Connect with us

COVID-19Update

Daftar Lengkap Wilayah Jawa-Bali yang Terapkan PPKM Level 4 dan Level 3

Published

on

Penerapan PPKM Level 4 di Wilayah Jawa-Bali

Istilah PPKM Darurat kini tidak lagi diberlakukan dan diganti menjadi PPKM Level 3 atau Level 4.

Aturan soal PPKM Level 4 didasarkan dari Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 22 Tahu 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Jawa dan Bali. Peraturan itu dikeluarkan Selasa (20/7) dan berlaku mulai tanggal 21 Juli hingga 25 Juli 2021.

Penerapan PPKM Level 4 tidak diberlakukan pada semua wilayah Jawa dan Bali. Wilayah Bali tidak ada yang masuk dalam PPKM Level 4. Berdasarkan Inmendagri tersebut wilayah Bali disebutkan masuk PPKM Level 3.

Baca Juga:

  1. Titik Penyekatan Diperluas, Pintu Tol Menuju Jawa Tengah Ditutup
  2. Daftar Sebaran RT Zona Merah di DKI Jakarta
  3. Inilah 2 Skema Penyekatan di 100 Titik Selama PPKM Darurat

“Penetapan level wilayah sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU berpedoman pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan,” tulis diktum kedua Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021.

Berikut daftar wilayah penerapan PPKM Level 4 dan Level 3:

Level 4

Jakarta

  1. Semua wilayah di Jakarta

Banten

  1. Tangerang Selatan
  2. Kota Tangerang
  3. Kota Serang

Jawa Barat

  1. Kabupaten Purwakarta
  2. Kabupaten Karawang
  3. Kabupaten Bekasi
  4. Kota Sukabumi
  5. Kota Depok
  6. Kota Cirebon
  7. Kota Cimahi
  8. Kota Bogor
  9. Kota Bekasi
  10. Kjota Banjar
  11. Kota Bandung
  12. Kota Tasikmalaya

Jawa Tengah

  1. Kabupaten Sukoharjo
  2. Kabupaten Rambang
  3. Kabupaten Pati
  4. Kabupaten Kudus
  5. Kabupaten Klaten
  6. Kabupaten Kebumen
  7. Kabupaten Grobogan
  8. Kabupaten Banyumas
  9. Kota Tegal
  10. Kota Surakarta
  11. Kota Semarang
  12. Kota Salatiga
  13. Kota Magelang

DI Yogyakarta

  1. Kabupaten Sleman
  2. Kabupaten Bantul
  3. Kota Yogyakarta

Jawa Timur

  1. Kabupaten Tulungagung
  2. Kabupaten Sidoarjo
  3. Kabupaten Madiun
  4. Kabupaten Lamongan
  5. Kabupaten Gresik
  6. Kota Surabaya
  7. Kota Mojekerto
  8. Kota Malang
  9. Kota Madiun
  10. Kota Kediri
  11. Kota Blitar
  12. Kota Batu

Level 3

Banten

  1. Kabupaten Tangerang
  2. Kabupaten Serang
  3. Kabupaten Lebak
  4. Kota Cilegon

Jawa Barat

  1. Kabupaten Sumedang
  2. Kabupaten Sukabumi
  3. Kabupaten Subang
  4. Kabupaten Pangandaran
  5. Kabupaten Majalengka
  6. Kabupaten Kuningan
  7. Kabupaten Indramayu
  8. Kabupaten Garus
  9. Kabupaten Cirebon
  10. Kabupaten Cianjur
  11. Kabupaten Ciamis
  12. Kabupaten Bogor
  13. Kabupaten Bandung Barat
  14. Kabupaten Bandung

Jawa Tengah

  1. Kabupaten Wonosobo
  2. Kabupaten Wonogiri
  3. Kabupaten Temanggung
  4. Kabupaten Tegal
  5. Kabupaten Sragen
  6. Kabupaten Semarang
  7. Kabupaten Purwerjo
  8. Kabupaten Purbalingga
  9. Kabupaten Pemalang
  10. Kabupaten Pekalongan
  11. Kabupaten Magelang
  12. Kabupaten Kendal
  13. Kabupaten Karanganyar
  14. Kabupaten Jepara
  15. Kabupaten Demak
  16. Kabupaten Cilacap
  17. Kabupaten Brebes
  18. Kabupaten Boyolali
  19. Kabupaten Blora
  20. Kabupaten Batang
  21. Kabupaten Banjarnegara
  22. Kota Pekalongan

DI Yogyakjarta

  1. Kabupaten Kulonprogo
  2. Kabupaten Gunungkidul

Jawa Timur

  1. Kabupaten Tuban
  2. Kabupaten Trenggalek
  3. Kabupaten Situbondo
  4. Kabupaten Sampang
  5. Kabupaten Ponorogo
  6. Kabupaten Pasuruan
  7. Kabupaten Pamekasan
  8. Kabupaten Pacitan
  9. Kabupaten Ngawi
  10. Kabupaten Nganjuk
  11. Kabupaten Mojekerto
  12. Kabupaten Malang
  13. Kabupaten Magetan
  14. Kabupaten Lumajang
  15. Kabupaten Kediri
  16. Kabupaten Jombang
  17. Kabupaten Jember
  18. Kabupaten Bondowoso
  19. Kabupaten Bojonegoro
  20. Kabupaten Blitar
  21. Kabupaten Banyuwangi
  22. Kabupaten Bangkalan
  23. Kabupaten Sumenep
  24. Kabupaten Probolinggo
  25. Kota Probolinggo
  26. Kota Pasuruan

Bali

  1. Kabupaten Jembrana
  2. Kabupaten Buleleng
  3. Kabupaten Badung
  4. Kabupaten Gianyar
  5. Kabupaten Klungkung
  6. Kota Denpasar
  7. Kabupaten Bangli

COVID-19Update

Kemenkes: Covid-19 Varian Botswana Belum Masuk Indonesia

Published

on

varian Botswana
varian Botswana

Dunia saat ini digegerkan dengan varian Covid-19 B.1.1.529 atau yang biasa dikenal dengan sebutan Varian Botswana. Namun, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menegaskan varian itu belum masuk ke Indonesia.

Nadia menyebut varian Botswana sudah menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena berpotensi lebih menular. Meski demikian, Nadia mengatakan antisipasi yang dilakukan pemerintah masih sama seperti sebelumnya.

Antisipasi itu berupa pembatasan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. Sejauh ini, Indonesia baru mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

WNA yang diperbolehkan masuk Indonesia di antaranya berasal dari Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

“Antisipasi kami masih sama, karena aturan WNA yang masuk ke Indonesia kan juga masih terbatas di 19 negara,” ucap Nadia.

Continue Reading

COVID-19Update

Mengulas Covid-19 Varian Botswana, Si Pembawa 32 Mutasi

Published

on

Covid-19 varian Botswana
Covid-19 varian Botswana

Virus Covid-19 terus bermutasi. Kini, muncul varian baru bernama Covid-19 Botswana atau B.1.1.529. Hingga kini, sudah ada 50 kasus terkonfirmasi di Afrika Selatan, Hong Kong, dan Botswana.

Seperti dinukil dari Independent, Jumat (26/11/2021), ilmuwan khawatir varian Botswana, yang merupakan turunan dari B.1.1, dapat memicu penyebaran lebih lanjut. Varian B.1.1.529 dari Botswana ini memiliki 32 mutasi pada bagian protein lonjakan virus (spike protein). Padahal bagian ini banyak digunakan berbagai vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid.

Sehingga, jika terjadi mutasi pada lonjakan protein, dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia dan mempersulit kekebalan sel untuk menyerang patogen.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Botswana, setelah para peneliti melakukan sequencing virus corona pada tiga kasus. Enam kasus lain telah dikonfirmasi di Afrika Selatan dan satu di Hong Kong yang dibawa oleh pasien yang baru kembali dari Afrika Selatan.

Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, menekankan varian ini perlu perhatian khusus. Peacock sendiri adalah ilmuwan yang memposting rincian varian baru tersebut di situs berbagi genom.

“Harus dipantau ketat karena profil (mutasi) protein lonjakan yang mengerikan itu,” kata Peacock dalam serangkaian cuitannya di Twitter.

Meski demikian ia membuka dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi varian ini hanya akan menjadi cluster aneh yang tidak terlalu menular. Kemungkinan kedua, menjadi sangat menular dan menjadi gelombang Covid-19 berikutnya seperti Delta.

Varian B.1.1.529 dari Botswana membawa sejumlah mutasi dari varian lain yaitu Mutasi P681H dan mutasi N679K. Varian mutasi P681H, juga dilaporkan sempat terlihat pada virus corona varian Alpha, Mu, beberapa varian Gamma, dan B.1.1.318.

“Ini pertama kalinya saya melihat dua mutasi ini dalam satu varian,” seperti dicuitkan Dr. Peacock.

Varian Botswana ini juga membawa mutasi N501Y dan mutasi D614G yang sempat ramai ada di Malaysia dan Indonesia. Varian N501Y merupakan salah satu varian yang menjadi perhatian WHO.

Kumpulan berbagai mutasi varian Covid-19 ini disebut peneliti bisa membuat varian ini menjadi lebih menular. Ini juga memungkinkan virus lebih mudah berikatan dengan sel manusia lewat reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Dr. Divya Tej Sowpati dari CSIR-Centre for Cellular and Molecular Biology mengatakan masih perlu lebih banyak penelitian mengenai varian ini sebab saat ini hanya sedikit urutan genom yang tersedia dari varian baru ini.

Melansir Indian Express, WHO menetapkan empat varian virus corona yang menjadi varian mengkhawatirkan (VoC), yaitu varian Alpha (garis keturunan B.1.1.7, yang disebut ‘varian Inggris’), Beta (garis keturunan B.1.351, yang disebut ‘ Varian Afrika Selatan’), Gamma (silsilah P.1, yang disebut ‘varian Brasil’) dan Delta (silsilah B.1.617.2 atau ‘varian India’).

Terkait hal itu, Afrika Selatan ditempatkan di bawah pembatasan perjalanan daftar merah Inggris mulai tengah hari pada Jumat, mempengaruhi antara 500 dan 700 orang yang biasanya melakukan perjalanan ke Inggris dari Afrika Selatan setiap hari melalui operator termasuk British Airways dan Virgin Airlines.

Larangan itu juga akan mencakup penerbangan dari Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini dan Zimbabwe.

Skotlandia mengkonfirmasi semua kedatangan dari negara-negara tersebut harus mengisolasi diri dan mengambil dua tes PCR mulai tengah hari pada hari Jumat, sementara siapa pun yang tiba setelah jam 4 pagi pada hari Sabtu harus menginap di hotel karantina yang dikelola.

Pendatang baru-baru ini dari Afrika selatan juga akan dilacak dan ditawarkan tes dalam upaya untuk menghindari pengenalan jenis baru.

Israel juga mengumumkan akan melarang warganya bepergian ke Afrika selatan, mencakup enam negara yang sama serta Mozambik, dan melarang masuknya pelancong asing dari wilayah tersebut.

Continue Reading

COVID-19Update

Bahaya, Covid-19 Varian B.1.1.529 Ditemukan di Hong Kong

Published

on

Covid-19 Varian B.1.1.529

Hong Kong membawa kabar buruk soal pandemi Covid-19. Pemerintah setempat mengumumkan menemukan dua kasus Covid-19 Varian B.1.1.529. Dua infeksi virus ini ditemukan dari wisatawan asal Afrika Selatan dan Kanada.

Seperti dinukil dari Strait Times, Jumat (26/11/2021), penemuan dua varian Covid-19 baru itu terjadi pada tanggal 11 November dan 14 November 2021. Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) menemukan virus ini saat kedua pasien itu menjalani karantina di Regal Airport Hotel.

“Informasi ilmiah tentang pentingnya kesehatan masyarakat tentang garis keturunan ini kurang saat ini. Ini diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian dalam pemantauan,” lapor radio publik Hong Kong RTHK.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Otoritas Hong Kong menyatakan bahwa kronologi bermula dari wisatawan asal Afrika Selatan yang tak mengganti maskernya pada saat melakukan karantina. Virus kemudian menulari warga Kanada yang sama-sama melakukan karantina.

“Penyelidikan lebih lanjut oleh ahli mikrobiologi Universitas Hong Kong Yuen Kwok Yung menemukan bahwa masker telah berkontribusi pada penyebaran virus melalui transmisi udara ke orang kedua,” RTHK melaporkan kembali.

Varian B.1.1.529 saat ini sendiri sedang menjadi ketakutan baru. Pasalnya virus yang ditemukan di Botswana ini membawa 32 mutasi pada sisi lonjakan proteinnya. Mutasi pada protein lonjakan dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan juga menghambat kekebalan.

“Sangat, sangat banyak yang harus dipantau karena profil lonjakan yang mengerikan itu,” ujar Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, kepada Guardians, Rabu (24/11/2021).

WHO sendiri telah melakukan pertemuan mendadak untuk mengamati varian B.1,1.529 ini. Inggris mengambil langkah cepat dengan melarang enam penerbangan dari Afrika, termasuk Afsel.

Continue Reading

Trending