Connect with us

Traveling

Curug Malela, Air Terjun Terbesar di Jawa Barat Dijuluki “The Little Niagara”

Published

on

Curug Malela adalah air terjun terbesar di Jawa Barat dan berlokasi di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Bentuk Curug Malela ini mirip dengan Air Terjun Niagara yang berada di perbatasan Amerika-Kanada.

Curug Malela atau Air Terjun Malela ini memiliki sumber air terjun yang berasal dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Gunung Kendeng adalah gunung berapi yang terletak di sebelah barat Ciwidey yang sudah mati. Sungai ini mengalir melintasi sungai Cidadap Gunung Halu.

Curug Malela Bandung memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan lebar curug yang mencapai 70 meter. Curug ini memiliki lima jalur air terjun yang menghasilkan pemandangan indah dan memesona.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Curug Malela juga memiliki julukan sebagai The Little Niagara. Karena bentuk curug yang melebar sehingga mirip dengan Air Terjun Niagara yang berada di perbatasan Amerika dan Kanada.

Fakta menarik dari Curug Malela adalah curug ini adalah bagian teratas dari jajaran tujuh air terjun. Ada enam air terjun yang membawahi Curug Malela. Secara berurutan adalah Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

Untuk menuju lokasi ke tempat Curug Malela sebenarnya cukup mudah. Dari lokasi kantor Desa Cicadas, yang pada akhir pekan dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan, jarak menuju ke lokasi Curug Malela masih sekitar 3 kilometer lagi.

Punya keindahan alam yang menakjubkan, Curug Malela juga memiliki cerita mitos yang menyeramkan. Konon asal usul nama Air Terjun Malela ini diambil dari nama Eyang Tadjimalela. Menurut warga sekitar, beliau adalah yang ngageugeuh atau penguasa kawasan air terjun ini.

Kehadiran Eyang Tadjimalela ini pernah ditunjukkan pada pengunjung yang berfoto dengan background air terjun. Dalam foto tersebut ada sosok bayangan kakek-kakek berjenggot dengan baju serba putih.

Traveling

Pesona Pulau Dodola, Surga Indah di Maluku Utara

Published

on

By

Pulau Dodola

Pesona dari Pulau Dodola tidak bisa dipungkiri lagi. Meski hanya sekedar pulau kecil yang ada di Maluku Utara, pulau ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Pulau Dodola terletak di Kabupaten Pulau Moraotai, Provinsi Maluku Utara. Membutuhkan perjalanan panjang, untuk bisa mencapai Dodola. Wisatawan harus menaiki pesawat lagi untuk bisa sampai ke Morotai, setelah sebelumnya telah tiba di Ternate melalui jalur udara.

Setelah di Morotai, wisatawan kembali harus melanjutkan perjalan dengan speedboat, atau perahu nelayan untuk menuju Dodola. Walau begitu, Pulau ini merupakan salah satu tempat wisata di wilayah Morotai, yang begitu banyak orang minati.

Pulau tersebut menjadi incaran para wisatawan lokal maupun manca negara, terlebih untuk mereka yang menggemari dunia fotografi. Hal itu dikarenakan diseluruh area perairan ini begitu mempesona, dan menakjubkan mata. Pulau tersebut biasanya dijadikan tujuan island shopping, yang artinya untuk menjelajari pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Moratai.

Baca Juga:

  1. Pemandangan Bawah Laut Raja Ampat, Surga Dunia di Papua
  2. Surga Tersenyembunyi di Taman Laut Olele
  3. Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut

Pulau Dodola terbagi menjadi dua kawasan, yaitu Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Hal ini membuat Pulau Dodola memiliki dua pulau, yang bisa dieksplorasi keindahannya. Pasir yang terhampar di pulau ini terkenal sangat putih cemerlang dan begitu bersih.

Pasir putih itu pun menghubungkan antara Pulau Dodola Besar, dan Pulau Dodola Kecil. Mereka saling terhubung satu dengan yang lain. Unik bukan? selain itu juga, wisatawan bisa mendatangi keduanya dengan mengikuti alur pasir tersebut yang menjalar saat air laut sedang surut. Sementara kalau dilihat dari atas, garis pasir putih ini terlihat seperti benar-benar jembatan yang membelah lautan.

Pulau ini menjadi salah satu pulau di Indonesia, yang terkenal akan sejuta keindahan lautnya. Snorkeling atau diving, merupakan hal yang wajib wisatawan lakukan saat liburan ke pulau ini. Sebab Dodola, banyak menyimpan kecantikan alam bawah lautnya yang begitu beragam. Wisatawan juga bisa bercengkerama dengan para hiu, dan fauna bawah laut lainnya yang lucu dan unik, saat menyelam di sekitar pulau Dodola.

Di pulau ini, para wisatawan juga bisa membangun tenda untuk bercamping bersama teman, kerabat, atau pun keluarga. Hal ini akan menjadi momen yang indah dan takkan terlupakan. Jika tidak membawa perlengkpan tenda, tidak perlu khawatir. Kalian masih bisa menginap di pulau cantik ini, dengan menyewa homestay yang telah disediakan oleh pulau Dodola.

Continue Reading

Traveling

Pemandangan Bawah Laut Raja Ampat, Surga Dunia di Papua

Published

on

By

Kepulauan Raja Ampat

Berjuta keindahan pemandangan bawah laut Raja Ampat sudah sangat mendunia. Terletak di kepulauan yang ada di Papua Barat, tempat ini menjadi incaran bagi para petualang.

Nama Raja Ampat berasal dari legenda yang tercipta di masyarakat, yaitu pada zaman dulu dipercaya ada seorang wanita yang menemukan tujuh telur di tempat ini. Empat telur diantaranya menetas, dan menjadi raja yang berkuasa di empat pulau besar. Untuk tiga telur yang lain menjadi batu, sedangkan duanya lagi ada yang menjadi makhluk gaib dan satunya menjadi wanita. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Indonesia.travel.

Terdapat pulau-pulau besar di wilayah Raja Ampat ini, sebut saja seperti Pulau Misool, Bantara, Salawati, dan Waigeo. Tidak hanya itu saja, pulau-pulau kecil juga turut menghiasi keindahan alam yang ada di Raja Ampat. Sekitar ada 1.847 pulau kecil yang tersebar di sana.

Kepulauan Raja Ampat terkenal dengan pemandangannya yang begitu indah dan memanjakan mata. Layaknya sebuah lukisan pemandangan yang terdapat dalam galeri, hal itu benar-benar nyata bisa kalian lihat langsung di perairan ini. Suasananya yang tenang, dengan hembusan aingin, mampu menyegarkan pikiran.

Baca Juga:

  1. Desa Wisata Namatota, Surga Bahari Tersembunyi dari Tanah Papua
  2. Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut
  3. Pulau Samalona, Surga Mungil dari Makassar

Terlebih di pulai ini menyimpan banyak sejuta kekayaan laut seperti lumba-lumba yang berloncat dengan ceria, menyambut setiap wisatawan yang menyelusuri pulau ini. Selain itu juga banyak terdapat terumbu karang yang cantik, ikan-ikan kecil berwarna-warni menari kesana kemari dikedalaman pulau tersebut.

Tak ayal kalau pulau ini menjadi destinasi wajib para petualang dunia. Penyelam mengenal pulau ini dengan sebutan, surga bawah laut yang ada di dunia. Keadaan alam sekitar pun masih sangat terjaga di wilayah ini. Hamparan pasir putih, dan deburan ombak, berhasil membuat setiap para wisatawan jatuh cinta oleh pulau Raja Ampat.

Raja Ampat memiliki sekitar 75% spesies laut yang ada di seluruh manca negara. Denga wilayah laut seluas 4,6 juta hektar, dihiasi oleh 540 jenis karang, dan 1.511 spesies ikan, serta ribuan biota laut lainnya. Hal ini diungkapkan dari laporan badan konservasi internasional.

Continue Reading

Traveling

Desa Wisata Namatota, Surga Bahari Tersembunyi dari Tanah Papua

Published

on

Kampung Namatota
Kampung Namatota

Wilayah timur Indonesia seolah selalu memiliki tempat yang indah dan pantas untuk dijelajahi. Salah satunya adalah desa wisata Namatota di Kabupaten Kaimana Papua Barat yang juga masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Kampung Namatota adalah sebuah kampung kecil di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang berbatasan langsung dengan Teluk Triton dan berada di depan Teluk Bicari.

Laut sekitar Kampung Namatota menjadi rumah bagi beragam biota laut sehingga menjadi surga para penyelam setelah Raja Ampat. Keragaman jenis karang dan ikannya tidak berbeda jauh dengan Raja Ampat karena genetik biota laut ini memiliki konektifitas yang tinggi (Conservation Internasional, 2004).

Baca Juga:

  1. Tengkleng, Simbol Semangat Bertahan Hidup Wong Solo
  2. Mie Caluk, Spaghetti Asli Aceh
  3. Kenalan dengan Puthu Lanang Legendaris Malang, Sudah Ada dari Zaman Penjajahan

Para turis juga didukung dengan akomodasi homestay yang dikelola oleh masyarakat asli.

Untuk mencapai kampung tersebut, orang dapat menggunakan perahu motor, atau sering disebut dengan bodi, selama satu jam dari kota Kaimana. Kampung ini dikenal sebagai ibu kota Kerajaaan Namatota. Salah satu peninggalan sejarah yang menjadi obyek wisata dan pengetahuan adalah situs atau bekas Kerajaan Namatota di Kampung Namatota.

Menurut sejarah, kerajaan di Papua berada di Semenanjung Bomberai dan Semenanjung Onin. Kerajaan Namatota atau juga dikenal Kerajaan Kowiai berada di Semenanjung Bomberai ini. Kerajaan tradisional Namatota tidak memiliki istana yang megah sebagaimana kerajaan lainnya tetapi memiliki sebuah Rumah Raja yang disebut sebagai Rumah Adat.

Rumah Raja saat ini tidak lagi dihuni oleh raja tetapi hanya digunakan untuk menyimpan pernak-pernik atau assesoris raja-raja Namatota. Selain itu, yang bisa disaksikan dari sisa kerajaan ini adalah berupa makam keluarga yang terletak di samping masjid atau tepat berada di depan Rumah Raja.

Kampung Namatota
Kampung Namatota

Selain peninggalan kerajaan, Namatota juga memiliki kawasan pantai yang indah, yaitu Pantai Sangnus Worait yang terletak di timur laut Kampung Namatota.

Pantai Sangnus Worait memiliki pasir yang putih dan air yang tenang serta dikelilingi oleh pulau-pulau karst. Biasanya setelah wisatawan melakukan perjalanan panjang ke Teluk Triton, wisatawan akan mampir sebentar untuk menikmati keindahan pantai dan air yang jernih di pantai ini. Ada dua homestay yang dibuat oleh masyarakat dan dikelola sendiri oleh masyarakat lokal.

Kaimana memiliki kekayaan budaya dan potensi pantai yang indah serta modal kemauan masyarakat untuk mengembangkan wisata. Melihat potensi tersebut, pemerintah melakukan pendampingan, bahkan menjadikan kampung Namatota sebagai prioritas untuk pengembangan kampung wisata oleh sejumlah OPD seperti Dinas parawisata, dan Dinas pemberdayaan masyarakat dan kampung.

Menyelami keindahan perairan Namatota merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Anda bisa memilih antara snorkeling atau diving dan menikmati panorama bawah laut yang mengagumkan. Di perairan Namatota ada beberapa jenis ikan unik dan merupakan spesies baru Papua, seperti belut kebun mercy (Heteroconger mercyae), Pentapodus numberii, Pseudochromis jace, Siphamia stenotes, Paracheilinus nursalim, hiu berjalan di pasir (Hemiscyllium henryi), dan Pomacentrus fakfakensis.

Kampung Namatota
Kampung Namatota

Selain itu, Anda bisa melihat Paus Bryde’s, hiu paus, pari manta, dan lumba-lumba bungkuk Indopasifik. Tentunya akan menjadi pengalaman menyenangkan bila Anda berhasil berenang bersama hiu paus.

Wilayah perairan Namatota juga merupakan bagian dari taman laut dan segitiga karang dunia. Menyelami bawah lautnya, wisatawan bisa bertemu penyu sisik dan penyu hijau yang sering berada di antara padang lamun. Di sana juga banyak pilihan spot menyelam dengan karang lunak warna-warni.

Selain berenang dan menyelam, wisatawan juga bisa berkeliling perairan dengan perahu tradisional. Aktivitas di darat pun tak kalah seru karena Anda bisa berjalan-jalan ke puncak bukit menunggu matahari terbit dan berkeliling kampung dan melihat kegiatan masyarakat setempat, misalnya para perempuan yang sedang menganyam tomang atau noken khas Papua Selatan.

Anda juga bisa menyusuri hutan bakau, mengamati burung, melihat soa-soa, mengunjungi laguna tersembunyi, dan melihat situs prasejarah berupa lukisan di dinding batuan karst. Tentunya Anda juga bisa bersantai menikmati keindahan pemandangan kampung ini sambil minum kelapa muda di tepi pantai.

Untuk penginapan, di Kampung Namatota terdapat lima rumah warga yang dijadikan homestay dengan harga terjangkau dan ada pula bungalow di Pantai Raja. Anda juga bisa berkemah di Pantai Temaumum.

Continue Reading

Trending