Connect with us

COVID-19Update

Daftar Kabupaten dan Kota Berstatus PPKM Level 3 dan Level 4

Published

on

Pemerintah memutuskan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaarakat (PPKM) mulai tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021. Untuk PPKM di wilayah Jawa-Bali mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 27 Tahun 2021 Tentang PPKM Kevel 4, Level 3, Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berikut wilayah yang terapkan PPKM Level 3-4 di Jawa-Bali:

Baca Juga:

  1. Kim Jae Wook dan Krystal Jung Dapat Tawaran Bintangi Drama Romantis “Crazy Love”
  2. 5 Soundtrack Drama Korea dengan Penonton Terbanyak di YouTube
  3. Keponakan Perempuan Putri Diana, Lady Kitty Spencer Menikah dengan Miliarder Asal Afrika Selatan

Level 4

DKI Jakarta

  1. Kabupaten Kepulauan Seribu
  2. Jakarta Barat
  3. Jakarta Tiimur
  4. Jakarta Selatan
  5. Jakarta Utara
  6. Jakarta Pusat

Banten

  1. Kota Tangerang Selatan
  2. Kota Tangerang
  3. Kabupaten Pandeglang
  4. Kabupaten Tangerang
  5. Kota Cilegon

Jawa Barat

  1. Kabupaten Kuningan
  2. Kabupaten Indramayu
  3. Kabupaten Garut
  4. Kabupaten Subang
  5. Kabupaten Purwakarta
  6. Kabupaten Bekasi
  7. Kota Sukabumi
  8. Kota Depok
  9. Kota Cirebon
  10. Kota Cimahi
  11. Kota Bogor
  12. Kota Bekasi
  13. Kota Banjar
  14. Kota Bandung
  15. Kabupaten Sumedang
  16. Kabupaten Bogor
  17. Kabupaten Bandung Barat
  18. Kabupaten Bandung

Jawa Tengah

  1. Kabupaten Pemalang
  2. Kabupaten Pekalongan
  3. Kabupaten Magelang
  4. Kabupaten Sukoharjo
  5. Kabupaten Rembang
  6. Kabupaten Klaten
  7. Kabupaten kebumen
  8. Kabupaten Banyumas
  9. Kota Tegal
  10. Kota Surakarta
  11. Kota Semarang
  12. Kota Salatiga
  13. Kota Magelang
  14. Kabupaten Wonosobo
  15. Kabupaten Wonogiri
  16. Kabupaten Sragen
  17. Kabupaten Semarang
  18. Kabupaten Purwerjo
  19. Kabupaten Kendal
  20. Kabupaten Karanganyar
  21. Kabupaten Demak
  22. Kabupaten Batang
  23. Kota Pekalongan

Jawa Timur

  1. Kabupaten Kediri
  2. Kabupaten Sumenep
  3. Kabupaten Tulungagung
  4. Kabupaten Sidoarjo
  5. Kabupaten Madiun
  6. Kabupaten Lamongan
  7. Kabupaten Gresik
  8. Kota Surabaya
  9. Kota Mojekerto
  10. Kota Malang
  11. Kota Madiun
  12. Kota Kediri
  13. Kota Blitar
  14. Kota Batu
  15. Kabupaten Trenggalek
  16. Kabupaten Ponorogo
  17. Kabupaten Ngawo
  18. Kabupaten Nganjuk
  19. Kabupaten Mojekerto
  20. Kabupaten Malang
  21. Kabupaten Magetan
  22. Kabupaten Lumajang
  23. Kabupaten jombang
  24. Kabupaten Bondowoso
  25. Kabupaten Blitar
  26. Kabupaten Banyuwangi
  27. Kabupaten Bangkalan
  28. Kota Probolinggo
  29. Kota Pasuruan
  30. Kabupaten Situbondo

Daerah Istimewa Yogyakarta

  1. Kabupaten Sleman
  2. Kabupaten Bantul
  3. Kota Yogyakarta
  4. Kabupaten Kulonprogo
  5. Kabupaten Gunungkidul

Bali

  1. Kabupaten Jembrana
  2. Kabupaten Bangli
  3. Kabupaten Karangasem
  4. Kabbupaten Badung
  5. Kabupaten Gianyar
  6. Kabupaten Klungkung
  7. Kabupaten Tabanan
  8. Kabupaten Buleleng
  9. Kota Denpasar

Level 3

Banten

  1. Kabupaten Serang
  2. Kabupaten  Lebak
  3. Kota Serang

Jawa Barat

  1. Kabupaten Sukabumi
  2. Kabupaten Pangandaran
  3. Kabupaten Majalengka
  4. Kabupaten Cirebon
  5. Kabupate Cianjur
  6. Kabupaten Ciamis
  7. Kabupaten Karawang
  8. Kota Tasikmalaya

Jawa Tengah

  1. Kabupaten Purbalingga
  2. Kabupaten Jepara
  3. Kabupaten Cilacap
  4. Kabupaten Brebes
  5. Kabupaten Boyolali
  6. Kabupaten Blora
  7. Kabupaten Grobogan
  8. Kabupaten Tegal
  9. Kabupaten Pati
  10. Kabupaten Temanggung
  11. Kabupaten Kudus
  12. Kabupaten Banjarnegara

Jawa Timur

  1. Kabupaten Sampang
  2. Kabupaten Pasuruan
  3. Kabupaten Pamekasan
  4. Kabupaten Pacitan
  5. Kabupaten Probolinggo
  6. Kabupaten Tuban
  7. Kabupaten Jember
  8. Kabupaten Bojonegoro

COVID-19Update

Akhirnya Terungkap, Inilah Penyebab Utama Penularan Varian Omicron di Afrika

Published

on

penyebaran varian Omicron di Afrika

Covid-19 varian Omicron kini menghantui dunia. Bahkan, varian ini sudah menyebar ke sepertiga wilayah Amerika Serikat (AS). Adapun, negara-negara Eropa memutuskan melakukan lockdown atau penguncian wilayah.

Varian Omicron diketahui pertama kali muncul di Negara Afrika. Berdasarkan laporan yang dirilis Mo Ibrahim Institute, Afrika saat ini mengalami diskriminasi yang sangat ekstrim dengan hanya 5 negara saja yang memenuhi target 40% populasi tervaksinasi hingga akhir tahun ini.

“Sejak awal krisis ini, Yayasan kami dan suara Afrika lainnya telah memperingatkan bahwa Afrika yang tidak divaksinasi dapat menjadi inkubator sempurna untuk berbagai varian,” kata ketuanya Mo Ibrahim dalam sebuah pernyataan kepada NDTV, Senin (6/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Munculnya Omicron mengingatkan kita bahwa Covid-19 tetap menjadi ancaman global, dan vaksinasi ke seluruh dunia adalah satu-satunya jalan ke depan. Namun, kami terus hidup dengan diskriminasi vaksin yang ekstrem, dan Afrika khususnya tertinggal,” sambung dia.

Hingga saat ini baru 1 dari 15 warga Afrika yang menerima vaksin Covid-19. Ini masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan rata-rata 70% populasi tervaksinasi di negara-negara maju.

Pengiriman vaksin ke Afrika sendiri telah ditingkatkan dalam beberapa bulan terakhir meskipun masih terkendala oleh sistem perawatan kesehatan yang lemah dan infrastruktur yang terbatas. Selain itu, muncul juga keresahan akan tanggal kadaluwarsa yang pendek pada vaksin yang disumbangkan.

Omicron dilaporkan memiliki lebih banyak strain atau mutasi dibandingkan varian Alpha, Beta dan Delta dan dianggap sangat menular. Tercatat, ada 32 mutasi protein lonjakan yang dibawa varian itu.

Continue Reading

COVID-19Update

Gawat, Varian Omicron Kini Telah Menyebar ke Sepertiga Wilayah AS

Published

on

Varian Omicron
Varian Omicron

Amerika Serikat (AS) kini dihantui Covid-19 varian Omicron. Kini, varian tersebut telah menyebar ke sepertiga wilayah Negeri Paman Sam.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (6/12/2021), Otoritas Kesehatan AS menyatakan bahwa varian Omicron ini memang cukup membahayakan. Meski demikian, mereka menyatakan Varian Delta masih mendominasi.

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, menyatakan saat ini belum ada tingkat keparahan besar akibat penyebaran Varian Omicron. Akan tetapi, Fauci juga menambahkan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti dan studi lebih lanjut diperlukan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut penghitungan Reuters, sedikitnya 16 negara bagian AS telah melaporkan kasus-kasus varian Omicron, tanpa disebut jumlah total kasusnya di AS.

Negara bagian yang telah mendeteksi varian Omicron terdiri atas California, Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Massachusetts, Minnesota, Missouri, Nebraska, New Jersey, New York, Pennsylvania, Utah, Washington dan Wisconsin.

Kebanyakan kasus varian Omicron di AS terdeteksi pada individu yang sudah divaksinasi penuh dan mereka mengalami gejala-gejala ringan. Salah satu kasus varian Omicron yang terdeteksi di Lousiana ditemukan pada seseorang yang bepergian di dalam wilayah AS.

Terlepas dari penyebaran varian Omicron, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Dr Richelle Walensky, menuturkan kepada ABC News bahwa varian Delta masih menyumbang 99,9 persen dari kasus-kasus baru Corona di wilayah AS.

Continue Reading

COVID-19Update

Curhat Jokowi Ketika Pertama Kali Dengar Varian Omicron

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), mencurahkan isi hatinya kala pertama kali mendengar kemucunculan varian Omicron.

Curahan hati itu Jokowi kemukakan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia Tahun 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12/2021).

“Jangan ada yang berpikiran bahwa pandemi ini telah selesai. Memang pada hari ini kalau kita lihat kasus yang dulu di pertengahan bulan Juli kasus harian kita di angka 56 ribu, kemarin kita berada di angka 311 kasus harian. Ini patut kita syukuri, patut kita syukuri, berkat kerja keras kita, kerja gotong-royong kita, tetapi sekali lagi, hati-hati tantangan ini belum selesai,” kata Jokowi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut dia, sudah ada 29 negara yang sudah kemasukan varian Omicron. Terbaru pada kemarin pagi, Jokowi memperoleh informasi varian itu sudah terdeteksi di Singapura.

“Yang ini meskipun masih dalam penelitian yang cepat, penularannya bisa lima kali lebih menular dibandingkan yang varian delta yang kecepatannya juga sangat cepat sekali. Ini pun juga bisa menembus dari imunitas yang telah kita miliki,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, sekali lagi, kita semua tetap harus waspada dan hati-hati, hati-hati. Tetapi juga jangan kita ini terlalu ketakutan dan kekhawatiran yang amat sangat. Tetap harus optimis, apalagi di tahun 2022 kita harus optimis bahwa ekonomi kita bisa bangkit di atas 5%,” lanjutnya.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pandemi Covid-19 telah berimbas ke mana-mana. Beberapa negara mengalami kelangkaan energi hingga kontainer.

“Karena pandemi juga, yang tidak kita perkirakan, inflasi beberapa negara sudah naik demikian tinggi. Dan karena inflasi juga beberapa hari terakhir ini sudah mulai kedengaran beberapa negara ada kenaikan harga produsen yang akhirnya nanti akan berimbas kepada kenaikan harga konsumen,” kata Jokowi.

“Ini saling kompleksitas, masalah semakin melebar ke mana-mana. Sehingga memang kita harus menyiapkan rencana antisipasi dan geraknya harus kita lebih cepat dari biasanya. Karena ketidakpastian ekonomi global semakin melebar ke mana-mana, kompleksitas masalahnya juga melebar ke mana-mana,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Trending