Connect with us

BPPT Dorong Ekonomi Nasional Berbasis Inovasi Teknologi

Published

on

Pada Kamis (16/7/2020), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan Rapat Kerja Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) secara virtual.

“Pandemi Covid-19 yang melanda negara sejak beberapa bulan yang lalu telah memunculkan gaya hidup baru, seperti meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan, pangan sehat dan bergizi, cara beraktifitas serta komunikasi berjarak melalui pemanfaatan teknologi informatika dan komunikasi,” kata Hammam Riza, Ketua BPPT.

“Di masa yang akan datang, seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia, maka akan mempengaruhi gaya hidup dan keinginan hidup sehat, sehingga inovasi-inovasi teknologi di bidang kesehatan dan pangan akan semakin diminati oleh masyarakat,” tutur Hammam.

Melalui inovasi teknologi, kedeputian TAB juga mendukung kemandirian industri farmasi dari segi bahan baku. Dukungan ini membuat impor bahan baku berkurang dan masyarakat bisa mendapat obat dengan mudah. murah, dan berkelanjutan.

TAB juga mendukung telemedicine, health-nanotechnology, obat herbal berbasis keanekaragaman hayati Indonesia. Selain itu, pengembangan berbagai rapid test kit baik untuk Covid-19 dan penyakit lain yang memerlukan kecepatan dan keakuratan deteksi.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Soni Solistia Wirawan mengatakan Kedeputian TAB membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, peningkatan sarana dan prasarana laboratorium, serta penguatan anggaran untuk penataan dan penyelesaian aset BPPT demi peningkatan kinerja.

“Dengan tantangan yang semakin berat dan beragam, Kedeputian TAB akan lebih solid organisasinya, lebih smart SDM, dan dengan kecepatan penuh untuk menghasilkan inovasi teknologi yang sangat ditunggu baik oleh masyarakat,” ungkap Soni.

“Kedepan diharapkan, Kedeputian TAB sebagai bagian dari BPPT tetap giat memberikan solusi teknologi yang inovatif terhadap permasalahan yang ada di masyarakat terutama di bidang pangan dan kesehatan serta mampu menghilirisasikannya agar dapat menjadi penghela peningkatan perekonomian nasional berbasis inovasi teknologi,” pungkas Soni. (Al-Hanaan)

Foto: BPPT

Advertisement

Nasional

Hari Antikorupsi Sedunia 2022: Korupsi Budaya Indonesia?

Published

on

Korupsi diduga sudah menjadi budaya di Indonesia. (Lampung Post)
Korupsi diduga sudah menjadi budaya di Indonesia. (Lampung Post)

mycity.co.id – Korupsi merupakan budaya bangsa Indonesia. Ungkapan tersebut sering kita dengar, dan bahkan secara tidak sadar, kita sering membenarkan ungkapan tersebut. Ungkapan tersebut tentu lahir bukan tanpa sebab.

Apakah korupsi telah menjadi budaya? Jawabannya pasti akan bervariasi tergantung apa yang dimaksud dengan budaya. Serta, kekuatan ikatannya dalam menentukan pola dan norma kehidupan sosial masyarakat.

Mengutip Moh Hatta yang menyatakan bahwa korupsi di Indonesia telah menjadi budaya dengan melihat fenomena yang terjadi. Namun, bila budaya itu diwariskan apakah nenek moyang kita mengajarkan korupsi?

Masalahnya jelas jadi rumit oleh karena itu penyebutan tersebut. Jadi, perlu dilakukan hati-hati atau harus dengan referensi pemaknaan budaya yang spesifik dengan selalu memperhatikan continuity and change.

Dalam periode awal pada setiap daerah/bangsa termasuk Indonesia umumnya melalui fase-fase kehidupan sosial (August Comte). Dari mulai fase teologis, metafisik dan positif.

Budaya Korupsi di Indonesia

Budaya dalam arti nilai yang umum dijalankan dalam fase animisme (teologi, metafisik). Tujuannya mengendalikan berbagai kejadian yang merugikan atau merusak kehidupan masyarakat.

Pemberian sesajen menjadi salah satu instrumen penting untuk menenangkan dan memperkuat posisi kehidupan manusia. Dengan sesajen diharapkan penguasa supranatural dapat melindungi kehidupan mereka.

Sedangkan korupsi jelas secara nyata merupakan perbuatan busuk dan tidak bersandar pada budi maupun akal yang baik. Oleh karena itu korupsi bukanlah merupakan budaya.

Korupsi merupakan perbuatan yang merugikan orang lain dan bahkan merugikan bangsa dan negara. Korupsi merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Prof. Mahfud MD, salah satu ahli hukum di negeri ini, korupsi bukan merupakan budaya bangsa Indonesia dengan menyebutkan tiga alasan. Pertama, yang namanya budaya pasti selalu berkaitan dengan kebaikan budi.

Budaya adalah hasil daya cipta, rasa, dan karsa manusia yang tentu melahirkan perilaku dan kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Apalagi kita sudah mengklaim sendiri sebagai bangsa yang mempunyai budaya adiluhung (unggul), dan ini diamini pula oleh bangsa lain. Bahkan dalam tiga azimat revolusi yang dikemukakan oleh Bung Karno, bangsa Indonesia harus berkepribadian sesuai dengan budaya bangsa.

Apa iya, Bung Karno akan menyuruh Bangsa Indonesia berkepribadian korupsi? Tentu saja tidak bukan?

Yang kedua, apabila kita beranggapan dan percaya bahwa korupsi merupakan bagian dari budaya. Kita adalah bangsa yang pesimis dan takluk terhadap korupsi.

Berarti sama saja kita menganggap korupsi sebagai hal yang biasa dan amat sulit diberantas. Sebab yang namanya budaya itu sudah dihayati sebagai kebiasaan hidup yang tumbuh dan berkembang selama berabad-abad. Sehingga, sulit dihentikan juga sampai berabad-abad ke depannya. Dengan sikap “lemah” seperti itu bagaimana mungkin kita akan memerangi korupsi?

Yang ketiga, perjalanan bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan kenyataan menunjukkan korupsi bisa diatasi atau diminimalisasikan melalui konfigurasi dan kebijakan-kebijakan politik.

Pada awal kemerdekaan sampai menjelang tahun 1950-an, negara kita relatif bisa memerangi korupsi. Pada era itu, korupsi besar bisa dihitung dengan jari dan tetap mudah diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ada menteri-menteri diajukan ke pengadilan dan dihukum karena tindak pidana korupsi (seperti Menteri Agama dan Menteri Kehakiman).

Korupsi tidak hanya terjadi di lapisan “atas” negeri ini. Tidak hanya para pejabat, tidak hanya para ASN, pun tidak sesempit yang telah muncul diberitakan di media-media.

Korupsi jauh lebih luas dari itu semua. Ini juga telah mewabah di seluruh lapisan masyarakat kita. Korupsi bukanlah budaya bangsa kita.

Akan lebih tepat jika dikatakan bahwa korupsi merupakan wabah penyakit yang menjangkiti seluruh lapisan bangsa ini.

Continue Reading

Edukasi

Ikan Teri Terbukti Bantu Atasi Kasus Malnutrisi Global, Sains Jelaskan

Published

on

fotografi fokus dangkal dari empat ikan skad putaran, makarel, fokus dangkal, fotografi, Foto Walpaper

Spesies ikan kecil seperti sarden dan ikan teri dapat memainkan peran besar dalam mengatasi kekurangan gizi dan krisis rawan pangan di seluruh dunia.

Studi baru menunjukkan, spesies ikan kecil tersebut adalah sumber ikan bergizi termurah yang ditemukan di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, serta sering ditangkap dalam volume besar.

Temuan ini sangat penting, mengingat saat ini ada sekitar 3 miliar orang yang tingal di Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika yang tak mampu membeli makanan bergizi yang sehat.

Kekurangan mikronutrien esensial ini dapat terkait dengan kematian ibu dan pertumbuhan anak yang terhambat, serta menjadi lebih umum terjadi di seluruh dunia. Mengutip Phys, Rabu (7/12/2022) malnutrisi meningkat di sub-Sahara Afrika.

Pada tahun 2020, 10 juta anak menderita kekurangan tenaga dan 55 juta anak terhambat pertumbuhannya, karena pola makan yang tak memadai.

Namun, studi baru yang dipublikasikan di Nature Food mengungkapkan, bahwa spesies ikan kecil yang dikenal sebagai ikan pelagis kecil yang ditangkap secara lokal di dekat laut atau danau Afrika sub-Sahara dapat menyediakan sumber gizi bagi anak di bawah lima tahun.

“Temuan kami menunjukkan, bahwa nutrisi penting untuk mengatasi malnutrisi. Ikan kecil yang ditangkap secara lokal dapat mempertahankan pola makan yang sehat, dapat ditangkap dalam jumlah yang cukup dan harganya terjangkau,” ungkap james Robinson, pemimpin studi dari Lancaster University.

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek Illuminating Hidden Harvests, di mana tim peneliti dan ilmuwan perikanana internasional mengumpulkan data tentang volume tangkapan, serta data ekonomi dan nutrisi lebih dari dua pertiga tangkapan perikanan global yang terdiri hampir 2350 spesies.

Temuan ini juga mengidentifikasi ikan yang paling terjangkau dan bergizi di 39 negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan akan membantu menginformasikan kebijakan kesehatan masyarakat dan perikanan di tempat-tempat, di mana data nutrisi ikan langka.

Lebih lanjut, ikan palagis kecil kaya akan zat besi, seng, kalsium, asam lemak omega-3, dan selenium dan harganya dua kali lebih terjangkau dibandingkan kelompok ikan lainnya.

Ikan pelagis kecil seperti ikan Herring, sarden, dan ikan teri ditemukan sebagai ikan bergizi termurah di 28 dari 39 negara yang diteliti.

“Memprioritaskan ikan pelagis kecil untuk dikonsumsi oleh masyarakat lokal yang rentan, seperti anak-anak, ibu atau orang tua dapat membantu mengatasi kekurangi gizi umum seperti kalsium, zat besi dan seng.

Sehingga mengkonsumsinya memberikan manfaat kesehatan masyarakat yang sangat besar,” ungkap Kendra Byrd, rekan penulis studi dari University of Greenwich Natural Resources Intitute.

Continue Reading

KupasHukum

Polemik KUHP Baru, Jerman Punya Niat Tarik Akademisi dari Indonesia

Published

on

Menteri Kemenkumham Yasonna Laloy setelah KUHP baru disahkan. Foto: REUTERS

Menteri Kemenkumham Yasonna Laloy setelah KUHP baru disahkan. Foto: REUTERS

mycity.co.id Bukan hanya Amerika Serikat dan Australia, kini Jerman juga ikut dalam polemik Pengesahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Wakil ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf mendapat informasi bahwa Jerman akan menarik akedemisinya di Indonesia.

“Saya kemarin juga menerima delegasi dari parlemen Jerman yang juga menyatakan mungkin akan menarik mahasiswa mereka ataupun wisatawan mereka, akademisi, yang bekerja di Indonesia untuk negara lain,” ujar Dede kepada wartawan, Kamis (12/8/2022).

Dede mengatakan, dirinya menerima kunjungan ketua parlemen pendidikan Jerman dua hari yang lalu. Dia menyebutkan permasalahan polemik ini belum masifnya sosialisasi KUHP.

“Itu kan hak mereka (menarik akademisi), cuma kan ini karena belum tersosialisasikan dengan baik. Inilah tugasnya pemerintah untuk mensosialisasikan bahwa apa yang ditakutkan itu tidak akan terjadi karena ada delik aduan tadi,” tutur Dede.

Untuk diketahui, beberapa pasal KUHP yang saat ini menjadi polemik negara luar dan sorotan publik. Salah satunya terkait pasangan kumpul kebo dan zina.

“Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II,” demikian bunyi pasal 412 ayat 1 KUHP baru.

Continue Reading
Advertisement

Trending