Connect with us

Religi

Cerita Wabah di Zaman Rasulullah SAW

Published

on

wabah syam zaman Rasulullah saw

Berkaca dari sejarah perkembangan islam, ternyata virus Corona Covid-19 bukanlah wabah pertama dan berbahaya yang dialami oleh dunia. Pada zaman Khalifah Sayyidina Umar ra, pernah terjadi wabah terkenal yang dinamakan penyakit Tha’un. Penyakit ini pernah menyerang warga Syam (Damaskus) di mana hampir seluruh warganya terjangkit penyakit ini.

Kala itu banyak sekali orang terjangkit penyakit Tha’un, salah satu ulama menafsirkan ayat “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, maka Allah berfirman kepada mereka “ matilah kamu “, kemudian Allah menghidupkan mereka “ Abu Ja’far berkata : “mereka adalah penduduk Syam dimana 70 ribu rumah telah terjangkit penyakit Tha’un. (AlKafi/Juz8/Hal198)

Sejarah mengatakan, kala itu orang-orang kaya ketika merasa terjangkit penyakit maka mereka akan keluar dari kota tersebut, adapun mereka yang fakir miskin akan tetap tinggal karena kemiskinannya. Kematian terjadi lebih banyak kepada mereka yang tetap tinggal dibandingkan mereka yang meninggalkan kota tersebut, hingga akhirnya mereka sepakat untuk meninggalkan kota tersebut bersama-sama baik yang kaya ataupun yang miskin, hingga akhirnya penyakit tersebut tersebar luas hingga satu negara.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Ath-Thib An-Nabawi, Tha’un sendiri adalah penyakit benjolan yang muncul seperti yang dialami unta, tumbuh di belakang bagian ketiak dan sejenisnya.

Kalangan medis mendiskripsikan Tha’un adalah pembengkakan parah yang mematikan, menimbulkan rasa haus dan dahaga yang luar biasa. Tubuh penderitanya berubah menjadi hitam, kemudian akan muncul nanah di bagian ketiak, belakang telinga dan ujung hidung.

Diambil dari kisah ini, maka terdapat hadist Rasulullah SAW yang berkata “Jika terjadi suatu penyakit di satu daerah, maka janganlah penduduknya keluar dari daerah tersebut, dan jangan pula penduduk luar memasuki daerah tersebut “

Melirik dari kisah di atas, kita sepatutnya umat Islam untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para sahabat agar senantiasa berhati-berhati menghadapi wabah yang sedang terjadi kini. Sudah selayaknya bagi mereka yang terjangkit penyakit agar melakukan isolasi.

Adapun bagi mereka yang tidak, untuk menjaga jarak satu sama lain agar memberikan ketenangan bagi semua kalangan.

Rasulullah SAW juga berkata “ Sesungguhnya d isetiap penyakit pastilah ada obatnya “

Advertisement

Religi

Fenomena Boneka Arwah Viral di Indonesia, Begini Pandangan MUI

Published

on

Boneka Arwah
Boneka Arwah

Fenomena boneka arwah atau spirit doll yang saat ini marak di Indonesia terus menuai pro dan kontra. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun buka suara mengenai fenomena ini.

Ya, fenomena boneka arwah menjadi viral di Indonesia setelah beberapa selebriti mendadopsi, memelihara, dan bahkan mengasuh bonek arwah tersebut bagaikan anak sendiri.

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis bicara soal boneka arwah ini. Dia menyebut tidak boleh memelihara makhluk halus.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Punya boneka mainan itu boleh, tapi kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus. Kalau disembah musyrik tapi kalau berteman saja berarti berteman dengan jin,” kata Cholil.

Cholil menegaskan bahwa kita tak boleh memperlakukan boneka layaknya anak. Itu karena boneka adalah benda mati. Hal itu membuat kita terjebak dalam hal mistis dan menuhankan selain Allah SWT.

“Baiknya uang yang dimiliki disumbangkan kepada anak yatim dan duafa dari pada memelihara boneka yang mistis itu,” ucapnya.

Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI Prof Utang Ranuwijaya juga menyampaikan pandangannya.

Dia menyebut mempercayai benda yang memiliki roh atau kekuatan supranatural (seperti batu cincin, keris, dan boneka) termasuk perbuatan syirik yang dari sisi akidah Islam fenomena boneka arwah itu sangat berbahaya.

“Kekuatan-kekuatan gaib yang dianggap ada pada benda-benda itu sebenarnya adalah tipu daya jin yang memperdaya manusia, bukan benda itu sendiri. Dari sini sebenarnya sumber kemusyrikan itu datang,” ujarnya.

“Maka jauhilah perbuatan-perbuatan yang akan mendatangkan kemusyrikan, karena Allah SWT tidak akan mengampuni dosa dari perbuatan hamba-Nya yang melakukan kemusyrikan,” tegas dia.

Continue Reading

Religi

Putin Tegaskan Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Published

on

Vladimir Putin
Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan bahwa menghina Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah kebebasan berekspresi.

“Penghinaan terhadap Nabi [Muhammad] adalah pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan orang-orang Islam,” kata Putin selama konferensi pers tahunannya pada Kamis waktu setempat, yang dilansir kantor berita TASS.

Putin juga mengkritik posting foto Nazi di situs-situs web seperti yang berjudul “Immortal Regiment” yang didedikasikan untuk orang-orang Rusia yang tewas dalam Perang Dunia Kedua.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Putin mengatakan tindakan menghina Nabi Muhammad akan menimbulkan pembalasan dari kelompok ekstremis yang mengatasnamakan agama. Dia mengutip contoh serangan terhadap kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Paris setelah penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Sambil memuji kebebasan artistik secara umum, Putin mengatakan itu ada batasnya dan tidak boleh melanggar kebebasan lain.

Putin menegaskan Rusia saat ini telah berkembang menjadi sebuah negara multi-etnis dan multi-iman. Hal itu membuat orang Rusia terbiasa menghormati tradisi dan agama lain.

“Di beberapa negara lain, rasa hormat ini tak ada,” tegas Putin.

Continue Reading

Religi

Bangun Masjid di London, PBNU Gandeng Jokowi-Maruf Hingga Menlu Retno

Published

on

PBNU
PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin membangun masjid di Londonm Inggris. Untuk mewujudkan hal itu, PBNU menggandeng Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Maruf Amin, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Keinginan membangun masjid di London tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj dalam kegiatan pengajian dan silaturahmi Nahdliyyin sedunia untuk Wakaf Gotong Royong, Minggu (19/12/2021).

“PBNU akan berkoordinasi dengan Bapak Presiden Jokowi, Bapak Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin, serta Ibu Menteri Luar Negeri RI Retno L Marsudi dan jajaran kementerian terkait, untuk bersama-sama mendukung pendirian masjid Indonesia di London,” kata Kiai Said dalam keterangan tertulisnya pada wartawan, Senin (20/12/2021).

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Kiai Said juga mengungkapkan tujuan dari pendirian masjid Indonesia di London tersebut. Menurutnya, masjid tersebut dapat difungsikan sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan diplomasi Indonesia dengan memaksimalkan jalur second track diplomation.

“Masjid Indonesia di London akan menjadi pusat dakwah Islam yang moderat dan toleran, Islam Nusantara yang menebar rahmatan lil-alamin,” ungkap dia.

Sejalan dengan itu, dukungan Bapak Dubes (Duta Besar) RI di London, Dr. Desra Percaya juga sangat penting,” imbuh dia lagi.

Untuk itu, Kiai Said juga mengajak seluruh warga Nahdliyyin dan warga Indonesia untuk mendukung program Wakaf Gotong Royong yang tengah digalakkan ini.

Senada dengan itu, Dubes RI di London Dr. Desra Percaya mengatakan, masjid Indonesia di London akan menjadi pusat dakwah dan diplomasi yang strategis. Hal ini sejalan dengan misi KBRI London yang mendorong pihaknya mendukung penuh dalam program tersebu.

“Mendukung hubungan yang baik dengan masyarakat setempat, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial, menjadi wahana mempromosikan karakteristik Indonesia yang menjunjung nilai toleransi. Termasuk membangun citra baik Indonesia di Inggris dan dunia internasional,” tutur Desra.

Untuk diketahui, program pendirian masjid Indonesia di London ini diinisiasi oleh kiai-kiai Nahdliyyin Inggris sejak 20 tahun lalu. Utamanya oleh almarhum Kiai Nahduddin Royandi Abbas sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) United Kingdom Shandy Adiguna.

Continue Reading

Trending