Connect with us

Teknologi

Bisa Live Streaming, TikTok Uji Coba Minigame di Vietnam

Published

on

TikTok

Pada platformnya di Vietnam, TikTok diketahui sedang menguji coba fitur game yang dapat disiarkan langsung atau live streaming.

TikTok ingin memanfaatkan fitur game tersebut untuk mendapatkan keuntungan uang dari iklan. Tidak hanya itu saja TikTok ternyata juga inigin agar di aplikasi mereka, penggunanya menghabiskan waktu yang lama di sana.

Mengutip Reuters, sumber TikTok mengatakan bahwa, “Kami selalu mencoba memperkaya platform kami dan secara teratur mencoba fitur baru dan integrasi yang membawa nilai positif ke komunitas kami.”

Dikarenakan Vietnam menawarkan populasi melek teknologi dengan 70 persen warganya berusia di bawah 35 tahun, membuatnya diduga menjadi yang terpilih dalam hal ini. Tiktok yang dimiliki oleh ByteDance China, menguji minigame atau gim sederhana berbasis HTML-5 semisal Disco Loco 3D dan Garden of Good pada tahap awal.

Baca Juga:

  1. Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan
  2. Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia
  3. Samsung: Sekarang Waktu yang Tepat untuk Masuk ke Zaman 6G

Kemudian untuk mengembangkan fitur game, TikTok turut menggandeng pihak ketiga yaitu Zynga. TikTok di sisi lain, bahkan juga berencana di dalam fitur live video miliki mereka turut akan menyertakan fitur game ini.

Di mana nantinya seorang pengguna bisa menyiarkan permainannya kepada pengguna lain, dikutip Tech Crunch. Selain itu, para pengguna TikTok pun dapat bermain bersama.

Tiktok bekerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Tel Aviv Israel, Watchful untuk mengembangkan fitur game di Live Video. Akan tetapi terkait apakah fitur game akan tersedia secara global atau hanya di Vietnam saja, TikTok belum mengonfirmasinya.

Teknologi

Begini Tips Ampuh Mengatasi Internet di HP Android

Published

on

Internet lemot di HP Android

Internet saat ini telah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat di era digital. Lambatnya kecepatan internet di handphone (hp) Android tentu menjadi kendala utama di saat orang-orang beraktivitas di rumah.

Padahal Kebutuhan terhadap internet semakin meningkat di kala wabah Covid-19 yang mengharuskan orang-orang berada di rumah

Berikut MyCity telah merangkum beberapa tips mengatasi internet lemot di HP Android.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Lakukan restart smartphone secara berkala

Setiap hari, pengguna selalu menggunakan smartphone mereka berjam-jam. Ada kalanya, ketika dipakai terus menerus, smartphone mengalami overheat. Hal ini bisa membuat smartphone jadi lemot dan koneksi internetnya pun menjadi lemot.

Untuk itu, pengguna perlu me-restart smartphone mereka secara berkala agar kinerja smartphone tetap terjangka dalam jangka panjang.

Koneksi internet di smartphone juga bisa melambat, disebabkan oleh hal-hal yang tidak kita ketahui. Di saat seperti itu, me-restart smartphone juga bisa menjadi solusi karena sistem smartphone bisa bekerja kembali dalam kondisi bersih dan pulih dengan fungsi yang normal seperti sebelumnya.

Selain me-restart saat terjadi kendala, pengguna juga bisa mematikan smartphone saat sedang diisi daya dengan tujuan agar sistem smartphone benar-benar istirahat dan menghindari perangkat mengalami kepanasan karena dipakai sembari diisi daya.

Tutup dan nonaktifkan Aplikasi

Semakin sering menggunakan smartphone untuk membuka berbagai aplikasi, smartphone bisa saja mengalami hang dan internetnya ikut lemot.

Selain restart smartphone secara berkala agar ponsel selalu responsif, pengguna juga bisa meningkatkan kenyamanan internet menggunakan smartphone dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan dalam menggunakan aplikasi.

Misalnya, pengguna sering hanya menekan tombol back atau home setelah memakai aplikasi.

Nah, ada baiknya hal tersebut dihindari karena aplikasi tidak sepenuhnya tertutup dan masih berjalan diam-diam, sehingga tetap memakan RAM, bahkan ikut mengkonsumsi kuota data dan membuat internet lambat.

Kebiasaan yang perlu dihindari adalah mengunduh dan menyimpan banyak aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan yang akan memakan terlalu banyak memori.

Pengguna bisa menutup aplikasi secara utuh dengan cara:

  • Tekan ikon garis tiga pada navigasi di bagian bawah
  • Pilih opsi Tutup Semua. Kalau hanya ingin menutup aplikasi tertentu, swipe tampilan aplikasi yang tidak dibutuhkan ke arah atas untuk menutup aplikasi tersebut.

Hapus Aplikasi

Untuk menghapus aplikasi:

  • Masuk ke Setting
  • Pilih menu Aplikasi
  • Pilih aplikasi yang ingin diatur
  • Pilih Nonaktifkan atau Hapus Instalan sesuai pilihan yang tersedia

Cara kedua:

  • Saat tampilan utama atau home, swipe ke atas untuk masuk ke app drawer
  • Tekan agak lama pada ikon aplikasi yang ingin diatur, lalu pilih Nonaktifkan atau hapus instalasi sesuai pilihan yang tersedia.

Dengan menutup aplikasi atau menonaktifkan dan menghapus aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan, kinerja smartphone akan makin maksimal.

Pasalnya hal ini membuat RAM dan ruang penyimpanan menjadi lebih lega, dengan begitu smartphone punya lebih banyak memori untuk menjalankan berbagai aplikasi dengan lebih lancar.

Blokir iklan yang mengganggu agar browser lebih lancar

Browsing atau berselancar di internet merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di smartphone.

Namun, jika browsing terus menerus dilakukan, apalagi saat membuka situs dengan banner iklan, hal ini bisa membuat smartphone jadi lemot dan memperlambat koneksi internet.

Untuk browsing lebih nyaman dan lancar, pengguna bisa menggunakan fungsi blokir iklan yang bisa ditemukan di aplikasi browser seperti di Google Chrome dan Samsung Internet.

Cara aktifkan blokir iklan di Google Chrome:

  • Buka Google Chrome di smartphone, klik ikon titik tiga yang ada di bagian kanan atas layar
  • Pilih Setelan atau Setting
  • Pilih Setelan Situs
  • Pilih Iklan
  • Matikan toggle yang ada (artinya pengguna memblokir atau tidak mengizinkan iklan muncul).

Continue Reading

Teknologi

Twitter Punya Fitur Baru Bernama Twitter Notes, Seperti Apa?

Published

on

Twitter

Twitter saat ini menguji fitur baru bernama Twitter Notes. Fitur ini kabarnya sedang diujicoba untuk beberapa pengguna tertentu.

Sejumlah pengguna di negara-negara tertentu, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Ghana berkesempatan untuk menggunakan Twitter Notes.

Bagaimana cara memakai Notes ini? Mengutip postingan Twitter, Sabtu (25/6/2022), pengguna cukup mengeklik tab “Write” untuk mulai menulis Notes.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Setelah selesai menuliskan teks hingga menambahkan video, gambar, dan GIF ke Notes, mereka dapat menyematkannya ke dalam tweet.

Sebelum dikonfirmasi langsung oleh Twitter, perusahaan sudah dikabarkan telah mengembangkan fitur Notes ini sejak awal 2022.

Kala itu, reverse engineer Jane Manchun Wong yang dikenal kerap menemukan bocoran soal pengembangan fitur baru Twitter tersebut.

Mengutip informasi dari Engadget, Jane menemukan keberadaan tab baru yang diberi nama Twitter Articles–belum nama sebenarnya. Namun, ia belum mengetahui secara pasti fungsi tab tersebut.

Berdasarkan nama yang digunakan, fitur ini ditengarai memungkinkan pengguna membuat tulisan dalam format panjang di Twitter, sama seperti sebuah artikel.

Selain itu, belum dapat dipastikan apakah fitur ini akan tersedia untuk seluruh pengguna atau hanya tersedia bagi pelanggan yang terdaftar di Twitter Blue.

Di sisi lain, Twitter juga dilaporkan tengah mengembangkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna berbagi cuitan hanya dengan sejumlah akun tertentu. Twitter menamainya dengan Flock.

Continue Reading

Teknologi

Keren, WIR Group Dipercaya Bangun Metaverse di 22 Negara Mediterania

Published

on

By

WIR Group

WIR Goup yang merupakan perusahaan besutan anak bangsa, diketahui mendapatkan kepercayaan untuk membangun metaverse bagi pariwisata kawasan Mediterania.

Di mana pariwisata kawasan tersebut tergabung dalam Mediterranean Tourism Foundation (MTF). Diketahui, penandatanganan nota kesepahaman antara Secretary General Mediterranean Tourism Foundation Andrew Agius Muscat dan Overseas Business Director and Government Relations WIR Group Yasha Yasrin Chatab memperkuat kerjasama itu.

Dalam siaran persnya pada Senin (20/6/2022) Yasha Chatab mengetakan bahwa, “Kami melihat pengembangan pariwisata melalui teknologi metaverse di negara-negara kawasan Mediterania ini dapat menjadi terobosan dan alat dalam menentukan strategi yang tepat untuk menyasar para wisatawan masa depan (NextGen tourist).”

Proyek metaverse yang bartajuk “Metaverse for Mediterranean Countries” ini akan diinisiasi dengan membangun metaverse. Hal tersebut untuk negara Malta dan kemudian disusul dengan 21 negara lainnya yang tergabung.

Baca Juga:

  1. Wah, Amazon Alexa Bisa Tirukan Suara Keluarga yang Sudah Meninggal
  2. Mark Zuckerberg Perkenalkan 5 Prototipe Kacamata VR Metaverse, Mana Lebih Baik?
  3. Keren, Mark Zuckerberg Pamer Kacamata VR untuk Metaverse

Sementara itu, MFT itu sendiri adalah lembaga nirlaba dan nonpemerintah yang didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di wilayah Malta. Perhatian kepada pengembangan pariwisata di kawasan Mediterania ini secara konsisten diberikan oleh lembaga tersebut.

Kawasan Mediterania selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata global. Di mana dalam menggerakkan perekonomian Uni Eropa dengan pangsa sebesar 30 persen dari pasar pariwisata global, dan kontribusi sebesar 23 persen pendapatan global dari sektor pariwisata, ia memegang peranan kunci.

Gen Z dan generasi Milenial yang sangat familiar dengan penggunaan teknologi digital memiliki kecenderungan untuk fokus pada pengalaman yang terasa otentik, dan kental akan nilai warisan budaya saat mereka melakukan perjalanan wisata, dilansir dari artikel “Over 60 Millennial Travel Statistics (2022)”.

Tak hanya itu saja karena digunakan untuk memesan jasa atau produk travel, teknologi ini memiliki peran yang penting. Bahkan melalui ponsel pintar, data mencatat sebanyak 66 persen Milenial memanfaatkan teknologi digital.

Continue Reading

Trending