

Dia kemudian membantu klub menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris.

Musim ini kiper berusia 28 tahun itu sudah tampil di 27 pertandingan, kebobolan 30 kali, dan mencatat delapan clean sheet.

Advertisement

Sport

Usai Dapat Kritik Pedas Haruna Soemitro, Begini Nasib Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Timnas

Published

on

Pelatih Timnas Shin Tae-yong

Anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro, beberapa waktu lalu melayangkan kritikan pedas kepada Pelatih Timnas Shin Tae-yong. Lantas, bagaimana kelanjutan nasib Shin Tae-yong setelah menerima kritik itu?

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, memastikan masa depan Shin Tae-yong tak terpengaruh dengan kritik tersebut.

Yunus Nusi menyebut, masa depan Shin Tae-yong ditentukan secara kolektif, bukan perorangan. Dengan begitu, Shin Tae-yong dipastikan bertahan sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga kontraknya berakhir pada 31 Desember 2023.

Baca Juga:

  1. Peuyeum, Si Manis Ikonik Kota Bandung yang Disukai Orang Eropa
  2. 8 Makanan yang Mendadak Viral Selama Pandemi Covid-19
  3. Sambel Colek Ikan Wader, Hidangan Para Raja Majapahit

“Dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak,” kata Yunus Nusi dalam keterangan pers.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat,” dia menambahkan.

Shin Tae-yong juga sebelumnya telah menyatakan komitmennya terhadap Timnas Indonesia. Pelatih berkebangsaan Korea Selatan dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu mengaku fokus untuk mempersiapkan Timnas menghadapi berbagai turnamen di tahun 2022.

Haruna Soemitro mengkiritik Shin Tae-yong dalam rapat evaluasi yang diadakan PSSI pada Kamis, 13 Januari 2022.

Saat itu, rapat dihadiri Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Waketum Iwan Budianto, Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, Exco Endri Erawan, Vivin Sungkono, dan Direktur Teknik Indra Sjafri. Bahkan kritikan itu kembali disampaikan Haruna Soemitro saat hadir di salah satu podcast.


“Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apa pun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah enam kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi,” kritik Haruna soal hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Continue Reading

Sport

Disebut Haruna Soemitro Tak Kompeten, Penerjemah Shin Tae-yong Isyaratkan Mundur

Published

on

Jeong Seok-seo

Kritik pedas yang dilayangkan anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro, kepada Shin Tae-yong dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo, berbuntut panjang. Kini, sang penerjemah mempertimbangkan untuk menanggalkan jabatannya.

Ya, beberapa waktu lalu Haruna Soemitro menyebut Shin Tae-yong cukup mudah tersinggung. Bahkan, Haruna Soemitro menyatakan ada beberapa penghambat komunikasi yang terjalin antara PSSI dan pelatih berdarah Korea Selatan itu.

Haruna menyebut Jeje, sapaan akrab Jeong Seok-seo, tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai penerjemah. Dia dinilai tak bisa menyampaikan dengan baik keinginan PSSI kepada Shin Tae-yong.

Baca Juga:

  1. Peuyeum, Si Manis Ikonik Kota Bandung yang Disukai Orang Eropa
  2. 8 Makanan yang Mendadak Viral Selama Pandemi Covid-19
  3. Sambel Colek Ikan Wader, Hidangan Para Raja Majapahit

Dalam unggahan di Insta Story-nya, Jeje tampaknya sedang kebingungan terkait masa depannya. Pasalnya, kontrak Jeje sebagai penerjemah Shin Tae-yong juga segera berakhir pada Januari 2022.

“Bisa lanjut gak ya? Hmmm,” tulis jeje dalam akun Instagram-nya, @jeongseokseo

Dia juga memosting unggahan lain di Insta Story miliknya. Dalam unggahan tersebut Jeje seperti memberi isyarat terkejut dengan sesuatu yang bisa jadi sedang dihadapinya.

“Haha luar biasa memang. Paling top. Kenapa ya hahaha,” tulis Jeje

Kontrak Jeje sebagai penerjemah Shin Tae-yong memang sebentar lagi akan berakhir. Sayangnya, hingga kini PSSI disebut belum memberikan penawaran kontrak baru untuk mempertahankan Jeje lebih lama.

Continue Reading

Sport

Netizen Ramai Minta Haruna Soemitro Dipecat Usai Kritik Pedas Shin Tae-yong, Ini Jawaban PSSI

Published

on

Haruna Soemitro
Haruna Soemitro

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, menjadi buah bibir netizen usai melayangkan kritik pedas kepada Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Tagar Haruna Out pun menggema di Twitter.

Haruna menjadi narasumber dalam sebuah wawancara dengan media JPNN yang dimuat di kanal YouTube resmi mereka. Awalnya, Haruna berceritas tentang kiprahnya di sepak bola dari Magetan hingga Madura United.

Selanjutnya, eks ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu juga bicara soal judi sepak bola, match fixing, hingga Shin Tae-yong.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Apa pun di sepak bola, tanpa prestasi itu nothing. Jadi, mau di PSSI mau di klub yang paling pertama orang lihat adalah prestasi. Proses tidak dilihat,” ujarnya.

“Meskipun proses bagus. Tadi kita diskusi dengan Shin Tae-yong. Mengapa proses di kita seperti ini. Kenapa kemarin kita sampai kalah 4-0 dari Thailand padahal kita tidak pernah kalah sebesar itu,” sambung dia.

Dia juga menegaskan jika kalau target Timnas Indonesia hanya menjadi runner-up Piala AFF, Timnas tak perlu pelatih sekaliber Shin Tae-yong.

“Shin Tae-yong punya target menjadi juara Piala AFF U-19 (maksudnya U-23) di Kamboja. Itu targetnya juara. Piala AFF 2022, yang kemarin kan Piala AFF 2020 yang dilaksanakan 2021, itu nanti targetnya juara,” tegas dia.

“Ada komitmen baru dengan coah Shin Tae-yong bahwa ke depan kita harus betul-betul punya target yang sama, road map yang sama, dan keinginan pelatih harus sama dengan pelatih.”

“Saya tadi sampaikan dalam rapat evaluasi kalau hanya runner-up, tidak perlu Shin Tae-yong. Karena kita sudah beberapa kali jadi runner-up,” tutup dia.

Hal itu memantik amarah netizen. Gara-gara pernyataan Haruna itu, tagar #HarunaOut pun jadi trending topic di media sosial twitter. Tagar tersebut menggema karena ketidaksukaan pencinta sepakbola dengan pernyaaan Haruna tersebut.

Gara-gara kritikan Haruna, bahkan dikabarkan ada deadlock antra Exco PSSI dengan Shin Tae-yong saat rapat evaluasi pasca Piala AFF 2020 pada Kamis 13 Januari 2022 yang lalu. Hal itu lantas memanaskan situasi antara Shin Tae-yong dan PSSI.

Hal itu semua yang pada akhirnya membuat para pencinta sepakbola Tanah Air meramaikan tagar Haruna Out. Mereka lebih memilih Haruna yang keluar dari PSSI, ketimbang Shin Tae-yong yang pergi dari Timnas Indonesia.

PSSI, lewat Yunus Nusi, memberi tanggapan mengenai kegaduhan ini. Dia juga menegaskan masa depan Shin Tae-yong aman.

“Ketua umum memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal Timnas. Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022,” kata Yunu

“Namun demikian, dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat,” kata dia menambahkan.

Yunus Nusi juga menyinggung mengenai rencana naturalisasi. PSSI saat ini menugaskan Exco Hasani Abdulgani untuk menindaklanjuti rencana ini.

“Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Beto Gonzalves dll. Sekarang murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari STY (Shin Tae-yong),” kata dia lagi.

Continue Reading

Trending