Connect with us

COVID-19Update

Daftar Daerah Jawa-Bali yang Terapkan PPKM Level 2, 3, dan 4

Published

on

Daftar daerah yang terapkan PPKM di Jawa-Bali – Kompas.com

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang. Kebijakan perpanjangan PPKM tersebut mulai berlaku tanggal 7 September sampai dengan 13 September 2021.

Khusus PPKM kalin ini, terdapat dua provinsi yang masih memiliki daerah level 4, yakni Jawa Timur dan Bali. Sedangkan, lima provinsi lainnya berstatus level 3 dan level 2. Ketentuan tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Jawa-Bali.

Pembatasan kegiatan di daerah level 4 masih sama seperti sebelumnya, di anataranya adalah work from home (wfh) 100 persen untuk sektor nonesensial, sekolah daring, tempat makan hannya diperbolehkan buka samapi pukul 8 malam diserta ketentuan waktu makan maksimal 30 menit, dan mal ditutup.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Kemudian, untuk daerah dengan PPKM Level 3 menerapkan aturan yang lebih longgar. Sekolah diizinkan untuk melaksanakan tatap muka dengan kapasitas maksimal 50 persen dan bekerja dari rumah 100 persen untuk sektor nonesensial.

Tempat makan diizinkan buka hingga pukul 9 malam disertai ketentuan kapasitas pengunjung sebanyak 50 persen. Peraturan serupa diterapkan untuk mal-mal yang sudah buka.

Berikut ini adalah daerah di Jawa dan Bali yang masuk Level 4, 3, dan 2:

Level 4

Jawa Timur

  1. Kabupaten Ponorogo
  2. Kabupaten Magetan

Bali

  1. Kabupaten Jembrana
  2. Kabupaten Bangli
  3. Kabupaten Karangasem
  4. Kabupaten Badung
  5. Kabupaten Gianyar
  6. Kabupaten Klungkung
  7. Kabupaten Tabanan
  8. Kabupaten Buleleng
  9. Kota Denpasar

Level 3

DKI Jakarta

  1. Kabupaten Kepulauan Seribu
  2. Kota Jakarta Barat
  3. Kota Jakarta Timur
  4. Kota Jakarta Selatan
  5. Kota Jakarta Utara
  6. Kota Jakarta Pusat

Banten

  1. Kota Tangerang
  2. Kota Cilegon
  3. Kabupaten Tangerang
  4. Kota Tangerang Selatan
  5. Kota Serang

Jawa Tengah

  1. Kabupaten Wonogiri
  2. Kabupaten Sukoharjo
  3. Kabupaten Sragen
  4. Kabupaten Purworejo
  5. Kabupaten Purbalingga
  6. Kabupaten Magelang
  7. Kota Magelang
  8. Kota Tegal
  9. Kota Surakarta
  10. Kota Salatiga
  11. Kabupaten Klaten
  12. Kabupaten Kebumen
  13. Kabupaten Karanganyar
  14. Kabupaten Cilacap
  15. Kabupaten Banyumas
  16. Kabupaten Brebes
  17. Kabupaten Boyolali

D.I. Yogyakarta

  1. Kabupaten Sleman
  2. Kabupaten Bantul
  3. Kota Yogyakarta
  4. Kabupaten Kulonprogo
  5. Kabupaten Gunungkidul

Jawa Timur

  1. Kabupaten Blitar
  2. Kabupaten Tulungagung
  3. Kabupaten Trenggalek
  4. Kabupaten Situbondo
  5. Kabupaten Sidoarjo
  6. Kabupaten Pacitan
  7. Kabupaten Ngawi
  8. Kabupaten Madiun
  9. Kabupaten Lumajang
  10. Kota Blitar
  11. Kota Surabaya
  12. Kota Probolinggo
  13. Kota Mojokerto
  14. Kota Malang
  15. Kota Madiun
  16. Kota Kediri
  17. Kota Batu
  18. Kabupaten Kediri
  19. Kabupaten Jombang
  20. Kabupaten Nganjuk
  21. Kabupaten Mojokerto
  22. Kabupaten Malang
  23. Kabupaten Lamongan
  24. Kabupaten Gresik
  25. Kabupaten Bangkalan

Level 2

Banten

  1. Kabupaten Pandeglang
  2. Kabupaten Lebak

Jawa Barat

  1. Kabupaten Sukabumi
  2. Kabupaten Kabupaten Majalengka
  3. Kabupaten Karawang
  4. Kabupaten Indramayu
  5. Kabupaten Ciamis
  6. Kabupaten Cianjur
  7. Kabupaten Subang
  8. Kabupaten Garut

Jawa Tengah

  1. Kabupaten Banjarnegara,
  2. Kabupaten Wonosobo
  3. Kabupaten Temanggung
  4. Kabupaten Tegal
  5. Kabupaten Rembang
  6. Kabupaten Pemalang
  7. Kabupaten Pati
  8. Kabupaten Kudus
  9. Kota Semarang
  10. Kota Pekalongan
  11. Kabupaten Kendal
  12. Kabupaten Semarang
  13. Kabupaten Pekalongan
  14. Kabupaten Jepara
  15. Kabupaten Grobogan,
  16. Kabupaten Blora
  17. Kabupaten Batang
  18. Kabupaten Demak


Jawa Timur

  1. Kabupaten Banyuwangi
  2. Kabupaten Bondowoso
  3. Kabupaten Tuban
  4. Kabupaten Sumenep
  5. Kabupaten Sampang
  6. Kabupaten Probolinggo
  7. Kabupaten Pasuruan
  8. Kabupaten Pamekasan
  9. Kota Pasuruan
  10. Kabupaten Jember
  11. Kabupaten Bojonegoro

COVID-19Update

Kemenkes: Covid-19 Varian Botswana Belum Masuk Indonesia

Published

on

varian Botswana
varian Botswana

Dunia saat ini digegerkan dengan varian Covid-19 B.1.1.529 atau yang biasa dikenal dengan sebutan Varian Botswana. Namun, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menegaskan varian itu belum masuk ke Indonesia.

Nadia menyebut varian Botswana sudah menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena berpotensi lebih menular. Meski demikian, Nadia mengatakan antisipasi yang dilakukan pemerintah masih sama seperti sebelumnya.

Antisipasi itu berupa pembatasan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. Sejauh ini, Indonesia baru mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

WNA yang diperbolehkan masuk Indonesia di antaranya berasal dari Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

“Antisipasi kami masih sama, karena aturan WNA yang masuk ke Indonesia kan juga masih terbatas di 19 negara,” ucap Nadia.

Continue Reading

COVID-19Update

Mengulas Covid-19 Varian Botswana, Si Pembawa 32 Mutasi

Published

on

Covid-19 varian Botswana
Covid-19 varian Botswana

Virus Covid-19 terus bermutasi. Kini, muncul varian baru bernama Covid-19 Botswana atau B.1.1.529. Hingga kini, sudah ada 50 kasus terkonfirmasi di Afrika Selatan, Hong Kong, dan Botswana.

Seperti dinukil dari Independent, Jumat (26/11/2021), ilmuwan khawatir varian Botswana, yang merupakan turunan dari B.1.1, dapat memicu penyebaran lebih lanjut. Varian B.1.1.529 dari Botswana ini memiliki 32 mutasi pada bagian protein lonjakan virus (spike protein). Padahal bagian ini banyak digunakan berbagai vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid.

Sehingga, jika terjadi mutasi pada lonjakan protein, dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia dan mempersulit kekebalan sel untuk menyerang patogen.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Botswana, setelah para peneliti melakukan sequencing virus corona pada tiga kasus. Enam kasus lain telah dikonfirmasi di Afrika Selatan dan satu di Hong Kong yang dibawa oleh pasien yang baru kembali dari Afrika Selatan.

Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, menekankan varian ini perlu perhatian khusus. Peacock sendiri adalah ilmuwan yang memposting rincian varian baru tersebut di situs berbagi genom.

“Harus dipantau ketat karena profil (mutasi) protein lonjakan yang mengerikan itu,” kata Peacock dalam serangkaian cuitannya di Twitter.

Meski demikian ia membuka dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi varian ini hanya akan menjadi cluster aneh yang tidak terlalu menular. Kemungkinan kedua, menjadi sangat menular dan menjadi gelombang Covid-19 berikutnya seperti Delta.

Varian B.1.1.529 dari Botswana membawa sejumlah mutasi dari varian lain yaitu Mutasi P681H dan mutasi N679K. Varian mutasi P681H, juga dilaporkan sempat terlihat pada virus corona varian Alpha, Mu, beberapa varian Gamma, dan B.1.1.318.

“Ini pertama kalinya saya melihat dua mutasi ini dalam satu varian,” seperti dicuitkan Dr. Peacock.

Varian Botswana ini juga membawa mutasi N501Y dan mutasi D614G yang sempat ramai ada di Malaysia dan Indonesia. Varian N501Y merupakan salah satu varian yang menjadi perhatian WHO.

Kumpulan berbagai mutasi varian Covid-19 ini disebut peneliti bisa membuat varian ini menjadi lebih menular. Ini juga memungkinkan virus lebih mudah berikatan dengan sel manusia lewat reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Dr. Divya Tej Sowpati dari CSIR-Centre for Cellular and Molecular Biology mengatakan masih perlu lebih banyak penelitian mengenai varian ini sebab saat ini hanya sedikit urutan genom yang tersedia dari varian baru ini.

Melansir Indian Express, WHO menetapkan empat varian virus corona yang menjadi varian mengkhawatirkan (VoC), yaitu varian Alpha (garis keturunan B.1.1.7, yang disebut ‘varian Inggris’), Beta (garis keturunan B.1.351, yang disebut ‘ Varian Afrika Selatan’), Gamma (silsilah P.1, yang disebut ‘varian Brasil’) dan Delta (silsilah B.1.617.2 atau ‘varian India’).

Terkait hal itu, Afrika Selatan ditempatkan di bawah pembatasan perjalanan daftar merah Inggris mulai tengah hari pada Jumat, mempengaruhi antara 500 dan 700 orang yang biasanya melakukan perjalanan ke Inggris dari Afrika Selatan setiap hari melalui operator termasuk British Airways dan Virgin Airlines.

Larangan itu juga akan mencakup penerbangan dari Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini dan Zimbabwe.

Skotlandia mengkonfirmasi semua kedatangan dari negara-negara tersebut harus mengisolasi diri dan mengambil dua tes PCR mulai tengah hari pada hari Jumat, sementara siapa pun yang tiba setelah jam 4 pagi pada hari Sabtu harus menginap di hotel karantina yang dikelola.

Pendatang baru-baru ini dari Afrika selatan juga akan dilacak dan ditawarkan tes dalam upaya untuk menghindari pengenalan jenis baru.

Israel juga mengumumkan akan melarang warganya bepergian ke Afrika selatan, mencakup enam negara yang sama serta Mozambik, dan melarang masuknya pelancong asing dari wilayah tersebut.

Continue Reading

COVID-19Update

Bahaya, Covid-19 Varian B.1.1.529 Ditemukan di Hong Kong

Published

on

Covid-19 Varian B.1.1.529

Hong Kong membawa kabar buruk soal pandemi Covid-19. Pemerintah setempat mengumumkan menemukan dua kasus Covid-19 Varian B.1.1.529. Dua infeksi virus ini ditemukan dari wisatawan asal Afrika Selatan dan Kanada.

Seperti dinukil dari Strait Times, Jumat (26/11/2021), penemuan dua varian Covid-19 baru itu terjadi pada tanggal 11 November dan 14 November 2021. Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) menemukan virus ini saat kedua pasien itu menjalani karantina di Regal Airport Hotel.

“Informasi ilmiah tentang pentingnya kesehatan masyarakat tentang garis keturunan ini kurang saat ini. Ini diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian dalam pemantauan,” lapor radio publik Hong Kong RTHK.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Otoritas Hong Kong menyatakan bahwa kronologi bermula dari wisatawan asal Afrika Selatan yang tak mengganti maskernya pada saat melakukan karantina. Virus kemudian menulari warga Kanada yang sama-sama melakukan karantina.

“Penyelidikan lebih lanjut oleh ahli mikrobiologi Universitas Hong Kong Yuen Kwok Yung menemukan bahwa masker telah berkontribusi pada penyebaran virus melalui transmisi udara ke orang kedua,” RTHK melaporkan kembali.

Varian B.1.1.529 saat ini sendiri sedang menjadi ketakutan baru. Pasalnya virus yang ditemukan di Botswana ini membawa 32 mutasi pada sisi lonjakan proteinnya. Mutasi pada protein lonjakan dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan juga menghambat kekebalan.

“Sangat, sangat banyak yang harus dipantau karena profil lonjakan yang mengerikan itu,” ujar Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, kepada Guardians, Rabu (24/11/2021).

WHO sendiri telah melakukan pertemuan mendadak untuk mengamati varian B.1,1.529 ini. Inggris mengambil langkah cepat dengan melarang enam penerbangan dari Afrika, termasuk Afsel.

Continue Reading

Trending