Connect with us

BPPT Buat Inovasi Teknologi Kesehatan Untuk Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Published

on

Pandemi Covid-19 menyadarkan kita betapa pentingnya kesiapan dalam menghadapi hal tak terduga. Wabah menular dan keuangan yang tiba-tiba bergejolak membuat kita harus siap siaga akan segala kemungkinan.

“Pada fase awal pandemi (bulan Maret), bagaimana sulitnya mendapatkan APD, sulitnya mendapatkan reagen untuk tes PCR serta sulitnya mendapatkan produk rapit tes,” kata Soni Solistia Wirawan, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) dalam webinar bertema “Potensi dan Pemanfaatan Tanaman obat untuk Peningkat Daya Tahan Tubuh” pada Kamis (23/7/2020).

Sayangnya, semua alat kesehatan itu produk impor. Menyikapi hal itu, Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Covid-19 (TFRIC-19) yang terdiri perguruan tinggi, lembaga litbang, industri serta asosiasi menghasilkan inovasi teknologi seperti tes diagnosa cepat (rapid diagnostic test), PCR test kit, ventilator, dan laboratorium mobile BSL2. Di bidang kesehatan, BPPT banyak terlibat dalam aksi TFRIC-19.

Di bidang kesehatan, BPPT banyak terlibat dalam aksi TFRIC-19. BPPT melakukan diseminasi teknologi sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat penelitian yang dihasilkan. Selain teknologi kesehatan, BPPT juga melakukan diseminasi teknologi di bidang pangan, perikanan, perbanyakan benih tanaman hortikultura, produksi pupuk organik, budidaya ikan nila, pertanian hidroponik, dan lain-lain.

“Selain itu, TAB mempunyai program prioritas nasional seperti Bahan Baku Obat (BBO). Salah satu kegiatan BBO adalah inovasi teknologi sediaan obat herbal, mulai dari teknologi produksi bahan baku tanaman obat dan ekstrak hingga teknologi formulasi sediaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka,” pungkas Soni.

Sebagai mitra kerja BPPT, Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya mengapresiasi dan bangga akan kontribusi BPPT melalui TFRIC-19. Tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test/RDT), PCR test kit, laboratorium mobile BSL-2, aplikasi kecerdasan buatan untuk mendeteksi Covid-19, ventilator, hand sinitizer, mobile hand washer, dan pelindung wajah (face shield) merupakan produk-produk inovasi yang telah berhasil diluncurkan BPPT bersama mitra inovasi.

“Pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita semua akan perlunya kesiapan dan ketahanan nasional untuk mengatasi masalah kesehatan nasional. Ketergantungan pada produk kesehatan impor menjadi prioritas utama untuk segera disolusikan. Sinergi dan kebersamaan dalam melakukan inovasi teknologi harus di perkuat,” kata Dyah.

“Dengan webinar ini diharapkan BPPT dapat memperkuat penanganan pandemi Covid-19 dan inovasi teknologi dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional serta memperkuat semangat berkarya membangun bangsa,” pungkas Dyah. (Al-Hanaan)

Foto: kemenristek

Advertisement

Edukasi

Ngeri, Para ilmuwan Hidupkan Lagi Virus Purba Berumur 48.500 Tahun

Published

on

Peneliti bekerja di dalam laboratorium. Foto/REUTERS

Mycity.co.id – Permafrost yang mencair dapat menimbulkan bahaya bagi umat manusia. Para ilmuwan memperingatkan itu setelah menghidupkan kembali virus kuno yang membeku selama puluhan ribu tahun.

“Virus semacam itu masih mampu menginfeksi organisme hidup,” ungkap tim internasional setelah mereka mengamati total sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia yang menginfeksi amuba di laboratorium.

“Virus paling kuno yang baru ditemukan berusia hampir 50.000 tahun,” ujar tim tersebut.

“48.500 tahun adalah rekor dunia,” ungkap Jean-Michel Claverie, anggota tim dan peneliti di Universitas Aix-Marseille di Prancis, kepada New Scientist.

Timnya mempelajari total tujuh virus purba dalam studi terbarunya. Grup tersebut menerbitkan pracetak karya mereka pada awal November.

Kelompok yang beranggotakan ilmuwan dari Rusia, Prancis, dan Jerman itu sebelumnya telah berhasil menghidupkan kembali dua virus purba lainnya, yang berusia 30.000 tahun.

Virus yang ditemukan dan dihidupkan kembali oleh tim tersebut dianggap sebagai yang paling kuno yang pernah dihidupkan kembali.

Meski demikian, beberapa peneliti lain mengklaim telah menghidupkan kembali bakteri, yang dikatakan berusia hingga 250 juta tahun.

Semua virus yang dihidupkan kembali oleh tim termasuk jenis pandoravirus, sekelompok virus raksasa yang hanya mampu menginfeksi organisme bersel tunggal seperti amuba.

“Namun, fakta bahwa kesembilan virus purba masih mampu menginfeksi sel hidup setelah menghabiskan puluhan ribu tahun di permafrost berarti bahwa virus lain yang berpotensi menularkan tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia, yang terperangkap di sana dapat dilepaskan, dan dihidupkan kembali, juga,” papar para ilmuwan memperingatkan.

“Ada bahaya yang nyata,” ujar Claverie. Dia menambahkan, “Ada bakteri dan virus yang keluar setiap hari.”

“Namun, tidak mungkin untuk secara tepat menentukan tingkat potensi bahaya saat ini,” papar ilmuwan tersebut.

Rusia telah memperingatkan tentang bahaya yang mungkin timbul akibat pencairan permafrost yang terus berlanjut akibat perubahan iklim.

“Mencairkan tanah yang telah sangat beku selama berabad-abad, jika tidak selama ribuan tahun, masih dapat mengandung beberapa spora bakteri dan virus ‘zombie’ yang layak,” papar Nikolay Korchunov, perwakilan senior Rusia untuk Dewan Arktik kepada RT pada tahun 2021.

Moskow menganggap bahayanya cukup serius untuk meluncurkan proyek keamanan hayati dan meminta semua negara Dewan Arktik lainnya untuk bergabung. Selain Rusia, organisasi antar pemerintah termasuk AS, Kanada, Denmark, Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Swedia.

Continue Reading

Investment

Pengurus PPI Dunia di Lantik di VDNI Konawe, Achyar : Kami Siap Dukung Hilirisasi Industri

Published

on

Proses pelantikan pengurus PPI Dunia di kawasan Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11/2022) Foto: Andi May/Mycity.co.id

Proses pelantikan pengurus PPI Dunia di kawasan Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11/2022) Foto: Andi May/Mycity.co.id

mycity.co.id – Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) periode 2022-2023 resmi dilantik di kawasan PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu, (26/11/2022).

Perhelatan pelantikan PPI Dunia dihadiri oleh 40 mahasiswa yang tergabung dalam PPI Dunia secara luring dan ratusan lainnya yang menyaksikan secara daring.

Prosesi pelantikan dihadiri pula Direktur Utama PT VDNI, Zhou Yuan, Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Zamrun Firihu dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra.

Koordinator PPI Dunia, Achyar Al Rasyid mengatakan pelajar Indnesia wajib mendukung investasi dan hilirisasi industri yang seiring dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pelestarian lingkungan.

“Kami para pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri, mendukung 100% jalannya hilirisasi industri di dalam negeri. Kami siap untuk membantu pemerintah dari berbagai aspek untuk mendukung hilirisasi industri ini, demi Indonesia menjadi Bangsa Pemenang.” tutur Achyar kepada mycity.co.id di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu, (26/11/2022).

Selain prosesi pelantikan, PPI Dunia juga menjalin kerjasama dengan PT VDNI dengan menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan dalam kajian pelestarian lingkungan, gerakan penghijauan dan membuka membuka peluang intership (magang).

“Kerjasama ini berkomitmen untuk bergotong royong dengan semua pihak demi kepentingan Bangsa Indonesia,” ujar Achyar.

Terakhir, Achyar berharap para mahasiswa Indonesia bisa mendukung proses hilirisasi industri di Indonesia seperti yang dilakukan PT VDNI agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju dan bangsa pemenang.

Continue Reading

Teknologi

Elon Musk Luncurkan Centang, Biru, Emas, & Abu-Abu untuk Akun Twitter

Published

on

Twitter bakal meluncurkan centang emas, biru, dan abu-abu. (The Sun)
Twitter bakal meluncurkan centang emas, biru, dan abu-abu. (The Sun)

mycity.co.id – Elon Musk lagi-lagi membuat terobosan baru usai resmi jadi pemilik Twitter. Musk berencana meluncurkan centang emas dan abu-abu selain centang biru.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (27/11/2022), Tiga centang baru ini akan diluncurkan mulai Jumat (2/12) pekan depan.

Dalam cuitannya di Twitter, Musk mengatakan centang verifikasi di Twitter akan hadir dalam tiga warna yaitu emas untuk perusahaan atau brand, abu-abu untuk pemerintah, dan biru untuk pengguna individu.

“Mohon maaf atas keterlambatannya, kami secara tentatif akan meluncurkan Verified pada Jumat pekan depan,” katanya.

Dalam cuitan lain, Musk mengatakan bahwa semua akun individu yang telah diverifikasi bakal memiliki centang biru yang sama. Namun, untuk beberapa akun bakal mendapatkan logo kecil “yang menunjukkan bahwa mereka milik suatu organisasi jika diverifikasi oleh organisasi itu.”

Sejak jadi CEO ‘Burung Biru’, kebijakan-kebijakan baru Musk kerap menimbulkan kontroversi. Seperti misalnya biaya berlangganan USD $8 per bulan bagi yang ingin mendapat logo centang biru.

Centang biru itu sebelumnya tersedia gratis bagi organisasi dan tokoh masyarakat sebagai upaya untuk menghindari duplikasi identitas dan informasi keliru.

Pada awal November, kebijakan biaya berlangganan centang biru itu membuat sejumlah akun bodong bermunculan dengan meniru para pemimpin dunia, selebritas, maupun perusahaan. Akibatnya, banyak netizen yang terkecoh.

Menanggapi hal tersebut, Musk menangguhkan peluncuran hingga 29 November. Dia lalu memundurkan lagi kebijakan tersebut hingga kini biaya berlangganan itu diduga bakal diluncurkan pada 2 Desember mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending