Connect with us

CityKids

Bunda Harus Tahu! Ini 4 Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

Published

on

MPASI

MPASI merupakan makanan tambahan yang mudah dikonsumsi yang diberikan pada bayi selain ASI. MPASI diberikan saat ASI tak lagi mencukupi nutrisi bayi untuk tumbuh kembang yang optimal.

Banyak orang beranggapan bahwa pada usia bayi enam bulan, orang tua sudah harus menyodorkan MPASI. Namun, tak semua bayi pada usia tersebut sudah siap menerima MPASI. Beberapa bayi bahkan baru siap menerima MPASI pada usia lebih dari enam bulan.

Mengutip situs kesehatan WebMD, berikut tanda bayi sudah siap mendapatkan MPASI.

1. Mulut merespons saat disodorkan sendok. Biasanya, hal ini akan ditandai dengan lidah yang secara refleks keluar seolah siap menerima makanan.

2. Bayi terlihat tertarik saat melihat orang tua atau orang dewasa di sekitarnya makan. Bisa jadi tanda ini juga diperlihatkan dengan aksi si kecil yang mengambil garpu atau bahkan mengambil makanan Anda.

3. Bisa duduk dengan tegak di kursi tinggi.

4. Bisa menarik bibir bawah atau membuat mulutnya menganga seperti akan mengambil makanan dari sendok.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Kebanyakan bayi mulai memperlihatkan tanda-tanda di atas pada usia enam bulan. Kendati demikian, tanda-tanda tersebut akan berbeda pada setiap bayi. Jika bayi hampir berusia tujuh bulan dan belum bisa memulai konsumsi MPASI, lakukan konsultasi dengan dokter anak.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk memberikan MPASI pertama pada anak, seperti berikut.

1. Beri MPASI saat bayi terlihat bahagia dan tidak terlalu lapar

Untuk memberikan MPASI, pilih waktu saat bayi terlihat bahagia dan tidak terlalu lapar, lelah, atau rewel. Hal ini dikarenakan, pada saat bayi benar-benar merasa lapar, biasanya yang mereka butuhkan adalah ASI atau susu formula.

Anda tak perlu khawatir, bayi masih memiliki ruang di perut untuk melahap makanan baru setelah diberikan ASI atau susu formula.

2. Pilih satu jenis makanan

Pilih satu jenis makanan untuk diperkenalkan terlebih dahulu. Beri makanan yang sama selama beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk memeriksa kemungkinan reaksi alergi atau reaksi bayi sendiri terhadap makanan.

3. Perhatikan reaksi yang muncul

Jika bayi mengalami diare, ruam, atau muntah setelah mencoba makanan baru, hentikan pemberian dan konsultasikan pada dokter anak.

Advertisement

CityKids

Anies Baswedan Pamer Trofi DKI Jakarta Jadi Kota Ramah untuk Anak

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan dua penghargaan untuk DKI Jakarta terkait pemenuhan hak anak.

Hal itu berbuntut rasa bangga dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia pun memamerkan dua penghargaan tersebut melalui akun Instagram miliknya, @aniesbaswedan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa meraih double winner penghargaan terkait pemenuhan hak pada anak di DKI Jakarta,” tulis Anies.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Menurut Anies kebanggaan sebetulnya bukan terkait penghargaannya, namun lebih kepada upaya bersama dalam mewujudkan suasana yang kondusif terhadap tumbuh dan berkembangnya anak, sehingga Jakarta bisa dihargai sebagai Kota Layak Anak saat ini.

Penghargaan pertama adalah untuk kategori Provinsi Layak Anak (PROVILA).

Menurut Anies Jakarta mendapatkan penghargaan PROVILA karena dinilai memiliki komitmen yang tinggi, dalam mewujudkan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak, memperhatikan pemenuhan hak, dan perlindungan anak, serta telah berjuang untuk menjadikan seluruh kabupaten/kota menjadi kabupaten/kota layak anak.

“Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif bersama, di mana banyak campur tangan yang terkadang kinerjanya tidak terlihat oleh siapapun, dilakukan secara senyap, namun dampaknya sangat terasa bagi masyarakat,” kata Anies.

Penghargaan lainnya, Jakarta terpilih sebagai provinsi yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pelaporan (SIMEP) Perlindungan Anak.

Ia menjelaskan SIMEP merupakan media aplikasi yang dikembangkan KPAI untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap peraturan, regulasi, kelembagaan, sumber daya manusia, program dan anggaran, pelayanan kasus, dan implementasi sistem peradilan pidana anak.

Atas dua penghargaan tersebut, Anies menegaskan bahwa Pemprov DKI terus berkomitmen penuh dalam mengupayakan, memenuhi, dan memberikan hak perlindungan terhadap anak.

“Semoga ikhtiar ini dengan segala doa dan dukungan seluruh warga Jakarta, bisa menjadikan Kota ini sebagai contoh teladan dalam menjamin masa depan anak dengan baik,” ujar mantan Mendikbud tersebut.

Continue Reading

CityKids

Bayi Kelahiran Januari Berpeluang Besar Jadi Orang Kaya Raya

Published

on

By

Ilustrasi Bayi

Bayi yang lahir di bulan Januari memiliki peluang yang besar untuk menjadi sosok yang dikagumi banyak orang. Mereka bisa menjadi bos, selebriti, dokter, dan kaya raya.

Pada 2013, dilakukan peneltian terhadap 300 orang selebriti oleh Journal of Social Science. Dalam penelitiannya tersebut, ternyata banyak selebriti yang lahir di bulan Januari. Seperti Cristiano Ronaldo, Oprah, Ellen DeGeneres, Michael Jordan, dan Jennifer Aniston. Mereka adalah jajaran orang kaya yang terkenal di dunia.

Sedangkan para psikolog menyatakan bahwa orang-orang yang punya kreativitas tinggi dan seorang pemecah masalah yang baik, dimiliki oleh mereka yang berzodiak Capricorn dan Aquarius. Akan tetapi kehamilan di akhir tahun cenderung berisiko tinggi, sehingga anak yang lahir bulan Januari rentan terkena penyakit bipolar atau schizophernia.

Tidak hanya itu saja, bayi yang terlahir bulan Januari juga mendapatkan kesempatan yang besar untuk menjadi seorang pemimpin. Hal ini berdasarkan dengan data tanggal lahir yang tercatat bahwa, CEO dunia paling banyak lahir di bulan Januari. Data tersebut merupakan data dari tahun 1992 sampai 2009. Mereka semua adalah pemimpin perusahaan besar, yang memiliki banyak saham.

Baca Juga:

  1. Kisah Srikanth Bolla, CEO Tunanetra yang Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp1 Triliun
  2. Kisah Nurul Atik, Mantan OB yang Kini Punya Omzet Rp 1,2 Triliun
  3. Daftar Nama 10 Crazy Rich Arab

Selain itu juga, mereka sangat berpotensi untuk menjadi seorang dokter. Profesi dokter lebih banyak ditempati oleh mereka yang lahir di bulan Januari. Hal ini telah dianalisa terkait 19 profesi berbeda pada hasil sensus, yang dilakukan oleh para peneliti Kantor Statistik Nasional Inggris.

Walaupun begitu pernyataan tersebut belum tentu sepenuhnya benar 100%, seperti yang dilansir dari Good4youdear pada Senin (31/1/2022). Namun, bagi para orang tua yang memiliki bayi yang lahir di bulan Januari ini, cobalah untuk lebih menggali potensi sang anak agar dapat berkembang dengan baik.

Selain itu juga, mengarahkan mereka untuk bisa mencapai hal-hal yang menunjang kesuksesan. Peran orang tua sangatlah penting untuk setiap anak, baik mereka yang terlahir di bulan Januari atau bukan, pada dasarnya memiliki kelebihan dan bakatnya masing-masing.

Continue Reading

CityKids

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Makin Tinggi, Menteri PPA Optimalkan Layanan Terpadu dan Komprehensif

Published

on

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) kasus kekerasan terhadap perempuan periode 2019-September 2020 sebanyak 24.325 kasus dengan jumlah korban sebanyak 24.584 orang.

Adapun kekerasan terhadap anak sebanyak 31.768 kasus. Korban yang tercatat sebanyak 35.103 anak dengan rincian 10.694 anak laki-laki dan 24.409 anak perempuan (sekitar 2,3 kali lipat anak laki-laki).

“Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seyogyanya menjadi perhatian bersama. Perempuan dan anak sangat rentan mengalami kekerasan, karena itu semua pihak harus melakukan gerakan bersama mencegah semua tindak kekerasan itu,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga :

  1. Menkeu: Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Tetap Waspada
  2. Menkominfo Bertemu Dubes Prancis Bahas Perkembangan Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur TIK
  3. Pertamina Kembali Adakan Pelatihan Las Untuk Tingkatkan Kompetensi Pemuda Indramayu

Berdasarkan sumber data yang sama, jenis kekerasan yang paling banyak dialami perempuan adalah kekerasan fisik (41,7%), kekerasan psikis (29,1%), penelantaran (11,0%) dan kekerasan seksual (10,5%). Sedangkan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang tercatat melalui SIMFONI PPA sebanyak 0,3% dan 1,5%, dan kekerasan lainnya sebanyak 5,8%.

“Lebih memprihatinkan, jenis kekerasan paling banyak dialami anak-anak adalah kekerasan seksual mencapai 45,4%. Ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat dampak kekerasan seksual yang dialami anak-anak, akan sangat berdampak pada tumbuh kembang dan kehidupan mereka di saat dewasa,” tegas Menteri Bintang.

Jenis kekerasan lain yang juga banyak dialami anak-anak adalah kekerasan fisik sebanyak 20,4%, kekerasan psikis 18,1%, penelantaran 5,6% dan kekerasan lainnya 8,2%, sedangkan eksploitasi dan TPPO masing-masing di bawah 2%.

Menteri Bintang mengatakan Kemen PPPA melakukan langkah penanganan dengan menyusun mekanisme pelayanan tingkat nasional yang terpadu dan komprehensif, serta mendorong perluasan pelayanan ke daerah-daerah.

Melalui Perpres No. 65 Tahun 2020 dibentuk mekanisme layanan berjenjang yang terstandar untuk 5 jenis layanan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat pusat mulai diluncurkan pada 2021 layanan rujukan akhir berupa Ruang Layanan SAPA 129 melalui Hotline 129 dan WhatsApp 08111-129-129 yang beroperasional 24 Jam. 

Melalui layanan SAPA 129,  pengaduan anak, periode Maret – 20 September 2021 mencapai 14.459 pengaduan sedangkan pengaduan lewat telepon sebanyak 6.396 pengaduan. Adapun pengaduan perempuan periode Januari – September sebanyak 594 pengaduan. KDRT menempati urutan pertama kasus paling banyak yang dilaporkan untuk kemudian ditindaklanjuti. 

Kemen PPPA juga mengeluarkan kebijakan standar pelayanan, yakni Prosedur Standar Operasional (PSO) Penyediaan Layanan Rujukan Akhir Perempuan Korban Kekerasan mencakup: tata kelola perlindungan; kewenangan dan peran pusat, provinsi dan kabupaten/kota; penentuan kriteria kasus; pelaku dan korban yang ditangani oleh pusat; cakupan layanan mulai dari pengaduan, pendampingan, penjangkauan kasus, bantuan hukum, penyediaan rumah aman; serta alur layanan rujukan akhir.

Selain itu, mendorong terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA)melalui Kerjasama dengan Kemendagri, sehingga  dalam waktu dua tahun terbentuk di 30 provinsi dan 165 kabupaten/kota.

Menteri Bintang mengatakan Kemen PPPA telah mengalokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik Perlindungan Perempuan dan Anak (DAK NF PPA) mulai tahun 2021 sebesar Rp 101,2 miliar di 34 provinsi dan 216 Kabupaten/Kota mempercepat layanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

DAK NF PPA direncanakan berlanjut di tahun anggaran 2022, dengan alokasi anggarannya meningkat menjadi Rp120 miliar dengan target sasaran tetap 34 provinsi dan 216 Kabupaten/Kota.

Berdasarkan data SIMFONI PPA, dari seluruh laporan yang masuk sejak tahun 2019 sampai September 2021, korban yang mendapat 1 jenis layanan sebanyak 54,1%, yang mendapatkan 2 jenis layanan 25,0%, 3 jenis layanan 6,8%, 4 jenis layanan 5,6% dan lebih dari 4 jenis layanan sebanyak 8,4%.

Dalam penanganan kasus kekerasan, langkah awal yang dilakukan adalah dengan memberikan layanan pengaduan. Jenis layanan yang paling banyak diterima korban adalah layanan kesehatan sebanyak 22,7%, bantuan hukum 16,9%, rehabilitasi sosial 8,5%, dan penegakan hukum 4,7%, sedangkan layanan reintegrasi sosial, pemulangan dan pendampingan tokoh agama masing-masing di bawah 2%.

Sama seperti korban kekerasan terhadap perempuan, korban kekerasan terhadap anak juga telah mendapatkan layanan. Dari seluruh laporan yang masuk sejak tahun 2019 sampai September 2021, korban yang mendapat 1 jenis layanan sebanyak 55,0%, yang mendapatkan 2 jenis layanan 24,1%, 3 jenis layanan 8,5%, 4 jenis layanan 5,1% dan lebih dari 4 jenis layanan sebanyak 7,3%.

Jenis layanan yang paling banyak diterima korban adalah layanan pengaduan sebagai langkah awal dalam penanganan kasus kekerasan. Selain layanan pengaduan, jenis layanan lain yang banyak diterima anak korban kekerasan adalah layanan kesehatan sebanyak 22,7%, bantuan hukum 14,4%, rehabilitasi sosial 11,0%, penegakan hukum 7,3%, reintegrasi sosial 2,3%, pemulangan 1,3% dan pendampingan tokoh agama 0,9%.

Continue Reading

Trending