Connect with us

Hangout

Dari Jual Kucing Hingga Daging Ekstrim Lain, Ini Fakta Pasar Beriman Tomohon

Published

on

suasana di Pasar Beriman

Di era modern ini terdapat banyak sekali pasar tradisional yang mulai menunjukkan eksistensi melalui keberagaman budaya yang ditonjolkan di dalam aktifitas jual-beli pasar. Budaya yang kuat yang dianut dalam pasar tradisional diyakini sebagai salah satu modal untuk menjadikan pasar ramai akan pembeli juga menjadi nilai tambah sebagai salah satu unsur dalam dunia pariwisata di suatu daerah.

Pasar Tradisional Tomohon (Pasar Beriman) misalnya, kini bukan lagi hanya sebagai pasar dagang melainkan sudah merambah menjadi salah satu tujuan wisata oleh para pelancong lokal. Bahkan tak jarang pula wisatawan dari negeri seberang pun turut mengambil bagian dalam wisata tersebut.

Aktifitas pasar kini bukan lagi sebagai ajang jual-beli antara konsumen dan pedagang, melainkan sudah menjadi ajang dimana pasar tradisional dijadikan sebagai pengenal atau identitas daerah tersebut.

Baca Juga:

  1. Area Terbasah di Dunia, Ternyata ada di Indonesia
  2. Singkawang Raih Penghargaan Kota Paling Toleran di Indonesia
  3. Mengintip Pasar Senen, Surganya Pakaian Vintage di Jakarta

Jika berkunjung ke Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), coba sesekali berkunjung untuk menguji nyali di Pasar Beriman.

Pasar Beriman ini sepertinya tak luput dari perhatian media massa. Letaknya tak jauh dari Pusat Pemerintahan Sulawesi Utara, Kota Manado. Jika perjalanan lancar, hanya membutuhkan 45-60 menit perjalanan darat untuk mencapai Pasar tradisional yang tepat berada di Pusat Kota Tomohon.

Perjalanan pun bisa dilakukan dengan menumpang bus angkutan umum yang terdapat di Terminal bus Kota Tomohon, yang berada di sekitar kawasan Pasar karombasan.

Pasar ini tidak menjual pernak-pernik ibadah laiknya namanya. Berkebalikan, pasar ini justru merupakan tempat lokasi perdagangan daging hewan terbesar di Sulut. Mulai dari yang bisa dikonsumsi hingga yang dipandang tidak lazim untuk dikonsumsi.

Selain daging ayam dan sapi, para pengunjung akan menjumpai babi hutan, ular piton, biawak, tikus hutan, kelelawar hitam, anjing, dan juga kucing.

Menurut pedagang di sana, menjual daging-daging ‘ekstrim nan liar’ itu bukanlah suatu keanehan sebab masyarakat Minahasa tidak berpantang dalam memakan sesuatu.

Menurut pengakuan pedagang tersebut, setiap hari ada yang membeli daging seperti ular, babi, dan anjing. Di momen-momen tertentu, harga daging yang dia jual menjadi lebih mahal. Seperti daging ular, sekilonya dia mematok harga Rp60.000

Daging hewan tersebut didatangkan dari luar dan dalam wilayah Tomohon sendiri. Pengecualian bagi daging ular piton yang berukuran lebih dari 10 meter serta kelelawar yang didatangkan dari luar minahasa. Sebab, dua hewan tersebut jarang dijumpai di Sulut.

Biasanya, pengepul mengantarkan daging biawak, kucing, tikus hutan, anjing dan babi pada pagi-pagi buta sebelum pasar buka kepada para pedagang di sana.

Hewan-hewan tersebut didapat dalam berbagai cara. Misalnya mencuri dari orang, atau mengambil dari jalanan dan alam bebas.

Berdasarkan catatan Dog Meat-Free Indonesia (DMFI), diperkirakan sekitar satu juta anjing dan kucing dibunuh tiap tahunnya dalam perdagangan daging di Indonesia.

Keekstreman tempat tersebut menjadikan organisasi penyayang satwa kerap memprotes aktivitas perdagangan di sana. Akan tetapi, masyarakat tidak menggubris sehingga aktivitas jual beli masih terjadi sebagaimana biasanya.

Di sisi lain, tempat ini juga menjadi kawasan dengan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Setidaknya, ada ratusan wisatawan dari luar negeri yang berkunjung untuk membeli hewan di sini. Paling banyak adalah wisatawan dari China yang akrab dengan makanan ekstrem ini.

Adapun alasan masyarakat mengonsumsi daging hewan-hewan tersebut di antaranya ialah alasan kesehatan, rasa iba dan alasan kepedulian terhadap keseimbangan ekosistem. Dikarenakan beberapa hewan yang dijual di sana menduduki rantai makanan tertinggi di ekosistemnya. Seperti Ular dan lain sebagainya.

Hangout

Pasar Rawa Bening, Surga Batu Akik & Bacan dari Jakarta Timur

Published

on

Pasar Rawa Bening

Sejarah Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur dimulai sekitar tahun 1974. Dulu pasar tersebut diperuntukkan bagi pedagang beras dan sayur mayur.

Namun selama satu dekade pasar cenderung sepi pembeli. Lantas pada tahun 1984, PD Pasar Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta memboyong pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan batu permata di sekitar Jalan Jenderal Oerip Soemohardjo ke pasar ini.

Pada tahun 1990-an, predikat pusat batu cincin di Jakarta mulai melekat pada Rawa Bening. Akhirnya sekitar tahun 2005 dibangunlah Jakarta Gem Center (JGC) Rawa Bening.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Buat Cityzen yang hobi mengumpulkan batu-batu alam nan cantik, bisa memasukkan nama Pasar Batu Aji, Jatinegara, Jakarta Timur dalam agenda perjalanan. Berbagai jenis batuan mulia, seperti Safir, Bacan, Zamrud, dan Pirus bisa Anda dapatkan di sini. Meski masuk dalam kategori pasar tradisional, Pasar Batu Aji ini punya fasilitas yang nyaman, rapi, ruangannya pun ber-AC, dan bersih.

Tidak jarang turis asing dari Malaysia, Korea, dan Arab Saudi juga berlomba-lomba untuk mendapatkan jenis batu yang diinginkan. Bagi kaum hawa bisa membidik aksesoris unik, seperti cincin dan kalung-kalung dari batu alam. Soal harga, Anda harus ekstra ‘ngotot’ agar mendapatkan harga yang sesuai.

Anda pengagum batu-batu alam yang cantik? Berburu batu alam dan cuci mata melihat aksesoris di Pasar Batu Aji Jatinegara bisa jadi alternatif belanja seru saat akhir pekan ini.

Safir, Bacan, Zamrud, dan Pirus jadi beberapa pilihan yang menarik untuk penggemar batu mulia. Tidak jarang turis asing dari Malaysia, Korea, dan Arab Saudi juga berlomba-lomba untuk mendapatkan jenis batu yang diinginkan.

Pasar Rawa bening

Nah, apalagi kalau akhir pekan atau masa liburan panjang, Pasar Batu Aji yang berada tepat di depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur ini tidak pernah sepi pelanggan. Tentu saja! Selain menjual batu-batu mulia, beberapa toko yang ada di sini juga ada yang menjual benda-benda pusaka dan antik.

Selain itu, untuk Anda kaum perempuan juga bisa membidik aksesoris yang unik. Cincin ala Syahrini dan kalung-kalung unik yang terbuat dari batu alam bisa ditemui di sini. Soal harga, Anda perlu ekstra “ngotot” untuk menawar agar mendapatkan harga yang sesuai.

Daya tarik pasar yang kini telah berganti nama menjadi Jakarta Gems Center ini tidak hanya menarik kalangan menengah ke atas. Karena kalangan menengah ke bawah juga bisa bergaya dengan batu-batu alam ini. Ya, walaupun harganya tak semahal Bacan atau Kecubung.

Continue Reading

Hangout

Wajib Kunjungi, 5 Cafe Terunik di Bandung

Published

on

By

Cafe Terunik di Bandung

Cafe menjadi salah satu pilihan yang tepat, bagi kalian yang ingin menghilangkan penat sejenak. Suasana cafe yang nyaman dan unik pasti akan membuat kamu merasa senang kala nongkrong bersama teman-teman.

Berikut mycity telah merangkum untuk cityzen, 5 cafe terunik di Bandung:

Delapan Padi

Jika ke Delapan Padi, pengunjung akan dapat merasakan sensasi angin sepoi-sepoi menikmati kudapan yang tersedia sambil melihat tanaman dengan duduk di atas ayunan. Tentunya tempat ini sangat cocok bagi kalian yang memiliki sang buah hati. Dengan ayunan yang ada, si kecil pasti betah ketika berada di sini.

Delapan Padi pun juga menyediakan kursi formal dengan suasana yang tetap adem dan rindang. Cafe yang satu ini berada di Jl. Dipati Ukur No.8, Lebakgede, Bandung. Untuk waktu bukanya sendiri mulai dari pukul 08.00-22.00 WIB.

District Dago Cafe and Resto

Selanjutnya, ada District Dago Cafe and Resto yang memiliki desain unik dan Instagramable. Tempat ini mempunyai spot foto yang berbeda-beda di setiap sudutnya dengan mengusung konsep klasik. Ciri khas utama dari cafe ini, yang sering pengunjung jadikan sebagai spot foto adalah jendela warna-warninya.

Baca Juga:

  1. Daftar Pasar Buku yang Dulu Berjaya & Masih Bertahan Hingga Saat Ini
  2. JNM Bloc Tempat Nongkrong Asyik & Ruang Kreatif Anak Yogyakarta
  3. Wajib Coba, 5 Wahana Air Terbaik di Bogor

Selain itu juga, di sana tersedia area motor-mobil classic serta gelato corner. Cafe yang buka mulai dari pukul 12.00-23.00 WIB ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.339, Dago, Bandung.

One Eighty Coffee

Tempat yang satu ini juga tidak kalah unik dan menarik dan lainnya. Hal ini dikarenakan One Eighty Coffee menyajikan konsep yang tidak biasa, yakni makan dan minum di atas kolam renang. Kolam yang ada di sana hanya di atas mata kaki orang dewasa saja, jadi kalian tak perlu khawatir.

Tidak hanya itu, bangunan cafe pun juga memiliki daya tariknya sendiri. Di mana di desain dengan konsep bata industrial dan interior kayu. Jika ingin berkunjung ke sini, kalian dapat datang ke Jl. Ganesa No.3, Lb. Siliwangi, Bandung. One Eighty Coffee buka dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Orofi Cafe by The Valley

Jika berada di Bandung, jangan lupa untuk mampir ke Orofi Cafe by The Valley yang menyajikkan suasana seperti di Santorini Yunani. Pemandangan di sana semakin menawan ketika matahari mulai tenggelam.

Tertarik untuk mengunjung cafe yang satu ini? kalian bisa datang ke Jl. Lembah Pakar Tim. No.99, Ciburial, Bandung. Dari mulai pukul 14.00-21.00 WIB cafe ini telah dibuka untuk weekdays, sedangkan weekend Orofi Cafe by The Valley buka 4 jam lebih awal.

Nara Park

Nara Park sangat cocok bagi kalian yang ingin datang bersama dengan keluarga besar. Hal ini dikarenakan Nara Park memiliki area yang begitu luas dengan suasana hijaunya.

Untuk alamatnya sendiri berada di Jl. Rancabentang No.28, Ciumbuleuit, Bandung. Sementara untuk waktu bukanya mulai dari pukul 07.00-21.00 WIB. Disarankan agar kalian datang pagi hari jika berkunjung ke tempat ini, karena udara yang sejuk akan dapat kalian rasakan di sana.

Continue Reading

Hangout

JNM Bloc Tempat Nongkrong Asyik & Ruang Kreatif Anak Yogyakarta

Published

on

JNM Bloc

JNM Bloc jadi salah satu tempat nongkrong hits di kalangan warga Jogja. Selain kulineran, ada sederet aktivitas seru di tempat ini, termasuk menonton pameran karya seni yang bisa dinikmati secara gratis hingga berbayar.

JNM sebelum pada tahun 2006 direnovasi oleh KPH. Wironegoro, M.Sc., telah memiliki sejarah yang panjang. Di dalamnya mengalir darah seni yang kental. Tercatat pada tahun 50-an, JNM merupakan gedung Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) sebelum menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) pada tahun 80-an. Sesudah pada tahun 1998 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berdiri di Sewon, kawasan ini otomatis kosong dan kurang terawat sampai akhirnya dipugar.

Setelah tahun-tahun itu, JNM adalah tempat perhelatan dan pertemuan berbagai acara kesenian, seperti pameran, konser musik, dan kegiatan lainnya. Yang paling besar, misalnya ARTJOG yang sejak tahun 2016 pindah ke JNM.

Baca Juga:

  1. Cocok untuk Healing, Inilah 4 Pulau Terindah di Jawa Tengah
  2. Pulau Sempu, Surga Tersembunyi Indonesia yang Terlarang untuk Wisatawan
  3. Pulau Labengki, Keindahannya Kini Jadi Bahan Gunjingan Dunia tapi Asing di Telinga Orang Indonesia

“Ketika pertama kali dihubungi Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara untuk berkolaborasi mendirikan ruang kreatif publik di area Jogja National Museum, kami sangat respek dan antusias menyambutnya,” ujar CEO Radar Ruang Riang, Handoko Hendroyono.

“Yogyakarta merupakan jiwanya Pulau Jawa yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Oleh karena itu kami sangat mendukung misi untuk menjadikan JNM Bloc sebagai ekosistem kreatif sekaligus pusat kebudayaan regional maupun internasional, dimana seni, budaya, dan hiburan dapat saling menghubungkan masyarakat melalui berbagai upaya kolaborasi, edukasi, dan partisipasi,” dia menambahkan.

Sementara PT Radar Ruang Riang (M Bloc Group) merupakan induk dari M Bloc Space yang mengubah kompleks bekas Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menjadi ruang kreatif dan venue musik untuk komunitas lokal. Di sana juga ada M Bloc Shophouse yang memajang jenama lokal mulai dari makanan, komik, hingga pakaian. Tempat ini sudah kesohor jadi jujukan muda-mudi ibukota untuk nongkrong.

Belakangan diketahui mereka juga akan mengelola aset milik PT Pos Properti, dengan nama Pos Bloc. Walaupun baru berusia dua tahun, M Bloc Group terbukti adaptif dan berkomitmen untuk tetap menghadirkan ruang kreatif berbasis komunitas lokal yang berkelanjutan.

JNM Bloc

Berada di tengah kota, JNM Bloc hanya berjarak sekitar 200 meter dari SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. Bila berkendara dari Tugu Jogja, hanya membutuhkan waktu kira-kira tujuh menit saja menggunakan sepeda motor, melewati Jalan Kyai Mojo.

Menempuh jarak sejauh 1,6 kilometer, kamu akan tiba di simpang empat. Lalu belok kiri setelah melewati Toko Elit Gallery, memasuki Jalan HOS Cokroaminoto. Ikuti saja jalan ini, hingga sekitar dua kilometer bertemu Jalan Prof Dr Ki Amri Yahya. Belok kiri ke Jalan Prof Dr Ki Amri Yahya, melewati SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta.

JNM Bloc

Di JNM Bloc, pengunjung bisa menemukan beragam tenant FnB (Food and Beverage) dan non FnB lokal yang telah melewati proses kurasi. Setiap harinya, ada pula rangkaian acara seru yang tersaji secara gratis hingga berbayar seperti pameran, live show, dan workshop.

Sebagai hasil kolaborasi bersama Jogja National Museum, adapun sejumlah pameran temporer di kawasan JNM Bloc, seperti ArtJog, Jogja Bienalle, Kustum Fest, dan beberapa pameran lain.

Menariknya lagi, bila kamu ingin menyelenggarakan acara seni budaya, tempat ini punya sederet fasilitas pendukung, termasuk open stage hingga outdoor area.

Continue Reading

Trending