Connect with us

CityView

Bukan Cuma Indonesia, Bendera 5 Negara Ini Juga Merah Putih

Published

on

Bendera Merah Putih. (Istimewa)

Cityzen pasti tahu bahwa warna bendera Indonesia adalah merah dan putih. Warna merah melambangan keberanian, sedangkan warna putih melambangkan kesucian.

Di Indonesia sendiri memiliki bendera dengan warna merah dan putih, dikarenakan terinspirasi dengan bendera Majapahit yang pernah berjaya meski desainnya berbeda.

Indonesia mulai meresmikan bendera merah putih sejak 17 Agustus 1945, Warna merah putih adalah simbol peperangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Baca Juga:

  1. Rusia Mulai Cari Pengganti Putin
  2. Polwan RI Hadiri Konferensi Asosiasi Polwan Internasional
  3. Berubah Total, Arab Saudi Kini Izinkan Wanita Punya Senjata Api

Sebelum diresmikan, bendera merah putih pertama berkibar pada 1928 di Pulau Jawa.

Nah, ternyata bukan hanya Indonesia saja yang memiliki bendera merah putih. Beberapa negara ini juga memiliki bendera dengan warna serupa.

Monako

Bendera Monako. (Istimewa)

Sekilas memang mirip banget ya? Perbedaan bendera Monaco dengan Indonesia terletak pada rasio ukurannya. Bendera Indonesia menggunakan 2:3, sedangkan Monaco 4:5.

Maka dari itu, kamu tidak boleh sembarangan membuat bendera, karena ada ukuran yang telah disepakati. Monaco meresmikan bendera tersebut sejak 4 April 1881.

Monaco merupakan sebuah negara kecil seluas 2,02 kilometer persegi. Meski kecil, Monaco termasuk negara yang makmur dengan tarif pajak penghasilan dan pajak perusahaan yang sangat rendah. Monaco juga memiliki beragam objek wisata, termasuk sebagai tempat ajang balap F1 di Monte Carlo.

Polandia

Bendera Polandia. (Istimewa)

Kebalikan dari bendera Indonesia & Monako adalah bendera Polandia, teman-teman. Negara ini memiliki bendera yang berwarna putih & merah dengan rasio ukuran 5:8.

Polandia meresmikan bendera kebangsaan ini pada 1 Agustus 1919. Negara ini juga memiliki sebuah lambang, yaitu burung elang putih.

Lambang ini kadang digabungkan ke bendera saat kunjungan ke luar negeri

Austria

Bendera Austria. (Istimewa)

Austria juga merupakan negara yang menggunakan warna merah dan putih
untuk benderanya.

Bedanya, bendera Austria ini terdiri dari tiga garis horizontal dengan warna merah, putih, dan merah lagi.

Bendera ini diresmikan pada 1918, saat Indonesia masih dijajah dan belum merdeka

Greenland

Bendera Greenland. (Istimewa)

Greenland berada di Benua Amerika bagianutara dan sebagian besar wilayahnya tertutup es.

Bendera negara yang diresmikan pada 21 Juni 1985 ini hampir sama seperti bendera Polandia, yaitu berwarna putih dan merah.

Namun, ada sebuah lingkaran tambahan yang berwarna merah dan putih di benderanya

Singapura

Bendera Singapura. (Istimewa)

Singapura juga memiliki desain bendera yang hampir sama dengan Indonesia dan negara-negara di atas.

Bendera Singapura berwarna merah dan putih. Di bagian atas ada gambar bulan sabit dan lima bintang berwarna putih.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CityView

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Published

on

Tembakau Deli. (Istimewa)

Harumnya Tembakau membuat Tanah Deli terkenal. Masyarakat Deli kala itu sangat bangga dengan hasil bumi Tanah Deli yakni tembakau. Begitu melekatnya Tembakau Deli bagi masyarakat Deli kemudian dijadikan simbol-simbol publik.

Tembakau Deli diolah di sebuah bangunan tua milik Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) II di Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serang, Sumatera Utara.

Bangunan yang telah berdiri sejak 1920 itu merupakan gudang tembakau yang dibangun oleh kolonial Belanda. Bangunan itu memiliki luas sekitar 9.300 meter dan berdiri di atas tanah 1,7 hektar. Meski terlihat tak terawat, namun bangunan bergaya Eropa itu masih terlihat kokoh.

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0

Pintu masuk yang terbuat dari kayu jati itu tertutup rapat. Gudang ini terasa begitu sepi, padahal kedatangan kami masih pukul 9 pagi. Namun keadaan berubah saat pintu itu dibuka.

Aroma khas tembakau tercium harum sekali. Puluhan wanita paruh baya mengenakan baju putih dan bawahan kain batik tampak sibuk bekerja. Mereka tengah menata tumpukan daun tembakau agar tersusun rapi. Ada yang menyortir dan memilah daun sesuai dengan jenisnya. Beberapa menimbang, yang lain menyusun dan membongkar tumpukan daun tembakau, lalu disatukan kembali sesuai dengan klasifikasinya.

Terdapat setidaknya 25 jenis daun tembakau yang harus mereka pisahkan sesuai morfologi dengan morfologinya. Para pekerja harus teliti menyatukan daun-daun tembakau yang memiliki kemiripan warna, tekstur, ukuran lebar/panjang, dan besar/kecil kerusakan daun. Semuanya dilakukan manual dengan alat-alat sederhana yang terbuat dari kayu.

Sejarah Tembakau Deli

Tembakau Deli (Istimewa)

Pada abad ke 19, Jacobus Nienhuys mendirikan perusahaan tembakau Deli Maatschappij, enam tahun setelah kedatangannya ke Sumatra Timur tahun 1863. Setelahnya industri tembakau Deli berkembang cepat dan menarik penikmat cerutu dari Eropa.

Permintaan yang tinggi membuat investasi berkembang pesat di Sumatra Timur. Jan Breman dalam buku berjudul Menjinakkan Sang Kuli menulis pada 1873 jumlah kebun tembakau baru 13 dan pada 1876 menjadi 40 kebun.

Sementara Ann Laura Stoler dalam buku Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan Sumatra 1870-1979 melaporkan sudah ada 179 kebun tembakau besar dan kecil tumbuh di Sumatra Timur pada tahun 1889.

Ribuan warga China, India, Jawa berbondong-bondong datang ke Medan untuk menjadi tenaga kerja penyokong industri tembakau ini. Berbagai bangsa kemudian bermukim dan berketurunan di kota tersebut.

Bahkan banyak catatan yang menuliskannya Medan saat itu sudah menjadi kota multikultural. Tidak aneh, jelas Breman, pada suatu perjamuan akan terisi dengan beragam bangsa yang saling berbincang.

“Sering satu meja di Medan dikelilingi tujuh orang tamu yang mewakili beragam bangsa, yaitu Belanda, Prusia, Jerman, Denmark, Inggris, Polandia, Swiss, dan Norwegia,” ucapnya.

Tembakau Deli. (Istimewa)

Perkebunan tembakau membuat Medan tumbuh menjadi kota Metropolitan kelas dunia. Sejak tahun 1930, sudah ada 11.000 orang Eropa yang tinggal di Pantai Timur Sumatra yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam industri perkebunan.

“Dicatat orang dari Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Prancis-Belgia, Swiss, Jepang, dan Jerman sudah menaruh investasi besar di Sumatra Timur pada era 1913-1932,” dimuat dalam buku Deli dan Bayang-Bayangnya terbitan Kompas.

Setelahnya bangunan megah hingga fasilitas publik berdiri di kota Medan, seperti perkantoran, bank, kantor pos, sekolah, rumah sakit, jalan, pasar, hingga stasiun kereta api yang beberapa masih tegak berdiri.

Ichwan Azhari, sejarawan asal Universitas Negeri Medan menyatakan tembakau membuat kota Medan tumbuh dengan kebudayaan Eropa di dalamnya. Pertumbuhan kota memberikan dampak bagi daerah sekitarnya.

Dirinya mencontohkan di Kabupaten Karo yang tumbuh menjadi sentra pertanian yang menghasilkan wortel, kacang arcis, tomat, kol, brokoli dan berbagai sayuran yang digemari oleh orang Eropa.

“Usahawan itu bahkan mengangkut masyarakat Bengali dari India ke Medan bersama sapinya untuk memenuhi kebutuhan mereka akan susu,” ucapnya.

Continue Reading

CityView

Ini Dia 3 Kota Indonesia yang Diakui ASEAN Ramah Lingkungan

Published

on

Balikpapan. (Istimewa)

The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) memberikan penghargaan kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penghargaan bertajuk “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” itu merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

Menurut keterangan resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balikpapan mendapatkan penghargaan kategori Environmentally Sustainable Cities (ESC Award), Bontang untuk kategori kota kecil dengan lahan bersih atau clean land serta Surabaya dalam kategori kota besar dengan air bersih atau clean water.

“Dengan ini, saya sangat berharap, bahwa ini akan memotivasi kita untuk meningkatkan kinerja lingkungan kita dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya.

Baca Juga:

  1. Lompat Batu Nias, Menyimpan 3 Nilai Peradaban Manusia
  2. Pepe’-pepeka ri Makka, Tarian Islami asal Makassar
  3. Mengenal Daluang, Kertas Khas Tradisional Buatan Anak Bangsa

Dalam kesempatan itu Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis, dengan ESC Award yang diprakarsai ASEAN merupakan salah satu pendekatan efektif mendorong kota-kota di Asia Tenggara memobilisasi sumber daya untuk membangun kota bersih dan hijau.

Siti menjelaskan bahwa Indonesia juga memiliki program serupa bernama Adipura yang diberikan kepada kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu, tidak hanya sebagai bersih dan hijau tapi berupaya signifikan mengelola limbah domestik serta mempromosikan ekonomi sirkular.

“Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” kata Siti.

ASEAN ESC Award and Certificate of Recognition sendiri merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

MyCity telah merangkum daftar tiga kota di Indonesia yang diakui ASEAN ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Balikpapan, Kalimantan Timur

Ilustrasi Balikpapan. (Istimewa)

Sebenarnya di Kalimantan ada dua kota lain yangjuga dirancang untuk mewujudkan prinsip berkelanjutan atau SDG’s yakni Samarinda dan Bontang. Namun akhirnya pengakuan tersebut dirain oleh Balikpapan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan keberhasilan Balikpapan, dalam memberdayakan masyarakat yang tinggal di tempat bekas area eksplorasi migas. Diketahui jika pada tahun 1950-1960-an, beberapa daerah seperti Samboja dan Sanga-Sanga sangat makmur, namun, karena tidak berkelanjutan maka sempat menjadi kota mati.

Hal tersebut terjadi karena beriringan dengan semakin menipisnya energi fosil seperti minyak, gas, dan batu bara yang tersedia di lahan tersebut. Setelahnya, pemerintah setempat mulai untuk melakukan pembangunan berkelanjutan berupa penggarapan lahan, kota, bisnis, dan masyarakat yang bersifat universal.

Salah satu bentuk lain dari program keberlanjutan yang ada di Balikpapan adalah program Better (Balikpapan Energi Terbarukan) yang mengusung konsep circular economy, yakni sebuah sistem ramah lingkungan yang mempertahankan nilai material agar dapat digunakan berulang-ulang dan berfokus pada sistem renewable energy.

Surabaya, Jawa Timur

Surabaya. (Istimewa)

Kota lainnya yang mendapatkan pengakuan dari ajang penghargaan yang sama yakni Surabaya, untuk kategori kota besar dengan udara bersih (clean air).

Menurut penjelasan yang dipaparkan Pemkot Surabaya, hal tersebut bisa diraih berkat upaya yang selama ini dilakukan yaitu dengan melakukan penanaman pohon secara intensif dan merata. Penanaman pepohonan di kota tersebut secara merata juga diklaim telah menyumbang kontribusi terhadap upaya penurunan suhu dan berperan dalam penyimpanan air tanah.

Bukan cuma itu, daerah pesisir di wilayah timur dan barat Kota Surabaya juga tak luput dari sentuhan pembangunan berbasis ekologi, di mana wilayah pesisirnya ditanami berbagai jenis pohon bakau dengan tetap memperhatikan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Hasilnya, Indeks Kualitas Udara (IKU) di Surabaya dilaporkan terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data dari tahun 2016-2020, IKU mengalami peningkatan secar beruntun mulai dari 89.57 pada tahun 2016, kemudian di tahun-tahun setelahnya menjadi 90.26, 90.27, 90.3, dan terakhir 90.31 di tahun 2020.

Bontang, Kalimantan Timur

Bontang. (istimewa)

Selain Surabaya, kota kecil seperti Bontang juga tak mau kalah mewujudkan keberhasilannya mewujudkan prinsip ramah lingkungan. Terbukti, kota yang masih berada di wilayah Provinsi Kaltim tersebut mendapat pengakuan untuk kategori kota kecil dengan lahan bersih (clean land).

Bukan yang pertama, rupanya Bontang sendiri memang dikenal sebagai salah satu kota kecil yang kerap menjaga lingkungannya dengan upaya penghijauan lahan yang bersih.

Hal tersebut terbukti dengan pencapaian pada tahun 2019 lalu, saat Bontang mendapat penghargaan Nirwasita Tantra untuk kategori kota kecil.

Continue Reading

CityView

Selain Presiden RI, Charlie Chaplin Juga Pernah Menginap di Kresna Hotel Wonosobo

Published

on

Kresna Hotel. (Kresna Hotel Wonosobo)

Berkunjung ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah tidak lengkap jika tidak singgah untuk menginap semalam di Kresna Hotel. Penginapan di Wonosobo ini menawarkan pengalaman menginap dengan nuansa tempo dulu.

Hotel bintang 3 yang tertelak di Jalan Pasukan Ronggolawe ini makin menarik karena menjadi tempat singgah para Presiden Republik Indonesia mulai Soekarno, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi).

Tamu asing juga pernah menginap di hotel tua ini, seperti peminpin negara Eropa dan Asia, Ratu Siam hingga komedian ternama Charlie Chaplin.

Baca Juga:

  1. Kerennya IKN Nusantara, Punya Smart Village Hingga Forest City
  2. Sah, Indonesia Jadi Negara Paling Malas Jalan Kaki
  3. Mengenal Dusun Bulak Pepe, Kampungnya Kerbau di Ngawi

Berdiri sejak abad ke-18, kesan uzur pertama kali muncul karena hotel itu berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.

Dari depan, hotel itu tak tampak berbeda dari hotel lainnya. Namun bangunan hotel terlihat jelas tampak seperti bangunan lama. Desain bangunan zaman Belanda dengan pintu besar, jendela lebar terlihat begitu masuk di lobi hotel.

Interior Kresna Hotel Wonosobo.

Lukisan dari sejumlah maestro dipampang di sudut gang dan tempat-tempat strategis. Setidaknya ada 110 lukisan cat dengan tema-tema kebudayaan yang ditampilkan secara apik.

Suasana semakin jadul ketika kunci kamar hotel yang diberikan masih tradisional. Pintu dari kayu jati harus dibuka menggunakan kunci manual, tidak seperti hotel modern yang menggunakan kartu pintar.

Kamar yang ditempati juga terbilang unik. Tidak ada AC di dalam kamar. Untuk mencari udara segar, ada jendela dari kayu jati yang siap dibuka jika dibutuhkan.

Rata-rata pengunjung yang datang ingin menginap di kamar alami. Pengunjung tidak mau menginap di kamar dengan pendingin karena cuaca di Wonosobo relatif dingin.

Sejumlah bangunan zaman penjajahan terlihat masih utuh dirawat. Bangunan itu terlihat apik, misalnya sisi restoran, kolam renang hingga tempat bilas yang berupa bangunan benteng.

Kolam renang di Kresna Hotel Wonosobo.

Berdasarkan catatan sejarah, hotel itu dulunya pernah memiliki sejumlah nama seperti Hotel Wonosobo, Hotel Dieng, Hotel Grand Dieng, dan Hotel Merdeka pada masa proklamasi.

Nama hotel itu juga berubah seiring dengan pergantian pemilik mulai dari Hotel Sentra Wonosobo, lalu Galeri Hotel Kresna Wonosobo, hingga yang terakhir menjadi Kresna Hotel.

Continue Reading
Internasional9 hours ago

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek, AS: Itu Bukan Ancaman

Nasional10 hours ago

Perjuangan Aspar Jaelolo Jadi Raja Panjat Tebing Dunia 2022

Lifestyle11 hours ago

Hati-hati, Menyimpan Buah dan Sayuran Ternyata Ada Ilmunya!

Nasional14 hours ago

Menang Lawan Curacao, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Merangkak Naik

Investment15 hours ago

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Culture17 hours ago

Ritual Sikerei, Pengobatan Supranatural Suku Mentawai

Nasional18 hours ago

Siaran TV Analog Berhenti Total di 112 Wilayah Mulai 2 November 2022

Hangout19 hours ago

Jepang Izinkan Wisatawan Masuk Bebas Visa Mulai 11 Oktober 2022

Internasional20 hours ago

Mengenal Sosok Joelle Rich, Pacar Baru Johnny Depp

Nasional21 hours ago

Anies Baswedan Pastikan Jakpro Tak Akan Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

Edukasi1 day ago

Begini Syarat Dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Investment1 day ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment2 days ago

Investasi Berbasis Perusahaan Hijau Kini Makin Diminati

Teknologi2 days ago

Sudah Meluncur di Indonesia, Begini Cara Pakai TikTok Now

Investment2 days ago

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Investment2 days ago

Kredit Mesra, Solusi Pemprov Jabar Agar Warganya Tak Terlilit Hutang Rentenir

Properti2 days ago

Bintaro Jaya Tawarkan Properti Beragam dan Berkelas

CityView2 days ago

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle3 days ago

Lagi Diet? Berikut 7 Manfaat Tahu Rebus untuk Kesehatan

Internasional3 days ago

Disney Rilis Cuplikan Film Animasi Berjudul “Strange World”

Culture5 days ago

Kesenian Dongkrek, Ritual Tolak Pagebluk khas Madiun

Nasional6 days ago

Yogyakarta Siap Gelar Turnamen Bulutangkis Indonesia International Series 2022

Investment1 day ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Investment1 week ago

Perusahaan Fintech Paygua Jajaki Rencana IPO

Culture5 days ago

Makna Luhur ‘Tari Bambu Gila’ di Maluku

Nasional7 days ago

SBY Menduga Pemilu 2024 Berpotensi Ada Kecurangan, KPU: Laporkan ke Bawaslu RI

Nasional7 days ago

Timnas U-20 Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023

Teknologi2 days ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Lifestyle6 days ago

Hati-hati, Gaya Hidup yang Tidak Aktif Bisa Jadi Penyebab Kematian

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (DPR RI)
Nasional2 days ago

Luhut: Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

BEI
Investment2 days ago

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

CityView1 week ago

Sentra Industri Sepatu Cibaduyut, Dulu Mendunia, Kini?

Hangout3 days ago

Deretan 10 Museum Termahal di Indonesia

Nasional3 days ago

Indonesia Pastikan Gelar Ganda Campuran di Indonesia International Series 2022

Investment3 days ago

Zulkifli Hasan: TIIMM G20 Hasilkan Capaian Konkret

Investment2 days ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Nasional6 days ago

Alasan AHM Berikan Sentuhan Baru CBR250RR

Nasional3 days ago

KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebagai Tersangka

Hangout5 months ago

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Traveling5 months ago

Desa Wisata Sawai, Desa Tertua di Maluku yang Punya Sungai Keramik

Nasional5 months ago

Kalisari, Surga Takjil di Jakarta Timur

Properti5 months ago

Kisah Pengusaha Properti Bangun Rumah Subsidi untuk Berdayakan Masyarakat Banjarmasin

Uncategorized6 months ago

Kisah Mumun, Sang Hantu Legendaris Cibubur

Advetorial6 months ago

Pentingnya Literasi Finansial Melalui Kesetaraan Gender untuk Generasi Milenial

Showbiz11 months ago

Tega! Ada Youtuber Bikin Konten Mistis Soal Vanessa Angel

Showbiz11 months ago

Detik-detik Usai Mobil Vanessa Angel Alami Kecelakaan

Nasional11 months ago

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Showbiz11 months ago

Inilah yang Terjadi Usai Miss World Malaysia Klaim Batik dari Negaranya

Showbiz11 months ago

Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Teknologi11 months ago

Mark Zuckerberg Rugi Triliunan Rupiah, Saham Facebook Anjlok

Nasional11 months ago

Mensos Risma Ngamuk Lagi, Warga Marahi Balik

Showbiz11 months ago

Akui Salah, Baim Wong Ingin Temui Kakek Suhud

Showbiz11 months ago

Kakek Suhud Penjual Buku Agama, Bukan Pengemis Seperti Anggapan Baim Wong

Internasional11 months ago

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Sport11 months ago

Indonesia Juara Piala Thomas, Merah Putih Tak Bisa Berkibar

Culture11 months ago

Ampyang Maulid, Cara Leluhur Berintropeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Internasional1 year ago

Kronologi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

COVID-19Update1 year ago

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Advertisement

Trending